لِيَجْزِيَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْ فَضْلِهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْكَافِرِينَ

Agar Dia membalas orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia tidak mencintai orang-orang kafir.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. لِيَجْزِيَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْ فَضْلِهِli-yajziya lladziina aamanuu wa-'amiluu sh-shaalihaati min fadhlihiagar Dia membalas orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari karunia-Nya
  2. إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْكَافِرِينَinnahu laa yuhibbu l-kaafiriinasesungguhnya Dia tidak mencintai orang-orang kafir

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. لِيَجْزِيَli-yajziyaagar Dia membalas
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. آمَنُواaamanuuberiman
  4. وَعَمِلُواwa-'amiluudan beramal
  5. الصَّالِحَاتِsh-shaalihaatikebajikan
  6. مِنْmindari
  7. فَضْلِهِfadhlihikarunia-Nya
  8. إِنَّهُinnahusesungguhnya Dia
  9. لَاlaatidak
  10. يُحِبُّyuhibbumencintai
  11. الْكَافِرِينَl-kaafiriinaorang-orang yang kufur

Inti bacaan

Rangkaian (لِيَجْزِيَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ, li-yajziya lladziina aamanuu wa-'amiluu sh-shaalihaati) muncul tiga kali di Al-Qur'an (10:4, 30:45, 34:4).

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (لِيَجْزِيَ, li-yajziya) yang berarti "agar Dia membalas". Awalan li menandai tujuan, dan kata kerjanya berakar ج-ز-ي. Bentuk berawalan li ini muncul sepuluh kali di sepuluh surah, yaitu 9:121, 10:4, 14:51, 24:38, 28:25, 30:45, 33:24, 34:4, 45:14, dan 53:31. Rangkaian lengkap (لِيَجْزِيَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ, li-yajziya lladziina aamanuu wa-'amiluu sh-shaalihaati) yang berarti "agar Dia membalas orang-orang yang beriman dan beramal saleh" muncul tiga kali, yaitu 10:4, 30:45, dan 34:4. Ketiganya sama sampai kata terakhir dan berbeda pada kata sesudahnya. Di 10:4 rangkaian itu disambung dengan (بِالْقِسْطِ, bi-l-qisthi) yang berarti "dengan adil", di 34:4 dengan (أُولَٰئِكَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ, ulaa'ika lahum maghfiratun) yang berarti "mereka itu memperoleh ampunan", dan di 30:45 dengan (مِنْ فَضْلِهِ, min fadhlihi) yang berarti "dari karunia-Nya".

Kata (فَضْلِهِ, fadhlihi) berakar ف-ض-ل dan diterjemahkan "karunia". Di surah ini rangkaian min fadhlihi muncul tiga kali, yaitu 30:23, 30:45, dan 30:46. Di 30:23 rangkaian itu mengikuti (وَابْتِغَاؤُكُمْ, wa-btighaa'ukum) yang berarti "dan usahamu mencari", dan di 30:46 rangkaian itu mengikuti (وَلِتَبْتَغُوا, wa-li-tabtaghuu) yang berarti "dan agar kalian mencari". Di 30:45 karunia itu menyertai kata kerja membalas. Pada empat ayat lain, kata min fadhlihi mengikuti kata kerja menambah: (وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ, wa-yaziidahum min fadhlihi) di 24:38 dan 35:30, serta (وَيَزِيدُهُمْ مِنْ فَضْلِهِ, wa-yaziiduhum min fadhlihi) di 4:173 dan 42:26. Di 24:38 penambahan itu datang sesudah balasan yang terbaik, dan di 35:30 serta 4:173 sesudah pahala yang disempurnakan. Di 30:45 kata yang menambah itu tidak ada, dan karunia disebut langsung sebagai asal balasan. Terjemahan memakai "dari karunia-Nya" untuk 30:45, dan tidak menambahkan kata "pahala" atau "tambahan" yang tidak tertulis.

Kata kerja pada kalimat kedua, (يُحِبُّ, yuhibbu) yang berarti "mencintai", berakar ح-ب-ب. Rangkaian (إِنَّهُ لَا يُحِبُّ, innahu laa yuhibbu) yang berarti "sesungguhnya Dia tidak mencintai" muncul enam kali, yaitu 6:141, 7:31, 7:55, 16:23, 30:45, dan 42:40. Objeknya lima macam: orang-orang yang berlebihan di 6:141 dan 7:31, orang-orang yang melampaui batas di 7:55, orang-orang yang menyombongkan diri di 16:23, orang-orang kafir di 30:45, dan orang-orang zalim di 42:40. Rangkaian (لَا يُحِبُّ الْكَافِرِينَ, laa yuhibbu l-kaafiriina) muncul dua kali, yaitu 3:32 dan 30:45. Di 3:32 kalimat itu mengikuti (فَإِنْ تَوَلَّوْا, fa-in tawallaw) yang berarti "maka jika kalian berpaling", sedangkan di 30:45 kalimat itu mengikuti kalimat tujuan tentang balasan.

Pelaku di bagian ini juga berbeda dari 30:44. Di 30:44 yang kufur disebut dengan kata kerja, (مَنْ كَفَرَ, man kafara), sedangkan di 30:45 pelaku itu disebut dengan kata benda pelaku jamak, (الْكَافِرِينَ, l-kaafiriina) yang berarti "orang-orang kafir". Terjemahan memakai "kufur" untuk kata kerjanya dan "orang-orang kafir" untuk kata bendanya, mengikuti pembagian itu. Pihak yang dibalas ditulis (آمَنُوا, aamanuu) yang berarti "mereka beriman" lalu (عَمِلُوا, 'amiluu) yang berarti "mereka beramal", dan keduanya kata kerja, jadi dalam ayat ini iman dan amal sama-sama disebut sebagai perbuatan.

Tafsiran

Ayat ini menyambung 30:44 dengan tujuan, dan dengan itu sisi Allah muncul untuk pertama kalinya sejak 30:43. Ayat 30:44 hanya memuat pelaku dan akibat yang jatuh padanya, lalu 30:45 menyebut Dia sebagai pembalas dan sebagai pihak yang tidak mencintai. Kalimat tujuan tentang perbuatan Allah muncul di 30:41 dengan agar mereka kembali, di 30:45 dengan agar Dia membalas, dan di 30:46 dengan empat tujuan sekaligus. Tujuan di 30:45 menghubungkan hari yang disebut di 30:43 dengan kedua ayat di sekitarnya.

Kedua kalimat dalam ayat ini tidak setimbang. Kalimat pertama menyebut kata kerja membalas, pihak yang dibalas, dan sumber balasan itu. Kalimat kedua memuat satu pernyataan tentang orang-orang kafir, yaitu mereka tidak dicintai. Ayat-ayat lain yang menyebut orang-orang beriman dan beramal saleh dengan karunia menyertakan pihak lain dengan siksa: 4:173 menyebut azab yang pedih bagi yang enggan dan menyombongkan diri, dan 42:26 menyebut azab yang keras bagi orang-orang kafir. Di 10:4 pihak yang kufur memperoleh minuman dari air mendidih dan azab yang pedih. Ayat 30:45 tidak memuat siksa apa pun bagi orang-orang kafir. Dari ketiadaan itu tidak dapat disimpulkan bahwa siksa tidak ada, dan tidak pula bahwa siksa ditambah. Yang tertulis adalah bahwa Dia tidak mencintai mereka.

Letak ayat ini sesudah 30:44 membuat urutannya terbaca: akibat bagi pelaku di 30:44, lalu sikap Allah di 30:45. Ayat 30:44 menyatakan kekufuran berada di atas pelakunya, dan 30:45 menyatakan Allah tidak mencintai orang-orang yang demikian. Di bagian pertama ayat ini balasan bagi yang beriman dan beramal saleh disebut berasal dari karunia, dan besar balasan itu tidak dinyatakan.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 30:45 menyebut balasan bagi yang beriman dan beramal saleh dengan kata dari karunia-Nya. Orang yang terbiasa menghitung amalnya seperti upah, satu pekerjaan satu bayaran, akan menemukan kata yang memindahkan hitungan itu dari neraca ke tangan pemberi. Ayat 10:4 memakai kata adil untuk rangkaian yang sama, dan 30:45 memakai kata karunia, sehingga keduanya tidak disamakan. Satu pembacaan yang dapat dicoba: Allah menyebut dua sisi dari satu balasan, adil dan berkarunia, tanpa menjelaskan hubungannya. Seseorang yang sudah lama menunggu bayaran dari sebuah amal dapat menimbang apakah yang ditunggunya itu upah atau pemberian. Apa bedanya dalam cara menunggunya?
  • Ayat 30:45 membuka dengan kalimat tujuan, agar Dia membalas, sehingga perbuatan Allah di sini diberi alamat yang jelas. Dari 30:41 sampai 30:46 tujuan Allah disebut berulang: agar mereka kembali, agar Dia membalas, agar kalian merasakan rahmat, agar kapal berlayar, agar kalian mencari karunia, dan agar kalian bersyukur. Deretan itu menunjukkan bahwa tiap perbuatan yang disebut selalu diberi tujuan. Seseorang yang menjalani hari tanpa pernah menanyakan untuk siapa sebuah pekerjaan dilakukan dapat melihat deretan itu sebagai daftar alamat. Bila perbuatannya sendiri diberi alamat seperti itu, pekerjaan mana yang tidak punya alamat sama sekali?
  • Kalimat terakhir ayat 30:45 menyebut Dia tidak mencintai orang-orang kafir, dan tidak menyebut siksa. Pembaca cenderung mengisi ruang kosong semacam itu dengan rasa takut atau dengan rasa aman, padahal teks sendiri tidak mengisinya. Di 4:173 dan 42:26 pasangan kalimatnya memuat azab, dan di 30:45 yang ada hanya kalimat tentang cinta. Seseorang yang membaca ayat ini dapat memperhatikan isi hatinya sendiri sesudah kalimat itu: lega, takut, atau ingin segera menafsirkannya. Apa yang sebenarnya dicari dalam diam ayat itu, dan siapa yang diharapkan mengisinya?
  • Dalam 30:45 dua kata kerja disusun berurutan, mereka beriman lalu mereka beramal saleh. Pada ayat sebelumnya, 30:44, yang disebut hanya amal, tanpa kata beriman. Urutan di 30:45 menaruh keyakinan di depan dan perbuatan di belakang, dan kedua-duanya berada di bawah satu kata kerja tujuan, agar Dia membalas. Seseorang yang merasa cukup dengan yang pertama atau yang kedua dapat membandingkan dirinya dengan urutan itu. Di antara apa yang dipercayanya dan apa yang dikerjakannya hari ini, mana yang sedang tertinggal jauh dari yang lain?
  • Ayat 30:45 memakai dua kosakata dari dua dunia. Kata membalas dan karunia dekat dengan pembukuan, sedangkan kata mencintai dekat dengan hubungan antar pribadi. Kalimat pertama berbicara tentang apa yang diberikan Dia, dan kalimat kedua tentang perasaan-Nya. Seseorang yang berbicara tentang kedudukannya di hadapan Tuhan dapat memeriksa kosakata mana yang dipakainya, pembukuan atau kasih. Bila ayat ini memakai keduanya berdampingan, kosakata mana yang belum sempat dipakainya?
  • Di 30:44 kekufuran disebut sebagai perbuatan, siapa yang kufur, sedangkan di 30:45 pelakunya disebut dengan julukan, orang-orang kafir. Perpindahan dari kata kerja ke julukan itu terjadi dalam dua ayat berurutan. Seseorang yang menimbang orang lain dapat memperhatikan apakah yang sedang ditimbangnya itu perbuatan atau julukan yang ditempelkan. Kapan terakhir kali seseorang ditimbangnya dengan kata kerja, bukan dengan julukan?