ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, agar Dia mencicipkan kepada mereka sebagian dari apa yang mereka kerjakan, agar mereka kembali.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِzhahara l-fasaadu fii l-barri wa-l-bahri bi-maa kasabat aydii n-naasitelah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia
- لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَli-yudziiqahum ba'dha lladzii 'amiluu la'allahum yarji'uunaagar Dia mencicipkan kepada mereka sebagian dari apa yang mereka kerjakan, agar mereka kembali
Terjemahan per kata (15 kata)
- ظَهَرَzhaharatampak
- الْفَسَادُl-fasaadukerusakan
- فِيfiidi
- الْبَرِّl-barridarat
- وَالْبَحْرِwa-l-bahridan laut
- بِمَاbi-maakarena apa yang
- كَسَبَتْkasabatdiusahakan
- أَيْدِيaydiitangan
- النَّاسِn-naasimanusia
- لِيُذِيقَهُمْli-yudziiqahumagar Dia mencicipkan kepada mereka
- بَعْضَba'dhasebagian
- الَّذِيlladziiyang
- عَمِلُوا'amiluumereka beramal
- لَعَلَّهُمْla'allahumagar mereka
- يَرْجِعُونَyarji'uunakembali
Inti bacaan
Susunan (ظَهَرَ الْفَسَادُ, zhahara l-fasaadu) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 30:41.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (ظَهَرَ الْفَسَادُ, zhahara l-fasaadu) yang berarti "telah tampak kerusakan". Kata kerja zhahara berakar ظ-ه-ر dan menandai perbuatan yang sudah terjadi, sehingga terjemahan memakai "telah tampak". Bentuk zhahara muncul lima kali, yaitu di 6:151, 7:33, 9:48, 24:31, dan 30:41. Di 6:151, (مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ, maa zhahara minhaa wa-maa bathana) yang berarti "apa yang tampak darinya dan apa yang tersembunyi" menyebut perbuatan keji. Di 24:31, (إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا, illaa maa zhahara minhaa) yang berarti "kecuali yang terlihat darinya" menyebut perhiasan, dan di 9:48, (وَظَهَرَ أَمْرُ اللَّهِ, wa-zhahara amru llaahi) yang berarti "dan tampaklah urusan Allah". Di 30:41 kerusakan sendiri menjadi pelaku kata kerja itu.
Kata (الْفَسَادُ, l-fasaadu) berakar ف-س-د dan di sini berkedudukan sebagai pelaku. Dengan kedudukan sebagai objek, bentuk (الْفَسَادَ, l-fasaada) muncul empat kali, yaitu di 2:205, 28:77, 40:26, dan 89:12. Di 40:26, (أَنْ يُظْهِرَ فِي الْأَرْضِ الْفَسَادَ, an yuzhhira fii l-ardhi l-fasaada) yang berarti "menampakkan kerusakan di bumi" memakai akar ظ-ه-ر dengan seseorang sebagai pihak yang menampakkan. Di 30:41 kerusakan tampak tanpa pihak yang menampakkannya, dan perbuatan manusia masuk lewat kata sebab.
Frasa (فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ, fii l-barri wa-l-bahri) yang berarti "di darat dan di laut" tersusun dari kata berakar ب-ر-ر dan kata berakar ب-ح-ر. Pasangan darat dan laut muncul tujuh kali di lima surah, yaitu di 6:59, 6:63, 6:97, 10:22, 17:70, 27:63, dan 30:41. Enam ayat selain 30:41 memakai pasangan itu untuk hal lain. Di 6:59 Allah mengetahui apa yang ada di sana, di 10:22 Dia memperjalankan manusia di sana, dan di 17:70, (وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ, wa-hamalnaahum fii l-barri wa-l-bahri) yang berarti "dan Kami angkut mereka di darat dan di laut". Di 6:63, 6:97, dan 27:63 darat dan laut disebut bersama kegelapan, tempat orang diselamatkan atau diberi petunjuk. Di 30:41 darat dan laut menjadi tempat kerusakan tampak.
Kata (بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ, bi-maa kasabat aydii n-naasi) yang berarti "disebabkan perbuatan tangan manusia" tersusun dari bi- yang berarti "oleh", maa yang berarti "apa yang", kata kerja kasabat berakar ك-س-ب, dan aydii yang berarti "tangan-tangan". Rangkaian (بِمَا كَسَبَتْ, bi-maa kasabat) muncul delapan kali, yaitu di 2:225, 6:70, 13:33, 30:41, 40:17, 42:30, 45:22, dan 74:38. Hanya dua ayat di antaranya yang menjadikan tangan sebagai pelaku, yaitu 30:41 dan (فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ, fa-bi-maa kasabat aydiikum) di 42:30. Di 30:36 tangan juga disebut, tetapi kata kerjanya lain, yaitu (بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ, bi-maa qaddamat aydiihim), dan pelakunya mereka. Rangkaian qaddamat aydiihim muncul enam kali, yaitu di 2:95, 4:62, 28:47, 30:36, 42:48, dan 62:7. Terjemahan 30:41 menulis "perbuatan tangan manusia" dan dengan begitu mempertahankan kata tangan.
Kata (لِيُذِيقَهُمْ, li-yudziiqahum) yang berarti "agar Dia mencicipkan kepada mereka" terdiri dari li- yang berarti "agar" dan kata kerja berakar ذ-و-ق dalam bentuk yang menyebabkan orang lain merasakan. Bentuk itu dipakai di 21 ayat, dan empat di antaranya berada di surah 30, yaitu 30:33, 30:36, 30:41, dan 30:46. Pada tiga ayat selain 30:41 benda yang dicicipkan adalah rahmat, yaitu (رَحْمَةً, rahmatan) di 30:33 dan 30:36, serta (مِنْ رَحْمَتِهِ, min rahmatihi) yang berarti "dari rahmat-Nya" di 30:46, tempat kata kerja yang sama berbentuk (وَلِيُذِيقَكُمْ, wa-li-yudziiqakum). Di 30:41 benda yang dicicipkan lain, yaitu bagian dari perbuatan manusia sendiri. Terjemahan memakai "mencicipkan" di 30:41 seperti di 30:36 karena kata kerjanya sama. Pelakunya di 30:36 adalah Kami, sedangkan di 30:41 pelaku itu tidak disebut namanya dan dirujuk lewat kata ganti Dia.
Frasa (بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا, ba'dha lladzii 'amiluu) yang berarti "sebagian dari apa yang mereka kerjakan" memuat (بَعْضَ الَّذِي, ba'dha lladzii) yang berarti "sebagian dari apa yang". Rangkaian itu muncul enam kali, yaitu di 3:50, 10:46, 13:40, 30:41, 40:77, dan 43:63. Di lima ayat lain bagian itu diambil dari sesuatu yang diharamkan di 3:50, yang dijanjikan di 10:46, 13:40, dan 40:77, atau yang diperselisihkan di 43:63. Di 30:41 bagian itu diambil dari perbuatan manusia sendiri. Kata sebagian membatasi yang dicicipkan, dan ayat tidak merinci seberapa besar bagian itu. Ayat ini memakai dua kata kerja untuk perbuatan manusia, yaitu (كَسَبَتْ, kasabat) untuk sebab dan (عَمِلُوا, 'amiluu) untuk yang dicicipkan, dan terjemahan menulis "perbuatan" serta "kerjakan". Perbedaan makna keduanya tidak diterangkan.
Penutup ayat, (لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ, la'allahum yarji'uuna) yang berarti "agar mereka kembali", muncul sembilan kali, yaitu di 3:72, 7:168, 7:174, 12:62, 30:41, 32:21, 43:28, 43:48, dan 46:27. Pada enam ayat, yaitu 7:168, 7:174, 30:41, 32:21, 43:48, dan 46:27, pihak yang bertindak agar mereka kembali adalah Kami atau Dia. Contohnya (وَبَلَوْنَاهُمْ بِالْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ, wa-balawnaahum bi-l-hasanaati wa-s-sayyi'aati) yang berarti "dan Kami uji mereka dengan berbagai kebaikan dan keburukan" di 7:168. Pada tiga ayat lain pelakunya manusia, yaitu segolongan Ahlulkitab di 3:72, Yusuf di 12:62, dan Ibrahim di 43:28. Terjemahan memakai "agar" untuk li- pada li-yudziiqahum dan untuk la'alla, padahal keduanya kata Arab yang berbeda, dan ayat tidak menyebut kembali ke mana.
Tafsiran
Ayat ini mengembalikan pembicaraan ke 30:36 dengan jangkauan yang lebih luas. Di 30:36 keburukan menimpa mereka karena tangan mereka sendiri, dan di 30:41 kerusakan tampak di darat dan di laut karena perbuatan tangan manusia. Tempatnya berubah, dari diri orang-orang itu ke ruang yang mereka tempati. Antara kedua ayat terletak 30:37 sampai 30:40 tentang rezeki, pemberian, dan penciptaan, sehingga kerusakan di 30:41 muncul sesudah rangkaian yang menyebut siapa yang melapangkan, menyempitkan, dan memberi rezeki.
Ayat ini menyusun tiga langkah dalam satu kalimat. Kerusakan telah tampak, sebabnya perbuatan manusia, dan tujuannya dua bertingkat, yaitu mencicipkan sebagian lalu agar mereka kembali. Dua kata agar di ayat ini berasal dari dua kata Arab yang berbeda, dan susunannya menaruh mencicipkan sebagai tujuan yang dekat, sedangkan kembali sebagai tujuan yang lebih jauh. Ayat tidak menyebut kerusakan apa yang tampak, tidak merinci siapa saja yang menanggungnya, dan tidak menyatakan apakah kembali itu terjadi.
Ayat 42:30 memuat pola yang berdekatan. Di sana musibah yang menimpa kalian disebabkan perbuatan tangan kalian, lalu ayat itu menutup dengan (وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ, wa-ya'fuu 'an katsiirin) yang berarti "dan Dia memaafkan banyak". Di 30:41 bagian yang dicicipkan disebut sebagian, dan di 42:30 yang dimaafkan disebut banyak. Kedua ayat sama-sama memuat bagian dan tidak saling menghitung. Ayat 30:41 pun berbicara tentang kerusakan di darat dan laut, sedangkan 42:30 berbicara tentang musibah yang menimpa pembaca, sehingga keduanya dibaca berdampingan tanpa disamakan.
Ayat 30:42 sesudahnya memerintahkan berjalan di bumi dan memperhatikan akibat orang-orang sebelumnya. Perintah itu terbaca sebagai lanjutan dari kerusakan yang telah tampak, tetapi 30:41 tidak menyebut apa yang akan dilihat orang yang berjalan, dan 30:42 tidak mengaitkan perintahnya dengan kerusakan di darat dan laut secara eksplisit.
Renungan dan Hikmah
- Di ayat 30:41 kerusakan tampak lebih dulu, dan perbuatan manusia disebut kemudian sebagai sebab. Pihak yang menampakkan kerusakan tidak ada di ayat ini. Di 40:26 kata kerja dari akar yang sama muncul ketika Firaun mengkhawatirkan seseorang akan menampakkan kerusakan, sehingga ada seorang pelaku yang ditunjuk. Pembaca yang melihat sebuah kerusakan dapat membedakan dua kebiasaan, menunjuk siapa yang menampakkannya atau menelusuri perbuatan yang mendahuluinya. Kerusakan mana yang pernah dilihat pembaca tanpa pernah menanyakan perbuatan tangan siapa yang datang sebelumnya?
- Sebab kerusakan disebut tangan manusia, tanpa menyebut kelompok tertentu. Di 42:30 sebab musibah disebut tangan kalian, sehingga sapaan di sana langsung kepada pembaca. Pembaca yang membaca kata manusia sebagai kalimat tentang orang lain mendapati bahwa 42:30 mengganti kata itu dengan kalian. Perbuatan tangan siapa yang pertama kali muncul di benak pembaca ketika membaca kata manusia, dan apakah tangannya sendiri ikut terhitung di dalamnya?
- Yang dicicipkan disebut sebagian dari apa yang dikerjakan manusia, dan ayat tidak merinci seberapa besar bagian itu. Di 42:30 pernyataan sejenis berbunyi bahwa Dia memaafkan banyak. Pembaca yang menimbang beratnya sesuatu yang menimpa dapat bertanya bagian dari apa yang sedang dirasakannya, dan siapa yang menetapkan batas bagian itu. Kata sebagian membuat takaran tidak jatuh ke tangan pembaca. Bila batas itu bukan milik pembaca, bagaimana berat atau ringannya sesuatu yang menimpa dapat disebut tanpa mengira-ngira takaran?
- Kata kerja mencicipkan di surah ini dipakai untuk rahmat di 30:33, 30:36, dan 30:46, tempat 30:46 menyebut rahmat-Nya. Di 30:41 kata kerja yang sama dipakai untuk akibat perbuatan. Pembaca yang biasa menyebut yang menyenangkan sebagai cicipan dan yang berat sebagai hukuman mendapati bahwa ayat ini memakai satu kata untuk keduanya. Apa yang berubah pada cara pembaca menerima rasa yang pahit bila rasa itu disebut cicipan seperti rasa yang manis, dan oleh siapa kedua cicipan itu disajikan?
- Ayat ini berhenti pada agar mereka kembali tanpa menyebut kembali ke mana. Di 7:168 kata yang sama datang sesudah Kami menguji mereka dengan berbagai kebaikan dan keburukan, dan di sana pun alamat kembali tidak disebut. Pembaca yang pernah merasakan akibat perbuatannya sendiri dapat menyebut ke arah mana ia dulu merasa harus kembali. Apakah arah itu pernah dinamainya, dan apakah nama itu sama dengan nama Tuhan yang disebut ayat-ayat sekitarnya?
- Darat dan laut di 10:22 dan 17:70 disebut sebagai tempat Dia memperjalankan dan mengangkut manusia. Ayat 30:41 menyebut tempat yang sama sebagai tempat kerusakan tampak. Pembaca yang bepergian lewat darat atau laut memakai tempat itu sebagai jalan, sebagaimana disebut 10:22 dan 17:70, sedangkan 30:41 menyebut pemakaian yang lain. Bagian mana dari perjalanan sehari-hari pembaca yang melewati tempat itu tanpa memikirkan keduanya, dan apa yang ia tinggalkan di sana?