وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ تَقُومَ السَّمَاءُ وَالْأَرْضُ بِأَمْرِهِ ۚ ثُمَّ إِذَا دَعَاكُمْ دَعْوَةً مِنَ الْأَرْضِ إِذَا أَنْتُمْ تَخْرُجُونَ

Di antara tanda-tanda-Nya adalah bahwa langit dan bumi berdiri dengan perintah-Nya. Kemudian, apabila Dia memanggil kalian dengan sekali panggilan dari bumi, seketika itu kalian keluar.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ تَقُومَ السَّمَاءُ وَالْأَرْضُ بِأَمْرِهِwa-min aayaatihi an taquuma s-samaa'u wa-l-ardhu bi-amrihidi antara tanda-tanda-Nya adalah bahwa langit dan bumi berdiri dengan perintah-Nya
  2. ثُمَّ إِذَا دَعَاكُمْ دَعْوَةً مِنَ الْأَرْضِ إِذَا أَنْتُمْ تَخْرُجُونَtsumma idzaa da'aakum da'watan mina l-ardhi idzaa antum takhrujuunakemudian, apabila Dia memanggil kalian dengan sekali panggilan dari bumi, seketika itu kalian keluar

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. وَمِنْwa-mindan dari
  2. آيَاتِهِaayaatihitanda-tanda-Nya
  3. أَنْanbahwa
  4. تَقُومَtaquumaberdiri
  5. السَّمَاءُs-samaa'ulangit
  6. وَالْأَرْضُwa-l-ardhudan bumi
  7. بِأَمْرِهِbi-amrihidengan keputusan-Nya
  8. ثُمَّtsummakemudian
  9. إِذَاidzaaapabila
  10. دَعَاكُمْda'aakummenyeru kalian
  11. دَعْوَةًda'watanseruan
  12. مِنَminadari
  13. الْأَرْضِl-ardhibumi
  14. إِذَاidzaaseketika itu
  15. أَنْتُمْantumkalian
  16. تَخْرُجُونَtakhrujuunakalian dikeluarkan

Inti bacaan

Kata (تَخْرُجُونَ, takhrujuuna) muncul satu kali di Al-Qur'an (30:25), sedangkan bentuk pasifnya (تُخْرَجُونَ, tukhrajuuna) ada di tiga ayat (7:25, 30:19, 43:11).

Penjelasan pilihan kata

Pembuka (وَمِنْ آيَاتِهِ, wa-min aayaatihi) yang berarti "dan di antara tanda-tanda-Nya" ada di sebelas ayat, yaitu 30:20, 30:21, 30:22, 30:23, 30:24, 30:25, 30:46, 41:37, 41:39, 42:29, dan 42:32. Enam ayat pertama berurutan di surah ini, sehingga ayat ini menjadi tanda keenam dalam satu rangkaian. Akhiran -hi pada (آيَاتِهِ, aayaatihi) diterjemahkan "-Nya" dan tidak diganti dengan nama, sama seperti pada lima ayat sebelumnya.

Kata (تَقُومَ, taquuma) berakar ق-و-م dan berarti "berdiri". Pelakunya langit dan bumi, yaitu (السَّمَاءُ, s-samaa'u) yang berarti "langit" dan (الْأَرْضُ, l-ardhu) yang berarti "bumi". Rangkaian (أَنْ تَقُومَ, an taquuma) ada di tiga ayat, yaitu 9:108, 27:39, dan 30:25. Di 9:108 dan 27:39 pelakunya "engkau", seorang manusia yang berdiri di sebuah tempat atau berdiri dari tempatnya, sedangkan di 30:25 pelakunya langit dan bumi. Karena kata kerjanya ada di Arab, terjemahan membiarkan langit dan bumi sebagai pelaku "berdiri" dan tidak mengubahnya menjadi kata benda.

Susunan (بِأَمْرِهِ, bi-amrihi) yang berarti "dengan perintah-Nya" ada di dua belas ayat, yaitu 2:109, 7:54, 9:24, 14:32, 16:12, 21:27, 21:81, 22:65, 30:25, 30:46, 38:36, dan 45:12 (12:15 tidak dihitung karena kata di sana berakhiran -him). Enam di antaranya mengikatkan perintah Allah pada sesuatu yang bergerak: matahari, bulan, dan bintang yang ditundukkan di 7:54 dan 16:12, serta kapal yang berlayar di 14:32, 22:65, 30:46, dan 45:12. Dua ayat lain, 21:81 dan 38:36, menyebut angin yang berembus dengan perintah orang yang diberi angin itu, dan terjemahan memakai "perintahnya". Di 30:25 kata yang sama bergandengan dengan "berdiri", yaitu keadaan tetap di tempat. Di 22:65 penahanan langit agar tidak jatuh ke bumi disebut dengan (بِإِذْنِهِ, bi-idznihi) yang berarti "dengan izin-Nya", sehingga dua ayat itu memakai kata berlainan untuk soal yang berdekatan. Terjemahan memakai "perintah-Nya" di delapan ayat, yaitu 7:54, 14:32, 16:12, 21:27, 22:65, 30:25, 30:46, dan 45:12, dan "keputusan-Nya" di 2:109 dan 9:24, tempat kata kerja yang mendahuluinya berarti "mendatangkan".

Kata (دَعَاكُمْ, da'aakum) yang berarti "memanggil kalian" ada di dua ayat, yaitu 8:24 dan 30:25. Di 8:24 panggilan itu hadir dalam kalimat yang diawali perintah (اسْتَجِيبُوا, stajiibuu) yang berarti "sambutlah", sedangkan di 30:25 tidak ada perintah menyambut dan kalimatnya langsung menyebut kalian keluar. Kata (دَعْوَةً, da'watan) yang berarti "sebuah panggilan" ada satu kali, dan terjemahan memakai "sekali panggilan" karena bentuknya tunggal. Kelompok kata (مِنَ الْأَرْضِ, mina l-ardhi) yang berarti "dari bumi" berdiri sesudah kata panggilan dan sebelum kata keluar, jadi dapat dibaca menempel pada panggilan atau pada keluarnya. Terjemahan mempertahankan urutan Arabnya agar kedua pembacaan itu tetap terbuka.

Kata (تَخْرُجُونَ, takhrujuuna) yang berarti "kalian keluar" adalah kata kerja aktif, dengan kalian sendiri sebagai pelaku gerak. Tiga ayat lain memakai bentuk pasif dari akar yang sama, yaitu (تُخْرَجُونَ, tukhrajuuna) yang berarti "kalian dikeluarkan", di 7:25, 30:19, dan 43:11. Ayat 30:19 menutup dengan (وَكَذَٰلِكَ تُخْرَجُونَ, wa-ka-dzaalika tukhrajuuna) yang berarti "dan demikianlah kalian dikeluarkan", sehingga surah ini memuat dua sisi dari akar yang sama: kalian dikeluarkan di 30:19 dan kalian keluar di 30:25.

Kata (إِذَا, idzaa) hadir dua kali dalam satu kalimat. Idzaa pertama membuka keterangan waktu, "apabila Dia memanggil kalian". Idzaa kedua, dalam (إِذَا أَنْتُمْ, idzaa antum), ditandai korpus morfologi sebagai idzaa yang menyatakan kejutan, sehingga terjemahan memakai "seketika itu". Rangkaian (إِذَا أَنْتُمْ, idzaa antum) ada di 30:20 dan 30:25, dan dengan awalan fa- juga di 36:80. Rangkaian yang lebih panjang, (ثُمَّ إِذَا, tsumma idzaa) yang berarti "kemudian apabila", ada di sembilan ayat, yaitu 10:51 (dengan a- tanya di depannya), 16:53, 16:54, 30:20, 30:25, 30:33, 39:8, 39:49, dan 80:22. Terjemahan tidak menambahkan keterangan hari atau tempat keluarnya, sebab Arab ayat ini hanya memuat "dari bumi", dan hari kebangkitan disebut di ayat lain surah ini, misalnya 30:56.

Tafsiran

Ayat ini menutup rangkaian enam tanda yang dibuka di 30:20, dan kedua ujung rangkaian itu berbentuk serupa: sesuatu disebut tanda, lalu "kalian" muncul dalam kalimat dengan (إِذَا أَنْتُمْ, idzaa antum). Di 30:20 tanda pertama berupa penciptaan kalian dari tanah, lalu kalian bertebaran sebagai manusia. Di 30:25 tanda keenam berupa langit dan bumi yang berdiri, lalu kalian keluar dari bumi. Kedua ujung itu sama-sama berpijak pada bumi tempat kalian berada.

Empat tanda di tengahnya, yaitu 30:21 sampai 30:24, menyebut pasangan, perbedaan bahasa dan warna kulit, tidur serta usaha mencari karunia, dan kilat bersama hujan. Semuanya berupa sesuatu yang diberikan kepada kalian atau terjadi pada kalian. Ayat 30:25 membuka dengan sesuatu yang tidak berubah, yaitu tegaknya langit dan bumi, dan hanya di ayat ini dalam rangkaian itu muncul kata kerja memanggil. Pelaku panggilan itu tidak diberi nama oleh ayat ini. Kata ganti dalam kata kerjanya sejalan dengan akhiran -hi pada kata tanda-tanda dan kata perintah, dan akhiran itu merujuk kepada pemilik tanda-tanda yang sama.

Dalam surah yang sama, 30:19 sudah menghubungkan keluarnya kalian dengan bumi yang dihidupkan setelah matinya lewat kata demikianlah, dan 30:24 menyebut bumi yang dihidupkan itu sebagai tanda. Ayat 30:25 tidak memakai penghubung tersebut. Ayat ini menaruh keluarnya kalian sesudah sebuah panggilan, dan tegaknya langit dan bumi sudah menjadi tanda sebelum panggilan itu datang. Dalam satu kalimat, bumi disebut dua kali dengan dua kedudukan: sebagai yang berdiri dengan perintah-Nya dan sebagai tempat panggilan itu menjangkau kalian.

Ayat sesudahnya, 30:26, menyatakan bahwa siapa yang di langit dan di bumi adalah milik-Nya dan semuanya taat kepada-Nya. Dengan begitu 30:25 menjadi pintu bagi pernyataan kepemilikan itu: keadaan tetap, panggilan, dan gerak keluar sudah disebut, lalu pemiliknya diumumkan.

Renungan dan Hikmah

  • Enam ayat memakai frasa "dengan perintah-Nya" untuk benda yang bergerak, dan 30:25 memakainya untuk langit dan bumi yang berdiri. Sesuatu yang tidak pernah bergeser paling mudah dianggap tegak dengan sendirinya, tetapi ayat ini menaruh keadaan tetap itu pada perintah yang sama dengan perintah yang membawa kapal berlayar dan menundukkan matahari, bulan, dan bintang. Di 22:65 penahanan langit disebut dengan kata izin, sehingga dua kata itu menjaga soal yang berdekatan dari dua sisi, dan ayat ini tidak memilih salah satunya. Pembaca dapat menimbang bagian hidupnya yang selama ini dianggap tegak sendiri hanya karena tidak pernah bergeser, dan apakah perintah Allah pernah ikut dihitung di dalamnya?
  • Bumi disebut dua kali dalam satu kalimat. Pertama bumi berdiri dengan perintah-Nya, kedua bumi menjadi asal panggilan dan asal gerak keluar kalian. Rangkaian tanda ini dibuka di 30:20 dengan penciptaan dari tanah dan ditutup di sini dengan keluar dari bumi, sehingga pembaca yang setiap hari berdiri di atas tanah berpijak pada sesuatu yang oleh ayat ini disebut tegak karena perintah, dan sekaligus disebut sebagai tempat kalian keluar. Pembaca dapat bertanya, ketika kakinya menyentuh tanah pada pagi hari, apakah pijakan itu terasa seperti tempat yang sudah ditetapkan Dia untuknya atau seperti sesuatu yang kebetulan ada?
  • Di 8:24 panggilan itu muncul dalam kalimat yang meminta pendengarnya menyambut Allah dan rasul-Nya, sehingga menyambut masih menjadi pekerjaan yang dapat dikerjakan atau ditunda. Di 30:25 perintah menyambut tidak ada, dan kalimatnya langsung menyatakan bahwa kalian keluar. Dua ayat itu berbeda konteks dan tidak disamakan: 8:24 berbicara kepada orang yang masih diminta menyambut, sedangkan 30:25 menyatakan keadaan sesudah panggilan. Pembaca dapat bertanya, ajakan apa yang saat ini masih ditimbang-timbang dengan tenang, dan apa yang dikerjakan dengan waktu menimbang itu?
  • Tanda-tanda sebelum ayat ini menyebut kalian sebagai yang diciptakan dari tanah, yang diberi pasangan, yang tidur dan mencari karunia, serta yang diperlihatkan kilat. Pada 30:25 kedudukan kalian berubah: kalian menjadi yang dipanggil dan yang keluar, dan tidak ada kata kerja melihat di dalam ayat ini. Pembaca yang membaca rangkaian tanda ini sebagai pelajaran tentang alam mendapati kalimat terakhirnya menunjuk dirinya sendiri sebagai pihak yang disebut. Apa yang berubah pada cara membaca sebuah tanda bila ternyata pembacanya ikut ditulis di dalam tanda itu, sebagai orang yang dipanggil Dia?
  • Ayat ini menyebut urutan: langit dan bumi berdiri, lalu sebuah panggilan, lalu kalian keluar, dengan kata kemudian di antara bagian pertama dan bagian kedua. Hari dan tempat keluar itu tidak ditulis di sini, sedangkan 30:56 menyebut hari kebangkitan dalam ayat lain. Pembaca memegang urutannya tanpa tanggalnya. Bagaimana pembaca menata hari-harinya bila yang diketahui hanya urutan tanpa tanggal, dan di bagian mana Dia yang memanggil ditaruh dalam penataan itu?
  • Di 30:19 kalian dikeluarkan, dan di 30:25 kalian keluar. Pembaca mendapat dua gambaran yang dekat letaknya: sisi pertama menaruh pelaku pada yang mengeluarkan, sisi kedua menaruh pelaku pada kalian yang bergerak. Ayat 30:19 menghubungkannya dengan bumi yang dihidupkan, sedangkan 30:25 menghubungkannya dengan panggilan. Apakah keduanya dua sisi dari satu kejadian atau dua kejadian yang berbeda tidak diputuskan oleh teks ini. Seseorang dapat bertanya, di bagian hidupnya yang mana ia merasa dikeluarkan dan di bagian mana ia merasa keluar sendiri, dan apakah Allah ada di keduanya?