بَلِ اتَّبَعَ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَهْوَاءَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۖ فَمَنْ يَهْدِي مَنْ أَضَلَّ اللَّهُ ۖ وَمَا لَهُمْ مِنْ نَاصِرِينَ

Akan tetapi, orang-orang yang zalim mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu. Maka, siapakah yang dapat memberi petunjuk kepada orang yang telah disesatkan Allah? Tidak ada seorang penolong pun bagi mereka.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. بَلِ اتَّبَعَ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَهْوَاءَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍbali ttaba'a lladziina zhalamuu ahwaa'ahum bi-ghayri 'ilminakan tetapi, orang-orang yang zalim mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu
  2. فَمَنْ يَهْدِي مَنْ أَضَلَّ اللَّهُfa-man yahdii man adhalla llaahumaka, siapakah yang dapat memberi petunjuk kepada orang yang telah disesatkan Allah
  3. وَمَا لَهُمْ مِنْ نَاصِرِينَwa-maa lahum min naashiriinatidak ada seorang penolong pun bagi mereka

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. بَلِbalibahkan
  2. اتَّبَعَttaba'amengikuti
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. ظَلَمُواzhalamuuberbuat zalim
  5. أَهْوَاءَهُمْahwaa'ahumkeinginan mereka
  6. بِغَيْرِbi-ghayritanpa
  7. عِلْمٍ'ilminpengetahuan
  8. فَمَنْfa-manmaka orang yang
  9. يَهْدِيyahdiimemberi petunjuk
  10. مَنْmanorang yang
  11. أَضَلَّadhallalebih sesat
  12. اللَّهُllaahuAllah
  13. وَمَاwa-maadan tidaklah
  14. لَهُمْlahumbagi mereka
  15. مِنْmindari
  16. نَاصِرِينَnaashiriinapara penolong

Inti bacaan

Kezaliman di sini didefinisikan secara spesifik sebagai 'mengikuti hawa nafsunya tanpa (berdasarkan) ilmu', bukan sekadar niat jahat, melainkan keputusan yang diambil tanpa dasar pengetahuan/pertimbangan yang memadai. Konkretnya: sebelum bertindak berdasarkan dorongan kuat, tanyakan apakah keputusan itu didukung pengetahuan/pertimbangan yang cukup, banyak kezaliman berakar dari keputusan impulsif yang tak diperiksa, bukan niat jahat yang disengaja.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(berdasarkan)' dari sumber internal dihapus: 'bi-ghayri ilmin' ('tanpa ilmu') diterjemahkan langsung.

Tafsiran

Ayat ini menutup segmen tanda-tanda dengan sebab penolakan, bukan kekurangan bukti, melainkan mengikuti hawa nafsu tanpa dasar pengetahuan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut orang-orang zalim mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu. Dua-duanya disebutkan. Yang menggerakkan keinginan, dan yang tak menahannya ketiadaan pengetahuan.
  • Allah bertanya siapa yang dapat memberi petunjuk kepada orang yang telah Dia sesatkan. Tak ada jawabannya. Pertanyaan itu menutup harapan pada campur tangan dari luar.
  • Allah menutup dengan menyebut tak ada penolong bagi mereka. Sesudah pertanyaan tadi. Yang ditegaskan bukan kerasnya keputusan, melainkan bahwa tak ada pintu samping.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; tanpa orang-kedua. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).