قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلُ ۚ كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُشْرِكِينَ
Katakanlah, "Berjalanlah di bumi, lalu perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang sebelumnya. Kebanyakan mereka adalah orang-orang musyrik."
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلُqul siiruu fii l-ardhi fa-nzhuruu kayfa kaana 'aaqibatu lladziina min qablukatakanlah, berjalanlah di bumi, lalu perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang sebelumnya
- كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُشْرِكِينَkaana aktsaruhum musyrikiinakebanyakan mereka adalah orang-orang musyrik
Terjemahan per kata (14 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- سِيرُواsiiruuberjalanlah kalian
- فِيfiidi
- الْأَرْضِl-ardhibumi
- فَانْظُرُواfa-nzhuruumaka perhatikanlah kalian
- كَيْفَkayfabagaimana
- كَانَkaanaadalah
- عَاقِبَةُ'aaqibatukesudahan
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- مِنْmindari
- قَبْلُqablusebelumnya
- كَانَkaanaadalah
- أَكْثَرُهُمْaktsaruhumkebanyakan mereka
- مُشْرِكِينَmusyrikiinaorang-orang musyrik
Inti bacaan
Susunan (كَانَ أَكْثَرُهُمْ, kaana aktsaruhum) muncul sembilan kali di Al-Qur'an, yaitu di 26:8, 26:67, 26:103, 26:121, 26:139, 26:158, 26:174, 26:190, dan 30:42.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (قُلْ, qul) yang berarti "katakanlah", perintah kepada satu orang dari akar ق-و-ل. Dua kata kerja sesudahnya berbentuk jamak, yaitu (سِيرُوا, siiruu) yang berarti "berjalanlah" dan (فَانْظُرُوا, fa-nzhuruu) yang berarti "lalu perhatikanlah", sehingga yang disuruh mengatakannya berbicara kepada banyak orang. Rangkaian (قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ, qul siiruu fii l-ardhi) yang berarti "katakanlah, berjalanlah di bumi" muncul empat kali, yaitu di 6:11, 27:69, 29:20, dan 30:42.
Kata kerja siiruu berakar س-ي-ر. Rangkaian (سِيرُوا فِي الْأَرْضِ, siiruu fii l-ardhi) muncul tiga belas kali di sebelas surah dan terbagi dua menurut bentuknya. Dalam bentuk perintah rangkaian itu muncul enam kali, yaitu di 3:137, 6:11, 16:36, 27:69, 29:20, dan 30:42. Dalam bentuk pertanyaan, misalnya (أَوَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ, a-wa-lam yasiiruu fii l-ardhi) yang berarti "tidakkah mereka berjalan di bumi" di 30:9, rangkaian itu muncul tujuh kali, yaitu di 12:109, 22:46, 30:9, 35:44, 40:21, 40:82, dan 47:10. Surah 30 memuat kedua bentuk itu. Di 30:9 ajakannya berupa pertanyaan, dan di 30:42 berupa perintah.
Kata kerja (فَانْظُرُوا, fa-nzhuruu) berakar ن-ظ-ر dan diterjemahkan "lalu perhatikanlah". Urutan (فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ, fa-nzhuruu kayfa kaana 'aaqibatu) yang berarti "lalu perhatikanlah bagaimana akibat" muncul empat kali, yaitu di 3:137, 16:36, 27:69, dan 30:42, sedangkan 6:11 memakai (ثُمَّ انْظُرُوا, tsumma nzhuruu) yang berarti "kemudian perhatikanlah". Pada ketiga ayat lain, yang diperhatikan diberi nama langsung. Di 3:137 dan 16:36 namanya (الْمُكَذِّبِينَ, l-mukadzdzibiina) yang berarti "orang-orang yang mendustakan", dan di 27:69 (الْمُجْرِمِينَ, l-mujrimiina) yang berarti "para pendosa". Di 30:42 pihak itu ditunjuk lewat waktu.
Kata (عَاقِبَةُ, 'aaqibatu) berakar ع-ق-ب dan diterjemahkan "akibat" di ayat ini. Susunan (كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ, kayfa kaana 'aaqibatu lladziina) yang berarti "bagaimana akibat orang-orang yang" muncul tujuh kali di lima surah, yaitu di 12:109, 30:9, 30:42, 35:44, 40:21, 40:82, dan 47:10. Di enam ayat selain 30:42 lanjutannya (مِنْ قَبْلِهِمْ, min qablihim) yang berarti "sebelum mereka". Di 30:42 lanjutannya (مِنْ قَبْلُ, min qablu) tanpa kata ganti, sehingga terjemahan memakai "sebelumnya" dan ayat tidak menyebut sebelum siapa. Bentuk min qablu juga ada di 30:4, tempat bentuk itu berpasangan dengan (مِنْ قَبْلُ وَمِنْ بَعْدُ, min qablu wa-min ba'du) yang berarti "sebelum dan sesudah". Terjemahan memakai "akibat" di 30:42, sedangkan susunan serupa di 30:9, 35:44, 40:21, 40:82, dan 47:10 diterjemahkan "kesudahan", dan di 12:109 "akhir".
Kalimat terakhir, (كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُشْرِكِينَ, kaana aktsaruhum musyrikiina) yang berarti "kebanyakan mereka adalah orang-orang musyrik", hanya ada di 30:42. Kata (أَكْثَرُهُمْ, aktsaruhum) yang berarti "kebanyakan mereka" berakar ك-ث-ر. Susunan (كَانَ أَكْثَرُهُمْ, kaana aktsaruhum) muncul sembilan kali di dua surah, yaitu di 26:8, 26:67, 26:103, 26:121, 26:139, 26:158, 26:174, 26:190, dan 30:42. Di surah 26 bunyinya (وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَ, wa-maa kaana aktsaruhum mu'miniina) yang berarti "tetapi kebanyakan mereka tidak beriman", sedangkan 30:42 memakai kerangka yang sama dengan sifat musyrik tanpa penyangkal. Kata (مُشْرِكِينَ, musyrikiina) berakar ش-ر-ك dan tidak bersandang. Dalam surah ini, bentuk bersandang (مِنَ الْمُشْرِكِينَ, mina l-musyrikiina) ada di 30:31, tempat pembaca dilarang termasuk di dalamnya. Kata kebanyakan menyisakan sebagian yang tidak dibicarakan, dan keadaan sisanya tidak disebut.
Tafsiran
Ayat ini mengulang ajakan 30:9 dalam bentuk perintah. Di 30:9 ajakan itu berupa pertanyaan, (أَوَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ, a-wa-lam yasiiruu fii l-ardhi), dan disusul rincian tentang orang-orang sebelum mereka: lebih kuat, mengolah bumi dan meramaikannya, didatangi rasul dengan bukti-bukti, lalu Allah tidak menzalimi mereka tetapi merekalah yang menzalimi diri sendiri. Di 30:42 ajakan itu berupa perintah dan rinciannya tinggal satu kalimat, bahwa kebanyakan mereka musyrik. Dapat dibaca bahwa 30:9 menyediakan bahan yang akan dilihat orang yang berjalan, dan 30:42 menyuruh orang itu berjalan.
Ayat 30:41 berdiri tepat di depan perintah ini dan menyatakan bahwa kerusakan telah tampak di darat dan di laut. Perintah berjalan lalu memperhatikan akibat terbaca sebagai lanjutan dari sesuatu yang tampak, tetapi tidak ada kata penghubung di antara kedua ayat, dan 30:41 tidak merinci apa yang akan dilihat. Ayat 30:42 sendiri menaruh dua hal berdampingan, yaitu akibat orang-orang sebelumnya dan kemusyrikan kebanyakan mereka, tanpa merumuskan hubungan sebab antara keduanya. Rumusan sebab ditulis di 30:9, dan di sana yang disebut ialah kezaliman terhadap diri sendiri, sedangkan kemusyrikan tidak disebut.
Ayat berikutnya, 30:43, memuat (فَأَقِمْ وَجْهَكَ, fa-aqim wajhaka) yang berarti "maka hadapkanlah wajahmu", perintah kepada satu orang seperti qul di awal 30:42. Urutan 30:41, 30:42, dan 30:43 dengan begitu terdiri dari kerusakan yang telah tampak, perjalanan untuk melihat akibat orang-orang sebelumnya, dan perintah menghadapkan wajah sebelum datang suatu hari. Dapat dibaca bahwa pengamatan akibat orang terdahulu ditaruh di antara kerusakan masa kini dan perintah menghadapkan wajah, meskipun tidak ada ayat yang menyatakan hubungan itu.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 30:42 memerintahkan berjalan lalu memperhatikan, dua kata kerja yang mengandaikan bahan yang dapat didatangi dengan kaki dan dilihat dengan mata. Di 30:9 pertanyaan yang sama memerinci apa yang akan ditemukan dan memuat pernyataan bahwa Allah tidak menzalimi mereka, sedangkan 30:42 memuat perintahnya dan satu kalimat tentang kemusyrikan. Pembaca yang mengenal masa lalu dari ringkasan mendapati ayat ini menunjuk sebuah perjalanan. Adakah tempat yang pernah dikunjungi pembaca dan dilihat sebagai bekas orang-orang sebelumnya, dan apa yang tampak di sana yang tidak ada dalam ringkasan?
- Ayat-ayat lain dengan susunan yang sama menamai pihak yang diamati sejak awal, yaitu orang-orang yang mendustakan di 3:137 dan 16:36 serta para pendosa di 27:69. Ayat 30:42 menyebut pihak itu lewat waktu, orang-orang sebelumnya, dan nama baru tiba pada kalimat berikutnya, yaitu musyrik. Pembaca melihat lebih dulu dan menerima nama sesudahnya. Nama apa yang biasa dipasang pembaca pada sebuah kaum sebelum sempat melihat akibatnya, dan apakah nama itu sama dengan nama yang akhirnya dipakai sesudah melihat?
- Kata kebanyakan memberi ayat ini sisa yang tidak dibicarakan. Ayat tidak menyebut apa pun tentang yang bukan kebanyakan itu, sedangkan di surah 26 kerangka yang sama berulang delapan kali untuk menyebut kebanyakan mereka tidak beriman. Pembaca yang menuliskan mereka musyrik tanpa kata kebanyakan telah menambahkan semua yang tidak ada di ayat. Dalam kalimat yang diucapkan pembaca tentang suatu kelompok, kata apa yang tanpa disadari menggantikan kebanyakan, dan siapa yang tinggal di sisa yang terlupakan itu?
- Akibat orang-orang sebelumnya dan kemusyrikan kebanyakan mereka diletakkan berdampingan di 30:42, dan ayat itu tidak merumuskan hubungan sebabnya. Di 30:9 rumusan sebab ditulis lain, yaitu Allah tidak menzalimi mereka dan merekalah yang menzalimi diri sendiri. Pembaca yang menarik garis dari dua hal yang berdampingan ke satu sebab mendapati bahwa ayat ini sendiri tidak menarik garis itu. Hubungan apa yang ditarik pembaca antara dua hal yang diletakkan berdampingan, dan atas dasar apa garis itu ditarik?
- Ajakan berjalan di bumi tampil di 30:9 sebagai pertanyaan dan di 30:42 sebagai perintah, dalam surah yang sama. Pertanyaan dapat dijawab dengan sudah atau belum, sedangkan perintah meminta jawaban lain, yaitu gerak. Pembaca yang sudah menjawab pertanyaan 30:9 dalam hati mendapati bahwa 30:42 meminta bentuk jawaban yang berbeda. Dalam ajakan Tuhan yang pernah dibaca pembaca sebagai pertanyaan, bagian mana yang belum berubah menjadi gerak?
- Di 30:31 pembaca dilarang termasuk orang-orang musyrik, dan di 30:42 kebanyakan orang sebelumnya digambarkan musyrik. Jarak keduanya sebelas ayat dalam satu surah, dan kata yang pertama diarahkan kepada pembaca, sedangkan yang kedua kepada orang-orang yang telah berlalu. Larangan itu didahului sebutan orang-orang yang kembali kepada-Nya. Pembaca yang membaca 30:42 sebagai cerita tentang orang lain bertemu kembali dengan larangan yang tadi diarahkan kepada dirinya sendiri. Pada kata mana pembaca merasa gambaran tentang orang lain berubah menjadi cermin?