وَهُوَ الَّذِي يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ وَهُوَ أَهْوَنُ عَلَيْهِ ۚ وَلَهُ الْمَثَلُ الْأَعْلَىٰ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Dialah yang memulai penciptaan, kemudian mengembalikannya. Itu lebih mudah bagi-Nya. Milik-Nyalah sifat yang tertinggi di langit dan di bumi. Dialah Sang Digdaya lagi Sang Penuh Hikmah.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَهُوَ الَّذِي يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ وَهُوَ أَهْوَنُ عَلَيْهِwa-huwa lladzii yabda'u l-khalqa tsumma yu'iiduhu wa-huwa ahwanu 'alayhiDialah yang memulai penciptaan, kemudian mengembalikannya; itu lebih mudah bagi-Nya
- وَلَهُ الْمَثَلُ الْأَعْلَىٰ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِwa-lahu l-matsalu l-a'laa fii s-samaawaati wa-l-ardhimilik-Nyalah sifat yang tertinggi di langit dan di bumi
- وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُwa-huwa l-'aziizu l-hakiimuDialah Sang Digdaya lagi Sang Penuh Hikmah
Terjemahan per kata (18 kata)
- وَهُوَwa-huwadan Dia
- الَّذِيlladziiyang
- يَبْدَأُyabda'umemulai
- الْخَلْقَl-khalqapenciptaan
- ثُمَّtsummakemudian
- يُعِيدُهُyu'iiduhumengulanginya
- وَهُوَwa-huwadan Dia
- أَهْوَنُahwanulebih mudah
- عَلَيْهِ'alayhiatasnya
- وَلَهُwa-lahudan bagi-Nya
- الْمَثَلُl-matsaluperumpamaan
- الْأَعْلَىٰl-a'laaYang Mahatinggi
- فِيfiidi
- السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
- وَالْأَرْضِwa-l-ardhidan bumi
- وَهُوَwa-huwadan Dia
- الْعَزِيزُl-'aziizuSang Digdaya
- الْحَكِيمُl-hakiimuSang Penuh Hikmah
Inti bacaan
'(Hal) itu lebih mudah bagi-Nya', argumen a fortiori: jika penciptaan awal (dari tiada) terbukti terjadi, mengembalikan/membangkitkan yang sudah pernah ada semestinya lebih masuk akal untuk dipercaya, bukan kurang. Konkretnya: pakai pola penalaran ini untuk menguji keraguan sendiri, jika sesuatu yang lebih sulit sudah pernah terbukti terjadi dalam hidup, maka meragukan hal yang lebih mudah (pemulihan lanjutan) menjadi tidak konsisten secara logis.
Penjelasan pilihan kata
Tiga tambahan kurung dari sumber internal dihapus: '(menghidupkannya)', '(setelah kehancurannya)', dan '(Hal)', kata ganti 'itu' sudah cukup merujuk pada proses pengembalian yang baru disebut.
Tafsiran
Ayat ini menggemakan 30:11 dengan penjelasan tambahan: mengembalikan penciptaan bahkan lebih mudah bagi Allah daripada memulainya, sebuah penegasan kemahakuasaan tanpa batas.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut mengembalikan penciptaan itu lebih mudah bagi-Nya. Mudah dan sulit ukuran yang dipakai manusia. Kalimat itu berbicara dengan takaran pembacanya, bukan dengan takaran yang sebenarnya berlaku pada diri-Nya.
- Dua kata kerja disebut berurutan: memulai, lalu mengembalikan. Yang kedua mengandaikan yang pertama sudah selesai. Kebangkitan digambarkan bukan sebagai penciptaan kedua, melainkan sebagai penyelesaian dari yang satu.
- Sesudah bicara tentang penciptaan, Allah menyebut milik-Nya sifat yang tertinggi di langit dan di bumi. Bukan kekuasaan yang tertinggi. Yang disebut justru sifat, seolah yang perlu diketahui pembaca bukan seberapa besar kuasanya, melainkan seperti apa Dia.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
pasangan formula (hakiim/'aliim/hamiid dst.) belum dibedah, terjemahan terjemahan lain-nya dipertahankan sementara. Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.