وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ رُسُلًا إِلَىٰ قَوْمِهِمْ فَجَاءُوهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَانْتَقَمْنَا مِنَ الَّذِينَ أَجْرَمُوا ۖ وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ

Dan sungguh Kami telah mengutus sebelummu rasul-rasul kepada kaum mereka, lalu mereka datang kepada mereka dengan bukti-bukti nyata, kemudian Kami membalas orang-orang yang berdosa; dan menolong orang-orang beriman adalah kewajiban atas Kami.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ رُسُلًا إِلَىٰ قَوْمِهِمْ فَجَاءُوهُمْ بِالْبَيِّنَاتِwa-la-qad arsalnaa min qablika rusulan ilaa qawmihim fa-jaa'uuhum bi-l-bayyinaatidan sungguh Kami telah mengutus sebelummu rasul-rasul kepada kaum mereka, lalu mereka datang kepada mereka dengan bukti-bukti nyata
  2. فَانْتَقَمْنَا مِنَ الَّذِينَ أَجْرَمُوا وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَfa-ntaqamnaa mina lladziina ajramuu wa-kaana haqqan 'alaynaa nashru l-mu'miniinakemudian Kami membalas orang-orang yang berdosa; dan menolong orang-orang beriman adalah kewajiban atas Kami

Terjemahan per kata (18 kata)

  1. وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
  2. أَرْسَلْنَاarsalnaaKami mengutus
  3. مِنْmindari
  4. قَبْلِكَqablikasebelummu
  5. رُسُلًاrusulanpara rasul
  6. إِلَىٰilaakepada
  7. قَوْمِهِمْqawmihimkaum mereka
  8. فَجَاءُوهُمْfa-jaa'uuhummaka mereka mendatangi mereka
  9. بِالْبَيِّنَاتِbi-l-bayyinaatidengan bukti-bukti yang nyata
  10. فَانْتَقَمْنَاfa-ntaqamnaamaka Kami membalas
  11. مِنَminadari
  12. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  13. أَجْرَمُواajramuumereka berbuat dosa
  14. وَكَانَwa-kaanadan ia adalah
  15. حَقًّاhaqqansebagai kewajiban
  16. عَلَيْنَا'alaynaaatas Kami
  17. نَصْرُnashrupertolongan
  18. الْمُؤْمِنِينَl-mu'miniinaorang-orang beriman

Inti bacaan

Susunan (فَجَاءُوهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ, fa-jaa'uuhum bi-l-bayyinaati) muncul dua kali di Al-Qur'an (10:74, 30:47).

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ, wa-la-qad arsalnaa min qablika) yang berarti "dan sungguh Kami telah mengutus sebelummu". Rangkaian ini muncul dua kali, yaitu 15:10 dan 30:47, sedangkan (أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ, arsalnaa min qablika) muncul delapan kali di tujuh surah, yaitu 12:109, 15:10, 16:43, 21:25, 22:52, 30:47, 43:23, dan 43:45. Kata kerja (أَرْسَلْنَا, arsalnaa) berakar ر-س-ل, akar yang sama dengan (رُسُلًا, rusulan) yang berarti "rasul-rasul" di ayat yang sama. Di surah ini akar itu muncul enam kali di lima ayat, yaitu untuk rasul di 30:9 dan 30:47 (dua kali di 30:47) dan untuk angin di 30:46, 30:48, dan 30:51. Terjemahan membedakan kata kerjanya menurut objeknya: "mengutus" untuk rasul-rasul di 30:47 dan "mengirim" untuk angin di 30:46, 30:48, dan 30:51. Akhiran (كَ, -ka) pada (قَبْلِكَ, qablika) tunggal dan sama dengan akhiran pada (وَجْهَكَ, wajhaka) di 30:43.

Rangkaian (رُسُلًا إِلَىٰ قَوْمِهِمْ, rusulan ilaa qawmihim) yang berarti "rasul-rasul kepada kaum mereka" muncul dua kali, yaitu 10:74 dan 30:47. Rangkaian sesudahnya, (فَجَاءُوهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ, fa-jaa'uuhum bi-l-bayyinaati) yang berarti "lalu mereka datang kepada mereka dengan bukti-bukti nyata", juga muncul dua kali di dua ayat yang sama, yaitu 10:74 dan 30:47. Kata (فَجَاءُوهُمْ, fa-jaa'uuhum) memuat dua kata ganti jamak. Yang pertama, wau pada kata kerjanya, mengacu pada rasul-rasul, dan yang kedua, akhiran -hum, mengacu pada kaum mereka, sehingga "mereka datang kepada mereka" tidak berarti dua kelompok yang sama. Di 30:9 pasangan serupa ada dalam (وَجَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ, wa-jaa'at-hum rusuluhum bi-l-bayyinaati) yang berarti "dan rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan bukti-bukti yang jelas".

Kata kerja berikutnya, (فَانْتَقَمْنَا, fa-ntaqamnaa) yang berarti "kemudian Kami membalas", berakar ن-ق-م. Bentuk ini muncul empat kali, yaitu 7:136, 15:79, 30:47, dan 43:25, dan terjemahan memakai "Kami membalas" di keempatnya. Di 7:136, 15:79, dan 43:25 sasarannya (مِنْهُمْ, minhum) yang berarti "dari mereka", sedangkan di 30:47 sasarannya (مِنَ الَّذِينَ أَجْرَمُوا, mina lladziina ajramuu) yang berarti "dari orang-orang yang berdosa", yaitu sasaran yang disebut menurut perbuatannya. Rangkaian (الَّذِينَ أَجْرَمُوا, lladziina ajramuu) muncul tiga kali, yaitu 6:124, 30:47, dan 83:29, dan akarnya ج-ر-م diterjemahkan "berdosa" atau "berbuat dosa" di ketiganya.

Kalimat terakhir, (وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ, wa-kaana haqqan 'alaynaa nashru l-mu'miniina) yang berarti "dan menolong orang-orang beriman adalah kewajiban atas Kami", hanya muncul di 30:47. Rangkaian (حَقًّا عَلَيْنَا, haqqan 'alaynaa) muncul dua kali, yaitu 10:103 dan 30:47. Kata (حَقًّا, haqqan) berakar ح-ق-ق, dan (حَقًّا عَلَى, haqqan 'alaa) yang berarti "sebagai kewajiban bagi" muncul di 2:180, 2:236, dan 2:241. Kata (نَصْرُ, nashru) yang berarti "pertolongan" muncul lima kali, yaitu 2:214, 6:34, 12:110, 30:47, dan 110:1. Di 2:214 dan 110:1 kata itu bergabung dengan nama Allah, (نَصْرُ اللَّهِ, nashru llaahi), dan di 6:34 serta 12:110 dengan Kami, (نَصْرُنَا, nashrunaa). Di 30:47 pertolongan itu bergabung dengan penerimanya, (نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ, nashru l-mu'miniina) yang berarti "pertolongan kepada orang-orang beriman".

Tafsiran

Ayat ini memuat empat langkah dalam satu rangkaian: rasul-rasul diutus kepada kaum mereka, mereka datang dengan bukti, orang-orang yang berdosa dibalas, dan menolong orang beriman dinyatakan sebagai kewajiban. Ayat tidak menyebut nama rasul, nama kaum, jumlah mereka, atau lamanya waktu di antara langkah-langkah itu. Kalimat terakhir dibuka dengan kata kerja wa-kaana yang menandai perbuatan selesai, tetapi isinya sebuah ketetapan, sehingga kalimat itu berdiri di luar urutan peristiwa tiga langkah sebelumnya.

Ayat ini menyela dua ayat yang sama-sama membuka dengan angin yang dikirim, yaitu 30:46 dan 30:48. Kata kerja yang dipakai untuk angin di 30:46 dan 30:48 adalah kata kerja yang dipakai untuk rasul-rasul di 30:47, jadi sela ini bukan perpindahan topik yang bersih. Angin dikirim, rasul-rasul diutus, lalu angin dikirim lagi, dan semuanya disebut dengan akar yang sama. Ayat 30:51 kembali memakai akar itu untuk angin yang disusul sesuatu yang mereka lihat menguning.

Ayat ini juga mengulang pola 30:9. Di 30:9 ayat itu menyebut orang-orang terdahulu yang lebih kuat dan lebih giat mengolah bumi, rasul-rasul mereka datang dengan bukti, lalu ditutup dengan pernyataan bahwa mereka menzalimi diri mereka sendiri. Di 30:47 pola yang sama diringkas, dengan satu tambahan di ujungnya, yaitu pertolongan bagi orang beriman. Ayat 10:74 memakai dua rangkaian pembuka yang sama, tetapi menutupnya dengan orang-orang yang tidak mau beriman pada apa yang mereka dustakan sebelumnya, bukan dengan pertolongan. Ayat 30:47 dan 10:74 berhubungan lewat pembukanya, dan arah penutupnya berbeda.

Sapaan tunggal -ka pada sebelummu berbentuk sama dengan sapaan pada wajahmu di 30:43. Ayat tidak menyatakan apakah yang disapa di kedua tempat itu orang yang sama, dan tidak menjelaskan apa yang terjadi pada rasul-rasul itu sendiri sesudah bukti mereka datang.

Renungan dan Hikmah

  • Menolong orang-orang beriman dinyatakan di 30:47 sebagai kewajiban atas Kami, dan pihak yang menyatakan kewajiban itu sekaligus memikulnya. Dalam kalimat yang sama pembicara yang sama mengutus rasul-rasul dan membalas orang-orang yang berdosa. Kalimat itu menuliskan syarat beriman dan tidak memuat siapa yang berhak menagih. Seseorang yang menunggu pertolongan dapat membedakan dua keadaan: menunggu sesuatu yang bergantung pada kebaikan hati orang lain, dan menunggu sesuatu yang sudah dinyatakan sebagai tanggungan oleh pihak yang menanggungnya. Bila tanggungan itu berada di pihak yang berbicara, apa yang masih perlu dikerjakan oleh orang yang menunggu, dan apa yang tidak perlu lagi dipikulnya?
  • Rasul-rasul diutus kepada kaum mereka di 30:47, dan Allah mengirim angin di 30:48, dengan akar kata kerja yang sama. Dalam kedua kasus itu yang datang tidak dikirim oleh penerimanya. Ayat ini tidak menyamakan rasul dengan angin, dan hanya memperlihatkan bahwa teks memakai satu akar kata untuk dua jenis kedatangan. Orang yang menganggap hidupnya hasil rencananya sendiri dapat membuat daftar hal yang datang kepadanya tanpa dikirimnya sendiri, misalnya angin yang menggerakkan kapal, kabar yang mengubah arah sebuah hari, atau orang yang membawa keterangan. Dari daftar itu, bagian mana yang tadinya dianggap buah kerjanya sendiri?
  • Urutan di 30:47 menaruh kedatangan dengan bukti-bukti nyata sebelum pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. Jarak waktu antara keduanya dan jenis buktinya sama-sama tidak dirinci. Di 30:9 urutan serupa ditutup dengan penyebutan bahwa Allah tidak menzalimi mereka. Seseorang yang pernah menilai orang lain tanpa menunggu penjelasannya dapat menimbang urutan ini sebagai ukuran: bukti dulu, pembalasan kemudian. Dalam menimbang orang lain, bukti mana yang sudah didengarnya sebelum menjatuhkan penilaian?
  • Ayat 30:47 menyebut rasul-rasul yang diutus kepada kaum mereka, dan 30:9 menyebut bahwa rasul-rasul datang kepada orang-orang terdahulu dengan bukti yang jelas. Kedua ayat sama-sama menyebut rasul yang datang dengan bukti. Orang yang menyampaikan sesuatu yang baik tanpa ada yang mendengar dapat membaca kedua ayat itu sebagai pengingat bahwa menyampaikan sesuatu dengan bekal bukti bukan keadaan yang baru. Jumlah rasul, jumlah kaum yang menolak, dan perasaan para rasul tidak masuk ke dalam kalimatnya. Siapa saja pada zaman sekarang yang menyampaikan hal serupa dengan bekal yang serupa?
  • Pertolongan bagi orang-orang beriman dinyatakan sebagai kewajiban di 30:47, tanpa keterangan kapan pertolongan itu tiba. Di 2:214 rasul dan orang-orang beriman bertanya, kapankah pertolongan Allah, lalu ayat itu menjawab bahwa pertolongan Allah itu dekat. Pertanyaan di sana menyangkut waktu, dan jawabannya menyebut jarak, bukan tanggal. Seseorang yang sedang menunggu dapat memperhatikan bahwa kewajiban yang tertulis tidak sama dengan tanggal yang tertulis. Hari-hari menunggu yang terasa lama diukur dengan apa: kalender di tangannya, atau kata kewajiban yang dinyatakan oleh pihak yang menanggungnya?
  • Kalimat terakhir 30:47 berbicara tentang orang-orang beriman, bukan tentang orang-orang yang berdosa. Pembalasan disebut di tengah, dan ayat selesai dengan pertolongan. Dua ayat berikutnya, 30:48 dan 30:49, kembali ke angin, awan, dan kegembiraan yang menyusul keputusasaan. Orang yang membaca sambil menimbang siapa yang akan dihukum dapat memperhatikan bahwa ayat ini sendiri tidak berhenti di sana. Letak kalimat pertolongan di ujung memberi pembaca satu pertanyaan tentang dirinya: ketika sebuah kabar tentang pembalasan dibaca, di kalimat manakah perhatiannya berhenti?