وَهُوَ الَّذِي يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ وَهُوَ أَهْوَنُ عَلَيْهِ ۚ وَلَهُ الْمَثَلُ الْأَعْلَىٰ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Dialah yang memulai penciptaan, kemudian mengembalikannya. Itu lebih mudah bagi-Nya. Milik-Nyalah sifat yang tertinggi di langit dan di bumi. Dialah Sang Digdaya lagi Sang Penuh Hikmah.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَهُوَ الَّذِي يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ وَهُوَ أَهْوَنُ عَلَيْهِwa-huwa lladzii yabda'u l-khalqa tsumma yu'iiduhu wa-huwa ahwanu 'alayhiDialah yang memulai penciptaan, kemudian mengembalikannya; itu lebih mudah bagi-Nya
  2. وَلَهُ الْمَثَلُ الْأَعْلَىٰ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِwa-lahu l-matsalu l-a'laa fii s-samaawaati wa-l-ardhimilik-Nyalah sifat yang tertinggi di langit dan di bumi
  3. وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُwa-huwa l-'aziizu l-hakiimuDialah Sang Digdaya lagi Sang Penuh Hikmah

Terjemahan per kata (18 kata)

  1. وَهُوَwa-huwadan Dia
  2. الَّذِيlladziiyang
  3. يَبْدَأُyabda'umemulai
  4. الْخَلْقَl-khalqapenciptaan
  5. ثُمَّtsummakemudian
  6. يُعِيدُهُyu'iiduhumengulanginya
  7. وَهُوَwa-huwadan Dia
  8. أَهْوَنُahwanulebih mudah
  9. عَلَيْهِ'alayhiatasnya
  10. وَلَهُwa-lahudan bagi-Nya
  11. الْمَثَلُl-matsaluperumpamaan
  12. الْأَعْلَىٰl-a'laayang tertinggi
  13. فِيfiidi
  14. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  15. وَالْأَرْضِwa-l-ardhidan bumi
  16. وَهُوَwa-huwadan Dia
  17. الْعَزِيزُl-'aziizuSang Digdaya
  18. الْحَكِيمُl-hakiimuSang Penuh Hikmah

Inti bacaan

Bentuk perbandingan (أَهْوَنُ, ahwanu) "lebih mudah" muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 30:27.

Penjelasan pilihan kata

Susunan (يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ, yabda'u l-khalqa tsumma yu'iiduhu) yang berarti "memulai penciptaan, kemudian mengembalikannya" ada di lima ayat, yaitu 10:4, 10:34, 27:64, 30:11, dan 30:27, dan 10:34 memuatnya dua kali dalam satu ayat. Di 10:4 susunan itu disusul tujuan membalas orang-orang yang beriman, di 10:34 dan 27:64 susunan itu hadir dalam pertanyaan tentang sekutu dan tuhan lain, dan di 30:11 susunan itu disusul "kemudian kepada-Nya kalian dikembalikan". Di 30:11 nama Allah disebut di awal kalimat, sedangkan di 30:27 kalimat dibuka dengan (وَهُوَ الَّذِي, wa-huwa lladzii) yang berarti "dan Dialah yang", sehingga pelakunya dirujuk dengan kata ganti.

Kata (يُعِيدُهُ, yu'iiduhu) berakar ع-و-د dan memuat -hu yang berarti "-nya", yaitu penciptaan yang tadi dimulai. Bentuk kata kerjanya menjadikan sesuatu kembali, sehingga terjemahan memakai "mengembalikannya". Rangkaian (ثُمَّ يُعِيدُهُ, tsumma yu'iiduhu) ada di enam ayat, yaitu lima ayat tadi dan 29:19, tempat kata kerja memulainya berbentuk (يُبْدِئُ, yubdi'u). Di 29:19 kalimat itu ditutup dengan (إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ, inna dzaalika 'alaa llaahi yasiirun) yang berarti "sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah". Soal kemudahan dengan demikian disebut di 29:19 memakai kata lain, dan di 30:27 memakai kata (أَهْوَنُ, ahwanu).

Kata (أَهْوَنُ, ahwanu) berakar ه-و-ن dan berbentuk perbandingan, sehingga berarti "lebih mudah". Bentuk ini muncul satu kali di Al-Qur'an. Akar yang sama memberi kata (هَيِّنٌ, hayyinun) yang berarti "mudah" dalam (هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ, huwa 'alayya hayyinun) di 19:9 dan 19:21, yang diterjemahkan "itu mudah bagi-Ku". Terjemahan 30:27 mengikuti pola itu: (هُوَ, huwa) menjadi "itu" dan (عَلَيْهِ, 'alayhi) menjadi "bagi-Nya". Sesudah ahwanu tidak ada kata yang berarti "daripada", sehingga pembandingnya tidak disebut oleh Arab. Urutan memulai lalu mengembalikan yang mengarahkan pembaca ke "mengembalikan lebih mudah daripada memulai", dan terjemahan tidak menambahkan pembanding itu.

Kata (الْمَثَلُ, l-matsalu) diterjemahkan "sifat" di ayat ini, karena kata itu menjadi milik yang disebut bersama (لَهُ, lahu) tanpa kata kerja yang membuatnya. Susunan (الْمَثَلُ الْأَعْلَىٰ, l-matsalu l-a'laa) ada di dua ayat, yaitu 16:60 dan 30:27. Di 16:60 susunan itu berhadapan dengan "sifat yang buruk", yang dikenakan pada orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat. Pada ayat sesudah ini, 30:28, kata (مَثَلًا, matsalan) hadir sebagai hasil kata kerja (ضَرَبَ, dharaba) yang berarti "membuat", dan terjemahannya "perumpamaan". Dua padanan itu mengikuti kedudukan kata: sesuatu yang dimiliki di 30:27, dan sesuatu yang dibuat lalu diberikan kepada pendengar di 30:28.

Bentuk perbandingan bersandang (الْأَعْلَىٰ, l-a'laa) yang berarti "yang tertinggi" ada di delapan ayat, yaitu 16:60, 20:68, 30:27, 37:8, 38:69, 53:7, 79:24, dan 92:20. Terjemahan memakai "yang tertinggi" di ayat ini seperti di 16:60, dan tidak memakai "Yang Mahatinggi", sebab kata yang sama di 37:8 dan 38:69 menyifati majelis.

Kata (الْعَزِيزُ, l-'aziizu) diterjemahkan "Sang Digdaya" dan (الْحَكِيمُ, l-hakiimu) "Sang Penuh Hikmah", keduanya bersandang. Rangkaian (وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ, wa-huwa l-'aziizu l-hakiimu) ada di dua belas ayat, yaitu 14:4, 16:60, 29:42, 30:27, 31:9, 35:2, 45:37, 57:1, 59:1, 59:24, 61:1, dan 62:3. Dua ayat memuat rangkaian itu sesudah (الْمَثَلُ الْأَعْلَىٰ, l-matsalu l-a'laa), yaitu 16:60 dan 30:27.

Tafsiran

Ayat ini mengulang pernyataan 30:11 dan menambahkan dua hal. Di 30:11 susunan memulai lalu mengembalikan disusul tempat kembali, yaitu "kepada-Nya kalian dikembalikan". Di 30:27 susunan yang sama disusul kemudahan dan sifat tertinggi. Dalam satu surah, pernyataan itu dilanjutkan ke dua arah: ke mana penciptaan kembali, dan seberapa sulit hal itu bagi Dia.

Sesudah 30:25 menyebut keluarnya kalian dari bumi dan 30:26 menyebut kepemilikan, 30:27 meletakkan alasan pada kata kerja yang sudah dikenal dari 30:11, yaitu pelaku yang memulai penciptaan juga pelaku yang mengembalikannya. Teks tidak menyatakan bahwa 30:27 sedang menjawab 30:25, jadi hubungan itu adalah pembacaan atas urutan ayat.

Ayat ini dibangun dari tiga kalimat. Kalimat pertama berbicara tentang perbuatan dan kemudahannya, kalimat kedua tentang sifat tertinggi yang dimiliki di langit dan di bumi, dan kalimat ketiga tentang dua nama. Kalimat kedua memakai dua nama tempat yang sama dengan 30:25 dan 30:26, sehingga tiga ayat berturut-turut memuat langit dan bumi: sebagai yang berdiri, sebagai tempat mereka yang dimiliki, dan sebagai tempat sifat tertinggi itu berada.

Di 16:60 sifat tertinggi disandingkan dengan sifat buruk orang yang tidak beriman kepada akhirat, sedangkan 30:27 tidak memuat sandingan itu. Ayat ini menyebut sisi yang tertinggi saja, setelah dua ayat yang bergerak dari panggilan ke kepemilikan.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini memberi satu pelaku bagi dua kata kerja: Dialah yang memulai penciptaan, dan Dialah yang mengembalikannya. Pembaca yang tidak memulai hidupnya sendiri membaca bahwa awal dan kembalinya berada pada pihak yang sama, sehingga masa di antara keduanya berlangsung di tengah milik yang satu. Di 30:11 kalimat yang sama berhenti pada tempat kembali, yaitu kepada-Nya. Apa yang berubah pada cara seseorang menilai masa di antara awal dan kembali, bila pemilik awalnya juga pemilik kembalinya?
  • Kata lebih mudah di ayat ini ditujukan kepada Dia, dan Arabnya tidak menyebut lebih mudah daripada apa. Kemudahan itu tidak dijanjikan bagi pekerjaan pembaca, dan ayat tidak membahas kesulitan pekerjaan manusia. Pembaca yang menerima ayat ini sebagai penghiburan atas pekerjaannya sendiri membaca lebih banyak daripada yang tertulis. Ayat menuliskan kemudahan bagi pelaku yang memulai dan mengembalikan. Perkara apa yang selama ini dibawa pembaca seolah-olah terlalu besar untuk diserahkan kepada Dia, yang kepada-Nya kata lebih mudah itu ditujukan?
  • Ayat 29:19 menutup pernyataan memulai dan mengembalikan dengan kata mudah bagi Allah, sedangkan 30:27 memakai kata lain, lebih mudah bagi-Nya. Soal yang sama diucapkan dengan dua kata di dua surah. Pembaca yang belum merasa yakin sesudah satu cara mengucapkan sebuah kabar berhadapan dengan cara lain atas kabar yang sama. Dua ayat itu tidak saling menjelaskan, dan masing-masing berdiri dalam suratnya. Apakah sebuah kabar yang sama, bila datang dalam kata yang berbeda, mengubah cara pembaca menimbangnya?
  • Ayat 16:60 menaruh dua sifat berdampingan: sifat buruk bagi orang yang tidak beriman kepada akhirat, dan sifat tertinggi bagi Allah. Ayat 30:27 hanya memuat yang kedua, dan menyebutnya ada di langit dan di bumi, tempat yang sama dengan tempat pembaca berdiri saat membaca. Sifat apa yang tampak dari pembaca di tanah yang sama dengan tempat sifat tertinggi itu disebut, dan di sisi mana dari dua sifat yang disebut 16:60 pembaca menempatkan dirinya?
  • Dua nama ditaruh berdampingan: Sang Digdaya dan Sang Penuh Hikmah. Ayat ini menyebut keduanya sebagai nama pelaku yang sama dengan pelaku yang memulai dan mengembalikan penciptaan. Pembaca yang pernah menjumpai kekuatan yang tidak bijak, atau kebijakan yang tidak berdaya, membaca ayat yang menaruh keduanya pada Dia yang sama. Bagaimana pembaca memperlakukan kuasa yang dipegangnya sendiri, sekecil apa pun, bila di ayat ini kuasa dan hikmah disebut sebagai pasangan yang tidak dipisah?
  • Kata ganti -hu pada "mengembalikannya" menunjuk penciptaan yang tadi dimulai. Ayat tidak merinci apa yang terbawa dari awal sampai dikembalikan dan apa yang tidak ikut. Teks hanya memberi kerangkanya: dimulai oleh Dia, dikembalikan oleh Dia. Pembaca dapat menimbang apa yang pada dirinya ingin dibawa sampai tahap kedua itu, dan apa yang cukup ditinggalkan di tahap pertama?