أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Tidakkah mereka memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya? Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang beriman.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُa-wa-lam yaraw anna llaaha yabsuthu r-rizqa li-man yasyaa'u wa-yaqdirutidakkah mereka memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya
  2. إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَinna fii dzaalika la-aayaatin li-qawmin yu'minuunasesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang beriman

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. أَوَلَمْa-wa-lamdan tidakkah
  2. يَرَوْاyarawmereka melihat
  3. أَنَّannabahwa
  4. اللَّهَllaahaAllah
  5. يَبْسُطُyabsuthumelapangkan
  6. الرِّزْقَr-rizqarezeki
  7. لِمَنْli-manbagi siapa yang
  8. يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
  9. وَيَقْدِرُwa-yaqdirudan Dia menyempitkan
  10. إِنَّinnasesungguhnya
  11. فِيfiipada
  12. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  13. لَآيَاتٍla-aayaatinbenar-benar tanda-tanda
  14. لِقَوْمٍli-qawminbagi kaum
  15. يُؤْمِنُونَyu'minuunaberiman

Inti bacaan

Susunan (إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ, inna fii dzaalika la-aayaatin li-qawmin yu'minuuna) muncul lima kali di Al-Qur'an, yaitu di 16:79, 27:86, 29:24, 30:37, dan 39:52.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (أَوَلَمْ يَرَوْا, a-wa-lam yaraw) yang berarti "tidakkah mereka memperhatikan". Bentuk ini tersusun dari kata tanya a, kata sambung wa yang menghubungkan ayat ini dengan 30:36, dan lam yaraw yang berarti "mereka tidak memperhatikan". Urutan a-wa-lam yaraw muncul tiga belas kali di dua belas surah, yaitu di 13:41, 16:48, 17:99, 26:7, 27:86, 29:19, 29:67, 30:37, 32:27, 36:71, 41:15, 46:33, dan 67:19, dengan surah 29 memuatnya dua kali. Bila disambung dengan (أَنَّ اللَّهَ, anna llaaha) yang berarti "bahwa sesungguhnya Allah", urutannya muncul empat kali, yaitu di 17:99, 30:37, 41:15, dan 46:33. Di tiga ayat yang lain, yang diperhatikan adalah Allah sebagai pencipta langit dan bumi atau pencipta mereka sendiri, sedangkan di 30:37 yang diperhatikan adalah rezeki.

Kalimat sesudahnya sama dengan 39:52 sampai akhir. Perbedaannya ada pada kata pembuka. Di 39:52 bunyinya (أَوَلَمْ يَعْلَمُوا, a-wa-lam ya'lamuu) yang berarti "tidakkah mereka mengetahui", dan urutan itu hanya ada di 39:52. Terjemahan memakai "memperhatikan" untuk yaraw dan "mengetahui" untuk ya'lamuu, sehingga dua ayat yang berisi pernyataan sama tetap terbaca berbeda pada pintu masuknya, yang satu lewat pengamatan dan yang lain lewat pengetahuan.

Kata (يَبْسُطُ الرِّزْقَ, yabsuthu r-rizqa) yang berarti "melapangkan rezeki" terdiri dari kata kerja berakar ب-س-ط dan kata benda (الرِّزْقَ, r-rizqa) berakar ر-ز-ق. Rangkaian penuhnya, (يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ, yabsuthu r-rizqa li-man yasyaa'u wa-yaqdiru) yang berarti "melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya", muncul enam kali di enam surah, yaitu di 13:26, 17:30, 30:37, 34:36, 39:52, dan 42:12. Tiga ayat lain, yaitu 28:82, 29:62, dan 34:39, memuat tambahan (مِنْ عِبَادِهِ, min 'ibaadihi) yang berarti "dari hamba-hamba-Nya" di tengahnya, sehingga ada sembilan ayat yang memuat pasangan melapangkan dan menyempitkan rezeki. Ayat 30:37 termasuk yang tanpa tambahan itu. Penerimanya ditunjuk lewat (لِمَنْ يَشَاءُ, li-man yasyaa'u) yang berarti "bagi siapa yang Dia kehendaki", dan ayatnya tidak merinci siapa yang menerima pelapangan dan siapa yang menerima penyempitan.

Kata (وَيَقْدِرُ, wa-yaqdiru) yang berarti "dan menyempitkannya" berakar ق-د-ر dan tidak membawa objek sendiri. Objeknya diambil dari kata sebelumnya, r-rizqa, sehingga terjemahan memakai -nya. Akar yang sama dipakai untuk rezeki di luar rangkaian ini. Di 65:7, (وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ, wa-man qudira 'alayhi rizquhu) yang berarti "dan orang yang disempitkan rezekinya" dihadapkan pada (ذُو سَعَةٍ, dzuu sa'atin) yang berarti "orang yang lapang", sehingga lawan penyempitan di sana adalah kelapangan, sama seperti di 30:37. Di 89:16 muncul (فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ, fa-qadara 'alayhi rizqahu), kata kerja yang sama dengan rezeki sebagai objeknya. Akar ق-د-ر dipakai di 121 ayat untuk berbagai arti, antara lain "berkuasa" dan "ukuran", jadi terjemahan "menyempitkan" dipilih karena kata kerja ini berpasangan dengan melapangkan dan bersandar pada kata rezeki.

Bagian kedua ayat dibuka dengan (إِنَّ فِي ذَٰلِكَ, inna fii dzaalika) yang berarti "sesungguhnya pada yang demikian itu". Kata (لَآيَاتٍ, la-aayaatin) tersusun dari la- yang berarti "benar-benar" dan aayaatin yang berarti "tanda-tanda". Karena tidak memakai kata sandang, terjemahan menulis "tanda-tanda" tanpa "itu". Susunan lengkap (إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ, inna fii dzaalika la-aayaatin li-qawmin yu'minuuna) yang berarti "sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang beriman" muncul lima kali di lima surah, yaitu di 16:79, 27:86, 29:24, 30:37, dan 39:52. Surah 30 sendiri memakai kerangka yang sama dengan penerima berlainan. Di 30:21 penerimanya (لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ, li-qawmin yatafakkaruuna) yang berarti "bagi kaum yang berpikir", di 30:22 (لِلْعَالِمِينَ, li-l-'aalimiina) yang berarti "bagi orang-orang yang berilmu", di 30:23 (لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ, li-qawmin yasma'uuna) yang berarti "bagi kaum yang mendengarkan", dan di 30:24 (لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ, li-qawmin ya'qiluuna) yang berarti "bagi kaum yang mengerti". Di antara lima ayat itu, orang beriman sebagai penerima tanda ditemukan di 30:37.

Tafsiran

Ayat ini menjawab dua keadaan di 30:36 dengan dua perbuatan. Manusia yang dicicipi rahmat bergembira, (فَرِحُوا, farihuu), dan manusia yang ditimpa keburukan berputus asa, (يَقْنَطُونَ, yaqnathuuna). Lalu 30:37 menaruh di hadapan mereka satu pengamatan tentang rezeki, yaitu bahwa pelapangan dan penyempitan dilakukan oleh pelaku yang sama. Kedua ayat disambung oleh kata sambung wa di awal 30:37. Teksnya tidak menyamakan rahmat di 30:36 dengan rezeki di 30:37, dan tidak menyatakan bahwa keburukan di 30:36 adalah penyempitan di 30:37.

Letak ayat ini terulang di tempat lain. Kata kerja putus asa dari akar ق-ن-ط dipakai di empat ayat, yaitu 15:56, 30:36, 39:53, dan 42:28. Tiga dari keempatnya berdampingan dengan pernyataan tentang rezeki yang dilapangkan. Ayat 30:36 tepat sebelum 30:37, 39:53 tepat sesudah 39:52, dan 42:28 tepat sesudah 42:27 yang memakai (بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ, basatha llaahu r-rizqa) yang berarti "Allah melapangkan rezeki", dalam bentuk pengandaian. Urutannya tidak seragam, sebab putus asa mendahului pernyataan rezeki di 30:36 dan menyusulnya di 39:53 dan 42:28. Dapat dibaca bahwa ayat-ayat itu menaruh pernyataan tentang rezeki di dekat putus asa, meskipun tidak satu pun merumuskan hubungan antara keduanya.

Kalimat tentang melapangkan dan menyempitkan itu juga dipakai dengan penutup yang berbeda-beda. Di 13:26 kalimat itu disambung dengan (وَفَرِحُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا, wa-farihuu bi-l-hayaati d-dunyaa) yang berarti "dan mereka bergembira dengan kehidupan dunia". Di 17:30 kalimat itu ditutup dengan (إِنَّهُ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا, innahu kaana bi-'ibaadihi khabiiran bashiiran) yang berarti "sesungguhnya Dia waskita lagi melihat hamba-hamba-Nya". Di 34:36 penutupnya (وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ, wa-laakinna aktsara n-naasi laa ya'lamuuna) yang berarti "akan tetapi, kebanyakan manusia tidak mengetahui", dan di 42:12 (إِنَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ, innahu bi-kulli syay'in 'aliimun) yang berarti "sesungguhnya Dia berilmu akan segala sesuatu". Penutup berupa tanda bagi kaum yang beriman dipakai di 30:37 dan 39:52, dan kedua ayat itu juga membuka kalimat tersebut dengan pertanyaan. Dapat dibaca bahwa di dua ayat itu kalimat tersebut diperlakukan sebagai bahan pengamatan, sedangkan di empat ayat lain kalimat itu berdiri sebagai pernyataan.

Ayat 30:38 sesudahnya dibuka dengan (فَآتِ, fa-aati) yang berarti "maka berikanlah". Pengamatan tentang rezeki di 30:37 dengan begitu disusul perintah memberi, dan 30:39 serta 30:40 melanjutkan pembicaraan tentang memberi dan tentang rezeki. Kata fa- menyambung 30:38 ke 30:37 tanpa menyebut sebab, sehingga hubungan berbunyi "karena rezeki dilapangkan dan disempitkan, maka berikanlah" dapat dibaca tetapi tidak dinyatakan.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 30:37 menyebut melapangkan dan menyempitkan sebagai dua pekerjaan Allah, dan kedua kata kerjanya memakai pelaku yang sama. Pembaca yang pernah berada di kedua sisi, lapang pada suatu masa dan sempit pada masa lain, mendapati bahwa teks tidak membagi dua pelaku untuk dua keadaan itu. Ayat 42:27 membicarakan pengandaian bahwa Allah melapangkan rezeki kepada seluruh hamba-Nya, dan ayat itu tidak menerangkan sebab keadaan seseorang secara khusus, sehingga keduanya dibaca berdampingan saja. Bila kedua arah itu berasal dari tangan yang sama, apakah ucapan syukur di waktu lapang dan keluhan di waktu sempit ditujukan kepada alamat yang sama?
  • Di 89:15 manusia yang diuji lalu dimuliakan berkata (رَبِّي أَكْرَمَنِ, rabbii akramani) yang berarti "Tuhanku telah memuliakanku". Di 89:16 manusia yang rezekinya disempitkan berkata (رَبِّي أَهَانَنِ, rabbii ahaanani) yang berarti "Tuhanku telah menghinaku". Ayat 89:17 menyusul dengan (كَلَّا, kallaa) yang berarti "sekali-kali tidak", lalu beralih ke perlakuan terhadap anak yatim. Ayat 30:37 menyebut keadaan yang sama dengan kata lain, yaitu tanda yang diperhatikan oleh kaum yang beriman. Pembaca dapat mengingat kata apa yang dipakainya ketika rezekinya menyempit, lalu menimbang apa yang berubah pada Tuhan yang diajaknya bicara dalam hati bila kata itu diganti dengan kata tanda.
  • Kalimat tentang melapangkan dan menyempitkan rezeki diucapkan di 28:82 oleh orang-orang yang di 28:79 berkata (يَا لَيْتَ لَنَا مِثْلَ مَا أُوتِيَ قَارُونُ, yaa layta lanaa mitsla maa uutiya qaaruunu) yang berarti "aduhai, sekiranya kita mempunyai seperti yang telah diberikan kepada Qarun". Ayat 28:82 membuka ucapan mereka dengan (وَيْكَأَنَّ اللَّهَ, wayka'anna llaaha) yang berarti "aduhai, benarlah Allah", dan menyebut mereka sebagai orang yang kemarin mengangan-angankan kedudukannya. Kalimat yang sama tiba di 30:37 tanpa kisah yang mengiringinya. Pada saat apa kalimat itu paling mudah didengar oleh seseorang, sebelum menginginkan milik orang lain, atau sesudah keinginan itu berakhir?
  • Penerima pelapangan di 30:37 ditunjuk hanya lewat siapa yang Dia kehendaki, dan ayat ini tidak memasang ukuran apa pun di samping kehendak itu, misalnya kerja keras atau kesalehan. Orang yang menimbang dirinya atau orang lain dari lapang atau sempitnya rezeki tidak menemukan ukuran seperti itu di sini. Ayat 17:30 memuat kalimat yang sama lalu menutupnya dengan pernyataan bahwa Dia waskita lagi melihat hamba-hamba-Nya, dan ayat itu pun tidak menyebut ukuran penerimanya. Taksiran yang pernah dibuat seseorang tentang orang lain dari isi dompetnya berasal dari mana, bila ayat ini tidak memuat ukuran itu?
  • Ayat ini berbentuk pertanyaan tentang apa yang sudah dapat diamati, yaitu (أَوَلَمْ يَرَوْا, a-wa-lam yaraw), dan ayatnya tidak membawa kisah yang dapat dikutip sebagai bukti. Bahan pengamatannya harus dibawa pembaca sendiri dari keluarga, tetangga, dan jalan hidupnya. Pembaca dapat mengingat dua orang yang dikenalnya, yang satu pernah lapang lalu menjadi sempit dan yang lain berjalan sebaliknya, lalu memeriksa apakah pelapangan dan penyempitan yang disebut ayat ini tampak pada keduanya. Apakah catatan itu akan disebutnya tanda, dan kepada siapa catatan itu akan ditunjukkan?
  • Di 30:36 gembira dan putus asa dicatat pada manusia yang sama, lalu 30:37 menaruh satu pengamatan di bawah keduanya, yaitu bahwa pelapangan dan penyempitan berasal dari pelaku yang sama, Allah. Kegembiraan karena dicicipi rahmat dan keputusasaan karena ditimpa keburukan berdiri di atas pelaku yang tidak berganti di antara dua keadaan itu. Cara pembaca menjalani peralihan dari yang satu ke yang lain tidak dirumuskan, dan ayat ini cukup mengajukan pertanyaan apakah mereka memperhatikan. Bila pelakunya tetap, apa yang sebenarnya naik turun pada seseorang yang gembira di pagi hari dan putus asa di sore hari?