وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ تَقُومَ السَّمَاءُ وَالْأَرْضُ بِأَمْرِهِ ۚ ثُمَّ إِذَا دَعَاكُمْ دَعْوَةً مِنَ الْأَرْضِ إِذَا أَنْتُمْ تَخْرُجُونَ
Di antara tanda-tanda-Nya adalah bahwa berdirinya langit dan bumi dengan perintah-Nya. Kemudian, apabila Dia memanggil kalian dengan sekali panggilan dari bumi, seketika itu kalian keluar.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ تَقُومَ السَّمَاءُ وَالْأَرْضُ بِأَمْرِهِwa-min aayaatihi an taquuma s-samaa'u wa-l-ardhu bi-amrihidi antara tanda-tanda-Nya adalah bahwa berdirinya langit dan bumi dengan perintah-Nya
- ثُمَّ إِذَا دَعَاكُمْ دَعْوَةً مِنَ الْأَرْضِ إِذَا أَنْتُمْ تَخْرُجُونَtsumma idzaa da'aakum da'watan mina l-ardhi idzaa antum takhrujuunakemudian, apabila Dia memanggil kalian dengan sekali panggilan dari bumi, seketika itu kalian keluar
Terjemahan per kata (16 kata)
- وَمِنْwa-mindan dari
- آيَاتِهِaayaatihitanda-tanda-Nya
- أَنْanbahwa
- تَقُومَtaquumaberdiri
- السَّمَاءُs-samaa'ulangit
- وَالْأَرْضُwa-l-ardhudan bumi
- بِأَمْرِهِbi-amrihidengan keputusan-Nya
- ثُمَّtsummakemudian
- إِذَاidzaaapabila
- دَعَاكُمْda'aakummenyeru kalian
- دَعْوَةًda'watanseruan
- مِنَminadari
- الْأَرْضِl-ardhibumi
- إِذَاidzaaseketika itu
- أَنْتُمْantumkalian
- تَخْرُجُونَtakhrujuunakalian dikeluarkan
Inti bacaan
Kestabilan langit dan bumi 'dengan kehendak-Nya' disandingkan dengan gambaran kebangkitan yang terjadi 'seketika' setelah satu panggilan, keteraturan kosmis besar dan peristiwa akhir yang instan sama-sama menegaskan bahwa realitas berjalan di bawah satu kendali yang konsisten. Konkretnya: percaya bahwa hukum alam dan hukum moral sama-sama dapat diandalkan karena bersumber dari satu ketetapan yang sama, ini mendasari keyakinan bahwa usaha baik tidak akan sia-sia dalam jangka panjang.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(pada hari Kiamat)' dan '(dari kubur)' dari sumber internal dihapus: teks Arab membiarkan momen dan asal-usul keluarnya tidak dirinci eksplisit. 'Bi-amrihi' diterjemahkan presisi 'dengan perintah-Nya' (akar Amr), bukan 'dengan kehendak-Nya' seperti sumber internal yang mencampur dengan konsep berbeda.
Tafsiran
Ayat ini menutup rangkaian lima tanda dengan yang paling agung: tegaknya langit dan bumi sebagai persiapan bagi panggilan kebangkitan yang akan datang.
Renungan dan Hikmah
- Yang dijadikan tanda bukan peristiwa luar biasa, melainkan bahwa langit dan bumi tetap berdiri. Keadaan yang begitu biasa sampai tak pernah diperhatikan. Allah menunjuk kepada sesuatu yang tak berubah sebagai bukti, padahal manusia terbiasa mencari bukti pada yang berubah.
- Kebangkitan digambarkan terjadi sesudah 'sekali panggilan'. Tak ada persiapan, tak ada tahapan. Yang menopang langit dan bumi selama berabad-abad dan yang mengakhiri semuanya dalam satu seruan disebut Allah dalam satu ayat yang sama.
- Langit dan bumi disebut berdiri 'dengan perintah-Nya'. Bukan dengan hukum yang berjalan sendiri sesudah dipasang. Yang menahan segalanya tetap di tempat adalah sesuatu yang terus dikatakan, bukan yang pernah dikatakan sekali lalu ditinggalkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab.