يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَيُحْيِي الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ وَكَذَٰلِكَ تُخْرَجُونَ

Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan menghidupkan bumi setelah matinya; dan demikianlah kalian dikeluarkan.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّyukhriju l-hayya mina l-mayyiti wa-yukhriju l-mayyita mina l-hayyiDia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup
  2. وَيُحْيِي الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَاwa-yuhyii l-ardha ba'da mawtihaadan menghidupkan bumi setelah matinya
  3. وَكَذَٰلِكَ تُخْرَجُونَwa-ka-dzaalika tukhrajuunadan demikianlah kalian dikeluarkan

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. يُخْرِجُyukhrijumengeluarkan
  2. الْحَيَّl-hayyayang hidup
  3. مِنَminadari
  4. الْمَيِّتِl-mayyitiyang mati
  5. وَيُخْرِجُwa-yukhrijudan Dia mengeluarkan
  6. الْمَيِّتَl-mayyitayang mati
  7. مِنَminadari
  8. الْحَيِّl-hayyiyang hidup
  9. وَيُحْيِيwa-yuhyiidan Dia menghidupkan
  10. الْأَرْضَl-ardhabumi
  11. بَعْدَba'dasesudah
  12. مَوْتِهَاmawtihaamatinya
  13. وَكَذَٰلِكَwa-ka-dzaalikadan demikianlah
  14. تُخْرَجُونَtukhrajuunakalian dikeluarkan

Inti bacaan

Bentuk (تُخْرَجُونَ, tukhrajuuna) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 7:25, 30:19, dan 43:11.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (يُخْرِجُ, yukhriju) yang berarti "Dia mengeluarkan". Kata kerja ini berakar خ-ر-ج dan berbentuk perbuatan yang sedang berlangsung, dengan satu pelaku yang tidak disebut namanya di ayat ini. Pelakunya terbaca dari dua ayat sebelumnya: 30:17 menyebut Allah, dan 30:18 memuat (وَلَهُ, wa-lahu) yang berarti "dan bagi-Nya", dengan akhiran -hu yang menunjuk Allah itu. Karena itu terjemahan memakai "Dia".

Perbuatan pertama dan kedua adalah dua arah yang berlawanan. Susunan (يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ, yukhriju l-hayya mina l-mayyiti) yang berarti "Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati" muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 6:95, 10:31, dan 30:19. Kata (الْحَيَّ, l-hayya) yang berarti "yang hidup" berakar ح-ي-ي, dan kata (الْمَيِّتِ, l-mayyiti) yang berarti "yang mati" berakar م-و-ت. Keduanya memakai kata sandang al-, dan tidak ada kata benda lain di ayat ini yang menyebut apa yang hidup atau apa yang mati. Karena itu terjemahan tidak menambahkan "makhluk", "tumbuhan", atau "manusia". Di 6:95 pasangan itu berada dalam ayat yang sama dengan penumbuhan biji-bijian dan biji buah, dan di 10:31 berada di antara pertanyaan tentang pendengaran dan penglihatan, sehingga tiap ayat menaruh pasangan yang sama di tengah isi yang berbeda.

Arah sebaliknya, (وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ, wa-yukhriju l-mayyita mina l-hayyi) yang berarti "dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup", muncul dua kali di dua surah, yaitu 10:31 dan 30:19. Di 6:95 arah itu disebut dengan (وَمُخْرِجُ الْمَيِّتِ مِنَ الْحَيِّ, wa-mukhriju l-mayyiti mina l-hayyi) yang berarti "dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup", memakai kata benda pelaku dan bukan kata kerja. Di 3:27 kedua arah memakai kata kerja dengan "Engkau" sebagai pelaku, yaitu (وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ, wa-tukhriju l-hayya mina l-mayyiti) yang berarti "dan Engkau mengeluarkan yang hidup dari yang mati". Terjemahan memakai "mengeluarkan" di keempat ayat itu.

Perbuatan ketiga adalah (يُحْيِي الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا, yuhyii l-ardha ba'da mawtihaa) yang berarti "menghidupkan bumi setelah matinya", dengan awalan wa yang berarti "dan" di depan kata kerjanya pada 30:19. Kata kerja yuhyii berakar ح-ي-ي, akar yang sama dengan kata untuk yang hidup tadi. Akhiran -haa pada (مَوْتِهَا, mawtihaa) yang berarti "matinya" menunjuk bumi, sehingga terjemahan memakai "matinya". Rangkaian itu ada tiga kali di dua surah, yaitu 30:19, 30:50, dan 57:17. Bila kata kerjanya tidak dihitung, rangkaian (الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا, l-ardha ba'da mawtihaa) muncul delapan kali di enam surah, yaitu 2:164, 16:65, 30:19, 30:24, 30:50, 35:9, 45:5, dan 57:17, dan surah 30 sendiri memuatnya tiga kali, di 30:19, 30:24, dan 30:50. Di 2:164, 16:65, 30:24, 35:9, dan 45:5 kata kerjanya disertai kata yang berarti "dengannya" dan menunjuk sarana yang disebut sebelumnya, misalnya air di 30:24 dalam (فَيُحْيِي بِهِ, fa-yuhyii bihi) yang berarti "lalu dengannya Dia menghidupkan". Di 30:19, 30:50, dan 57:17 sarana itu tidak disebut.

Ayat ditutup dengan (وَكَذَٰلِكَ تُخْرَجُونَ, wa-ka-dzaalika tukhrajuuna) yang berarti "dan demikianlah kalian dikeluarkan". Kata (وَكَذَٰلِكَ, wa-ka-dzaalika) tersusun dari wa yang berarti "dan", ka yang berarti "seperti", dan dzaalika yang berarti "itu", dan terjemahan memakai "demikianlah". Kata kerja (تُخْرَجُونَ, tukhrajuuna) berakar خ-ر-ج, sama dengan yang di awal ayat, tetapi bentuknya menempatkan kalian sebagai yang dikeluarkan, dan kata itu sendiri tidak menyebut siapa yang mengeluarkan. Bentuk persisnya muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 7:25, 30:19, dan 43:11. Di 7:25, (وَمِنْهَا تُخْرَجُونَ, wa-minhaa tukhrajuuna) yang berarti "dan darinya kalian dikeluarkan" menyebut asal pengeluaran lewat minhaa, sedangkan 30:19 tidak memuat kata asal semacam itu. Di 43:11, (كَذَٰلِكَ تُخْرَجُونَ, ka-dzaalika tukhrajuuna) yang berarti "demikianlah kalian dikeluarkan" mengikuti kalimat tentang negeri yang mati lalu dihidupkan, dengan Kami sebagai pelaku. Kata kerja yang sama dalam bentuk "kalian keluar", (تَخْرُجُونَ, takhrujuuna), muncul satu kali, yaitu di 30:25.

Tafsiran

Ayat ini beralih dari waktu ke perbuatan. Ayat 30:17 dan 30:18 menyebut saat-saat penyucian dan pujian, yaitu senja, pagi, petang, dan zuhur, sedangkan 30:19 tidak lagi menyebut waktu dan memuat tiga hal: pengeluaran oleh Dia dalam dua arah antara hidup dan mati, bumi yang dihidupkan oleh-Nya, dan satu kalimat tentang kalian.

Dua hal terakhir itu muncul lagi dalam enam ayat berikutnya, yang masing-masing dibuka dengan (وَمِنْ آيَاتِهِ, wa-min aayaatihi) yang berarti "dan di antara tanda-tanda-Nya", yaitu 30:20, 30:21, 30:22, 30:23, 30:24, dan 30:25. Ayat 30:19 sendiri tidak memuat kata tanda. Bumi yang dihidupkan kembali di 30:24 bersama air sebagai sarananya, dan kata kerja keluar kembali di 30:25. Dengan begitu 30:19 dan 30:25 membingkai lima ayat di tengahnya dengan akar kata kerja yang sama, خ-ر-ج: di 30:19 kalian dikeluarkan, di 30:25 kalian keluar.

Cara ayat ini menghubungkan bumi dengan kalian ditemukan pula di empat ayat lain. Dengan 30:19, lima ayat menaruh kata demikianlah sesudah kalimat tentang negeri atau bumi yang mati, yang kemudian menerima air atau dihidupkan, yaitu 7:57, 30:19, 35:9, 43:11, dan 50:11. Yang menyusul kata itu berbeda-beda: di 7:57 pengeluaran orang-orang mati dengan Kami sebagai pelaku, di 30:19 dan 43:11 kalian dikeluarkan, di 35:9 (كَذَٰلِكَ النُّشُورُ, ka-dzaalika n-nusyuuru) yang berarti "demikianlah kebangkitan itu", dan di 50:11 (كَذَٰلِكَ الْخُرُوجُ, ka-dzaalika l-khuruuju) yang berarti "demikianlah keluarnya". Kelima ayat itu menyampaikan perbandingan dan tidak menjelaskan caranya. Ayat 30:19 tidak menyebut waktu kalian dikeluarkan, dan tidak menyebut apakah kata demikianlah menunjuk bumi saja atau ketiga perbuatan sebelumnya.

Surah yang sama kembali ke bumi di 30:50, dan di sana kalimatnya berlanjut sampai kesimpulan bahwa yang demikian itu benar-benar dapat menghidupkan orang yang telah mati. Kesimpulan tentang orang yang telah mati ditulis di 30:50 dan tidak ditulis di 30:19, yang berhenti pada kalian dikeluarkan. Ayat 30:11 sudah memakai kata kerja lain untuk kalian, yaitu (إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ, ilayhi turja'uuna) yang berarti "kepada-Nya kalian dikembalikan", sehingga surah ini memuat dua kata kerja untuk kalian, dikembalikan di 30:11 dan dikeluarkan di 30:19.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 30:19 menyebut dua arah dalam satu kalimat: Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati, dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Pembaca yang membayangkan hidup sebagai garis lurus menuju satu ujung dapat membandingkan gambar itu dengan kalimat ini, yang menaruh kedua arah berdampingan dengan pelaku yang sama. Ayat tidak memberi contoh, sehingga gambar yang mengisi kedua arah itu datang dari pengalaman pembaca sendiri, misalnya biji yang pecah menjadi tunas. Ketika kata "yang mati" dibaca, apa yang pertama terlintas, dan apakah kata itu masih terasa sebagai ujung setelah kata "yang hidup" muncul lagi sesudahnya?
  • Dari tiga hal yang disebut di 30:19, bumi paling mudah diamati pembaca tanpa meninggalkan tempatnya berdiri. Ayat ini tidak menyebut sarana penghidupannya, sedangkan 30:24 menyebut air. Ayat 30:50 meminta perhatian pada jejak-jejak rahmat Allah, yaitu bagaimana Dia menghidupkan bumi setelah matinya, sehingga ayat-ayat itu memakai bumi sebagai sesuatu yang diamati. Pembaca yang pernah melihat tanah kering berubah hijau dapat menimbang bahwa kalimat tentang dirinya yang dikeluarkan datang dalam ayat yang sama dengan pemandangan itu. Apakah tanah yang dilihatnya tampak berbeda sesudah kalimat itu dibaca, dan apa yang berubah pada tanah itu?
  • Kata kerja untuk kalian di ayat ini berbentuk "dikeluarkan", dan tidak berbentuk "keluar". Pelaku di awal ayat, yaitu Dia, tetap menjadi yang mengeluarkan, sedangkan pembaca menempati tempat yang dikenai perbuatan itu. Di 30:25 kata kerja dengan akar yang sama berbentuk "kalian keluar" dan datang sesudah panggilan dari bumi. Kedua bentuk itu berada di dua ayat yang konteksnya berbeda dan tidak dipakai untuk saling menafsirkan, tetapi surah ini memang menaruh pembaca di dua kedudukan. Pembaca yang terbiasa memandang hari-hari ke depan sebagai hasil rencananya sendiri dapat berhenti pada kata "dikeluarkan" dan bertanya, pada bagian cerita yang mana keputusan ada di tangannya, dan pada bagian mana keputusan ada di tangan Dia?
  • Di 10:31 dua perbuatan yang sama disebut di dalam pertanyaan: siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan yang mati dari yang hidup. Ayat itu melanjutkan bahwa mereka akan menjawab, "Allah", lalu bertanya apakah mereka tidak bertakwa. Ayat 30:19 tidak mengajukan pertanyaan itu dan menyatakan kalimatnya langsung dengan Dia sebagai pelaku. Pembaca dapat membandingkan dua cara menerima kalimat yang sama, yaitu sebagai jawaban yang diucapkan orang lain dalam 10:31 dan sebagai pernyataan yang dihadapi sendiri dalam 30:19. Bila pertanyaan di 10:31 ditujukan kepadanya, jawaban apa yang keluar lebih dulu, dan apa yang mengikutinya?
  • Kata demikianlah memberi pembaca sebuah pola dan tidak memberi rincian. Polanya: bumi yang mati dihidupkan, lalu kalian dikeluarkan. Ayat tidak menyebut kapan, dalam keadaan bagaimana, atau dengan urutan apa. Ayat 43:11 berhenti pada titik yang sama, dengan kalimat demikianlah kalian dikeluarkan sebagai penutup ayat. Pembaca yang ingin mengetahui lebih banyak mendapati bahwa Dia memberikan pola di ayat ini dan tidak memberikan rinciannya. Seberapa jauh pembaca dapat bertumpu pada pola yang diberikan, dan bagaimana rincian yang tidak diberikan dibiarkan kosong tanpa diisi dengan dugaan sendiri?
  • Kata kerja mengeluarkan dan menghidupkan di ayat ini berbentuk perbuatan yang sedang berlangsung, sehingga kalimatnya tidak mengunci perbuatan itu pada satu peristiwa di masa lalu. Pembaca yang melihat tanah menghijau sesudah hujan dapat membaca pemandangan itu sebagai bagian dari kalimat yang masih diucapkan, dan tidak sebagai cerita yang sudah selesai. Ayat tidak merinci tempat dan waktu perbuatan itu, sehingga pembacaan ini bersifat kemungkinan. Apakah cara melihat musim, benih, dan tanah berubah bila Dia yang disebut ayat ini dibayangkan masih mengerjakan hal yang sama?