ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, agar Dia mencicipkan kepada mereka sebagian dari apa yang mereka kerjakan, agar mereka kembali.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِzhahara l-fasaadu fii l-barri wa-l-bahri bi-maa kasabat aydii n-naasitelah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia
  2. لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَli-yudziiqahum ba'dha lladzii 'amiluu la'allahum yarji'uunaagar Dia mencicipkan kepada mereka sebagian dari apa yang mereka kerjakan, agar mereka kembali

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. ظَهَرَzhaharatampak
  2. الْفَسَادُl-fasaadukerusakan
  3. فِيfiidi
  4. الْبَرِّl-barridarat
  5. وَالْبَحْرِwa-l-bahridan laut
  6. بِمَاbi-maakarena apa yang
  7. كَسَبَتْkasabatdiusahakan
  8. أَيْدِيaydiitangan
  9. النَّاسِn-naasimanusia
  10. لِيُذِيقَهُمْli-yudziiqahumagar Dia mencicipkan kepada mereka
  11. بَعْضَba'dhasebagian
  12. الَّذِيlladziiyang
  13. عَمِلُوا'amiluumereka beramal
  14. لَعَلَّهُمْla'allahumagar mereka
  15. يَرْجِعُونَyarji'uunakembali

Inti bacaan

Pengakuan penting tentang tanggung jawab manusia: 'Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. agar mereka kembali', konsekuensi lingkungan dikaitkan langsung dengan tindakan manusia sebagai peringatan yang mendorong perubahan, bukan bencana acak. Konkretnya: mengakui bahwa kerusakan lingkungan yang terlihat sekarang adalah akibat langsung dari tindakan manusia (bukan sekadar fenomena alam) mendorong tanggung jawab aktif untuk memperbaiki arah, bukan menyalahkan faktor eksternal.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini beralih dari perintah praktis 30:38-39 ke pengamatan tentang akibat perbuatan manusia terhadap darat dan laut sekaligus.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan bahwa kerusakan bukan tanpa sebab maupun tanpa tujuan: konsekuensi dari perbuatan sendiri, dimaksudkan sebagai peringatan agar kembali, bukan kehancuran tanpa akhir.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut sebabnya perbuatan tangan manusia, bukan takdir atau kebetulan. Tidak ada pihak lain yang disalahkan. Keterangan yang menyebut pelakunya membuka jalan untuk memperbaiki; yang menyebutnya musibah justru menutupnya.
  • Yang dicicipkan disebut sebagian dari apa yang mereka kerjakan, bukan seluruhnya. Yang sudah terasa berat ternyata baru bagian kecilnya. Dan bagian itu disebut justru sebagai keringanan, bukan sebagai puncak.
  • Tujuan yang disebut Allah agar mereka kembali, bukan agar mereka binasa. Kerusakan yang digambarkan punya arah, dan arahnya menunjuk balik ke orang yang menyebabkannya, bukan ke jurang.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar zh-h-r, f-s-d, b-r-r, b-h-r, k-s-b, y-d-y, n-w-s, dz-w-q, b-'-d, '-m-l, r-j-'): zhahara l-fasaad fii l-barr wa l-bahr bimaa kasabat aydii n-naas diterjemahkan 'tampak kerusakan di darat & laut karena perbuatan tangan manusia' (akar zh-h-r + akar f-s-d + akar b-r-r + akar b-h-r + akar k-s-b, fasaad akibat ulah manusia); yudhiiqahum diterjemahkan 'mencicipkan' (akar dz-w-q); yarji'uun diterjemahkan 'kembali' (akar r-j-'). gloss '(Melalui hal itu)/(akibat)/(ke jalan yang benar)' dibuang.