وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ يُرْسِلَ الرِّيَاحَ مُبَشِّرَاتٍ وَلِيُذِيقَكُمْ مِنْ رَحْمَتِهِ وَلِتَجْرِيَ الْفُلْكُ بِأَمْرِهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Di antara tanda-tanda-Nya adalah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira agar kalian merasakan sebagian dari rahmat-Nya, agar kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya, agar kalian dapat mencari sebagian dari karunia-Nya, dan agar kalian bersyukur.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ يُرْسِلَ الرِّيَاحَ مُبَشِّرَاتٍwa-min aayaatihi an yursila r-riyaaha mubasysyiraatindi antara tanda-tanda-Nya adalah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira
  2. وَلِيُذِيقَكُمْ مِنْ رَحْمَتِهِ وَلِتَجْرِيَ الْفُلْكُ بِأَمْرِهِwa-li-yudziiqakum min rahmatihi wa-li-tajriya l-fulku bi-amrihiagar kalian merasakan sebagian dari rahmat-Nya, agar kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya
  3. وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَwa-li-tabtaghuu min fadhlihi wa-la'allakum tasykuruunaagar kalian dapat mencari sebagian dari karunia-Nya, dan agar kalian bersyukur

Terjemahan per kata (17 kata)

  1. وَمِنْwa-mindan dari
  2. آيَاتِهِaayaatihitanda-tanda-Nya
  3. أَنْanbahwa
  4. يُرْسِلَyursilamengirimkan
  5. الرِّيَاحَr-riyaahaangin
  6. مُبَشِّرَاتٍmubasysyiraatinpembawa kabar gembira
  7. وَلِيُذِيقَكُمْwa-li-yudziiqakumdan agar Dia mencicipkan kepada kalian
  8. مِنْmindari
  9. رَحْمَتِهِrahmatihirahmat-Nya
  10. وَلِتَجْرِيَwa-li-tajriyadan agar berlayar
  11. الْفُلْكُl-fulkukapal
  12. بِأَمْرِهِbi-amrihidengan keputusan-Nya
  13. وَلِتَبْتَغُواwa-li-tabtaghuudan agar kalian mencari
  14. مِنْmindari
  15. فَضْلِهِfadhlihikarunia-Nya
  16. وَلَعَلَّكُمْwa-la'allakumdan agar kalian
  17. تَشْكُرُونَtasykuruunabersyukur

Inti bacaan

Rangkaian (لِتَجْرِيَ الْفُلْكُ, li-tajriya l-fulku) muncul dua kali di Al-Qur'an (30:46, 45:12).

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ, wa-min aayaatihi an) yang berarti "dan di antara tanda-tanda-Nya adalah bahwa". Rangkaian ini muncul empat kali, semuanya di surah ini, yaitu 30:20, 30:21, 30:25, dan 30:46. Rangkaian yang lebih pendek, (وَمِنْ آيَاتِهِ, wa-min aayaatihi), muncul sebelas kali di tiga surah, yaitu 30:20, 30:21, 30:22, 30:23, 30:24, 30:25, 30:46, 41:37, 41:39, 42:29, dan 42:32. Di 30:20 dan 30:21 kata sesudah an adalah penciptaan manusia, dan di 30:25 langit dan bumi yang berdiri. Di 30:46 kata sesudah an adalah (يُرْسِلَ, yursila) yang berarti "mengirimkan", dengan angin sebagai objeknya.

Susunan (أَنْ يُرْسِلَ الرِّيَاحَ, an yursila r-riyaaha) muncul sekali, di 30:46. Bentuk (الرِّيَاحَ, r-riyaaha) yang berarti "angin" itu jamak dan muncul tujuh kali, yaitu 7:57, 15:22, 25:48, 27:63, 30:46, 30:48, dan 35:9. Kata berikutnya, (مُبَشِّرَاتٍ, mubasysyiraatin) yang berarti "pembawa berita gembira", berakar ب-ش-ر dan hanya muncul di 30:46. Di 7:57, 25:48, dan 27:63 angin dikirim sebagai (بُشْرًا, busyran) yang berarti "kabar gembira", dan itu kata yang lain. Akar yang sama muncul lagi di surah ini pada (يَسْتَبْشِرُونَ, yastabsyiruuna) di 30:48, yang berarti "mereka bergembira", sehingga angin pembawa berita gembira di 30:46 dan kegembiraan mereka di 30:48 memakai akar yang sama.

Kata kerja (لِيُذِيقَكُمْ, li-yudziiqakum) yang berarti "agar kalian merasakan" berakar ذ-و-ق. Bentuk (لِيُذِيقَ, li-yudziiqa) muncul dua kali, yaitu 30:41 dan 30:46. Akar ini dalam bentuk yang sama muncul empat kali di surah ini, yaitu 30:33, 30:36, 30:41, dan 30:46. Di 30:33, 30:36, dan 30:46 objeknya rahmat, sedangkan di 30:41 objeknya (بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا, ba'dha lladzii 'amiluu) yang berarti "sebagian dari apa yang mereka kerjakan". Sasarannya juga berganti: di 30:41 orang banyak dibicarakan dalam bentuk mereka, sedangkan di 30:46 kalian disapa langsung. Rangkaian (مِنْ رَحْمَتِهِ, min rahmatihi) muncul empat kali, yaitu 18:16, 28:73, 30:46, dan 57:28. Terjemahan 30:46 memakai "sebagian dari rahmat-Nya" karena kata yang tertulis, min, berarti "dari", dan rahmat tidak menjadi objek langsung kata kerjanya.

Bagian berikutnya, (وَلِتَجْرِيَ الْفُلْكُ بِأَمْرِهِ, wa-li-tajriya l-fulku bi-amrihi) yang berarti "dan agar kapal berlayar dengan perintah-Nya", memuat (لِتَجْرِيَ, li-tajriya) yang muncul tiga kali, yaitu 14:32, 30:46, dan 45:12. Kapal yang berlayar dengan (بِأَمْرِهِ, bi-amrihi) muncul empat kali, yaitu 14:32, 22:65, 30:46, dan 45:12. Kata bi-amrihi sendiri muncul tiga belas kali di sebelas surah, yaitu 2:109, 7:54, 9:24, 12:15, 14:32, 16:12, 21:27, 21:81, 22:65, 30:25, 30:46, 38:36, dan 45:12. Di 30:25 kata itu menyertai langit dan bumi yang berdiri, jadi di surah ini kata itu dipakai untuk dua hal yang sangat berbeda ukurannya, yaitu langit dan bumi serta sebuah kapal.

Dua tujuan terakhir berbunyi (وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ, wa-li-tabtaghuu min fadhlihi wa-la'allakum tasykuruuna) yang berarti "dan agar kalian mencari sebagian dari karunia-Nya, dan agar kalian bersyukur". Rangkaian utuh ini muncul empat kali, yaitu 16:14, 28:73, 30:46, dan 45:12. Bagian akhirnya, (لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ, la'allakum tasykuruuna), muncul empat belas kali di sepuluh surah, yaitu 2:52, 2:56, 2:185, 3:123, 5:6, 5:89, 8:26, 16:14, 16:78, 22:36, 28:73, 30:46, 35:12, dan 45:12. Tiga tujuan pertama memakai awalan li, sedangkan yang keempat memakai la'alla, dan terjemahan memakai "agar" untuk keempatnya.

Tafsiran

Ayat ini kembali ke rangkaian tanda-tanda yang dibuka di 30:20 sampai 30:25, setelah dua puluh ayat yang memuat perumpamaan, perintah menghadap, larangan menjadi musyrik, kerusakan di darat dan laut, dan hari yang tidak dapat ditolak. Tanda-tanda di 30:20 sampai 30:25 menyangkut manusia, pasangan, bahasa dan warna kulit, tidur, kilat, serta langit dan bumi yang berdiri. Tanda di 30:46 menyangkut angin, yang paling dekat dengan 30:24, tempat kilat diperlihatkan dan air dari langit menghidupkan bumi.

Ayat ini menyebut empat tujuan dari satu perbuatan, mengirimkan angin, dan keempatnya tersusun dalam urutan yang dapat diikuti. Tujuan pertama adalah merasakan rahmat, tujuan kedua kapal berlayar, tujuan ketiga mencari karunia, dan tujuan keempat bersyukur. Syukur menempati ujung deretan itu, sesudah tiga tujuan yang menyebut rahmat, pelayaran, dan usaha mencari karunia. Angin dan hujan belum dikaitkan secara tersurat di ayat ini; keterangan itu baru datang di 30:48.

Ayat 30:47 menyela di antara 30:46 dan 30:48, dua ayat yang sama-sama membuka dengan angin yang dikirim. Sela itu memuat rasul-rasul yang datang kepada kaum mereka, pembalasan, dan pertolongan bagi orang beriman. Dengan susunan ini, bahan yang sama, angin, ditaruh sebelum dan sesudah kisah rasul-rasul, dan 30:48 mengembangkannya dari sudut gerakan awan dan hujan.

Karunia yang disebut di 30:46 juga muncul di ayat sebelumnya, 30:45, sebagai sumber balasan bagi yang beriman dan beramal saleh. Di 30:46 karunia yang sama menjadi sesuatu yang dicari, dalam deretan sesudah kapal berlayar. Dua ayat itu menyebutnya dari dua arah, yaitu diberikan sebagai balasan dan dicari lewat usaha.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 30:46 menyebut satu perbuatan Allah, mengirimkan angin, lalu menyusunnya dalam empat tujuan: merasakan rahmat, melayarkan kapal, mencari karunia, dan bersyukur. Kalimat ini menaruh empat tujuan di belakang satu gerakan, tanpa menyatakan tujuan mana yang lebih utama. Seseorang yang menilai harinya dengan satu ukuran dapat membayangkan ukuran itu dipecah menjadi empat. Dari empat tujuan itu, mana yang paling jarang diperhatikannya ketika menimbang apakah sebuah hari berjalan dengan baik?
  • Angin di 30:46 disebut pembawa berita gembira, dan isi berita itu tidak ikut disebut. Angin itu disebut mengabarkan, dan hal yang dikabarkan berada di luar kalimat. Orang yang pernah merasakan udara berubah sebelum ada tanda di langit dapat membandingkannya dengan keadaan ini: kabar sudah sampai, sesuatu yang lain masih di jalan. Orang yang cepat bergembira atas sebuah kabar dapat menimbang apakah kegembiraannya tertuju pada kabar itu atau pada hal yang dikabarkan. Apa yang sekarang dianggap isi, padahal baru pembawa kabar?
  • Kapal di 30:46 berlayar dengan perintah-Nya, dan kata yang sama dipakai di 30:25 untuk langit dan bumi yang berdiri. Satu kata menjangkau benda yang paling besar dan benda yang dapat dipandang dari dermaga. Penumpang kapal yang bergantung pada angin tidak dapat memerintahkan angin itu. Teks menaruh angin, kapal, dan perintah dalam satu kalimat tanpa menjelaskan hubungan di antaranya. Orang yang merasa jalan hidupnya digerakkan oleh rencana dan kerja kerasnya sendiri dapat menimbang bagian mana dari perjalanan itu yang sebenarnya ditumpangkan pada angin yang tidak dikirimnya sendiri. Siapa yang mengirimnya?
  • Dua tujuan terakhir di 30:46 berdampingan: agar kalian mencari karunia-Nya dan agar kalian bersyukur. Mencari ditaruh sebelum bersyukur, jadi usaha dan syukur tidak dipisahkan menjadi dua jenis orang. Seseorang yang bekerja keras dan seseorang yang bersyukur tidak dibagi dalam ayat ini; keduanya terdengar seperti sapaan kepada satu kelompok yang sama. Orang yang menganggap mencari rezeki sebagai urusan duniawi dan bersyukur sebagai urusan lain dapat memeriksa apakah sapaan ayat ini memberinya alasan untuk memisahkannya. Dalam satu hari kerja, di titik mana syukurnya sempat tersisip di antara urusan mencari?
  • Ayat 30:41 membicarakan orang banyak dalam bentuk mereka, agar mereka merasakan sebagian dari apa yang mereka kerjakan. Ayat 30:46 memakai kata kerja merasakan yang sama, tetapi sasarannya kalian, dan yang dirasakan adalah sebagian rahmat. Pembaca yang membaca 30:41 dari kejauhan sebagai urusan orang lain tiba-tiba disapa langsung. Sapaan itu tidak menyamakan kalian dengan mereka, dan tidak pula membedakannya. Perpindahan sasaran itu cukup untuk mengubah jarak: yang tadi hanya diamati kini menyentuh pembaca. Pada rahmat Allah yang sudah dirasakannya sampai hari ini, ke mana sapaan kalian itu menunjuk: ke orang banyak, atau ke diri sendiri?
  • Ayat 30:46 memakai kata dari: agar kalian merasakan sebagian dari rahmat-Nya, dan agar kalian mencari sebagian dari karunia-Nya. Yang disebut adalah sebagian, dan ayat tidak menyebut seberapa besar bagian yang dirasakan. Orang yang mengukur rahmat Allah dari yang sudah sampai ke tangannya dapat membayangkan sendok kecil yang mengambil dari wadah yang tidak terlihat dasarnya. Ayat ini tidak memuat angka dan tidak mengatakan wadahnya besar atau kecil. Bila yang dirasakannya hari ini hanya sebagian, bagian mana dari yang belum terasa itu sedang berjalan menuju diri sendiri?