فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ الْقَيِّمِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا مَرَدَّ لَهُ مِنَ اللَّهِ ۖ يَوْمَئِذٍ يَصَّدَّعُونَ

Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada pertanggungjawaban yang lurus, sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak. Pada hari itu mereka terpisah-pisah.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ الْقَيِّمِfa-aqim wajhaka li-d-diini l-qayyimioleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada pertanggungjawaban yang lurus
  2. مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا مَرَدَّ لَهُ مِنَ اللَّهِmin qabli an ya'tiya yawmun laa maradda lahu mina llaahisebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak
  3. يَوْمَئِذٍ يَصَّدَّعُونَyawma'idzin yashshadda'uunapada hari itu mereka terpisah-pisah

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. فَأَقِمْfa-aqimmaka hadapkanlah
  2. وَجْهَكَwajhakawajahmu
  3. لِلدِّينِli-d-diinikepada agama
  4. الْقَيِّمِl-qayyimiyang lurus
  5. مِنْmindari
  6. قَبْلِqablisebelum
  7. أَنْanbahwa
  8. يَأْتِيَya'tiyamendatangkan
  9. يَوْمٌyawmunhari
  10. لَاlaatidak
  11. مَرَدَّmaraddapenolakan
  12. لَهُlahubaginya
  13. مِنَminadari
  14. اللَّهِllaahiAllah
  15. يَوْمَئِذٍyawma'idzinpada hari itu
  16. يَصَّدَّعُونَyashshadda'uunamereka terpisah

Inti bacaan

Frasa (لَا مَرَدَّ لَهُ مِنَ اللَّهِ, laa maradda lahu mina llaahi) muncul dua kali di Al-Qur'an (30:43, 42:47).

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (فَأَقِمْ وَجْهَكَ, fa-aqim wajhaka) yang berarti "maka hadapkanlah wajahmu". Rangkaian (أَقِمْ وَجْهَكَ, aqim wajhaka) muncul tiga kali di dua surah, yaitu 10:105, 30:30, dan 30:43, dan bentuk berawalan fa yang berarti "maka" muncul dua kali, yaitu 30:30 dan 30:43. Kata kerja perintah (أَقِمْ, aqim) berakar ق-و-م. Di lima ayat lain kata kerja ini berobjek salat dan diterjemahkan "tegakkanlah", yaitu 11:114, 17:78, 20:14, 29:45, dan 31:17. Terjemahan 30:43 memakai "hadapkanlah" karena objeknya wajah, sama seperti 2:144, 10:105, dan 30:30.

Dalam satu ayat yang sama, akar ق-و-م muncul lagi pada sifat (الْقَيِّمِ, l-qayyimi) yang berarti "yang lurus". Bentuk persis (لِلدِّينِ الْقَيِّمِ, li-d-diini l-qayyimi) hanya ada di 30:43, tetapi kata sifatnya muncul tujuh kali di lima surah, yaitu 9:36, 12:40, 18:2, 30:30, 30:43, 98:3, dan 98:5, dan terjemahan memakai "lurus" di ketujuhnya. Tiga di antaranya berbentuk (الدِّينُ الْقَيِّمُ, d-diinu l-qayyimu), yaitu 9:36, 12:40, dan 30:30. Kata (الدِّينِ, d-diini) diterjemahkan "pertanggungjawaban" seperti di 12:40 dan 30:30. Terjemahan tidak menambahkan nama agama apa pun, karena yang tertulis hanya d-diin beserta sifatnya.

Frasa (مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ, min qabli an ya'tiya yawmun) yang berarti "sebelum datang suatu hari" muncul empat kali, yaitu 2:254, 14:31, 30:43, dan 42:47. Di 2:254 dan 14:31 hari itu ditandai dengan (لَا بَيْعٌ فِيهِ, laa bay'un fiihi) yang berarti "tidak ada jual beli di dalamnya". Di 30:43 dan 42:47 hari itu ditandai dengan (لَا مَرَدَّ لَهُ مِنَ اللَّهِ, laa maradda lahu mina llaahi), dan rangkaian ini hanya ada di dua ayat itu. Kata (يَوْمٌ, yawmun) tidak memakai kata sandang, sehingga terjemahan memakai "suatu hari" dan tidak memberinya nama.

Kata (مَرَدَّ, maradda) muncul empat kali, yaitu 13:11, 30:43, 40:43, dan 42:47. Di tiga tempat kata ini didahului laa dan diikuti lahu, yaitu 13:11, 30:43, dan 42:47, dengan terjemahan "tidak dapat ditolak" di dua ayat terakhir dan "tidak ada yang dapat menolaknya" di 13:11. Di 40:43 bentuknya (مَرَدَّنَا, maraddanaa) yang diterjemahkan "tempat kembali kita". Dua padanan itu menunjuk gerak balik. "Ditolak" dipilih untuk hal yang datang kepada orang, dan "tempat kembali" untuk orang yang pergi kepada Allah. Bagian (مِنَ اللَّهِ, mina llaahi) di ujung rangkaian terbaca sebagai asal hari itu, seperti terjemahan 42:47. Pembacaan lain menempelkannya pada penolakan, dan teks tidak memutuskan di antara keduanya.

Kata kerja terakhir (يَصَّدَّعُونَ, yashshadda'uuna) yang berarti "mereka terpisah-pisah" berakar ص-د-ع dan hanya muncul di 30:43. Akar ini ada di lima ayat, masing-masing dengan bentuk berbeda, yaitu (فَاصْدَعْ, fa-shda') di 15:94, (يُصَدَّعُونَ, yushadda'uuna) di 56:19, (مُتَصَدِّعًا, mutashaddi'an) di 59:21, dan (الصَّدْعِ, sh-shad'i) di 86:12. Di 59:21 gunung digambarkan "terpecah", dan di 86:12 bumi memiliki "rekahan". Gambaran dasar akar ini karena itu sesuatu yang utuh lalu retak. Padanan "terpisah-pisah" juga dipakai untuk (يَتَفَرَّقُونَ, yatafarraquuna) di 30:14, dan kedua kata Arab itu berbeda. Rangkaian (يَوْمَئِذٍ يَتَفَرَّقُونَ, yawma'idzin yatafarraquuna) ada sekali, di 30:14, dan (يَوْمَئِذٍ يَصَّدَّعُونَ, yawma'idzin yashshadda'uuna) ada sekali, di 30:43.

Tafsiran

Ayat ini mengembalikan perintah 30:30 sesudah dua belas ayat yang berada di antaranya, dan perintah itu kini datang bersama tenggat. Di 30:30 menghadapkan wajah disandarkan pada ciptaan Allah yang tidak berubah, sedangkan di 30:43 disandarkan pada hari yang akan datang. Dua belas ayat di antaranya memuat larangan menjadi musyrik di 30:31, orang-orang yang memecah-belah pertanggungjawaban mereka menjadi kelompok-kelompok di 30:32, rasa gembira pada rahmat dan putus asa pada keburukan di 30:36, kerusakan di darat dan laut di 30:41, serta ajakan berjalan di bumi di 30:42. Ayat 30:43 menyambung semua itu kepada satu perintah yang sama dengan yang dibuka di 30:30.

Perintahnya ditujukan kepada satu orang, ditandai akhiran -ka pada wajahmu, sedangkan hari yang disebut sesudahnya menyangkut mereka dalam bentuk jamak. Pelaku pemisahan itu tidak disebut, dan siapa terpisah dari siapa juga tidak dijelaskan.

Ungkapan tenggat yang sama dipakai di tiga ayat lain, tetapi perintah yang mendahuluinya berbeda. Di 2:254 perintahnya menafkahkan sebagian rezeki, di 14:31 menegakkan salat dan menginfakkan rezeki, dan di 42:47 memenuhi seruan Tuhan. Di 42:47 ayat berlanjut dengan penyebutan tidak adanya tempat berlindung dan tidak adanya pengingkaran pada hari itu. Di 30:43 ayat berlanjut ke pemisahan. Perintah dan akibatnya karena itu berbeda di tiap ayat, sementara hari yang tidak dapat ditolak itu satu.

Pemisahan di 30:43 mengulang gagasan 30:14, tempat orang-orang juga terpisah-pisah pada hari itu, lalu 30:15 dan 30:16 menyebut dua kelompok dengan nasib berbeda, yaitu yang beriman dan beramal saleh di taman, serta yang kufur dan mendustakan tanda-tanda di dalam azab. Ayat 30:44 dan 30:45 menjawab arah pemisahan di 30:43 dengan menyebut yang kufur menanggung kekufurannya dan yang beramal saleh mempersiapkan tempat bagi diri mereka. Dengan begitu 30:43 menjadi bagian yang menghubungkan perintah di 30:30 dengan perincian di 30:44 sampai 30:45, tanpa memberi nama pada hari itu dan tanpa tanggal kedatangannya.

Renungan dan Hikmah

  • Perintah menghadapkan wajah di 30:43 pernah diucapkan di 30:30, dan di antara keduanya Allah menyebut tanda-tanda, keadaan manusia saat diberi rahmat dan saat ditimpa keburukan, serta kerusakan di darat dan laut. Perintah itu tidak diganti dengan perintah baru. Perintah itu kembali dengan satu tambahan, yaitu hari yang harus didahului. Orang yang pernah mendengar sebuah nasihat dengan baik dan mengangguk dapat membayangkan nasihat itu datang lagi dua belas ayat kemudian, dengan kata yang hampir sama. Alasan pengulangan itu tidak tertulis di ayat, dan pembaca tidak perlu mengarangnya. Pembaca dapat bertanya, nasihat mana yang sudah berkali-kali didengarnya dengan kata yang hampir sama, dan apakah pengulangan itu dibacanya sebagai kebosanan atau sebagai tenggat yang mendekat?
  • Hari yang disebut 30:43 tidak diberi tanggal. Ayat hanya menyebut suatu hari tanpa nama dan tanpa kapan, dengan satu sifat yang menyertainya, yaitu tidak dapat ditolak, lalu nama Allah di ujung rangkaiannya. Orang yang menunda dapat membayangkan dirinya mencari tanggal, sebab tanggal membuat penundaan terasa terhitung dan masih punya sisa. Perintah yang tenggatnya tidak memuat tanggal tidak memberi bahan untuk perhitungan itu. Dekat atau jauhnya hari itu tidak dijelaskan, dan menambahkan keterangan tentang jaraknya berarti mengisi bagian yang tidak diisi teks. Pembaca dapat membayangkan surat peringatan yang menyebut batas waktu tetapi tidak mencantumkan angkanya. Apa yang berubah pada rencananya sendiri bila batas itu ada, tidak dapat dimundurkan, dan tidak dapat diketahui jaraknya?
  • Perintah di 30:43 menyebut wajah, bukan tangan atau lidah. Sesudah 30:41 menggambarkan kerusakan yang tampak karena perbuatan tangan manusia, 30:43 memilih bagian tubuh lain untuk perintahnya, yaitu wajah yang mengarah ke satu tempat pada satu saat. Orang yang sedang menatap layar tidak sedang menatap jendela, dan orang yang menatap jendela tidak sedang menatap lawan bicaranya. Isi dari menghadap tidak dirinci ayat, dan tujuannya disebut satu, yaitu pertanggungjawaban yang lurus. Pembaca dapat bertanya, ke arah mana wajahnya menghadap pagi tadi sebelum memutuskan apa pun, dan apakah arah itu pernah dipilih dengan sadar?
  • Ayat 30:32 mencatat bahwa setiap golongan bangga dengan apa yang ada pada mereka, dan tidak menilai apakah apa yang ada itu lurus. Sebelas ayat kemudian 30:43 memakai kata lurus, bukan kata bangga, untuk pertanggungjawaban yang harus dihadapi. Rasa bangga pada milik sendiri dan lurusnya sesuatu adalah dua ukuran yang berbeda, dan teks menaruhnya di dua ayat yang berjauhan. Sebuah kelompok dapat sangat yakin pada apa yang dipegangnya sambil tetap berada di barisan yang menghadap ke arah lain. Tuhan dalam ayat ini tidak memuji dan tidak mencela kelompok mana pun; yang disebut-Nya adalah hari yang akan datang. Pembaca dapat bertanya, ketika merasa tepat pada apa yang dipegangnya, ukuran mana yang sedang dipakai: rasa bangganya, atau lurusnya?
  • Perintah di 30:43 ditujukan kepada satu orang, ditandai akhiran -ka pada wajahmu, sedangkan hari yang akan datang menyangkut mereka yang terpisah-pisah, dalam bentuk jamak. Satu wajah diperintah, banyak orang terpisah. Tidak ada kalimat dalam ayat ini yang meminta seseorang menunggu orang lain sebelum menghadap, dan tidak ada kalimat yang menyebut siapa yang dipisahkan dari siapa. Pembaca dapat membayangkan sebuah ruangan penuh orang yang masing-masing diminta menghadap tanpa menunggu yang lain bergerak. Menunggu apa dari orang-orang di sekelilingnya, yang selama ini dijadikannya alasan untuk belum bergerak?
  • Ayat 30:14 menyebut orang-orang terpisah-pisah pada hari itu, lalu 30:15 dan 30:16 menyebut dua kelompok yang berbeda tempatnya. Ayat 30:43 mengulang gambaran itu dengan kata Arab yang lain. Orang yang pada hari biasa duduk di meja yang sama, mengerjakan hal yang sama, dan memakai kata yang sama dapat membayangkan hari yang disebut Allah itu sebagai hari ketika hal-hal yang tampak menyatukan mereka tidak ikut menyeberang. Apa yang sekarang mengikat orang-orang di sekelilingnya satu sama lain, dan apakah ikatan itu bertahan di hari yang dari Allah itu?