وَإِذَا أَذَقْنَا النَّاسَ رَحْمَةً فَرِحُوا بِهَا ۖ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ إِذَا هُمْ يَقْنَطُونَ

Apabila Kami mencicipkan suatu rahmat kepada manusia, mereka gembira karenanya. Apabila mereka ditimpa suatu keburukan karena kesalahan mereka sendiri, seketika itu mereka berputus asa.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَإِذَا أَذَقْنَا النَّاسَ رَحْمَةً فَرِحُوا بِهَاwa-idzaa adzaqnaa n-naasa rahmatan farihuu bihaaapabila Kami mencicipkan suatu rahmat kepada manusia, mereka gembira karenanya
  2. وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ إِذَا هُمْ يَقْنَطُونَwa-in tushibhum sayyi'atun bi-maa qaddamat aydiihim idzaa hum yaqnathuunaapabila mereka ditimpa suatu keburukan karena kesalahan mereka sendiri, seketika itu mereka berputus asa

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. وَإِذَاwa-idzaadan apabila
  2. أَذَقْنَاadzaqnaaKami mencicipkan
  3. النَّاسَn-naasamanusia
  4. رَحْمَةًrahmatanrahmat
  5. فَرِحُواfarihuumereka bergembira
  6. بِهَاbihaadengannya
  7. وَإِنْwa-indan jika
  8. تُصِبْهُمْtushibhummenimpa mereka
  9. سَيِّئَةٌsayyi'atunkeburukan
  10. بِمَاbi-maakarena apa yang
  11. قَدَّمَتْqaddamatmengirimkan lebih dulu
  12. أَيْدِيهِمْaydiihimtangan mereka
  13. إِذَاidzaatiba-tiba
  14. هُمْhummereka
  15. يَقْنَطُونَyaqnathuunamereka berputus asa

Inti bacaan

Pengamatan tentang respons emosional yang tidak seimbang: gembira berlebihan saat mendapat rahmat, 'berputus asa' saat ditimpa musibah, kedua respons ekstrem ini sama-sama tidak sehat, mengundang refleksi mencari keseimbangan emosional yang lebih matang.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(Sebaliknya,)' dan '(bahaya)' dari sumber internal dihapus: 'sayyi'atun' diterjemahkan presisi 'keburukan', dibedakan dari 'durr' ('bahaya') yang dipakai di 30:33 untuk akar berbeda.

Tafsiran

Ayat ini menyingkap pola respons yang labil: kegembiraan berlebihan saat rahmat datang, keputusasaan berlebihan saat kesulitan menimpa, keduanya akibat perbuatan sendiri.

Renungan dan Hikmah

  • Allah memakai kata mencicipkan untuk rahmat. Sedikit saja. Yang membuat mereka gembira ternyata baru cicipan.
  • Yang menimpa disebut karena kesalahan mereka sendiri. Sebabnya ditunjuk. Putus asanya tak beralasan, sebab penyebabnya ada di tangan mereka.
  • Allah menyebut seketika itu mereka berputus asa. Tanpa jeda. Yang cepat gembira sama cepatnya kehilangan harapan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…a Kami mencicipkan suatu rahmat kepada manusia, mereka g…”. Dalam ayat ini, 'rahmah' indefinit (tanpa kata sandang).