اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ ثُمَّ رَزَقَكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ۖ هَلْ مِنْ شُرَكَائِكُمْ مَنْ يَفْعَلُ مِنْ ذَٰلِكُمْ مِنْ شَيْءٍ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Allahlah yang menciptakan kalian, kemudian memberikan kalian rezeki, kemudian mematikan kalian, kemudian menghidupkan kalian. Adakah di antara sekutu-sekutu kalian yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? Mahasuci Dia, dan Tinggilah Dia dari apa yang mereka persekutukan.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ ثُمَّ رَزَقَكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْallaahu lladzii khalaqakum tsumma razaqakum tsumma yumiitukum tsumma yuhyiikumAllahlah yang menciptakan kalian, kemudian memberikan kalian rezeki, kemudian mematikan kalian, kemudian menghidupkan kalian
  2. هَلْ مِنْ شُرَكَائِكُمْ مَنْ يَفْعَلُ مِنْ ذَٰلِكُمْ مِنْ شَيْءٍhal min syurakaa'ikum man yaf'alu min dzaalikum min syay'inadakah di antara sekutu-sekutu kalian yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu
  3. سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَsubhaanahu wa-ta'aalaa 'ammaa yusyrikuunaMahasuci Dia, dan Tinggilah Dia dari apa yang mereka persekutukan

Terjemahan per kata (22 kata)

  1. اللَّهُallaahuAllah
  2. الَّذِيlladziiyang
  3. خَلَقَكُمْkhalaqakummenciptakan kalian
  4. ثُمَّtsummakemudian
  5. رَزَقَكُمْrazaqakummemberi kalian rezeki
  6. ثُمَّtsummakemudian
  7. يُمِيتُكُمْyumiitukumDia mematikan kalian
  8. ثُمَّtsummakemudian
  9. يُحْيِيكُمْyuhyiikumDia menghidupkan kalian
  10. هَلْhalapakah
  11. مِنْmindari
  12. شُرَكَائِكُمْsyurakaa'ikumsekutu-sekutu kalian
  13. مَنْmanorang yang
  14. يَفْعَلُyaf'alumelakukan
  15. مِنْmindari
  16. ذَٰلِكُمْdzaalikumdemikian itu
  17. مِنْmindari
  18. شَيْءٍsyay'insesuatu
  19. سُبْحَانَهُsubhaanahuMahasuci Dia
  20. وَتَعَالَىٰwa-ta'aalaadan Mahatinggi
  21. عَمَّا'ammaadari apa yang
  22. يُشْرِكُونَyusyrikuunamenyekutukan

Inti bacaan

Rangkaian (ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ, tsumma yumiitukum tsumma yuhyiikum) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:28, 22:66, dan 30:40.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ, allaahu lladzii khalaqakum) yang berarti "Allahlah yang menciptakan kalian". Nama Allah langsung disusul alladzii yang berarti "yang", sehingga empat kata kerja sesudahnya berpelaku sama. Susunan allaahu lladzii khalaqakum muncul dua kali, yaitu di 30:40 dan 30:54, dan di 30:54 susunan itu disusul (مِنْ ضَعْفٍ, min dha'fin) yang berarti "dari keadaan lemah". Kata kerja (خَلَقَكُمْ, khalaqakum) berakar خ-ل-ق dan muncul enam belas kali di empat belas surah, yaitu di 2:21, 4:1, 6:2, 7:189, 16:70, 26:184, 30:20, 30:40, 30:54, 35:11, 37:96, 39:6, 40:67, 41:21, 64:2, dan 71:14. Tiga di antaranya, 30:20, 30:40, dan 30:54, berada di surah ini.

Keempat kata kerja disambung tiga kali oleh (ثُمَّ, tsumma) yang berarti "kemudian". Urutan (خَلَقَكُمْ ثُمَّ رَزَقَكُمْ, khalaqakum tsumma razaqakum) yang berarti "menciptakan kalian, kemudian memberikan kalian rezeki" hanya ada di 30:40. Kata (رَزَقَكُمْ, razaqakum) berakar ر-ز-ق dan muncul empat kali, yaitu di 8:26, 16:72, 30:40, dan 40:64. Tiga ayat yang lain menyambungnya dengan (وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ, wa-razaqakum mina th-thayyibaati) yang berarti "dan memberi kalian rezeki dari yang baik-baik", sedangkan 30:40 tidak menyebut dari apa rezeki itu. Dua kata kerja pertama menandai perbuatan yang sudah selesai. Dua yang terakhir, (يُمِيتُكُمْ, yumiitukum) yang berarti "mematikan kalian" dan (يُحْيِيكُمْ, yuhyiikum) yang berarti "menghidupkan kalian", menandai perbuatan yang belum selesai. Rangkaian (ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ, tsumma yumiitukum tsumma yuhyiikum) muncul tiga kali, yaitu di 2:28, 22:66, dan 30:40, sedangkan 45:26 membalik urutannya menjadi (يُحْيِيكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ, yuhyiikum tsumma yumiitukum). Rezeki tidak ikut dalam urutan di 2:28, 22:66, dan 45:26, dan baru 30:40 memuatnya di antara penciptaan dan kematian.

Pertanyaan di tengah ayat dibuka dengan (هَلْ مِنْ شُرَكَائِكُمْ, hal min syurakaa'ikum) yang berarti "adakah di antara sekutu-sekutu kalian". Rangkaian itu muncul tiga kali, yaitu di 10:34, 10:35, dan 30:40. Di 10:34 rangkaian itu disusul (مَنْ يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ, man yabda'u l-khalqa tsumma yu'iiduhu) yang berarti "yang memulai penciptaan kemudian mengembalikannya", di 10:35 disusul pertanyaan tentang siapa yang membimbing pada kebenaran, dan di 30:40 disusul (مَنْ يَفْعَلُ مِنْ ذَٰلِكُمْ مِنْ شَيْءٍ, man yaf'alu min dzaalikum min syay'in) yang berarti "yang berbuat sesuatu dari yang demikian itu". Terjemahan menambahkan "dapat" di depan "berbuat" untuk menandai bahwa pertanyaannya menyangkut kemampuan, sedangkan Arabnya hanya memuat kata kerja berbuat. Frasa (مِنْ ذَٰلِكُمْ, min dzaalikum) muncul dua kali, yaitu di 3:15 dan 30:40. Di 3:15, (بِخَيْرٍ مِنْ ذَٰلِكُمْ, bi-khayrin min dzaalikum) yang berarti "yang lebih baik daripada yang demikian itu" memakai min untuk perbandingan, sedangkan di 30:40 min menunjuk bagian dari keempat pekerjaan tadi. Kata (مِنْ شَيْءٍ, min syay'in) yang berarti "sesuatu" berbentuk tak tentu, dan ayat ini tidak memilih pekerjaan mana dari keempatnya yang dimaksud.

Penutup ayat, (سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ, subhaanahu wa-ta'aalaa 'ammaa yusyrikuuna) yang berarti "Mahasuci Dia, dan Tinggilah Dia dari apa yang mereka persekutukan", muncul empat kali, yaitu di 10:18, 16:1, 30:40, dan 39:67. Terjemahan memakai "Mahasuci Dia" untuk subhaanahu dan "Tinggilah Dia" untuk ta'aalaa, tanpa kata Maha pada yang kedua. Kata kerja (يُشْرِكُونَ, yusyrikuuna) berakar ش-ر-ك, akar yang sama dengan (شُرَكَائِكُمْ, syurakaa'ikum) yang berarti "sekutu-sekutu kalian" di awal pertanyaan. Pelakunya berganti. Sekutu-sekutu itu disebut milik kalian, sedangkan yang mempersekutukan disebut mereka.

Tafsiran

Ayat ini menjawab ayat-ayat tentang rezeki sebelumnya dengan menunjuk satu pelaku bagi empat peristiwa dalam hidup manusia. Rezeki yang di 30:37 dilapangkan dan disempitkan, serta di 30:38 dan 30:39 diserahkan oleh manusia kepada manusia lain, di sini ditaruh di tengah sebuah rangkaian, sesudah penciptaan dan sebelum kematian. Dengan kata tsumma sebagai penyambungnya, rezeki berada di dalam masa hidup, tidak di luarnya. Di 2:28, 22:66, dan 45:26 urutan hidup dan mati berdiri tanpa rezeki, sehingga 30:40 menambahkan satu mata rantai yang di tiga ayat itu tidak ada.

Pertanyaan tentang sekutu sudah muncul di 30:28, dalam bentuk (هَلْ لَكُمْ مِنْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ مِنْ شُرَكَاءَ فِي مَا رَزَقْنَاكُمْ, hal lakum min maa malakat aymaanukum min syurakaa'a fii maa razaqnaakum) yang berarti "apakah di antara hamba sahaya yang kalian miliki ada sekutu bagi kalian dalam rezeki yang telah Kami berikan kepada kalian". Pertanyaan itu diajukan lewat (ضَرَبَ لَكُمْ مَثَلًا مِنْ أَنْفُسِكُمْ, dharaba lakum matsalan min anfusikum) yang berarti "membuat perumpamaan bagi kalian dari diri kalian sendiri", yaitu dari hubungan antarmanusia. Di 30:40 pertanyaan tentang sekutu diajukan langsung kepada pihak yang dipersekutukan, tanpa perumpamaan, dan menyangkut rezeki yang sama beserta tiga pekerjaan lain. Dapat dibaca bahwa 30:28 menyiapkan cara berpikirnya dan 30:40 menjatuhkan pertanyaannya. Kedua ayat tidak berbicara tentang pihak yang sama, sebab yang satu menyangkut hamba sahaya milik manusia dan yang lain menyangkut sekutu yang dipersekutukan.

Urutan ayat ini berbeda dari 10:34 dan 10:35. Di sana pertanyaan (هَلْ مِنْ شُرَكَائِكُمْ, hal min syurakaa'ikum) disusul perintah menjawab, misalnya (قُلِ اللَّهُ يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ, quli llaahu yabda'u l-khalqa tsumma yu'iiduhu) yang berarti "katakanlah, Allah memulai penciptaan kemudian mengembalikannya", sehingga jawabannya tertulis. Di 30:40 pernyataan tentang pelaku ada lebih dulu di awal ayat, pertanyaan datang sesudahnya, dan ayat ditutup dengan penyucian. Jawaban atas pertanyaan itu sudah diletakkan sebelum pertanyaannya diajukan, sehingga penutup tidak mengulangnya dan langsung menyatakan kedudukan Allah terhadap apa yang dipersekutukan. Sapaan pun berpindah dari kalian ke mereka pada kata kerja terakhir, dan perpindahan itu menaruh pihak yang mempersekutukan di luar sapaan.

Renungan dan Hikmah

  • Hidup pembaca ditulis dalam empat peristiwa, yaitu diciptakan, diberi rezeki, dimatikan, dan dihidupkan, dan ayat 30:40 menaruh satu pelaku di depan semuanya, Allah. Nama itu disebut sekali di awal ayat dan tidak diulang untuk tiap kata kerja. Pembaca dapat menandai mana dari keempat peristiwa itu yang paling mudah diakuinya berasal dari Allah, dan mana yang paling mudah diserahkan kepada pihak lain. Misalnya rezeki diserahkan kepada pekerjaan, atau penciptaan kepada keadaan alam. Pada peristiwa yang mana pembaca paling lama menahan nama itu?
  • Rezeki disebut di antara penciptaan dan kematian, di dalam rangkaian yang di 2:28, 22:66, dan 45:26 berdiri tanpa rezeki. Dengan begitu rezeki berada di antara dua batas hidup dan tidak di ruang tersendiri yang terpisah dari umur. Pembaca yang mencatat rezeki dalam satu lembar dan umur dalam lembar lain mendapati ayat ini menuliskan keduanya dalam satu baris, dengan Allah di depan tiap kata kerja dan pembaca pada kata kalian. Di lembar mana biasanya pembaca menaruh rezekinya, di baris umur atau di lembar yang terpisah dari ayat ini?
  • Pertanyaan di ayat ini meminta sekutu berbuat sesuatu dari keempat pekerjaan tadi, tidak semuanya. Kata sesuatu berbentuk tak tentu, jadi dapat dibaca bahwa pekerjaan terkecil sekalipun termasuk dalam yang ditanyakan. Keempat pekerjaan itu disebut pekerjaan Allah di awal ayat. Pembaca yang pernah menyebut pihak lain sebagai sebab hidupnya dapat memeriksa pekerjaan mana dari keempatnya yang sebenarnya dimaksudkannya, dan seberapa kecil pekerjaan itu bila diperiksa satu per satu. Dapatkah pembaca menunjuk satu saja yang berada di luar tangan Allah?
  • Di 10:34 pertanyaan tentang sekutu disusul perintah menjawab, Katakanlah, Allah memulai penciptaan, dan di 10:35 disusul Katakanlah, Allah membimbing pada kebenaran. Di 30:40 tidak ada perintah menjawab, dan jawabannya sudah tertulis lebih dulu pada empat kata kerja pembuka. Pembaca yang terbiasa menunggu jawaban sesudah pertanyaan mendapati urutan yang terbalik, yaitu jawaban lebih dulu lalu pertanyaan. Adakah pertanyaan dalam hidup pembaca yang jawabannya sudah lebih dulu berada di tangannya sebelum sempat diajukan?
  • Sepanjang ayat pembaca disapa sebagai kalian, mulai dari diciptakan, diberi rezeki, dimatikan, dan dihidupkan, sampai sekutu-sekutu kalian. Pada kata kerja terakhir sapaan berpindah, dan yang mempersekutukan disebut mereka. Pembaca yang setuju dengan seluruh ayat sampai kalimat terakhir mendapati bahwa pihak yang mempersekutukan ditempatkan di luar sapaan, padahal sekutu-sekutu itu tadi disebut milik kalian. Penutup ayat menyucikan Allah dari apa yang dipersekutukan. Dalam kata mana pembaca merasa dirinya berpindah dari yang disapa menjadi yang dibicarakan, dan siapa yang memindahkannya?
  • Kata memberi rezeki di ayat ini tidak diikuti dari apa. Di 8:26, 16:72, dan 40:64 kata yang sama diikuti dari yang baik-baik. Pembaca yang ditanya asal penghasilannya dapat menyebut pekerjaan, usaha, atau warisan. Ayat ini menyebut pemberinya, yaitu Allah, dan membiarkan sumbernya tak bernama. Apa yang berubah pada cara pembaca bersyukur atau mengeluh bila nama pemberi datang lebih dulu daripada nama sumber, dan bagaimana rasanya mengucapkan dua nama itu dengan urutan terbalik?