لِيَكْفُرُوا بِمَا آتَيْنَاهُمْ ۚ فَتَمَتَّعُوا فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ
Biarkan mereka kufur atas apa yang telah Kami anugerahkan kepada mereka. Bersenang-senanglah, kelak kalian akan mengetahui,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- لِيَكْفُرُوا بِمَا آتَيْنَاهُمْli-yakfuruu bi-maa aataynaahumbiarkan mereka kufur atas apa yang telah Kami anugerahkan kepada mereka
- فَتَمَتَّعُوا فَسَوْفَ تَعْلَمُونَfa-tamatta'uu fa-sawfa ta'lamuunabersenang-senanglah, kelak kalian akan mengetahui
Terjemahan per kata (6 kata)
- لِيَكْفُرُواli-yakfuruuagar mereka kufur
- بِمَاbi-maaatas apa yang
- آتَيْنَاهُمْaataynaahumKami memberi mereka
- فَتَمَتَّعُواfa-tamatta'uumaka bersenang-senanglah kalian
- فَسَوْفَfa-sawfamaka kelak
- تَعْلَمُونَta'lamuunakalian mengetahui
Inti bacaan
Kalimat (لِيَكْفُرُوا بِمَا آتَيْنَاهُمْ, li-yakfuruu bi-maa aataynaahum) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 16:55, 29:66, dan 30:34.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (لِيَكْفُرُوا بِمَا آتَيْنَاهُمْ, li-yakfuruu bi-maa aataynaahum) yang berarti "biarkan mereka kufur atas apa yang telah Kami anugerahkan kepada mereka". Kalimat ini muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 16:55, 29:66, dan 30:34, dan di ketiga tempat itu kalimat ini mengikuti adegan yang menyebut sebagian orang mempersekutukan Tuhan mereka. Kata (لِيَكْفُرُوا, li-yakfuruu) terdiri dari huruf li dan kata kerja yakfuruu yang berakar ك-ف-ر. Morfologi menandai li di sini sebagai penanda tujuan, yang dalam bahasa Indonesia berbunyi "agar mereka kufur". Terjemahan memakai "biarkan mereka kufur" di ketiga ayat, karena kalimat berikutnya memuat perintah bersenang-senang dan kata kelak, sehingga kalimat ini terbaca sebagai pembiaran. Pembacaan lain menjadikannya akibat dari perbuatan mereka di 30:33, yaitu "sehingga mereka kufur". Ayat tidak memutuskan di antara pembacaan itu.
Kata kerja (آتَيْنَاهُمْ, aataynaahum) yang berarti "Kami memberi mereka" berbentuk keempat dari akar ا-ت-ي dengan pelaku Kami. Bentuk persis ini muncul delapan kali di tujuh surah, yaitu 2:211, 16:55, 29:66, 30:34, 34:44, 34:45, 35:40, dan 43:21, dan dengan bi-maa hanya tiga kali, yaitu 16:55, 29:66, dan 30:34. Terjemahan memakai "anugerahkan" pada ayat ini. Apa yang dianugerahkan tidak diberi nama di sini. Kata rahmat dari 30:33 tidak diulang, sehingga hubungan antara rahmat itu dan apa yang Kami anugerahkan dapat dibaca sebagai hal yang sama berdasarkan urutan dua ayat, tetapi ayat tidak menyatakannya.
Sapaan berpindah di tengah ayat. Kata kerja yakfuruu berbentuk "mereka", sedangkan (فَتَمَتَّعُوا, fa-tamatta'uu) yang berarti "bersenang-senanglah" dan (فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ, fa-sawfa ta'lamuuna) yang berarti "maka kelak kalian akan mengetahui" berbentuk "kalian". Ayat dengan kalimat pembuka yang sama di 29:66 tidak berpindah: (وَلِيَتَمَتَّعُوا, wa-li-yatamatta'uu) yang berarti "dan biarkan mereka bersenang-senang" serta (فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ, fa-sawfa ya'lamuuna) yang berarti "maka kelak mereka akan mengetahui" tetap berbentuk "mereka".
Kata kerja fa-tamatta'uu berakar م-ت-ع. Bentuk dengan fa ini muncul dua kali, yaitu di 16:55 dan 30:34. Perintah jamak dari akar yang sama muncul enam kali di enam surah, yaitu 11:65, 14:30, 16:55, 30:34, 51:43, dan 77:46. Empat di antaranya diberi batas dalam ayat yang sama. Di 11:65, (تَمَتَّعُوا فِي دَارِكُمْ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ, tamatta'uu fii daarikum tsalaatsata ayyaamin) berarti "bersenang-senanglah di rumah kalian tiga hari". Di 51:43, (تَمَتَّعُوا حَتَّىٰ حِينٍ, tamatta'uu hattaa hiinin) berarti "bersenang-senanglah sampai suatu waktu". Di 77:46, (وَتَمَتَّعُوا قَلِيلًا, wa-tamatta'uu qaliilan) berarti "dan bersenang-senanglah sebentar". Di 14:30, (تَمَتَّعُوا فَإِنَّ مَصِيرَكُمْ إِلَى النَّارِ, tamatta'uu fa-inna mashiirakum ilaa n-naari) berarti "bersenang-senanglah, karena tempat kembali kalian adalah api", dan tujuan akhirnya disebut. Di 16:55 dan 30:34 batasnya tidak berupa lamanya waktu atau tempat tujuan, sehingga kata kelak berdiri sendiri.
Susunan fa-sawfa ta'lamuuna muncul enam kali di enam surah, yaitu 6:135, 7:123, 11:39, 16:55, 30:34, dan 39:39. Di 6:135, (فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ مَنْ تَكُونُ لَهُ عَاقِبَةُ الدَّارِ, fa-sawfa ta'lamuuna man takuunu lahu 'aaqibatu d-daari) yang berarti "maka kelak kalian akan mengetahui siapa yang akan mendapat kesudahan negeri akhirat", dan di 11:39, (فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ مَنْ يَأْتِيهِ عَذَابٌ, fa-sawfa ta'lamuuna man ya'tiihi 'adzaabun) yang berarti "maka kelak kalian akan mengetahui siapa yang didatangi azab", yang akan diketahui langsung disebut. Di 7:123, 16:55, 30:34, dan 39:39 ayat berhenti pada ta'lamuuna, dan di 39:39 isinya datang di ayat sesudahnya, 39:40. Di 30:34 yang akan diketahui tidak dinyatakan.
Tafsiran
Ayat ini menutup adegan 30:33 dengan dua kalimat yang sapaannya berbeda. Kalimat pertama berbicara tentang mereka, yaitu mereka kufur atas apa yang dianugerahkan. Kalimat kedua berbicara kepada kalian, yaitu bersenang-senanglah dan kelak kalian akan mengetahui. Perpindahan itu terjadi dalam satu ayat tanpa kata yang menandainya, sedangkan kalimat pembuka yang sama di 29:66 tetap memakai mereka sampai akhir. Dapat dibaca bahwa orang-orang yang tadi dibicarakan kini disapa langsung. Pembacaan ini bertumpu pada perubahan bentuk kata kerja, dan ayat tidak menyebut siapa yang disapa.
Pembicaranya pun berubah dalam penyebutan. Di 30:33 pemberi rahmat disebut dengan kata ganti ketiga, (أَذَاقَهُمْ, adzaaqahum) yang berarti "Dia mencicipkan kepada mereka", sedangkan di 30:34 pemberi menyebut dirinya dengan Kami lewat aataynaahum. Di 30:36, (أَذَقْنَا, adzaqnaa) yang berarti "Kami mencicipkan" menyatakan perbuatan yang sama dengan adzaaqahum di 30:33, hanya dengan pelaku Kami, sehingga Dia di 30:33 dan Kami di 30:34 terbaca sebagai pihak yang sama.
Ayat ini tidak memuat hukuman, hasil, atau penilaian apa pun. Ayat berhenti pada kata kelak, dan tanda koma membuat 30:35 menjadi bagian dari kalimat yang sama. Sesudah kelak kalian akan mengetahui, 30:35 membuka dengan (أَمْ أَنْزَلْنَا, am anzalnaa) yang berarti "ataukah Kami menurunkan", yaitu pertanyaan tentang dasar, bukan jawaban tentang apa yang akan diketahui. Antara perintah bersenang-senang dan pertanyaan itu, 30:34 menaruh satu jeda yang berisi penundaan pengetahuan. Hubungan itu terbaca dari urutan ayat, dan tidak ada kata penghubung yang menyatakan bahwa pertanyaan 30:35 adalah isi dari apa yang akan diketahui.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menyebut sikap kufur yang tertuju pada apa yang telah Kami anugerahkan kepada mereka, dan nama pemberi tetap melekat pada benda itu meski pemberian itu sedang diingkari. Pengingkaran tidak mengubah asal pemberian dalam kalimat ini. Pembaca dapat mendaftar apa yang pernah sampai kepadanya, lalu bertanya terhadap pemberian mana sikapnya paling dekat dengan menutup mata dari Allah yang memberi. Apakah sebuah pemberian masih disebut pemberian ketika yang menerimanya sudah berhenti menyebut siapa pemberinya?
- Pihak yang di 30:33 mencicipkan rahmat dan di 30:34 berkata Kami adalah pihak yang sama, sehingga kisah tentang orang yang berpindah arah dituturkan oleh Dia yang rahmat-Nya mereka cicipi. Pembaca tidak sedang mendengar penilaian dari pihak ketiga yang mengamati dari luar. Penuturnya pihak yang rahmat-Nya dicicipkan dalam kejadian itu. Bagaimana pembaca menerima kisah itu bila penuturnya adalah pihak yang rahmat-Nya turut dicicipi pembaca?
- Separuh pertama ayat berbicara tentang mereka dan separuh kedua berbicara kepada kalian, tanpa penanda perpindahan. Pembaca yang mengikuti ayat ini dari kata pertama dapat mendapati dirinya berdiri di tempat yang dibicarakan, lalu tiba-tiba di tempat yang disapa. Di 29:66 perpindahan itu tidak ada, dan sapaan tetap mereka sampai akhir. Pada kata mana di ayat ini pembaca mulai merasa disapa?
- Kata kelak kalian akan mengetahui di ayat ini berdiri tanpa objek, berbeda dari 6:135 dan 11:39 yang langsung menyebut apa yang akan diketahui. Karena isinya tidak ditulis, pembaca tidak dapat menyalin jawaban dari ayat dan harus bertanya kepada diri sendiri apa yang diperkirakannya akan diketahui. Tanda koma di ujung ayat membawa pandangan ke 30:35, yang membuka dengan pertanyaan kepada mereka mengenai dasar, tidak dengan jawaban. Apa yang akan terbuka bagi pembaca bila pertanyaan tentang dasar itu dijawab dengan jujur kepada Allah?
- Perintah bersenang-senang di tiga ayat lain diberi batas yang tertulis: tiga hari di 11:65, sampai suatu waktu di 51:43, dan sebentar di 77:46. Di 30:34 batas itu tidak berupa ukuran waktu, dan ayat memakai kata kelak yang tidak menyebut kapan. Karena ayat tidak menyebut ukuran waktu, pembaca tidak punya angka untuk dihitung mundur. Apa yang berubah dalam cara pembaca menikmati sesuatu bila batasnya diketahui tidak akan diumumkan?
- Ayat 30:33 dan 30:34 bersama-sama mencatat urutan: menyeru Tuhan ketika mudarat, mempersekutukan-Nya sesudah rahmat datang, lalu kufur atas pemberian itu. Setiap langkah menjauh sedikit dari yang sebelumnya, dan ayat tidak menyebut langkah mana yang pertama kali terasa salah bagi pelakunya. Pembaca dapat menelusuri arahnya sendiri dan melihat langkah mana yang sudah pernah dilaluinya, tanpa mengira langkah terakhir saja yang berbahaya. Di antara tiga langkah itu, mana yang paling tidak terasa bagi pembaca ketika sedang dijalani?