وَمَا آتَيْتُمْ مِنْ رِبًا لِيَرْبُوَ فِي أَمْوَالِ النَّاسِ فَلَا يَرْبُو عِنْدَ اللَّهِ ۖ وَمَا آتَيْتُمْ مِنْ زَكَاةٍ تُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُضْعِفُونَ

Riba yang kalian berikan agar berkembang pada harta orang lain, tidaklah berkembang dalam pandangan Allah. Adapun zakat yang kalian berikan dengan menghendaki wajah Allah, merekalah orang-orang yang melipatgandakan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَمَا آتَيْتُمْ مِنْ رِبًا لِيَرْبُوَ فِي أَمْوَالِ النَّاسِ فَلَا يَرْبُو عِنْدَ اللَّهِwa-maa aataytum min riban li-yarbuwaa fii amwaali n-naasi fa-laa yarbuu 'inda llaahiriba yang kalian berikan agar berkembang pada harta orang lain, tidaklah berkembang dalam pandangan Allah
  2. وَمَا آتَيْتُمْ مِنْ زَكَاةٍ تُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُضْعِفُونَwa-maa aataytum min zakaatin turiiduuna wajha llaahi fa-ulaa'ika humu l-mudh'ifuunaadapun zakat yang kalian berikan dengan menghendaki wajah Allah, merekalah orang-orang yang melipatgandakan

Terjemahan per kata (22 kata)

  1. وَمَاwa-maadan apa yang
  2. آتَيْتُمْaataytumkalian berikan
  3. مِنْmindari
  4. رِبًاribanriba
  5. لِيَرْبُوَli-yarbuwaaagar bertambah
  6. فِيfiipada
  7. أَمْوَالِamwaaliharta
  8. النَّاسِn-naasimanusia
  9. فَلَاfa-laamaka tidak
  10. يَرْبُوyarbuubertambah
  11. عِنْدَ'indadi sisi
  12. اللَّهِllaahiAllah
  13. وَمَاwa-maadan apa yang
  14. آتَيْتُمْaataytumkalian berikan
  15. مِنْmindari
  16. زَكَاةٍzakaatinzakat
  17. تُرِيدُونَturiiduunakalian kehendaki
  18. وَجْهَwajhawajah
  19. اللَّهِllaahiAllah
  20. فَأُولَٰئِكَfa-ulaa'ikamaka mereka itu
  21. هُمُhumumerekalah
  22. الْمُضْعِفُونَl-mudh'ifuunaorang-orang yang dilipatgandakan

Inti bacaan

Kata (الْمُضْعِفُونَ, l-mudh'ifuuna) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 30:39.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini memuat dua kalimat yang dibuka dengan bunyi sama, (وَمَا آتَيْتُمْ مِنْ, wa-maa aataytum min) yang berarti "dan apa yang kalian berikan dari". Rangkaian itu hanya ada di 30:39, tempat rangkaian tersebut diulang dua kali. Benda yang diberikan membedakan keduanya. Kalimat pertama menyebut (رِبًا, riban), dan kalimat kedua menyebut (زَكَاةٍ, zakaatin). Kata kerja memberinya berakar أ-ت-ي, sama dengan perintah (فَآتِ, fa-aati) di 30:38.

Kata riban yang berarti "riba" berakar ر-ب-و dan tidak memakai kata sandang, sehingga terjemahan menulis "riba" tanpa "itu". Di tempat lain kata ini selalu bersandang, yaitu (الرِّبَا, r-ribaa) di 2:275, 2:276, 2:278, 3:130, dan 4:161. Teks 30:39 tidak menjelaskan bentuk riba yang dimaksud. Ayat ini menyebut tujuan pemberinya, yaitu (لِيَرْبُوَ فِي أَمْوَالِ النَّاسِ, li-yarbuwaa fii amwaali n-naasi) yang berarti "agar berkembang pada harta orang lain".

Kata kerja (لِيَرْبُوَ, li-yarbuwaa) yang berarti "agar berkembang" dan (يَرْبُو, yarbuu) yang berarti "berkembang" berakar sama dengan riba. Kalimat pertama dengan begitu memakai satu akar untuk bendanya dan untuk hasil yang dicarinya: riba diberikan agar berkembang, lalu dinyatakan tidak berkembang. Bentuk li-yarbuwaa dan yarbuu hanya ada di 30:39. Akar ر-ب-و dipakai di 15 ayat dengan berbagai arti. Bumi yang bergerak dan menjadi subur setelah air turun disebut (وَرَبَتْ, wa-rabat) di 22:5 dan 41:39. Di 2:276, (وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ, wa-yurbii sh-shadaqaati) yang berarti "dan menyuburkan sedekah" dihadapkan pada riba yang dihapus. Di 13:17 buih disebut (رَابِيًا, raabiyan) yang berarti "mengambang". Terjemahan 30:39 memakai "berkembang" karena harta yang bertambah, sedangkan "subur" dipakai untuk tanah dan sedekah di ayat lain.

Frasa (أَمْوَالِ النَّاسِ, amwaali n-naasi) yang berarti "harta manusia" muncul dua kali, yaitu di 2:188 dan 30:39. Terjemahan 30:39 menulis "harta orang lain" karena kalimat itu menyebut kalian sebagai pemberi, sehingga kata manusia akan terbaca mencakup pemberi sendiri. Arabnya tidak memuat kata lain. Frasa (عِنْدَ اللَّهِ, 'inda llaahi) secara harfiah berarti "di sisi Allah", dan terjemahan memakai "dalam pandangan Allah" karena kata kerja yang dinilai di situ, berkembang, berlangsung pada harta manusia dan penilaiannya dikaitkan kepada Allah.

Kalimat kedua memuat (مِنْ زَكَاةٍ, min zakaatin) yang berarti "dari zakat". Kata zakaah berakar ز-ك-و dan di sini juga tanpa kata sandang. Bentuk tak tentu itu, dengan akhiran yang berbeda-beda, muncul tiga kali, yaitu di 18:81, 19:13, dan 30:39. Di 18:81, (زَكَاةً, zakaatan) diterjemahkan "kesucian" dalam "yang lebih baik kesuciannya daripada anak itu", dan di 19:13, (وَزَكَاةً, wa-zakaatan) diterjemahkan "dan kesucian". Di 30:39 benda itu diberikan, dan terjemahan mempertahankan "zakat". Tujuan pemberinya disebut dengan (تُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ, turiiduuna wajha llaahi) yang berarti "kalian menghendaki wajah Allah", bentuk sapaan dari kata kerja yang di 30:38 berbentuk orang ketiga.

Penutup kalimat kedua, (فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُضْعِفُونَ, fa-ulaa'ika humu l-mudh'ifuuna) yang berarti "merekalah orang-orang yang melipatgandakan", memuat kata (الْمُضْعِفُونَ, l-mudh'ifuuna) berakar ض-ع-ف yang hanya ada di 30:39. Kata kerja dari akar yang sama dipakai dengan Allah sebagai pelaku di 2:245, 2:261, 4:40, 57:11, dan 64:17, misalnya (فَيُضَاعِفَهُ, fa-yudhaa'ifahu) di 2:245 yang berarti "lalu Dia melipatgandakannya". Di 3:130, (أَضْعَافًا مُضَاعَفَةً, adh'aafan mudhaa'afatan) yang berarti "berlipat ganda" menyertai riba. Dengan demikian akar ض-ع-ف dipakai untuk riba di 3:130 dan untuk pemberi zakat di 30:39. Di 30:39 mereka yang memberi disebut sebagai pelaku yang melipatgandakan, sedangkan objek yang dilipatgandakan, jumlahnya, dan hubungannya dengan ayat-ayat yang menyebut Allah sebagai pelaku tidak diterangkan.

Tafsiran

Ayat ini menaruh riba dan zakat berdampingan, lalu menilai keduanya menurut tujuan pemberi. Pada kalimat pertama riba diberikan agar berkembang pada harta orang lain, lalu dinyatakan tidak berkembang dalam pandangan Allah. Pada kalimat kedua zakat diberikan dengan menghendaki wajah Allah, lalu pemberinya disebut orang-orang yang melipatgandakan. Kedua kalimat sama-sama menyebut tujuan pemberi. Tujuan di kalimat pertama terletak pada harta manusia dan tujuan di kalimat kedua pada wajah Allah, lalu hasil tiap kalimat disebut menurut tujuannya.

Ayat ini melanjutkan 30:38. Di sana orang-orang yang menghendaki wajah Allah dibicarakan sebagai mereka dan ditutup dengan sebutan beruntung, (الْمُفْلِحُونَ, l-muflihuuna). Di sini kata kerja menghendaki berbentuk kalian, dan penutupnya berganti menjadi (الْمُضْعِفُونَ, l-mudh'ifuuna). Dapat dibaca bahwa dua ayat berdampingan itu memberi dua sebutan kepada pemberi yang sama, satu dari kejauhan dan satu dalam sapaan langsung, dan bahwa sapaan langsung baru datang sesudah tujuan pemberi disebut untuk kedua kalinya.

Pertentangan antara riba dan pemberian juga terdapat di 2:276, tempat Allah menghapus riba dan menyuburkan sedekah dengan akar ر-ب-و. Ayat 30:39 tidak menyebut larangan. Larangan atau penolakan atas riba tertulis di ayat lain, yaitu 2:275 sampai 2:278, 3:130, dan 4:161, sedangkan 30:39 memuat pernyataan tentang hasil. Ayat-ayat itu berbicara dalam susunan yang berlainan, dan tidak dipakai di sini untuk menafsirkan niat pemberi riba.

Letak ayat ini dalam surah terlihat dari sambungannya. Ayat 30:37 menyebut Allah melapangkan dan menyempitkan rezeki, 30:38 memerintahkan memberi hak kepada tiga penerima, dan 30:39 membedakan dua jenis pemberian menurut tujuannya. Ayat 30:40 berikutnya menyebut (ثُمَّ رَزَقَكُمْ, tsumma razaqakum) yang berarti "kemudian memberikan kalian rezeki", sehingga pemberian harta oleh manusia di 30:38 dan 30:39 berada di antara dua ayat yang menyebut rezeki sebagai pemberian Allah.

Renungan dan Hikmah

  • Riba dan zakat sama-sama diserahkan oleh pemberi, dan ayat 30:39 memakai kata kerja yang sama untuk keduanya, sehingga dari luar kedua gerakan itu tampak serupa, yaitu harta berpindah dari satu tangan ke tangan lain. Ayat menyebut perbedaannya pada tujuan: berkembang pada harta orang lain, atau wajah Allah. Pembaca yang ditanya apa yang dilakukannya dengan hartanya dapat menyebut gerakannya, sedangkan ayat ini menyebut tujuannya. Bila ada orang yang mengamati penyerahan itu dari dekat, apakah sesuatu di dalamnya membuat tujuannya terbaca?
  • Hukum riba tidak dirumuskan di ayat ini. Ayat ini menyebut hasilnya, yaitu tidak berkembang dalam pandangan Allah. Dengan begitu janji yang dibawa pemberi ke dalam pemberiannya, yaitu bahwa harta itu akan berkembang pada harta orang lain, disangkal. Pembaca yang pernah menyerahkan sesuatu sambil menghitung berapa yang akan kembali dapat bertanya pada penyerahan yang mana hitungan itu ikut serta. Bagaimana kalimat tidak berkembang dalam pandangan Allah terdengar bagi hitungan semacam itu?
  • Riba dan kata kerja berkembang berasal dari satu akar, jadi kalimat pertama memakai satu akar untuk benda yang diberikan dan untuk hasil yang diharapkan. Di 2:276 akar itu muncul lagi pada sedekah, dan di sana Allah disebut menghapus riba dan menyuburkan sedekah. Pembaca yang membaca dua ayat itu berdampingan menemukan satu kata yang menunjuk dua arah, yaitu riba yang berkembang lalu dinyatakan tidak berkembang, dan sedekah yang disuburkan. Pada hartanya sendiri, apa yang disebut pembaca tumbuh, dan tumbuh dalam pandangan siapa?
  • Di 2:245, 2:261, 4:40, 57:11, dan 64:17 yang melipatgandakan adalah Allah, dan di 30:39 pemberi zakat disebut orang-orang yang melipatgandakan. Ayat ini tidak memuat angka maupun objek yang dilipatgandakan, sehingga pemberi tidak diberi alat untuk menghitung hasil pemberiannya. Seseorang yang menyerahkan hartanya tanpa angka apa pun di tangan dapat menimbang apakah sebutan itu terasa lebih utuh bagi orang yang tidak pernah mengetahui hasilnya.
  • Di 30:38 orang yang menghendaki wajah Allah dibicarakan sebagai mereka, dan di 30:39 kata kerja yang sama berubah menjadi kalian. Pergeseran itu memindahkan pembaca dari kedudukan orang yang mengamati ke kedudukan orang yang disapa. Pembaca yang tadi membaca tentang orang lain mendapati kata kerja itu kini diarahkan kepadanya. Siapa yang selama ini dibayangkan pembaca ketika membaca kata mereka di ayat sebelumnya, dan pada kata yang mana orang itu berubah menjadi dirinya sendiri?
  • Riba di kalimat pertama diberi tempat tumbuh, yaitu harta orang lain, sedangkan zakat di kalimat kedua diberi tujuan, yaitu wajah Allah. Ada dua tempat tujuan pemberian dapat dibayangkan mendarat, di harta penerima atau di hadapan Allah. Tempat ketiga tidak tertulis. Pembaca dapat memeriksa pemberiannya sendiri, apakah pemberian itu dibayangkan mendarat di harta penerima, di nama baik pemberi, atau di hadapan Tuhan, dan apakah gambaran itu sama pada saat memberi dan pada saat menunggu hasilnya?