اللَّهُ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ فَتُثِيرُ سَحَابًا فَيَبْسُطُهُ فِي السَّمَاءِ كَيْفَ يَشَاءُ وَيَجْعَلُهُ كِسَفًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِ ۖ فَإِذَا أَصَابَ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ
Allah yang mengirim angin, lalu ia menggerakkan awan, kemudian Dia membentangkannya di langit menurut yang Dia kehendaki, dan menjadikannya kepingan-kepingan, lalu engkau melihat hujan keluar dari celah-celahnya; maka apabila Dia menurunkannya kepada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki, seketika mereka bergembira,
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- اللَّهُ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ فَتُثِيرُ سَحَابًاallaahu lladzii yursilu r-riyaaha fa-tutsiiru sahaabanAllah yang mengirim angin, lalu ia menggerakkan awan
- فَيَبْسُطُهُ فِي السَّمَاءِ كَيْفَ يَشَاءُ وَيَجْعَلُهُ كِسَفًاfa-yabsuthuhu fii s-samaa'i kayfa yasyaa'u wa-yaj'aluhu kisafankemudian Dia membentangkannya di langit menurut yang Dia kehendaki, dan menjadikannya kepingan-kepingan
- فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِfa-taraa l-wadqa yakhruju min khilaalihilalu engkau melihat hujan keluar dari celah-celahnya
- فَإِذَا أَصَابَ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَfa-idzaa ashaaba bihi man yasyaa'u min 'ibaadihi idzaa hum yastabsyiruunamaka apabila Dia menurunkannya kepada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki, seketika mereka bergembira
Terjemahan per kata (28 kata)
- اللَّهُallaahuAllah
- الَّذِيlladziiyang
- يُرْسِلُyursilumengirimkan
- الرِّيَاحَr-riyaahaangin
- فَتُثِيرُfa-tutsiirumaka menggerakkan
- سَحَابًاsahaabanawan
- فَيَبْسُطُهُfa-yabsuthuhumaka Dia membentangkannya
- فِيfiidi
- السَّمَاءِs-samaa'ilangit
- كَيْفَkayfabagaimana
- يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
- وَيَجْعَلُهُwa-yaj'aluhudan Dia menjadikannya
- كِسَفًاkisafangumpalan
- فَتَرَىfa-taraamaka engkau melihat
- الْوَدْقَl-wadqahujan
- يَخْرُجُyakhrujukeluar
- مِنْmindari
- خِلَالِهِkhilaalihicelah-celahnya
- فَإِذَاfa-idzaamaka apabila
- أَصَابَashaabamenimpa
- بِهِbihidengannya
- مَنْmanorang yang
- يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
- مِنْmindari
- عِبَادِهِ'ibaadihihamba-hamba-Nya
- إِذَاidzaaseketika itu
- هُمْhummereka
- يَسْتَبْشِرُونَyastabsyiruunamereka bergembira
Inti bacaan
Rangkaian (فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِ, fa-taraa l-wadqa yakhruju min khilaalihi) muncul dua kali di Al-Qur'an (24:43, 30:48).
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (اللَّهُ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ, allaahu lladzii yursilu r-riyaaha) yang berarti "Allah yang mengirim angin". Rangkaian ini muncul sekali, di 30:48, sedangkan (الَّذِي أَرْسَلَ الرِّيَاحَ, alladzii arsala r-riyaaha) muncul dua kali, yaitu 25:48 dan 35:9. Kelanjutannya, (فَتُثِيرُ سَحَابًا, fa-tutsiiru sahaaban) yang berarti "lalu ia menggerakkan awan", muncul dua kali, yaitu 30:48 dan 35:9. Subjek kata kerja (تُثِيرُ, tutsiiru) berpindah ke angin: bentuknya berbeda dari (يُرْسِلُ, yursilu) sebelumnya dan dari (يَبْسُطُ, yabsuthu) sesudahnya, yang dipakai untuk Allah. Akar kata kerja itu ث-و-ر muncul tiga kali dalam bentuk ini, yaitu 2:71, 30:48, dan 35:9, ditambah (أَثَارُوا, atsaaruu) di 30:9. Objeknya bumi di 2:71 dan 30:9, dan awan di 30:48 dan 35:9, sehingga terjemahan memakai "membajak" di 2:71, "mengolah" di 30:9, dan "menggerakkan" di 30:48 dan 35:9, mengikuti objeknya.
Langkah berikutnya adalah (فَيَبْسُطُهُ فِي السَّمَاءِ كَيْفَ يَشَاءُ, fa-yabsuthuhu fii s-samaa'i kayfa yasyaa'u) yang berarti "kemudian Dia membentangkannya di langit menurut yang Dia kehendaki". Kata kerja (يَبْسُطُ, yabsuthu) muncul tiga belas kali di sebelas surah, yaitu 2:245, 5:11, 13:26, 17:30, 28:82, 29:62, 30:37, 30:48, 34:36, 34:39, 39:52, 42:12, dan 60:2. Di surah ini kata itu dipakai dua kali: di 30:37 objeknya (الرِّزْقَ, r-rizqa) yang berarti "rezeki", dan di 30:48 objeknya awan. Rangkaian (كَيْفَ يَشَاءُ, kayfa yasyaa'u) yang berarti "menurut yang Dia kehendaki" muncul tiga kali, yaitu 3:6, 5:64, dan 30:48. Di 3:6 kata itu menyertai pembentukan dalam rahim, dan di 5:64 menyertai pemberian. Di ketiga ayat kehendak menempel pada cara.
Kata kerja ketiga, (وَيَجْعَلُهُ كِسَفًا, wa-yaj'aluhu kisafan) yang berarti "dan menjadikannya kepingan-kepingan", memuat (كِسَفًا, kisafan) yang berakar ك-س-ف dan muncul empat kali, yaitu 17:92, 26:187, 30:48, dan 34:9. Di tiga ayat lainnya kepingan itu berasal dari langit yang dijatuhkan, dan terjemahan memakai "berkeping-keping" di 17:92 serta "kepingan-kepingan" di 26:187 dan 34:9. Bentuk yang berdekatan, (كِسْفًا, kisfan) di 52:44, diterjemahkan "kepingan". Terjemahan 30:48 memakai "kepingan-kepingan" juga, dan tidak memakai "bergumpal", karena tidak ada ayat lain yang menerjemahkan akar ini sebagai gumpalan. Kata kerja (يَجْعَلُهُ, yaj'aluhu) muncul tiga kali, yaitu 24:43, 30:48, dan 39:21. Di 24:43 hasilnya (رُكَامًا, rukaaman) yang berarti "bertumpuk-tumpuk", sehingga dua ayat itu memakai kata kerja yang sama untuk dua hasil yang berlawanan arah: bertumpuk di 24:43 dan berkeping di 30:48.
Dua ayat itu berpadu kembali pada rangkaian berikutnya. Rangkaian (فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِ, fa-taraa l-wadqa yakhruju min khilaalihi) yang berarti "lalu engkau melihat hujan keluar dari celah-celahnya" muncul dua kali, yaitu 24:43 dan 30:48. Kata (الْوَدْقَ, l-wadqa) juga hanya muncul di dua ayat itu. Kata (خِلَالِهِ, khilaalihi) berbentuk jamak, "celah-celah", dan kata ganti -hi di ujungnya merujuk pada awan yang tadi dijadikan kepingan.
Bagian akhir ayat adalah (فَإِذَا أَصَابَ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ, fa-idzaa ashaaba bihi man yasyaa'u min 'ibaadihi) yang berarti "maka apabila Dia menurunkannya kepada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki". Rangkaian (مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ, man yasyaa'u min 'ibaadihi) muncul sebelas kali, yaitu 2:90, 6:88, 7:128, 10:107, 14:11, 16:2, 28:82, 29:62, 30:48, 34:39, dan 40:15. Kehendak disebut dua kali dalam ayat ini, yaitu pada cara membentangkan dan pada orang yang dituju. Rangkaian (إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ, idzaa hum yastabsyiruuna) yang berarti "seketika mereka bergembira" muncul dua kali, yaitu 30:48 dan 39:45. Di 39:45 rangkaian itu mengikuti (وَإِذَا ذُكِرَ الَّذِينَ مِنْ دُونِهِ, wa-idzaa dzukira lladziina min duunihi) yang berarti "dan apabila disebut yang lain selain Dia". Di surah ini, (إِذَا هُمْ, idzaa hum) muncul dua kali, yaitu 30:36 dan 30:48. Di 30:36 kata itu mengikuti rahmat yang dirasakan lalu keburukan, dengan (إِذَا هُمْ يَقْنَطُونَ, idzaa hum yaqnathuuna) yang berarti "seketika mereka berputus asa".
Tafsiran
Ayat ini menguraikan langkah demi langkah apa yang di 30:46 disebut sebagai angin pembawa berita gembira, dan uraiannya berhenti pada kegembiraan orang-orang yang dituju. Subjek kalimat berpindah-pindah sepanjang rangkaian itu: Allah mengirim, angin menggerakkan, Dia membentangkan dan menjadikan kepingan, lalu pembaca diajak melihat hujan keluar, dan akhirnya mereka bergembira. Ayat menaruh pembaca di tengah rangkaian itu dengan kata kerja engkau melihat, jadi hujan yang disebut bukan laporan dari jauh.
Hubungan ayat ini dengan 24:43 jelas pada urutan kata kerjanya. Di 24:43 awan diarahkan, disatukan, lalu ditumpuk, dan hujan keluar dari celahnya. Di 30:48 awan digerakkan angin, dibentangkan, lalu dijadikan kepingan, dan hujan keluar dari celahnya. Kedua urutan berakhir pada peristiwa yang sama, tetapi jalan menuju ke sana berbeda: 24:43 menaruh awan bersatu dan bertumpuk, sedangkan 30:48 menaruhnya terbentang dan terpecah. Ayat 24:43 juga memuat penerima dan yang dipalingkan, yaitu menimpakan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memalingkannya dari siapa yang Dia kehendaki. Ayat 30:48 hanya memuat penerima, dan tidak menyebut orang yang dipalingkan.
Dalam rangkaian 30:46 sampai 30:50, ayat ini mengisi bagian tengah. Ayat 30:46 menyebut rahmat sebagai tujuan angin, ayat 30:48 menunjukkan jalan hujan, dan ayat 30:50 menyebut apa yang tampak sesudahnya sebagai jejak-jejak rahmat Allah. Ayat 30:47 yang menyela di antara 30:46 dan 30:48 memuat kisah rasul-rasul, dan sesudah sela itu 30:48 melanjutkan dengan bahan yang sama seperti 30:46, yaitu angin yang dikirim. Ayat 30:49 menyambungnya dengan keadaan mereka sebelumnya, yaitu benar-benar telah berputus asa. Dengan susunan itu, kegembiraan di akhir 30:48 dibaca bersama keputusasaan di 30:49.
Renungan dan Hikmah
- Hujan di 30:48 datang melalui langkah-langkah ini: angin dikirim, awan digerakkan, awan dibentangkan, awan dijadikan kepingan, lalu hujan keluar dari celahnya. Tiap langkah memakai kata kerja yang berbeda, dan tidak ada langkah yang dilompati dalam kalimat ini. Allah disebut sebagai yang mengirim angin di awal, dan baru di langkah ketiga kata Dia kembali muncul. Orang yang tidak sabar pada sesuatu yang sedang jadi dapat memperhatikan bahwa ayat ini tidak menyingkat prosesnya demi hasilnya. Dari semua yang ditunggunya sekarang, mana yang sesungguhnya sedang berada di langkah kedua, dan bukan di akhir?
- Kehendak disebut dua kali dalam 30:48. Pertama pada cara awan dibentangkan, menurut yang Dia kehendaki, dan kedua pada hamba-hamba yang dituju, yang Dia kehendaki. Keduanya menyentuh hal yang tidak dipilih oleh orang yang berdiri di bawah awan itu: bentuk bentangannya dan siapa yang kebagian. Ayat tidak menyebut alasan pilihan cara maupun pilihan penerima, dan penjelasannya tidak perlu dikarang. Seseorang yang terbiasa menata hari dengan rencana rapi dapat membuat daftar hal yang sampai kepadanya tanpa pernah menentukan caranya dan tanpa memilih penerimanya. Dari daftar itu, apa yang selama ini disebut milik sendiri?
- Kata kerja engkau melihat di tengah 30:48 menaruh pembaca di tempat saksi, bukan di tempat pendengar kabar. Hujan yang keluar dari celah-celah awan tidak diceritakan dari jauh. Ayat 24:43 memakai kata kerja yang sama untuk hujan yang keluar dari celah awan. Orang yang lebih sering membaca tentang sesuatu daripada melihatnya dapat menimbang berapa banyak yang diketahuinya hanya lewat laporan. Allah di ayat ini disebut mengirim angin dan membentangkan awan, sedangkan kata kerja yang diberikan kepada pembaca adalah melihat. Apa yang sebenarnya sudah dilihat dengan mata sendiri, dan apa yang selama ini hanya diterima dari laporan?
- Kegembiraan di 30:48 datang seketika, dengan rangkaian yang sama dengan 39:45. Di 39:45 rangkaian itu menyertai orang-orang yang bergembira ketika yang selain Allah disebut, sesudah hati mereka kesal mendengar Allah disebut sendirian. Dua ayat itu berbeda konteks, tetapi memakai ungkapan kegembiraan yang sama untuk dua pemicu yang berlawanan. Seseorang yang cepat bergembira dapat menimbang pemicunya: hujan yang datang kepada orang yang menunggu, atau sebutan yang menyenangkan telinga. Ketika kegembiraan datang seketika, apa yang sebenarnya disambut?
- Hujan di 30:48 keluar dari celah-celah awan yang sebelumnya dijadikan kepingan-kepingan. Ayat menaruh kedua kejadian itu berurutan, tanpa menyebut hubungan sebab di antaranya. Pembaca yang sedang berada di tempat yang terasa terpecah dapat membandingkannya dengan gambar ini: sesuatu yang terbentang luas dan padat, lalu terpisah menjadi potongan, dan dari sela potongan itu sesuatu keluar. Ayat tidak mengatakan bahwa keadaan terpecah di hidup seseorang menghasilkan hujan. Pada bagian hidupnya yang sekarang terasa retak, celah apa yang sedang terbuka, dan siapa yang akan melihat apa yang keluar dari sana?
- Ayat 30:48 berakhir dengan mereka bergembira, dan 30:49 menyambungnya dengan kenyataan bahwa mereka sebelum itu telah berputus asa. Di 30:36 putus asa juga muncul, dengan rangkaian seketika yang sama, tetapi mengikuti keburukan sesudah rahmat, bukan hujan. Urutan di dua ayat itu berlawanan: di 30:36 gembira lalu putus asa, dan di 30:48 putus asa lalu gembira. Seseorang yang sedang berada di salah satu ujung dapat menimbang bahwa teks menaruh keduanya sebagai keadaan yang bergantian. Bila hari ini terasa seperti 30:36, sementara 30:46 dan 30:48 menyebut Allah mengirim angin, bagian mana dari urutan itu yang sedang dialaminya?