أَمْ أَنْزَلْنَا عَلَيْهِمْ سُلْطَانًا فَهُوَ يَتَكَلَّمُ بِمَا كَانُوا بِهِ يُشْرِكُونَ

Ataukah Kami menurunkan kepada mereka suatu keterangan, lalu ia berbicara tentang apa yang mereka persekutukan dengan-Nya?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. أَمْ أَنْزَلْنَا عَلَيْهِمْ سُلْطَانًاam anzalnaa 'alayhim sulthaananataukah Kami menurunkan kepada mereka suatu keterangan
  2. فَهُوَ يَتَكَلَّمُ بِمَا كَانُوا بِهِ يُشْرِكُونَfa-huwa yatakallamu bi-maa kaanuu bihi yusyrikuunalalu ia berbicara tentang apa yang mereka persekutukan dengan-Nya

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. أَمْamataukah
  2. أَنْزَلْنَاanzalnaaKami menurunkan
  3. عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
  4. سُلْطَانًاsulthaananketerangan
  5. فَهُوَfa-huwamaka dia
  6. يَتَكَلَّمُyatakallamuberbicara
  7. بِمَاbi-maatentang apa yang
  8. كَانُواkaanuumereka selalu
  9. بِهِbihidengan-Nya
  10. يُشْرِكُونَyusyrikuunamenyekutukan

Inti bacaan

Kalimat (أَمْ أَنْزَلْنَا عَلَيْهِمْ, am anzalnaa 'alayhim) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 30:35.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (أَمْ أَنْزَلْنَا عَلَيْهِمْ, am anzalnaa 'alayhim) yang berarti "ataukah Kami menurunkan kepada mereka". Kata (أَمْ, am) diterjemahkan "ataukah" seperti di semua kemunculannya, dan (أَنْزَلْنَا, anzalnaa) adalah kata kerja bentuk keempat dari akar ن-ز-ل dengan pelaku Kami. Susunan am anzalnaa 'alayhim hanya ada di 30:35. Sesudahnya datang (سُلْطَانًا, sulthaanan) yang diterjemahkan "keterangan".

Kata sulthaanan berakar س-ل-ط dan muncul sebelas kali di delapan surah dalam bentuk ini, yaitu 3:151, 4:91, 4:144, 4:153, 6:81, 7:33, 17:33, 17:80, 22:71, 28:35, dan 30:35. Kata itu dipakai untuk dua hal. Hal pertama adalah daya untuk bertindak, misalnya di 28:35, (وَنَجْعَلُ لَكُمَا سُلْطَانًا, wa-naj'alu lakumaa sulthaanan) yang berarti "dan Kami akan berikan kepada kalian berdua kekuasaan". Hal kedua adalah bukti dalam perbantahan. Di 30:35 sulthaan diturunkan "kepada mereka" lalu digambarkan berbicara tentang apa yang mereka sekutukan, dan itu pekerjaan bukti, sehingga terjemahan memakai "keterangan".

Sulthaan yang diturunkan disebut di delapan ayat, yaitu 3:151, 6:81, 7:33, 7:71, 12:40, 22:71, 30:35, dan 53:23. Tujuh di antaranya berupa penyangkalan atas apa yang disembah atau disekutukan. Di 3:151, 7:33, dan 22:71 bunyinya (مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا, maa lam yunazzil bihi sulthaanan) yang berarti "yang tidak Dia turunkan keterangan tentangnya". Di 12:40 dan 53:23 bunyinya (مَا أَنْزَلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ, maa anzala Allaahu bihaa min sulthaanin) yang berarti "yang Allah tidak turunkan keterangan apa pun untuknya". Di 7:71 bunyinya (مَا نَزَّلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ, maa nazzala llaahu bihaa min sulthaanin) yang maknanya sama, dan di 6:81 (مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ عَلَيْكُمْ سُلْطَانًا, maa lam yunazzil bihi 'alaykum sulthaanan) menyebut "kepada kalian". Ayat 30:35 berbeda dari ketujuhnya karena berbentuk pertanyaan, dan hanya di sini sulthaan diberi kata kerja berbicara.

Kata (فَهُوَ يَتَكَلَّمُ, fa-huwa yatakallamu) yang berarti "lalu ia berbicara" memakai fa yang berarti "lalu", huwa yang menunjuk sulthaan, dan kata kerja bentuk kelima dari akar ك-ل-م. Bentuk tunggal yatakallamu ini muncul di 30:35, dan bentuk jamaknya, (لَا يَتَكَلَّمُونَ, laa yatakallamuuna) yang berarti "mereka tidak berbicara", muncul di 78:38 dengan pelaku Ruh dan malaikat, sedangkan di 30:35 pelakunya benda yang diturunkan. Pertanyaan ayat ini menggambarkan keterangan yang turun lalu bersuara.

Kata (بِمَا كَانُوا بِهِ يُشْرِكُونَ, bi-maa kaanuu bihi yusyrikuuna) yang berarti "tentang apa yang mereka persekutukan dengan-Nya" hanya ada di 30:35. Kata kerja (يُشْرِكُونَ, yusyrikuuna) berakar ش-ر-ك, akar yang sama dengan musyrikiina di 30:31 dan yusyrikuuna di 30:33. Kata ganti -hi pada bihi berbentuk tunggal laki-laki. Terjemahan membacanya sebagai Tuhan, mengikuti 30:33, (بِرَبِّهِمْ يُشْرِكُونَ, bi-rabbihim yusyrikuuna) yang berarti "mereka mempersekutukan Tuhan mereka", tempat pihak yang disekutukan disebut dengan bi-. Pembacaan lain mengarahkan -hi kepada sulthaan sehingga artinya "dengannya"; ayat tidak memutuskan di antara keduanya.

Tafsiran

Ayat ini berupa satu pertanyaan tentang dasar: adakah sesuatu yang Kami turunkan kepada mereka dan yang membenarkan apa yang mereka sekutukan. Pertanyaan itu datang sesudah 30:34, yang berhenti pada kelak kalian akan mengetahui, dan tanda koma di ujung 30:34 membuat keduanya satu kalimat. Dengan susunan itu, pengetahuan yang ditunda di 30:34 disambut oleh pertanyaan, bukan oleh uraian. Ayat 30:35 tidak menuliskan jawabannya. Ayat lain menyatakan Dia tidak menurunkan keterangan untuk apa yang disembah atau disekutukan, yaitu 3:151, 7:33, dan 22:71, sehingga pertanyaan ini dapat dibaca bersama ayat-ayat itu.

Bentuk pertanyaan seperti ini punya kerabat di surah lain. Di 43:21, (أَمْ آتَيْنَاهُمْ كِتَابًا, am aataynaahum kitaaban) yang berarti "ataukah Kami memberi mereka sebuah kitab", dan di 35:40, dengan bunyi yang sama, pertanyaannya serupa: apakah Kami memberi mereka sebuah kitab. Akibat pemberian itu disebut dengan fa, yaitu mereka berpegang teguh padanya di 43:21 dan mereka memiliki bukti nyata darinya di 35:40. Ketiga ayat, yaitu 30:35, 35:40, dan 43:21, memuat kalimat tanya yang diawali am dengan pelaku Kami, dan ketiganya menyebut akibat pemberian itu dengan fa. Bunyi am aataynaahum kitaaban muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 35:40 dan 43:21, dan pertanyaan di 30:35 berganti benda dari kitab ke keterangan yang berbicara.

Dalam rangkaian ini, 30:31 melarang menjadi musyrik, 30:32 menyebut pemecahan, 30:33 menggambarkan perpindahan dari menyeru ke menyekutukan, dan 30:34 menutup adegan itu dengan penundaan. Ayat ini mengajukan pertanyaan tentang dasar bagi apa yang disekutukan dalam adegan tadi. Sesudahnya 30:36 kembali ke gambaran tentang manusia yang gembira dan putus asa, sehingga pertanyaan tentang dasar ini berdiri di antara dua gambaran perilaku, tanpa jawaban tertulis di tempatnya sendiri.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini bertanya apakah Kami menurunkan sesuatu kepada mereka yang menjadi dasar bagi apa yang mereka sekutukan. Pertanyaan itu menanyakan sesuatu yang dapat ditunjuk, yaitu keterangan yang diturunkan, dan perasaan yakin tidak termasuk di dalamnya. Pembaca dapat memeriksa pegangan apa pun yang diletakkannya di samping Allah ketika sedang gembira atau sedang takut, lalu bertanya kepada diri sendiri apakah ada keterangan yang diturunkan untuk pegangan itu. Bila yang tersedia berupa kebiasaan dan rasa nyaman saja, apa yang tersisa untuk ditunjuk ketika pertanyaan ini diajukan?
  • Keterangan yang dibayangkan ayat ini digambarkan berbicara tentang apa yang mereka sekutukan, sehingga suaranya berasal dari keterangan itu sendiri dan tidak bergantung pada tafsir orang yang memegangnya. Dalam perbantahan, pembaca dapat memperhatikan siapa yang sebenarnya bersuara. Ayat ini menaruh keterangan sebagai pihak yang berbicara, sedangkan pembaca berada di tempat pendengar. Ketika pembaca menjelaskan alasan pegangannya kepada orang lain, siapa yang berbicara, keterangan dari Allah atau dirinya sendiri?
  • Frasa apa yang mereka persekutukan menyebut sesuatu yang sedang berlangsung pada mereka. Pertanyaan ayat tidak menanyakan sudah berapa lama hal itu berlangsung; yang ditanyakan adalah apakah ada keterangan yang diturunkan untuknya. Lamanya sebuah pegangan dipakai dan keterangan dari Allah untuk pegangan itu adalah dua hal yang dapat bercampur di hati pembaca, dan ayat ini memisahkan keduanya. Apa yang akan tinggal bila pembaca menyingkirkan semua yang hanya bergantung pada lamanya?
  • Pertanyaan ini diajukan dalam suara Kami, yaitu suara pihak yang menurunkan. Pembaca tidak perlu menebak apakah keterangan itu pernah turun, karena ayat-ayat lain menjawab pertanyaan serupa dengan penyangkalan atas nama Dia. Dalam 7:33 disebut bahwa tidak ada keterangan yang diturunkan-Nya untuk mempersekutukan Allah dengan sesuatu. Pembaca menghadapi dua kemungkinan: mengakui bahwa pegangannya tidak punya dasar dari-Nya, atau menunjukkan dasar itu. Mana di antara keduanya yang dapat diucapkan dengan jujur?
  • Pertanyaan ini datang tepat sesudah perintah bersenang-senang di 30:34. Kenikmatan yang sedang dirasakan tidak menjawab pertanyaan tentang dasar; rasa senang itu hanya mengisi waktu sementara pertanyaannya menunggu. Pembaca yang sedang menikmati kebaikan dari Dia dapat memperhatikan bahwa rasa senang itu tidak ikut menjadi bukti atas apa pun. Bila pertanyaan tentang dasar diajukan di tengah pesta, kata apa yang akan dipakai pembaca untuk menjawab?
  • Ayat ini menaruh dua hal berdampingan: keterangan yang Kami turunkan kepada mereka, dan apa yang mereka persekutukan, tanpa menyebut dari mana yang kedua itu berasal. Pembaca dapat menelusuri asal pegangannya sendiri, apakah pegangan itu sampai bersama keterangan dari Dia, atau pembaca sendiri yang memberinya tempat tanpa keterangan apa pun. Dari mana pegangan yang paling sering dibela pembaca itu sampai kepadanya, dan siapa yang membawanya?