مَنْ كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهُ ۖ وَمَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِأَنْفُسِهِمْ يَمْهَدُونَ

Siapa yang kufur, maka atasnyalah kekufurannya; dan siapa yang mengerjakan kebajikan, maka mereka mempersiapkan tempat bagi diri mereka sendiri,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. مَنْ كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهُman kafara fa-'alayhi kufruhusiapa yang kufur, maka atasnyalah kekufurannya
  2. وَمَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِأَنْفُسِهِمْ يَمْهَدُونَwa-man 'amila shaalihan fa-li-anfusihim yamhaduunadan siapa yang mengerjakan kebajikan, maka mereka mempersiapkan tempat bagi diri mereka sendiri

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. مَنْmanorang yang
  2. كَفَرَkafarakufur
  3. فَعَلَيْهِfa-'alayhimaka atasnya
  4. كُفْرُهُkufruhukekufurannya
  5. وَمَنْwa-mandan orang yang
  6. عَمِلَ'amilaberamal
  7. صَالِحًاshaalihankebajikan
  8. فَلِأَنْفُسِهِمْfa-li-anfusihimmaka untuk diri mereka
  9. يَمْهَدُونَyamhaduunamereka menyiapkan

Inti bacaan

Rangkaian (فَعَلَيْهِ كُفْرُهُ, fa-'alayhi kufruhu) muncul dua kali di Al-Qur'an (30:44, 35:39).

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (مَنْ كَفَرَ, man kafara) yang berarti "siapa yang kufur". Kata kerja (كَفَرَ, kafara) berakar ك-ف-ر, akar yang sama dengan (كُفْرُهُ, kufruhu) yang berarti "kekufurannya" dan dengan (الْكَافِرِينَ, l-kaafiriina) di 30:45. Kata kerjanya diterjemahkan "kufur", dan pelaku jamak di 30:45 diterjemahkan "orang-orang kafir". Rangkaian (فَعَلَيْهِ كُفْرُهُ, fa-'alayhi kufruhu) muncul dua kali, yaitu 30:44 dan 35:39, sedangkan kata (كُفْرُهُ, kufruhu) sendiri muncul tiga kali, yaitu 30:44, 31:23, dan 35:39. Di 31:23 kata itu berada dalam (فَلَا يَحْزُنْكَ كُفْرُهُ, fa-laa yahzunka kufruhu) yang berarti "maka janganlah kekufurannya membuatmu sedih", dan di 35:39 kalimat berikutnya memuat (كُفْرُهُمْ, kufruhum) yang berarti "kekufuran mereka" dengan kata ganti jamak.

Kata depan (عَلَيْهِ, 'alayhi) yang berarti "atasnya" berpasangan dengan (لِ, li) yang berarti "untuk" dalam bagian kedua ayat, yaitu (فَلِأَنْفُسِهِمْ, fa-li-anfusihim) yang berarti "maka bagi diri mereka". Pasangan "untuk dirinya" dan "atas dirinya" ada di ayat lain. Rangkaian (فَلِنَفْسِهِ, fa-li-nafsihi) yang berarti "maka untuk dirinya" muncul empat kali, yaitu 6:104, 39:41, 41:46, dan 45:15. Di tiga ayat pasangannya (فَعَلَيْهَا, fa-'alayhaa) yang berarti "maka atas dirinya", yaitu 6:104, 41:46, dan 45:15, dan di 39:41 pasangannya (يَضِلُّ عَلَيْهَا, yadhillu 'alayhaa) yang berarti "ia sesat atas dirinya". Dalam keempat ayat itu kata dirinya tunggal, sedangkan di 30:44 bagian kedua memakai (أَنْفُسِهِمْ, anfusihim) yang jamak.

Peralihan dari tunggal ke jamak terjadi di tengah ayat. Bagian pertama memakai akhiran tunggal pada (فَعَلَيْهِ, fa-'alayhi) dan (كُفْرُهُ, kufruhu). Di bagian kedua (عَمِلَ, 'amila) masih tunggal, tetapi (أَنْفُسِهِمْ, anfusihim) dan (يَمْهَدُونَ, yamhaduuna) sudah jamak, sehingga terjemahan memakai "mereka". Terjemahan mengikuti peralihan itu.

Rangkaian (مَنْ عَمِلَ صَالِحًا, man 'amila shaalihan) yang berarti "siapa yang mengerjakan kebajikan" muncul lima kali, yaitu 16:97, 30:44, 40:40, 41:46, dan 45:15. Kata (صَالِحًا, shaalihan) berakar ص-ل-ح, tunggal dan tanpa kata sandang. Di ayat berikutnya, 30:45, bentuknya (الصَّالِحَاتِ, sh-shaalihaati) yang jamak dan memakai kata sandang.

Kata kerja terakhir (يَمْهَدُونَ, yamhaduuna) yang berarti "mereka mempersiapkan tempat" berakar م-ه-د dan hanya muncul di 30:44. Akar ini ada di lima belas ayat, yaitu 2:206, 3:12, 3:46, 3:197, 5:110, 7:41, 13:18, 19:29, 20:53, 30:44, 38:56, 43:10, 51:48, 74:14, dan 78:6. Kata kerjanya hanya dua, yaitu yamhaduuna di 30:44 dan (مَهَّدْتُ, mahhadtu) di 74:14. Bentuk bendanya (الْمِهَادُ, l-mihaadu) diterjemahkan "tempat" di 2:206 dan "tempat tinggal" di 3:197, dan di kedua ayat itu bentuk benda tersebut menamai Jahanam. Bentuk (مَهْدًا, mahdan) di 20:53 dan 43:10 diterjemahkan "hamparan", dan (مِهَادًا, mihaadan) di 78:6 juga "hamparan". Karena itu "mempersiapkan tempat" memakai kata "tempat" dari bentuk benda yang sama, dan menyisakan kata kerjanya sebagai perbuatan pelaku. Kata (يَمْهَدُونَ, yamhaduuna) tidak memiliki objek yang tertulis di ayat ini, sehingga yang disiapkan hanya disebut sebagai bagi diri mereka.

Tafsiran

Ayat ini menjawab pemisahan di 30:43 dengan dua kalimat bersyarat yang disusun berpasangan. Tiap kalimat memuat siapa yang berbuat, perbuatannya, dan ke mana akibatnya jatuh. Orang yang kufur menerima kekufuran itu sebagai sesuatu yang berada di atasnya, dan orang yang mengerjakan kebajikan menyiapkan tempat bagi dirinya. Kedua akibat itu jatuh pada pelakunya sendiri, dan tidak ada pihak lain yang disebut menanggungnya.

Allah tidak tampil sebagai pelaku di ayat ini. Dua ayat sejenis menutup bagian ini dengan sisi Tuhan: 41:46 menyebut Tuhanmu tidak menzalimi hamba-hamba, dan 45:15 menyebut kepada Tuhan kalian dikembalikan. Di 30:44 sisi itu belum muncul. Sisi itu muncul di 30:45, yang membuka dengan tujuan, agar Dia membalas orang-orang yang beriman dan beramal saleh, lalu menutup dengan Dia tidak mencintai orang-orang kafir. Sebelumnya, 30:43 sudah menyebut hari itu datang dari Allah. Ayat 30:44 karena itu berdiri di tengah dua ayat yang menyebut Allah, dan isinya tinggal pelaku serta akibatnya.

Ketimpangan bentuk antara dua kalimatnya terlihat pada kata kerja. Pihak yang kufur disebut dengan satu kata kerja, yaitu kafara, yang menandai perbuatan selesai. Pihak yang mengerjakan kebajikan disebut dengan dua kata kerja: 'amila yang menandai perbuatan selesai, lalu yamhaduuna yang menandai perbuatan sedang berlangsung. Kekufuran digambarkan sebagai sesuatu yang sudah terjadi dan kini berada di atas pelakunya, sementara kebajikan digambarkan sebagai pekerjaan yang masih berjalan. Ayat tidak menerangkan lama atau banyaknya pekerjaan itu.

Dalam rangkaian 30:43 sampai 30:45, ayat ini mengisi bagian tengah. Ayat 30:43 memerintahkan menghadap sebelum datang hari yang tidak dapat ditolak, ayat 30:44 menyebut akibat bagi dua jenis pelaku, dan ayat 30:45 menyebut tujuan Allah di balik pembagian itu.

Renungan dan Hikmah

  • Kekufuran di 30:44 digambarkan berada di atas pelakunya, sedangkan kebajikan digambarkan sebagai tempat yang disiapkan bagi pelakunya. Kekufuran ditanggung, kebajikan dibangun, dan keduanya jatuh pada orang yang berbuat. Seseorang yang membawa karung berat di punggung dan seseorang yang meratakan tanah untuk tidur sama-sama sedang bekerja pada dirinya sendiri, tetapi arah kerjanya berlawanan: yang satu ditekan ke bawah, yang lain diberi alas. Berat karung itu dan luas tempatnya tidak diukur ayat. Dari semua yang pernah dipilihnya, apa yang sedang dipikulnya, dan dari semua yang pernah dikerjakannya, apa yang sedang dibangunnya?
  • Bagian pertama ayat 30:44 memakai bentuk tunggal untuk yang kufur, sedangkan bagian kedua berpindah ke bentuk jamak untuk yang mengerjakan kebajikan, yaitu mereka mempersiapkan tempat. Ayat tidak menjelaskan peralihan itu, sehingga penjelasannya terbuka. Satu pembacaan yang dapat dicoba: kebajikan yang dikerjakan seseorang tidak harus tinggal sebagai urusan satu orang. Pembacaan ini tidak ditegaskan ayat. Orang yang pernah mengerjakan sesuatu yang baik sendirian dapat melihat ke belakang dan menghitung siapa saja yang kemudian ikut menempati tempat yang disiapkannya. Berapa banyak tangan yang sebenarnya ikut menopang tempat itu, padahal namanya sendiri yang tercatat?
  • Akibat kebajikan di 30:44 ditulis bagi diri mereka, dan tidak disebut bagi orang lain yang menyaksikan atau yang menerima. Ayat 30:38 dan 30:39, yang lebih awal di surah yang sama, menyebut orang yang memberi dengan menghendaki wajah Allah, dan ayat 30:44 tidak mengulang penyebutan itu. Perhatian ayat tertuju pada tempat yang disiapkan, bukan pada siapa yang melihat penyiapannya. Orang yang pernah menunggu pengakuan setelah berbuat baik dapat menimbang apa yang tersisa bila pengakuan itu tidak pernah datang. Kalau tempat itu sudah ada bagi dirinya, masihkah saksi diperlukan?
  • Akar kata tempat dalam 30:44 menamai Jahanam di 2:206 dan 3:197, tempat yang diterima pelaku dosa. Di 30:44 akar yang sama menjadi pekerjaan, yaitu mempersiapkan. Satu kata dasar menjangkau dua keadaan: tempat yang menunggu dan tempat yang sedang dikerjakan. Orang yang diberi kunci sebuah rumah dan orang yang membangun rumahnya sendiri sama-sama akan menempatinya, tetapi yang kedua mengenal setiap balok yang dipasang. Bila tempat yang kelak ditempati terbentuk dari apa yang dikerjakan hari ini, balok mana yang sedang dipasangnya, dan apakah tempat itu akan dikenalinya ketika hari yang disebut Allah itu tiba?
  • Ayat 30:44 tidak menyebut Allah, hakim, atau saksi. Isi ayatnya tinggal pelaku dan apa yang jatuh padanya. Sebelum dan sesudahnya, 30:43 menyebut hari yang datang dari Allah dan 30:45 menyebut Dia yang membalas, sehingga ketiadaan itu terasa seperti jeda di antara dua penyebutan. Seseorang yang terbiasa menjelaskan hidupnya lewat pihak lain, misalnya keadaan, orang tua, atau waktu yang tidak tepat, dapat membaca ayat ini sebagai kalimat yang menghilangkan semua pihak itu dari tengah. Bila daftar penyebab lain disingkirkan dari kalimatnya sendiri, apa yang tersisa antara dia dan akibat perbuatannya?
  • Kata kekufurannya di 30:44 mengulang akar kata kufur dari kalimat yang sama, sehingga kekufuran seperti paket yang dikirim lalu dikembalikan kepada pengirim. Di 31:23 kata yang sama dipakai dalam kalimat bahwa kekufuran itu tidak perlu membuat sedih, dan di 35:39 kekufuran itu tidak menambah apa pun bagi orang kafir di sisi Tuhan mereka kecuali kemurkaan dan kerugian. Tiga ayat itu menyorot satu kata dari tiga sudut berbeda dan tidak disamakan. Pembaca yang pernah menyaksikan seseorang menjauh dari kebenaran dapat membedakan kesedihan karena kehilangan dengan keyakinan bahwa kekufuran itu akhirnya tertambat pada pemiliknya. Apakah kesedihannya lebih sering tertuju pada orangnya, atau pada kebenaran yang ia lihat hilang?