فَآتِ ذَا الْقُرْبَىٰ حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Maka berikanlah kepada kerabat dekat haknya, juga kepada orang miskin dan ibnu sabil; itu lebih baik bagi orang-orang yang menghendaki wajah Allah, dan merekalah orang-orang yang beruntung.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَآتِ ذَا الْقُرْبَىٰ حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِfa-aati dzaa l-qurbaa haqqahu wa-l-miskiina wa-bna s-sabiilimaka berikanlah kepada kerabat dekat haknya, juga kepada orang miskin dan ibnu sabil
  2. ذَٰلِكَ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَdzaalika khayrun li-lladziina yuriiduuna wajha llaahi wa-ulaa'ika humu l-muflihuunaitu lebih baik bagi orang-orang yang menghendaki wajah Allah, dan merekalah orang-orang yang beruntung

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. فَآتِfa-aatimaka berikanlah
  2. ذَاdzaayang
  3. الْقُرْبَىٰl-qurbaakekerabatan
  4. حَقَّهُhaqqahuhaknya
  5. وَالْمِسْكِينَwa-l-miskiinadan orang miskin
  6. وَابْنَwa-bnadan anak
  7. السَّبِيلِs-sabiilijalan
  8. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  9. خَيْرٌkhayrunlebih baik
  10. لِلَّذِينَli-lladziinabagi orang-orang yang
  11. يُرِيدُونَyuriiduunamereka menghendaki
  12. وَجْهَwajhawajah
  13. اللَّهِllaahiAllah
  14. وَأُولَٰئِكَwa-ulaa'ikadan mereka itu
  15. هُمُhumumerekalah
  16. الْمُفْلِحُونَl-muflihuunaorang-orang yang beruntung

Inti bacaan

Susunan (ذَا الْقُرْبَىٰ حَقَّهُ, dzaa l-qurbaa haqqahu) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 17:26 dan 30:38.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (فَآتِ, fa-aati) yang berarti "maka berikanlah". Bentuknya terdiri dari fa- yang berarti "maka" dan aati, perintah untuk satu orang dari akar أ-ت-ي. Akar yang sama dipakai dua kali di ayat berikutnya sebagai (آتَيْتُمْ, aataytum) yang berarti "kalian berikan", sehingga 30:38 dan 30:39 dihubungkan oleh satu kata kerja. Bentuk aataytum muncul di tiga ayat, yaitu 2:233, 4:20, dan 30:39, dan 30:39 memuatnya dua kali.

Kerabat disebut lebih dulu dengan (ذَا الْقُرْبَىٰ, dzaa l-qurbaa) yang berarti "kerabat dekat", dari (ذَا, dzaa) yang berarti "pemilik" dan (الْقُرْبَىٰ, l-qurbaa) berakar ق-ر-ب. Kata al-qurbaa muncul sebelas kali di sembilan surah, yaitu di 2:83, 2:177, 4:8, 4:36, 8:41, 16:90, 17:26, 24:22, 30:38, 42:23, dan 59:7. Susunan (ذَا الْقُرْبَىٰ حَقَّهُ, dzaa l-qurbaa haqqahu) yang berarti "kerabat dekat haknya" muncul dua kali, yaitu di 17:26 dan 30:38, dan keduanya memakai kata kerja memberi. Di 17:26 bunyinya (وَآتِ, wa-aati) yang berarti "dan berikanlah", sedangkan di 30:38 bunyinya fa-aati.

Kata (حَقَّهُ, haqqahu) yang berarti "haknya" berakar ح-ق-ق dan membawa akhiran -hu yang menunjuk kerabat itu. Bentuk persis ini muncul tiga kali, yaitu di 6:141, 17:26, dan 30:38. Di 6:141, (وَآتُوا حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ, wa-aatuu haqqahu yawma hashaadihi) yang berarti "dan berikanlah haknya pada waktu memetik hasilnya", akhiran -hu menunjuk buah yang disebut di awal ayat itu. Pada ketiga ayat kata kerja memberi menyertai haqq, dan ketiganya tidak menyebut ukuran hak itu: 6:141 menyebut saat memberikannya, sedangkan 17:26 dan 30:38 menyebut penerimanya. Terjemahan menulis "haknya" dan tidak memakai "bagiannya" atau "pemberiannya", karena Arabnya memakai haqq.

Orang miskin dan ibnu sabil disebut sesudahnya dengan (وَالْمِسْكِينَ, wa-l-miskiina) yang berarti "dan orang miskin" dan (وَابْنَ السَّبِيلِ, wa-bna s-sabiili) yang berarti "dan ibnu sabil". Kata miskiin berakar س-ك-ن dan di sini berbentuk tunggal dengan kata sandang. Bentuk itu, dengan akhiran yang berbeda-beda, muncul enam kali, yaitu di 17:26, 30:38, 69:34, 74:44, 89:18, dan 107:3. Empat ayat terakhir mengaitkannya dengan makanan, yaitu (طَعَامِ الْمِسْكِينِ, tha'aami l-miskiini) yang berarti "makanan orang miskin" di 69:34, 89:18, dan 107:3, serta (نُطْعِمُ الْمِسْكِينَ, nuth'imu l-miskiina) yang berarti "kami memberi makan orang miskin" di 74:44. Di 17:26 dan 30:38 kata itu berpasangan dengan kata kerja yang menyerahkan hak. Ungkapan ibnu sabil tersusun dari ibna yang berarti "anak" dan s-sabiili yang berarti "jalan", dan muncul delapan kali di tujuh surah, yaitu di 2:177, 2:215, 4:36, 8:41, 9:60, 17:26, 30:38, dan 59:7. Terjemahan mempertahankan bentuk Arabnya, dan ayat 30:38 tidak merinci keadaan orang yang disebut itu.

Bagian kedua ayat menyatakan nilai pemberian itu. Kalimat (ذَٰلِكَ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ, dzaalika khayrun li-lladziina yuriiduuna wajha llaahi) yang berarti "itu lebih baik bagi orang-orang yang menghendaki wajah Allah" hanya ada di 30:38. Kata kerja (يُرِيدُونَ, yuriiduuna) berakar ر-و-د, dan kata kerja itu langsung diikuti kata wajah di empat ayat, yaitu (يُرِيدُونَ وَجْهَهُ, yuriiduuna wajhahu) di 6:52 dan 18:28, (يُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ, yuriiduuna wajha llaahi) di 30:38, dan (تُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ, turiiduuna wajha llaahi) di 30:39. Ayat lain yang menyebut wajah Tuhan sebagai yang dicari memakai ungkapan berbeda, yaitu (ابْتِغَاءَ وَجْهِ, btighaa'a wajhi) di 2:272, 13:22, dan 92:20, serta (لِوَجْهِ اللَّهِ, li-wajhi llaahi) di 76:9. Terjemahan memakai "wajah" di semua tempat itu, karena kata Arabnya wajh.

Ayat ini ditutup dengan (وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ, wa-ulaa'ika humu l-muflihuuna) yang berarti "dan merekalah orang-orang yang beruntung". Rumus ini muncul enam kali, yaitu di 2:5, 3:104, 9:88, 24:51, 30:38, dan 31:5. Kata al-muflihuuna berakar ف-ل-ح dan muncul dua belas kali di sebelas surah, yaitu di 2:5, 3:104, 7:8, 7:157, 9:88, 23:102, 24:51, 30:38, 31:5, 58:22, 59:9, dan 64:16.

Tafsiran

Ayat ini mengubah cara bicara surah 30 dari pengamatan menjadi perintah. Ayat 30:37 menyapa sekelompok orang yang diminta memperhatikan, memakai kata ganti mereka, sedangkan 30:38 memerintah satu orang dengan (فَآتِ, fa-aati). Bentuk perintah tunggal itu kemudian berganti bentuk jamak di 30:39, tempat (آتَيْتُمْ, aataytum) menyapa kalian. Dapat dibaca bahwa perintah memberi dialamatkan lebih dulu kepada pembaca satu per satu, sebelum ayat sesudahnya menyapa mereka bersama-sama.

Susunan tiga penerima di ayat ini sama dengan 17:26 sampai bagian yang menyebut ibnu sabil. Perbedaannya ada pada apa yang menyusul. Di 17:26 menyusul (وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا, wa-laa tubadzdzir tabdziiran) yang berarti "dan janganlah engkau menghambur-hamburkan secara boros", yaitu larangan tentang cara membelanjakan, sedangkan di 30:38 menyusul penilaian tentang tujuan pemberi, yaitu menghendaki wajah Allah. Kedua ayat tidak memuat hal yang sama dan tidak saling menjelaskan.

Kata wajah mengikat ayat ini ke ayat-ayat di sekitarnya. Kata benda wajh dipakai empat kali di surah 30, yaitu di 30:30, 30:38, 30:39, dan 30:43. Di 30:30 dan 30:43 bunyinya sama, (فَأَقِمْ وَجْهَكَ, fa-aqim wajhaka) yang berarti "maka hadapkanlah wajahmu", dan susunan itu hanya muncul di kedua ayat itu. Ayat 30:38 dan 30:39 menyebut wajah Allah yang dikehendaki pemberi. Dapat dibaca bahwa surah ini menaruh dua ayat tentang memberi di antara dua perintah menghadapkan wajah, sehingga arah wajah pemberi dan arah wajah yang dihadapkan di 30:30 dan 30:43 berada dalam satu rangkaian kata, meskipun ayat-ayat itu tidak menyebut hubungan itu.

Ayat 30:39 mengulang ukuran wajah itu untuk dua jenis pemberian, dan ayat 30:40 kembali menyebut rezeki sebagai pemberian Allah kepada kalian. Dengan urutan itu perintah memberi di 30:38 terletak di tengah, di antara pengamatan tentang rezeki di 30:37 dan pernyataan tentang pemberi rezeki di 30:40.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 30:38 menyebut yang diserahkan sebagai haknya dan memakai kata kerja memberi untuk menyerahkannya, sehingga milik yang berpindah tangan di sini dinamai hak penerima. Pembaca yang pernah menyerahkan sesuatu kepada kerabat dan menyebutnya bantuan mendapati bahwa ayat ini memakai kata lain. Teks tidak menyebut ukuran hak itu, dan pembaca menghadapi pertanyaan yang sama tanpa angka di tangannya. Bila yang sampai ke tangan kerabat dinamai hak, di tangan siapa hak itu semula tersimpan, dan sudah berapa lama tersimpan di sana?
  • Tiga penerima disebut berurutan dalam satu perintah, yaitu kerabat dekat, orang miskin, dan ibnu sabil, tanpa kata penyaring seperti yang layak. Di 17:26 daftar yang sama disusul larangan menghambur-hamburkan, sehingga pemberi di sana ditemani pengingat tentang takaran. Di 30:38 pemberi ditemani pernyataan tentang tujuan, yaitu wajah Allah. Orang yang hendak memberi dapat memperhatikan mana dari kedua pendamping itu yang lebih dulu hadir dalam pikirannya. Takaran atau tujuan, mana yang lebih dulu ditanyakan pembaca kepada dirinya sendiri ketika tangannya terulur?
  • Ayat ini menamai tujuan pemberi, yaitu wajah Allah, dan menyebut orang yang menghendakinya sebagai orang yang beruntung. Tujuan lain tidak disebut di sini, misalnya terima kasih penerima atau nama baik di mata orang lain. Di 76:9 orang-orang yang memberi makan berkata bahwa mereka tidak mengharap balasan dan syukur dari penerima. Ucapan itu milik kelompok lain di ayat lain dan tidak dipakai untuk menafsirkan 30:38, tetapi ucapan itu menunjukkan satu cara lain menyebut tujuan yang sama. Apa yang tersisa di tangan pemberi ketika terima kasih tidak pernah datang?
  • Perintah di 30:38 berbentuk tunggal, jadi alamatnya satu orang, dan baru di 30:39 sapaan berubah menjadi kalian. Pembaca yang terbiasa memandang pemberian sebagai urusan lembaga atau kelompok melihat bahwa ayat ini lebih dulu menunjuk satu orang di depan tiga jenis penerima. Perintah itu tidak menyebut orang lain yang harus bergerak lebih dulu. Dapatkah pembaca menyebut satu nama untuk masing-masing dari tiga penerima itu, dan bila tidak, nama siapa yang paling dulu muncul di benaknya?
  • Di 69:34, 74:44, 89:18, dan 107:3 orang miskin disebut bersama makanan, dan perbuatan yang disebut di sana adalah tidak memberi makan atau tidak mendorong orang memberi makan. Di 30:38 orang miskin disebut bersama hak. Dua cara menyebut itu menaruh orang miskin di dua tempat, sebagai orang yang diberi makan dan sebagai pemilik hak. Pembaca dapat memeriksa gambaran mana yang melekat di kepalanya ketika melihat orang miskin. Bila pembaca pernah memberi makan, pernahkah makanan itu diberikan dengan sikap orang yang menyerahkan hak, dan apa yang berubah pada piring itu bila sikapnya demikian?
  • Penerima ketiga disebut dengan ungkapan yang tidak merinci siapa dia, mengapa berada di jalan, atau apakah pemberi mengenalnya. Teks 30:38 tidak memasang syarat pengenalan. Di 2:215 ungkapan yang sama muncul dalam daftar penerima kebaikan yang dikerjakan, dan ayat itu ditutup dengan pernyataan bahwa Allah mengetahuinya. Di 59:7 ungkapan itu muncul dalam daftar pembagian, juga tanpa keterangan tambahan. Seberapa banyak yang perlu diketahui seseorang tentang orang asing sebelum hak itu dianggap sudah sampai kepadanya?
  • Perintah memberi di 30:38 menyambung 30:37 lewat kata fa-, dan di 30:37 Allah disebut melapangkan serta menyempitkan rezeki. Dengan begitu yang diminta diserahkan adalah bagian dari sesuatu yang menurut ayat sebelumnya dapat melebar dan dapat menyempit. Tidak ada kalimat di 30:38 yang menyebut kapan pemberian itu dilakukan. Bila rezeki dapat berubah arah dalam satu masa hidup, seberapa jauh hak orang lain dapat ditunda, dan siapa yang menjamin bahwa lapang hari ini masih ada besok?