فَسُبْحَانَ اللَّهِ حِينَ تُمْسُونَ وَحِينَ تُصْبِحُونَ

Maka Mahasuci Allah ketika kalian berada di waktu senja dan ketika kalian berada di waktu pagi.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. فَسُبْحَانَ اللَّهِ حِينَ تُمْسُونَ وَحِينَ تُصْبِحُونَfa-subhaana llaahi hiina tumsuuna wa-hiina tushbihuunamaka Mahasuci Allah ketika kalian berada di waktu senja dan ketika kalian berada di waktu pagi

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. فَسُبْحَانَfa-subhaanamaka Mahasuci
  2. اللَّهِllaahiAllah
  3. حِينَhiinaketika
  4. تُمْسُونَtumsuunakalian berada di petang hari
  5. وَحِينَwa-hiinadan pada masa
  6. تُصْبِحُونَtushbihuunakalian berada di pagi hari

Inti bacaan

Kata (تُمْسُونَ, tumsuuna) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 30:17.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (فَسُبْحَانَ اللَّهِ, fa-subhaana llaahi) yang berarti "maka Mahasuci Allah". Awalan fa menyambung kalimat ini dengan ayat-ayat sebelumnya, dan kata subhaana berakar س-ب-ح. Terjemahan memakai "Mahasuci" untuk subhaana, seperti pada subhaanaka di ayat-ayat lain. Rangkaian subhaana llaahi muncul sembilan kali di sembilan surah, yaitu 12:108, 21:22, 23:91, 27:8, 28:68, 30:17, 37:159, 52:43, dan 59:23. Dengan awalan fa di depannya, rangkaian itu muncul dua kali, yaitu di 21:22 dan 30:17. Enam dari sembilan ayat itu menaruh 'ammaa, "dari apa yang", sesudah subhaana llaahi, dengan satu atau dua kata di antaranya di 21:22 dan 28:68: yaitu 21:22, 23:91, 28:68, 37:159, 52:43, dan 59:23. Enam ayat itu menjauhkan Allah dari apa yang disifatkan atau dipersekutukan. Di 23:91, (سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ, subhaana llaahi 'ammaa yashifuuna) yang berarti "Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan" memakai 'ammaa, "dari apa yang", dan di 52:43, (سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ, subhaana llaahi 'ammaa yusyrikuuna) memakai kata kerja lain sesudahnya. Di 30:17 tidak ada 'ammaa, dan subhaana llaahi disusul keterangan waktu.

Keterangan waktu itu tersusun dari dua bagian yang dipasang berdampingan: (حِينَ تُمْسُونَ, hiina tumsuuna) yang berarti "ketika kalian berada di waktu senja" dan (وَحِينَ تُصْبِحُونَ, wa-hiina tushbihuuna) yang berarti "dan ketika kalian berada di waktu pagi". Kata hiina berarti "ketika" dan di sini diikuti kata kerja untuk banyak orang yang diajak bicara. Susunan serupa, hiina diikuti kata kerja kalian, diulang dua kali dengan wa di antaranya, muncul sekali lagi di 16:6, (حِينَ تُرِيحُونَ وَحِينَ تَسْرَحُونَ, hiina turiihuuna wa-hiina tasrahuuna) yang berarti "ketika kalian membawanya pulang dan ketika kalian melepaskannya". Di 16:6 dua kata kerjanya menandai dua saat untuk urusan ternak, dan di 30:17 dua kata kerjanya menandai dua saat tanpa objek.

Kata tumsuuna berakar م-س-و dan hanya muncul di 30:17, sedangkan tushbihuuna berakar ص-ب-ح dan juga hanya muncul di ayat ini dalam bentuk itu. Akar ص-ب-ح berbeda dari akar س-ب-ح pada subhaana, karena huruf pertamanya ص dan bukan س, meskipun kedua kata itu terdengar mirip dan berada di ayat yang sama. Kata kerja dari akar ص-ب-ح yang berpola sama dipakai di 3:103, (فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا, fa-ashbahtum bi-ni'matihi ikhwaanan) yang berarti "maka kalian menjadi, dengan nikmat-Nya, bersaudara". Di 3:103 kata kerja itu disusul kata benda yang menjadi keadaannya, dan terjemahan memakai "menjadi". Di 30:17 tidak ada kata benda sesudahnya, sehingga terjemahan memakai "berada" dan menambah kata "waktu" untuk menjembatani kata kerja dengan senja dan pagi. Kata "waktu" itu dibutuhkan terjemahan karena dua kata Arabnya adalah kata kerja, tidak kata benda.

Kata (عَشِيًّا, 'asyiyyan) di ayat berikutnya diterjemahkan "petang", sehingga tumsuuna memakai padanan lain, yaitu "senja". Bentuk persis tumsuuna dan tushbihuuna masing-masing hanya muncul di sini, jadi kedua kata kerja ini tidak punya kemunculan lain untuk dibandingkan.

Tafsiran

Ayat ini menaruh penyucian Allah pada dua saat yang dilalui para pendengarnya sekarang, tepat sesudah lima ayat tentang hari yang akan datang. Kata ganti berpindah di sini. Ayat 30:12 sampai 30:16 memakai kata ganti ketiga, yaitu para pendosa, mereka, dan orang-orang yang beriman atau kufur, sedangkan 30:11 sebelum rangkaian itu dan 30:17 sesudahnya memakai kata ganti kedua. Dua kata kerja itu ditujukan kepada kalian, sama seperti (ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ, tsumma ilayhi turja'uuna) yang berarti "kemudian kepada-Nya kalian dikembalikan" di 30:11. Karena itu lima ayat tentang hari itu terbaca diapit oleh sapaan langsung kepada pendengar, sebelum dan sesudahnya.

Pembukanya, fa-subhaana llaahi, tidak berdiri sendiri. Di 36:83, (فَسُبْحَانَ الَّذِي بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ, fa-subhaana lladzii bi-yadihi malakuutu kulli syay'in) yang berarti "maka Mahasuci Dia yang di tangan-Nya kekuasaan segala sesuatu" juga datang sesudah rangkaian ayat tentang menghidupkan yang telah hancur, dan disusul (وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ, wa-ilayhi turja'uuna). Dua ayat itu berbeda, karena 36:83 menyebut kekuasaan dan 30:17 menyebut waktu, tetapi keduanya memakai fa untuk menyambung penyucian dengan pembicaraan tentang kembali.

Di surah yang sama ada penyucian lain, dan arahnya berbeda. Di 30:40, (سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ, subhaanahu wa-ta'aalaa 'ammaa yusyrikuuna) yang berarti "Mahasuci Dia, dan Tinggilah Dia dari apa yang mereka persekutukan" datang sesudah pertanyaan tentang sekutu. Penyucian itu menjauhkan Allah dari apa yang disematkan kepada-Nya. Penyucian di 30:17 tidak menjauhkan Allah dari apa pun, dan ditempatkan pada dua saat. Dua bentuk itu menunjukkan bahwa kata yang sama dapat dipakai untuk membantah sebuah anggapan dan untuk mengisi sebuah waktu.

Daftar waktunya dilanjutkan di 30:18, yang menambahkan dua saat lain, dan pujian disebut di sana. Dengan demikian penyucian di 30:17 dan pujian di 30:18 terbaca sebagai dua separuh dari satu rangkaian: yang pertama menyebut Allah Mahasuci, yang kedua menyebut segala puji bagi-Nya, dan keduanya terikat pada saat yang dialami pendengar.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini menyebut dua saat, ketika kalian berada di waktu senja dan ketika kalian berada di waktu pagi, dan keduanya datang sendiri setiap hari tanpa diminta. Kata kerja yang dipakai ayat ini memasukkan pendengarnya ke dalam saat itu. Orang yang menjalani hari dengan cara berlari dari satu urusan ke urusan lain bisa jadi tidak pernah memperhatikan kapan senja mulai dan pagi tiba. Apa yang sedang dikerjakannya ketika terang berubah, dan apakah di dalam kebiasaannya ada tempat untuk menyebut Allah Mahasuci pada saat itu?
  • Lima ayat sebelum ini menggambarkan hari ketika para pendosa berputus asa, sekutu-sekutu tidak menolong, dan manusia terpisah-pisah. Kalimat pertama sesudah gambaran itu adalah fa-subhaana llaahi, yang berupa penyucian, tanpa pertanyaan dan tanpa perintah. Pembaca yang selesai membaca gambaran berat dan langsung ingin mencari tindakan bisa melihat bahwa teks lebih dulu menyebut siapa yang Mahasuci. Setelah membaca tentang hari itu, kalimat apa yang pertama muncul dalam hati seseorang, dan seberapa sering kalimat itu berupa penyucian kepada Allah dan bukan kecemasan?
  • Sepanjang 30:12 sampai 30:16 pembicaraan memakai kata mereka, lalu 30:17 berganti menjadi kalian. Perpindahan itu membuat pendengar yang tadinya duduk sebagai penonton gambaran tentang orang lain tiba-tiba disapa langsung. Orang yang membaca tentang hari itu sebagai kisah tentang pihak lain akan menemukan bahwa kalimat berikutnya ditujukan kepadanya, dengan kata kerja yang menunjuk pagi dan senjanya sendiri. Di bagian hidup mana pembaca masih memakai kata mereka untuk hal yang sebenarnya memanggilnya dengan kata kalian?
  • Di 30:40 Mahasuci Dia dipakai sesudah pertanyaan tentang sekutu, dan arahnya menjauhkan Allah dari apa yang disematkan orang kepada-Nya. Di 30:17 tidak ada anggapan yang dibantah, hanya dua saat yang disebut. Penyucian jenis ini dapat dilakukan tanpa menunggu ada yang keliru untuk diluruskan. Orang yang baru berbicara tentang Tuhan ketika sedang berdebat, atau ketika diminta membela keyakinannya, dapat memperhatikan bahwa ayat ini memberi contoh bentuk lain, yang berbicara tanpa lawan. Kapan terakhir kali menyebut Allah Mahasuci tanpa ada seorang pun yang perlu diyakinkan?
  • Dua kata kerja dalam ayat ini membuat kalimatnya berbunyi ketika kalian berada di senja dan ketika kalian berada di pagi, dengan pendengar sebagai pelakunya. Pendengar ikut menjadi bagian dari saat yang disebut dan tidak menonton waktu dari luar. Orang yang terbiasa mengatur waktunya dengan jam dan jadwal dapat memperhatikan bahwa ayat ini menyebut waktu sebagai tempat berada. Dari pagi hari ini, di bagian mana benar-benar berada, dan di bagian mana hanya lewat sambil melihat jam?
  • Di 16:6 dua saat dengan susunan yang sama dipakai untuk urusan ternak, ketika dibawa pulang dan ketika dilepaskan, dan di sana keduanya disebut membawa keindahan. Di 30:17 dua saat berikutnya dipakai untuk menyucikan Allah. Dua ayat itu berbicara tentang hal yang berbeda, tetapi sama-sama menaruh isi pada dua engsel hari. Orang yang punya kebiasaan tetap pada pagi dan senjanya, seperti membuka telepon, membaca kabar, atau memasak, dapat membandingkan isi itu dengan yang disebut kedua ayat tadi. Di antara isi kebiasaan itu, mana yang paling dekat dengan kalimat fa-subhaana llaahi, yang berarti maka Mahasuci Allah?