مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا ۖ كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ

Yaitu orang-orang yang memecah-belah pertanggungjawaban mereka dan menjadi berkelompok-kelompok. Setiap golongan bangga dengan apa yang ada pada mereka.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًاmina lladziina farraquu diinahum wa-kaanuu syiya'anyaitu orang-orang yang memecah-belah pertanggungjawaban mereka dan menjadi berkelompok-kelompok
  2. كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَkullu hizbin bi-maa ladayhim farihuunasetiap golongan bangga dengan apa yang ada pada mereka

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. مِنَminadari
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. فَرَّقُواfarraquumereka memecah belah
  4. دِينَهُمْdiinahumpertanggungjawaban mereka
  5. وَكَانُواwa-kaanuudan mereka menjadi
  6. شِيَعًاsyiya'angolongan-golongan
  7. كُلُّkullusetiap
  8. حِزْبٍhizbingolongan
  9. بِمَاbi-maadengan apa yang
  10. لَدَيْهِمْladayhimdi sisi mereka
  11. فَرِحُونَfarihuunaorang-orang yang bergembira

Inti bacaan

Susunan (كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ, kullu hizbin bi-maa ladayhim farihuuna) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 23:53 dan 30:32.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (مِنَ الَّذِينَ, mina lladziina) yang berarti "dari orang-orang yang". Terjemahan memakai "yaitu" karena mina diulang tepat sesudah (مِنَ الْمُشْرِكِينَ, mina l-musyrikiina) di ujung 30:31, tanpa kata penghubung di antaranya, sehingga ayat ini terbaca sebagai penjelasan tentang siapa orang-orang musyrik tadi. Pembacaan lain, "termasuk orang-orang yang", sama-sama bertumpu pada mina dan tetap mungkin; ayat tidak memberi tanda yang memutuskannya.

Kata kerja (فَرَّقُوا, farraquu) yang berarti "mereka memecah-belah" berakar ف-ر-ق. Frasa (فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا, farraquu diinahum wa-kaanuu syiya'an) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:159 dan 30:32. Kata (دِينَهُمْ, diinahum) yang berarti "pertanggungjawaban mereka" berakar د-ي-ن dan muncul enam kali di empat surah, yaitu 4:146, 6:70, 6:137, 6:159, 7:51, dan 30:32. Tindakan pada diinahum berbeda-beda di tiap kemunculan itu. Di 4:146, (وَأَخْلَصُوا دِينَهُمْ لِلَّهِ, wa-akhlashuu diinahum li-llaahi) yang berarti "dan memurnikan pertanggungjawaban mereka bagi Allah", mereka memurnikannya. Di 6:70 dan 7:51, (اتَّخَذُوا دِينَهُمْ, ttakhadzuu diinahum) yang berarti "mereka menjadikan pertanggungjawaban mereka", hasilnya permainan dan kelengahan. Di 6:137, (وَلِيَلْبِسُوا عَلَيْهِمْ دِينَهُمْ, wa-li-yalbisuu 'alayhim diinahum) yang berarti "dan agar mereka mengaburkan pertanggungjawaban mereka", yang mengaburkannya sekutu-sekutu mereka, yang disebut dalam ayat itu. Di 6:159 dan 30:32 mereka sendiri yang memecahnya.

Frasa (وَكَانُوا شِيَعًا, wa-kaanuu syiya'an) berarti "dan mereka menjadi berkelompok-kelompok". Kata (شِيَعًا, syiya'an) berakar ش-ي-ع dan muncul empat kali di tiga surah, yaitu 6:65, 6:159, 28:4, dan 30:32. Pelakunya berbeda-beda. Di 28:4, (وَجَعَلَ أَهْلَهَا شِيَعًا, wa-ja'ala ahlahaa syiya'an) yang berarti "dan menjadikan penduduknya berkelompok-kelompok", pelakunya Firaun, yang disebut dalam ayat itu. Di 6:65, (أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًا, aw yalbisakum syiya'an) yang berarti "atau mencampuradukkan kalian menjadi berkelompok-kelompok", hal itu disebut sebagai sesuatu yang mampu dilakukan Dia. Di 6:159 dan 30:32 kata kerjanya (كَانُوا, kaanuu) yang berarti "mereka menjadi", dengan "mereka" sebagai pelaku. Terjemahan memakai "dan menjadi" mengikuti wa dan kaanuu, dan tidak memakai "sehingga", karena tidak ada kata Arab di antara kedua kata kerja itu yang menyatakan akibat.

Kata (حِزْبٍ, hizbin) yang berarti "golongan" berakar ح-ز-ب dan dipasangkan dengan (كُلُّ, kullu) yang berarti "setiap". Susunan (كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ, kullu hizbin bi-maa ladayhim farihuuna) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 23:53 dan 30:32. Terjemahan memakai "golongan" untuk hizbin dan "berkelompok-kelompok" untuk syiya'an, supaya dua kata Arab yang berbeda tidak bertemu dalam satu kata Indonesia. Kata hizbin berbentuk tunggal, sedangkan -him pada ladayhim berbentuk jamak, sehingga ayat ini menyebut golongan sebagai satu kesatuan dan anggotanya sebagai banyak orang dalam satu kalimat.

Kata (لَدَيْهِمْ, ladayhim) yang berarti "pada mereka" menempatkan sesuatu di sisi pemiliknya. Bentuk (بِمَا لَدَيْهِمْ, bi-maa ladayhim) muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 23:53, 30:32, dan 72:28. Di 23:53 dan 30:32 frasa itu menjadi sebab kegembiraan setiap golongan, dan ayat tidak merinci isi apa yang ada pada mereka. Kata (فَرِحُونَ, farihuuna) berakar ف-ر-ح dan muncul tiga kali, yaitu 9:50, 23:53, dan 30:32. Terjemahan memakai "bangga" di 30:32 seperti di 23:53, karena golongan itu bergembira oleh apa yang ada pada mereka sendiri. Di 30:36, (فَرِحُوا بِهَا, farihuu bihaa) yang berarti "mereka bergembira dengannya", akar yang sama diterjemahkan "gembira" karena orang-orang itu menyambut rahmat yang dicicipkan kepada mereka.

Tafsiran

Ayat ini mengisi kalimat yang dibuka 30:31 dengan dua keterangan tentang orang-orang yang tidak boleh diikuti: apa yang mereka kerjakan, yaitu memecah pertanggungjawaban dan menjadi berkelompok-kelompok, dan keadaan mereka sesudahnya, yaitu setiap golongan bergembira dengan apa yang ada padanya. Ayat ini tidak menyebut siapa yang disembah orang-orang itu. Bila mina dibaca sebagai penjelasan, ciri yang diberikan 30:32 untuk orang musyrik adalah cara mereka memegang pertanggungjawaban, dan nama yang mereka seru tidak dijadikan ciri.

Dua bagian ayat ini masing-masing punya pasangan di surah lain. Bagian pertama ada di 6:159, dan di sana disusul (إِنَّمَا أَمْرُهُمْ إِلَى اللَّهِ, innamaa amruhum ilaa llaahi) yang berarti "urusan mereka berada pada Allah", dan kemudian (ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَفْعَلُونَ, tsumma yunabbi'uhum bi-maa kaanuu yaf'aluuna) yang berarti "kemudian Dia memberitahukan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan". Bagian kedua ada di 23:53, yang didahului (فَتَقَطَّعُوا أَمْرَهُمْ بَيْنَهُمْ زُبُرًا, fa-taqaththa'uu amrahum baynahum zuburan) yang berarti "maka mereka memecah-belah urusan mereka di antara mereka menjadi kepingan-kepingan", dan disusul 23:54, (فَذَرْهُمْ فِي غَمْرَتِهِمْ حَتَّىٰ حِينٍ, fa-dzarhum fii ghamratihim hattaa hiinin) yang berarti "maka biarkanlah mereka dalam kelalaian mereka sampai suatu waktu". Di 23:53 urusan yang dipecah, sedangkan di 6:159 dan 30:32 diinahum yang dipecah.

Kelanjutan ketiga ayat itu berbeda. Ayat 6:159 menyerahkan urusan para pemecah kepada Allah, 23:54 meminta mereka dibiarkan sampai suatu waktu, dan 30:32 sendiri tidak memuat penilaian apa pun: ayat ini berhenti pada kegembiraan setiap golongan. Ayat 30:33 kemudian beralih ke manusia secara umum dengan (فَرِيقٌ, fariiqun) yang berarti "sebagian", kata yang berakar sama dengan farraquu, sehingga akar ف-ر-ق hadir di akhir pembahasan golongan dan di awal gambaran manusia yang tertimpa mudarat.

Renungan dan Hikmah

  • Pertanggungjawaban yang di 30:30 dihadapkan lurus dan di 30:31 diarahkan kepada Allah, di ayat ini tampil sebagai sesuatu yang dipecah oleh pemiliknya sendiri. Pemecahan itu menghasilkan kelompok-kelompok, dan masing-masing golongan bergembira dengan apa yang ada padanya. Pembaca dapat memeriksa potongan mana dari kewajibannya yang paling sering disebut dan potongan mana yang jarang disentuh. Bila pertanggungjawaban itu kelak dijawab di hadapan Allah, siapa yang akan menjawab untuk potongan yang tidak dipegang kelompok mana pun?
  • Setiap golongan di ayat ini bergembira dengan apa yang ada pada mereka, sehingga kegembiraan itu terdapat di semua kelompok dan tidak membedakan satu dari yang lain. Perasaan senang atas apa yang dimiliki tidak bisa dijadikan ukuran tentang pihak yang benar, sebab ayat memperlihatkan perasaan itu menyertai setiap pihak yang terpecah. Pembaca yang merasa tenang di dalam kelompoknya dapat menanyakan apakah ketenangan serupa juga dirasakan kelompok lain yang isi pegangannya berbeda, dan apa yang tersisa dari ketenangan itu bila ukurannya hanya perasaan.
  • Kata kerja memecah di ayat ini berpelaku mereka, sedangkan di 28:4 yang menjadikan penduduknya berkelompok-kelompok adalah Firaun. Dalam 30:32 tidak ada pihak luar yang disebut mendorong pemecahan, sehingga perpecahan terbaca sebagai hasil perbuatan orang-orang itu sendiri. Ayat 6:159 menyebut urusan para pemecah berada pada Allah dan menyebut bahwa Dia kemudian memberitahukan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan. Kabar apa yang kelak diterima tiap kelompok tentang bagiannya dalam pecahan itu?
  • Kata setiap dalam setiap golongan tidak menyisakan golongan yang berdiri di luar kalimat. Pembaca yang mengenali kelompoknya di antara golongan-golongan itu tidak dapat mengecualikan diri hanya karena merasa pegangannya paling utuh, sebab perasaan utuh itu pula yang dimiliki golongan lain menurut ayat ini. Gambaran ini mirip peta dengan banyak titik yang masing-masing merasa cukup. Dari tempat berdiri yang mana pembaca menilai bahwa kelompoknya bukan salah satu titik itu?
  • Ayat ini tidak merinci apa yang ada pada mereka dan membuat golongan-golongan itu bergembira. Karena isinya tidak disebut, pembaca akan mengisinya dari tempat berdirinya sendiri, misalnya pengetahuan, kebiasaan kelompok, atau jumlah orang di barisannya. Kekosongan itu membuat ayat terbaca sebagai gambaran tentang sikap terhadap apa yang dimiliki, tanpa menyebut macam isinya. Apa yang ada pada pembaca saat ini yang membuatnya merasa cukup, dan dari siapa benda itu sampai kepadanya?
  • Akar yang sama dipakai di 30:36 untuk kegembiraan atas rahmat yang dicicipkan kepada manusia, sedangkan di 30:32 kegembiraan tertuju pada apa yang ada pada golongan itu sendiri. Dua kegembiraan itu tertuju ke hal yang berlainan: satu pada apa yang dimiliki, yang lain pada rahmat yang dicicipkan oleh Kami. Ayat 30:32 tidak menyebut sumber apa yang ada pada mereka, dan 30:36 menyebutnya dengan kata Kami. Pada saat gembira, ke mana perhatian pembaca tertuju lebih dulu: pada apa yang dimilikinya, atau pada Dia yang mencicipkan rahmat itu?