وَلَهُ الْحَمْدُ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَعَشِيًّا وَحِينَ تُظْهِرُونَ

Segala puji hanya bagi-Nya di langit dan di bumi, pada waktu petang dan ketika kalian berada pada waktu zuhur.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَلَهُ الْحَمْدُ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِwa-lahu l-hamdu fii s-samaawaati wa-l-ardhisegala puji hanya bagi-Nya di langit dan di bumi
  2. وَعَشِيًّا وَحِينَ تُظْهِرُونَwa-'asyiyyan wa-hiina tuzhhiruunapada waktu petang dan ketika kalian berada pada waktu zuhur

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. وَلَهُwa-lahudan bagi-Nya
  2. الْحَمْدُl-hamdusegala puji
  3. فِيfiidi
  4. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  5. وَالْأَرْضِwa-l-ardhidan bumi
  6. وَعَشِيًّاwa-'asyiyyandan petang
  7. وَحِينَwa-hiinadan pada masa
  8. تُظْهِرُونَtuzhhiruunakalian tampakkan

Inti bacaan

'Segala puji hanya bagi-Nya di langit dan bumi, pada waktu petang dan siang' memperluas cakupan pengagungan ke ranah kosmis sekaligus waktu keseharian yang berbeda dari ayat sebelumnya, pola penghormatan yang menyeluruh, bukan sesekali. Konkretnya: bangun kebiasaan bersyukur yang tersebar merata sepanjang hari (pagi, siang, petang, malam), bukan terkonsentrasi hanya di momen krisis atau permintaan.

Penjelasan pilihan kata

'Tuzhhiruuna' diterjemahkan presisi 'waktu zuhur' (akar Zhr, waktu tengah hari), bukan 'siang' generik seperti sumber internal: melengkapi rangkaian empat waktu dari 30:17 (senja, pagi, petang, zuhur).

Tafsiran

Ayat ini melengkapi seruan pujian lintas-waktu: mencakup keempat waktu utama hari, menegaskan bahwa pujian kepada Allah tidak terikat momen tertentu saja.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut segala puji hanya bagi-Nya di langit dan di bumi. Dua ruang sekaligus. Pujian yang naik dari tempat mana pun ternyata bermuara di satu arah.
  • Waktu yang disebut petang dan zuhur. Bukan waktu-waktu yang paling khusyuk. Yang dipilih justru jam-jam biasa, ketika orang sedang bekerja dan sedang lelah.
  • Allah menyatukan langit-bumi dan petang-zuhur dalam satu kalimat pendek. Tempat dan waktu berdampingan. Tidak tersisa sudut atau jam yang berada di luar jangkauan pujian itu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

lahu l-hamdu diterjemahkan 'Segala puji hanya bagi-Nya' (pemakaian diteruskan); tuzhhiruun 2MP diterjemahkan 'kalian berada pada waktu siang'. Konvensi hmd: hamiid diterjemahkan 'terpuji' (7 indefinit kecil) / 'Sang Terpuji' (10 takrif); hamd diterjemahkan 'puji' (al-hamdu 'segala puji' = istighraaq, pemakaian diteruskan); mahmuud 17:79 'tempat yang terpuji'; yuhmaduu 3:188 'dipuji'. Pembeda: shukr diterjemahkan 'mengganjar/bersyukur' (31:12 ayat dua-akar); wilayah 'terpuji' 100% milik akar ini di terjemahan lain (nol kolisi); 'mulia' DICADANGKAN kariim/majiid (11:73 hamiidun majiid).