وَمِنْ آيَاتِهِ مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُمْ مِنْ فَضْلِهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

Di antara tanda-tanda-Nya ialah tidurmu pada waktu malam dan siang serta usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَمِنْ آيَاتِهِ مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُمْ مِنْ فَضْلِهِwa-min aayaatihi manaamukum bi-l-layli wa-n-nahaari wa-btighaa'ukum min fadhlihidi antara tanda-tanda-Nya ialah tidurmu pada waktu malam dan siang serta usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya
  2. إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَinna fii dzaalika la-aayaatin li-qawmin yasma'uunasesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. وَمِنْwa-mindan dari
  2. آيَاتِهِaayaatihitanda-tanda-Nya
  3. مَنَامُكُمْmanaamukumtidur kalian
  4. بِاللَّيْلِbi-l-laylipada malam hari
  5. وَالنَّهَارِwa-n-nahaaridan siang
  6. وَابْتِغَاؤُكُمْwa-btighaa'ukumdan usaha kalian
  7. مِنْmindari
  8. فَضْلِهِfadhlihikarunia-Nya
  9. إِنَّinnasesungguhnya
  10. فِيfiidi
  11. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  12. لَآيَاتٍla-aayaatinbenar-benar tanda-tanda
  13. لِقَوْمٍli-qawminbagi kaum
  14. يَسْمَعُونَyasma'uunamendengar

Inti bacaan

Bentuk (مَنَامُكُمْ, manaamukum) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 30:23.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَمِنْ آيَاتِهِ مَنَامُكُمْ, wa-min aayaatihi manaamukum) yang berarti "dan di antara tanda-tanda-Nya tidurmu". Kata (مَنَامُكُمْ, manaamukum) berakar ن-و-م, dengan akhiran -kum. Kata manaam dengan akhiran yang berbeda-beda muncul empat kali di empat surah, yaitu 8:43, 30:23, 37:102, dan 39:42. Terjemahan memakai "tidur" di 30:23 dan 39:42, dan "mimpi" di 8:43 dan 37:102. Pembedanya kata di sekitarnya: (فِي مَنَامِهَا, fii manaamihaa) yang berarti "ketika ia tidur" menyebut jiwa yang belum mati, sedangkan 8:43 dan 37:102 memuat kata kerja melihat atau memperlihatkan, seperti (أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ, araa fii l-manaami) yang berarti "aku melihat dalam mimpi". Di 30:23 kata itu disusul kata waktu, malam dan siang, sehingga terjemahan memakai "tidur". Kata lain dari akar yang sama, (نَوْمَكُمْ سُبَاتًا, nawmakum subaatan) yang berarti "tidur kalian untuk istirahat" di 78:9 dan (وَالنَّوْمَ سُبَاتًا, wa-n-nawma subaatan) yang berarti "dan tidur sebagai istirahat" di 25:47, menjadikan tidur sebagai istirahat, sedangkan di 30:23 tidur disebut sebagai tanda tanpa kata istirahat.

Kata waktu di ayat ini adalah (بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ, bi-l-layli wa-n-nahaari) yang berarti "pada malam dan siang", tersusun dari awalan bi yang berarti "pada", kata sandang al-, layl "malam", wa "dan", dan nahaar "siang". Rangkaian itu muncul empat kali di empat surah, yaitu 2:274, 21:42, 30:23, dan 41:38, dan di tiap ayat menyebut waktu terjadinya sesuatu: menafkahkan harta di 2:274, penjagaan dari Ar-Rahman di 21:42, tasbih di 41:38, dan tidur di 30:23. Di 30:23 kedua waktu itu melekat pada tidur. Ayat 10:67 menyebut malam sebagai tempat beristirahat dengan (لِتَسْكُنُوا فِيهِ, li-taskunuu fiihi) yang berarti "agar kalian beristirahat padanya", dan 25:47 memakai kata lain untuk siang, (وَجَعَلَ النَّهَارَ نُشُورًا, wa-ja'ala n-nahaara nusyuuran) yang berarti "dan menjadikan siang untuk bangkit", dengan akar ن-ش-ر yang sama dengan tantasyiruuna di 30:20. Ayat 30:23 tidak membagi malam untuk tidur dan siang untuk kegiatan lain; tidur disebut pada keduanya.

Bagian kedua daftar adalah (وَابْتِغَاؤُكُمْ مِنْ فَضْلِهِ, wa-btighaa'ukum min fadhlihi) yang berarti "dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya". Kata (وَابْتِغَاؤُكُمْ, wa-btighaa'ukum) tersusun dari wa yang berarti "dan", kata benda ibtighaa' yang berarti "pencarian", dan akhiran -kum. Kata benda itu berakar ب-غ-ي dan muncul satu kali. Kata kerja dari akar yang sama, ibtaghaa, berarti "mencari" dan muncul dalam (لِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ, li-tabtaghuu min fadhlihi) yang berarti "agar kalian mencari karunia-Nya" di enam ayat, yaitu 16:14, 17:66, 28:73, 30:46, 35:12, dan 45:12. Akar yang sama berarti "melampaui" bila disusul 'alaa, seperti di 10:23 dan 49:9, sehingga bentuk ibtaghaa dipilih sebagai "mencari". Di 62:10 bentuk perintahnya berbunyi (وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ, wa-btaghuu min fadhli llaahi) yang berarti "dan carilah karunia Allah", sesudah salat dilaksanakan. Kata (فَضْلِهِ, fadhlihi) yang berarti "karunia-Nya" berakar ف-ض-ل, dengan akhiran -hi yang menunjuk Allah, dan kata min yang mendahuluinya diterjemahkan "sebagian dari" seperti di 28:73, 30:46, dan 45:12.

Penutup ayat memakai (لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ, li-qawmin yasma'uuna) yang berarti "bagi kaum yang mendengarkan". Kata kerja yasma'uuna berakar س-م-ع. Susunan itu muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 10:67, 16:65, dan 30:23. Di 10:67 penerima yang sama disebut sesudah malam sebagai tempat istirahat, dan di 16:65 sesudah air yang menghidupkan bumi. Ayat 30:23 tidak menyebut apa yang didengar.

Tafsiran

Ayat ini menyandingkan tidur dan pencarian karunia sebagai satu tanda, dengan kata sambung wa di antara keduanya dan akhiran -kum pada keduanya. Ayat tidak mengurutkan mana yang lebih dulu atau lebih penting. Keduanya mendapat tempat yang sama dalam daftar tanda, di antara perbedaan bahasa di 30:22 dan kilat di 30:24.

Bagian tanda di ayat ini tidak memuat kata kerja dengan Dia sebagai pelaku. Ayat ini menyebut kegiatan kalian sendiri, tidur dan mencari, dan pemilik karunia baru muncul lewat akhiran -hi pada kata karunia. Ayat 30:20 sampai 30:22 menyebut perbuatan Dia atas kalian atau atas langit dan bumi, sedangkan 30:23 menyebut sesuatu yang kalian jalani dan menaruhnya sebagai tanda. Ayat 30:24 sesudahnya kembali ke perbuatan Dia atas sesuatu di luar kalian, yaitu kilat dan air, sehingga tanda yang berupa kegiatan kalian sendiri terletak di tengah daftar, di antara ayat yang menyebut langit dan bumi dan ayat yang menyebut kilat dan air dari langit.

Kata kerja mencari bersama karunia, dalam bentuk agar kalian mencari, ada di enam ayat, dan lima di antaranya, yaitu 16:14, 28:73, 30:46, 35:12, dan 45:12, menyusulnya dengan (وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ, wa-la'allakum tasykuruuna) yang berarti "dan agar kalian bersyukur". Ayat 17:66 menyusulnya dengan pernyataan bahwa Dia pengasih terhadap kalian. Ayat 30:23 menyusulnya dengan tanda bagi kaum yang mendengarkan, tanpa kata syukur dan tanpa kata rahmat.

Renungan dan Hikmah

  • Tidur disebut sebagai tanda tanpa sifat tambahan: tidak disebut nyenyak, panjang, atau tepat waktu. Ayat 78:9 dan 25:47 memberinya fungsi istirahat, sedangkan 30:23 menyebutnya sebagai tanda Dia. Pembaca yang menghitung tidur sebagai pengurang waktu kerja dapat memperhatikan bahwa ayat ini menaruhnya dalam daftar yang sama dengan penciptaan langit dan bumi. Ketika berbaring, apa yang terlintas pada pembaca sebelum tidur datang, dan adakah tempat di dalamnya bagi Dia yang tandanya sedang dijalani itu?
  • Tidur disebut pada malam dan siang. Pembaca yang bekerja pada malam dan tidur pada siang berada di dalam kata yang sama dengan pembaca yang tidur pada malam. Ayat tidak menyebut jadwal mana yang benar, dan tidak menyebut siapa tidur pada waktu apa. Bagi pembaca yang jadwal tidurnya berbeda dari orang-orang di sekitarnya, apakah kata malam dan siang di ayat ini terasa mengakui jadwal itu, dan apa yang berubah dalam cara memandang tidurnya bila jadwal itu masuk dalam tanda yang disebut Dia?
  • Ayat ini menyebut yang dicari sebagai sebagian dari karunia-Nya, dan karunia itu dinisbatkan kepada Dia lewat akhiran -hi. Pembaca yang bekerja dapat memperhatikan dua hal dari kalimat ini: apa yang dicari disebut karunia, dan jumlahnya disebut sebagian. Di 62:10 pencarian karunia Allah datang sesudah salat dilaksanakan bersama perintah mengingat Allah sebanyak-banyaknya, sedangkan 30:23 tidak menyebut urutan semacam itu. Ketika pembaca bekerja, kepada siapa penghasilannya dinisbatkan dalam pikirannya, dan apakah kata sebagian pernah ikut dipikirkan?
  • Di lima ayat lain pencarian karunia disusul agar kalian bersyukur. Di 30:23 pencarian itu disusul tanda bagi kaum yang mendengarkan, dan kata syukur tidak ada. Dua kelompok ayat itu tidak disamakan: 28:73 menyebut tujuan, dan 30:23 menyebut tanda. Pembaca dapat membiarkan ruang itu terbuka: sesudah tidur dan bekerja, apa yang pantas didengar dari Dia, dan dari mana suaranya terdengar?
  • Tidur dan mencari karunia disebut berdampingan, yang pertama berhenti dan yang kedua bergerak. Pembaca dapat memeriksa hidupnya dengan dua kata itu: berapa banyak waktunya jatuh pada yang satu dan berapa pada yang lain. Ayat tidak menetapkan perbandingan antara keduanya dan memberi keduanya sebutan yang sama, yaitu tanda-Nya. Bila kedua-duanya tanda-Nya, bagian mana dari hari pembaca yang selama ini dianggap berada di luar tanda itu?
  • Penerima yang sama, kaum yang mendengarkan, disebut di 10:67 sesudah malam sebagai tempat istirahat, dan di 16:65 sesudah air yang menghidupkan bumi. Tiga ayat dengan isi berbeda memakai penerima yang sama, dan 30:23 tidak merinci apa yang didengar. Pembaca yang menerima tidur dan karunia sebagai tanda dapat membandingkan mendengar dengan melihat dalam hal ini. Bila tanda ini perlu didengar dan tidak hanya dilihat, apa yang diperdengarkan oleh malam dan siang kepada pembaca, dan siapa yang berbicara lewat keduanya?