فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Maka, hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada pertanggungjawaban, fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurutnya. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. Itulah pertanggungjawaban yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًاfa-aqim wajhaka li-d-diini haniifanmaka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada pertanggungjawaban
  2. فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَاfithrata llaahi llatii fathara n-naasa 'alayhaafitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurutnya
  3. لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِlaa tabdiila li-khalqi llaahitidak ada perubahan pada ciptaan Allah
  4. ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَdzaalika d-diinu l-qayyimu wa-laakinna aktsara n-naasi laa ya'lamuunaitulah pertanggungjawaban yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui

Terjemahan per kata (22 kata)

  1. فَأَقِمْfa-aqimmaka hadapkanlah
  2. وَجْهَكَwajhakawajahmu
  3. لِلدِّينِli-d-diinikepada agama
  4. حَنِيفًاhaniifanyang lurus
  5. فِطْرَتَfithratafitrah
  6. اللَّهِllaahiAllah
  7. الَّتِيllatiiyang
  8. فَطَرَfatharamenciptakan
  9. النَّاسَn-naasamanusia
  10. عَلَيْهَا'alayhaaatasnya
  11. لَاlaatidak
  12. تَبْدِيلَtabdiilaperubahan
  13. لِخَلْقِli-khalqibagi ciptaan
  14. اللَّهِllaahiAllah
  15. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  16. الدِّينُd-diinuagama
  17. الْقَيِّمُl-qayyimuyang lurus
  18. وَلَٰكِنَّwa-laakinnatetapi
  19. أَكْثَرَaktsarakebanyakan
  20. النَّاسِn-naasimanusia
  21. لَاlaatidak
  22. يَعْلَمُونَya'lamuunamengetahui

Inti bacaan

'Pertanggungjawaban' (diin, bukan sekadar 'agama' formal) digambarkan tertanam dalam fitrah manusia sejak penciptaan, sesuatu yang built-in, bukan pilihan eksternal yang bisa diabaikan sepenuhnya. Konkretnya: menyangkal dorongan bawaan untuk bertanggung jawab secara moral/eksistensial sama dengan melawan kodrat diri sendiri, bukan bentuk kebebasan, keselarasan hidup justru datang dari mengakui dan menjalankan tanggung jawab itu, bukan menghindarinya.

Penjelasan pilihan kata

Koreksi penting: 'ad-diin' diterjemahkan 'pertanggungjawaban' (bukan diberi nama '(Islam)' seperti sumber internal), teks Arab tidak menyebut nama agama tertentu, hanya konsep diin secara umum; konsisten dengan terjemahan 'd-diina' di 29:65 ('pertanggungjawaban kepada-Nya'). 'Fitrata llaahi' dipertahankan sebagai frasa utuh tanpa tambahan kurung tambahan. 'Dzaalika' benar 'itulah'.

Tafsiran

Ayat ini menjadi puncak rangkaian tanda-tanda 30:21-29, kesimpulannya bukan sekadar pengakuan intelektual, melainkan arah hidup: menghadapkan wajah sepenuhnya kepada pertanggungjawaban yang selaras dengan fitrah penciptaan itu sendiri.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini menegaskan diin sebagai keselarasan dengan fitrah penciptaan, bukan penamaan institusi keagamaan tertentu, 'ciptaan Allah' yang tidak berubah menjadi dasar argumen, bukan tradisi atau kelembagaan yang bisa berbeda-beda.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain menerjemahkan diin di sini sbg 'agama'. terjemahan ini menyeragamkan ke 'pertanggungjawaban' lintas 87 ayat akar diin. Rollout kelompok (b) akar diin. Penyeragaman 'pertanggungjawaban' menegakkan Prinsip #1 (konsistensi leksikal) & menyanggah reduksi 'agama=institusi'. PASS: berbasis terjemahan lain edisi terkini dgn kata diin ditukar. akar d-y-n (dyn), sense 'agama/cara-hidup/doktrin'. Diverifikasi corpus Leeds (root dyn). Konvensi terjemahan ini: diin diterjemahkan 'pertanggungjawaban' (kata payung; definisi-jangkar & entri kanonik 1:4).