وَلَئِنْ أَرْسَلْنَا رِيحًا فَرَأَوْهُ مُصْفَرًّا لَظَلُّوا مِنْ بَعْدِهِ يَكْفُرُونَ
Dan sungguh, jika Kami mengirim angin lalu mereka melihatnya menguning, niscaya setelah itu mereka tetap kufur.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلَئِنْ أَرْسَلْنَا رِيحًا فَرَأَوْهُ مُصْفَرًّاwa-la-in arsalnaa riihan fa-ra'awhu mushfarrandan sungguh, jika Kami mengirim angin lalu mereka melihatnya menguning
- لَظَلُّوا مِنْ بَعْدِهِ يَكْفُرُونَla-Zalluu min ba'dihi yakfuruunaniscaya setelah itu mereka tetap kufur
Terjemahan per kata (9 kata)
- وَلَئِنْwa-la-indan sungguh jika
- أَرْسَلْنَاarsalnaaKami mengutus
- رِيحًاriihanangin
- فَرَأَوْهُfa-ra'awhumaka mereka melihatnya
- مُصْفَرًّاmushfarranmenguning
- لَظَلُّواla-Zalluusungguh mereka akan tetap
- مِنْmindari
- بَعْدِهِba'dihisesudahnya
- يَكْفُرُونَyakfuruunakufur
Inti bacaan
Kata (مُصْفَرًّا, mushfarran) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 30:51, 39:21, dan 57:20.
Penjelasan pilihan kata
Kalimat ini dibuka dengan (وَلَئِنْ, wa-la-in) yang berarti "dan sungguh, jika". Di surah ini rangkaian itu ada dua kali, yaitu di 30:51 dan 30:58, dan keduanya punya susunan yang sama: pengandaian tentang sebuah tanda, lalu bagian kedua yang diawali la lagi dan berisi tanggapan yang dinyatakan pasti. Di 30:58, (وَلَئِنْ جِئْتَهُمْ بِآيَةٍ لَيَقُولَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا, wa-la-in ji'tahum bi-aayatin la-yaquulanna lladziina kafaruu) berarti "dan sungguh, jika engkau membawa suatu tanda kepada mereka, pastilah orang-orang yang kufur itu berkata". Di 30:51 bagian kedua berbunyi (لَظَلُّوا, la-Zalluu), "niscaya mereka tetap".
Kata kerja (أَرْسَلْنَا, arsalnaa) berarti "Kami mengirim" dan berakar ر-س-ل. Akar yang sama ada pada (يُرْسِلَ, yursila) di 30:46 dan (يُرْسِلُ, yursilu) di 30:48, yang berarti "Dia mengirimkan" dan "Dia mengirim". Bentuk (أَرْسَلْنَا, arsalnaa) dipakai juga di 30:47 untuk rasul-rasul, (أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ رُسُلًا, arsalnaa min qablika rusulan), yang berarti "Kami mengutus sebelummu rasul-rasul". Terjemahan memakai "mengutus" bila yang dikirim rasul dan "mengirim" bila yang dikirim angin, sedangkan Arabnya memakai satu kata kerja yang sama untuk keduanya dalam rangkaian ayat yang berdekatan ini.
Kata (رِيحًا, riihan) berarti "angin" dan berbentuk tunggal serta tak tentu. Di 30:46 dan 30:48 angin berbentuk jamak, (الرِّيَاحَ, r-riyaaha), dan kedua ayat itu menyebut angin pembawa kabar gembira serta angin yang menggerakkan awan. Bentuk (رِيحًا, riihan) muncul empat kali, yaitu di 30:51, 33:9, 41:16, dan 54:19. Di tiga ayat yang lain kata itu didahului (أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ, arsalnaa 'alayhim) yang berarti "Kami mengirim kepada mereka", sehingga penerimanya disebut. Di 30:51 tidak ada "kepada mereka". Angin ini dikirim dalam pengandaian, dan ayat tidak menyebut siapa yang ditimpanya.
Kata (فَرَأَوْهُ, fa-ra'awhu) berarti "lalu mereka melihatnya", dengan akhiran -hu yang berarti "-nya". Benda yang ditunjuk akhiran itu tidak ditulis. Data morfologi menandai (رِيحًا, riihan) sebagai perempuan, sedangkan akhiran -hu dan kata (مُصْفَرًّا, mushfarran) ditandai laki-laki tunggal, sehingga kecocokan bentuk saja tidak menetapkan benda yang ditunjuk akhiran itu. Kata (مُصْفَرًّا, mushfarran) berarti "menguning" dan berakar ص-ف-ر. Kata ini muncul tiga kali, yaitu di 30:51, 39:21, dan 57:20. Di 39:21 dan 57:20 kata itu didahului (فَتَرَاهُ, fa-taraahu) yang berarti "lalu engkau melihatnya", dan kedua ayat itu menyebut tanaman sebelum kata menguning, yaitu (زَرْعًا, zar'an) di 39:21 dan (نَبَاتُهُ, nabaatuhu) di 57:20. Pembaca dapat menautkan 30:51 dengan tanaman, tetapi ayat ini tidak menyebutnya. Terjemahan memakai "melihatnya menguning" dan membiarkan -nya terbuka. Pola kata yang sama dipakai di sembilan ayat dan semuanya menyebut warna: 3:106, 3:107, 12:84, 16:58, 22:63, 30:51, 39:21, 43:17, dan 57:20. Di 22:63 pola itu menyebut hijau, (مُخْضَرَّةً, mukhdharratan), pada ayat yang menyebut Allah menurunkan air dari langit.
Kata (لَظَلُّوا, la-Zalluu) berarti "niscaya mereka tetap" dan berakar ظ-ل-ل. Bentuk (ظَلُّوا, zhalluu) hanya muncul di dua ayat, yaitu 15:14 dan 30:51. Di 15:14, (فَظَلُّوا فِيهِ يَعْرُجُونَ, fa-zhalluu fiihi ya'rujuuna) berarti "lalu mereka terus-menerus naik ke atasnya", dan di 30:51 kata yang sama disusul (يَكْفُرُونَ, yakfuruuna), kata kerja yang masih berlangsung seperti (يَعْرُجُونَ, ya'rujuuna). Di 20:97, (ظَلْتَ عَلَيْهِ عَاكِفًا, zhalta 'alayhi 'aakifan) berarti "yang tetap engkau sembah", sedangkan di 16:58 dan 43:17, (ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا, zhalla wajhuhu muswaddan), terjemahan memakai "menjadi" karena kata sesudahnya menyebut warna. Di 30:51 kata sesudahnya berupa kata kerja yang masih berlangsung, sehingga terjemahan memakai "tetap".
Kata kerja (يَكْفُرُونَ, yakfuruuna) berarti "mereka kufur" dan berakar ك-ف-ر. Bentuk ini muncul 14 kali di 11 surah, yaitu di 2:61, 2:91, 3:21, 3:112, 4:150, 6:70, 10:4, 10:70, 13:30, 16:72, 19:82, 29:67, 30:51, dan 35:14. Di 16:72 kata kerja itu disusul apa yang dikufuri, (وَبِنِعْمَتِ اللَّهِ هُمْ يَكْفُرُونَ, wa-bi-ni'mati llaahi hum yakfuruuna) yang berarti "dan terhadap nikmat Allah mereka kufur". Di 30:51 tidak ada keterangan semacam itu, sehingga apa yang dikufuri tidak ditulis. Lima ayat sebelumnya, 30:46, ditutup dengan kata lawannya, (وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ, wa-la'allakum tasykuruuna) yang berarti "dan agar kalian bersyukur", sedangkan 30:51 ditutup dengan kata kufur. Frasa (مِنْ بَعْدِهِ, min ba'dihi) yang berarti "setelah itu" memakai akhiran -hi seperti (مِنْ قَبْلِهِ, min qablihi) di 30:49.
Tafsiran
Ayat ini membalik gambaran 30:48. Di sana angin membawa awan sampai hujan tiba dan orang-orang bergembira, dan di sini angin dikirim lalu sesuatu terlihat menguning. Kata kerja pengirimnya sama, tetapi 30:48 menuturkan kejadian yang berlangsung, sedangkan 30:51 mengandaikannya dengan "jika". Peristiwanya diandaikan, namun tanggapannya dinyatakan pasti: bagian "niscaya mereka tetap kufur" diberi la penegas, seperti "pastilah" di 30:58.
Ayat 30:49 dan 30:51 mengapit dua peristiwa dengan susunan yang sepadan. Di 30:49 ada (مِنْ قَبْلِهِ, min qablihi), "sebelum itu", yang menandai putus asa sebelum hujan diturunkan, dan di 30:51 ada (مِنْ بَعْدِهِ, min ba'dihi), "setelah itu", yang menandai kufur setelah sesuatu terlihat menguning. Kegembiraan di 30:48 berada di tengahnya, sehingga satu rangkaian memuat tiga keadaan: putus asa, gembira, dan kufur. Kata ganti mereka di 30:51 tidak punya penunjuk yang tertulis, dan karena ayat-ayat di antaranya tidak memperkenalkan kelompok lain, pembaca dapat membacanya sebagai kelompok yang sama dengan 30:48 dan 30:49.
Pelaku yang melihat berganti dari ayat ke ayat. Di 30:48 "engkau" melihat hujan keluar dari celah awan, (فَتَرَى, fa-taraa), dan di 30:50 "engkau" diperintah memandang jejak rahmat, (فَانْظُرْ, fa-nzhur). Di 30:51 "mereka" melihat sesuatu menguning, (فَرَأَوْهُ, fa-ra'awhu). Penglihatan yang sama jatuh pada dua tanda yang berlainan, dan hasilnya pun berlainan: perintah memandang jejak rahmat pada satu sisi, dan kufur pada sisi yang lain.
Renungan dan Hikmah
- Di 30:46 dan 30:48 Allah disebut mengirim angin yang membawa kabar gembira dan yang menggerakkan awan, dan di 30:51 kata kerja mengirim yang berakar sama dipakai untuk angin yang membuat sesuatu terlihat menguning. Pengirimnya tidak berganti dari satu ayat ke ayat berikutnya, sedangkan apa yang dilihat orang-orang sesudah angin sampai berganti dari hujan menjadi sesuatu yang menguning. Orang yang menerima angin pertama sebagai tanda dan angin kedua sebagai kejadian biasa dapat bertanya mengapa dua kiriman dari pengirim yang sama dibaca dengan dua cara. Kepada siapa seseorang menyandarkan kegembiraannya di 30:48, dan kepada siapa ia menyandarkan kekufurannya di 30:51?
- Ayat ini mengandaikan peristiwanya dan menegaskan tanggapannya. Angin yang menguningkan ditulis dengan jika, sedangkan tanggapan orang-orang ditulis dengan niscaya, dalam kalimat yang diucapkan Allah dengan kata Kami. Tanggapan yang sudah dinyatakan sebelum peristiwanya datang memberi pembaca kesempatan memeriksa tanggapannya sendiri tanpa menunggu kehilangan terjadi. Seandainya sesuatu yang dijaga seseorang mulai menguning besok pagi, kata apa yang pertama keluar dari mulutnya?
- Ayat 30:46 menyebut maksud Allah mengirim angin pembawa kabar gembira, antara lain agar mereka bersyukur, dan 30:51 menyebut apa yang terjadi pada angin lain, yaitu mereka tetap kufur. Jarak antara kedua ayat itu lima ayat, dan pelakunya sama, yaitu Dia yang mengirim angin. Ayat-ayat itu tidak mengatakan bahwa maksud di 30:46 gagal. Keduanya menaruh maksud dan hasil di tempat yang berbeda dan membiarkan pembaca melihat jaraknya. Dalam pemberian apa pun yang diterima seseorang, di manakah letak jarak antara maksud pemberinya dan tanggapan penerima?
- Di 30:58 pengandaian yang serupa dipakai untuk tanda yang lain: jika sebuah tanda dibawakan kepada mereka, orang-orang yang kufur pasti berkata bahwa kalian berbuat batil. Di 30:51 tandanya angin, di 30:58 tandanya sesuatu yang dibawakan, dan kalimat yang diucapkan Kami di kedua tempat itu menyatakan jawabannya lebih dulu. Angin dan tanda yang dibawakan berbeda bentuk, tetapi jawaban dari kelompok yang kufur sama. Apakah yang dinilai oleh jawaban itu tandanya, atau orang yang menjawab?
- Ayat ini menulis -nya tanpa menyebut apa yang menguning, sedangkan di 39:21 dan 57:20 kata yang sama jatuh pada tanaman. Pembaca yang membaca ayat ini sendirian dapat mengisi -nya dengan apa yang sedang dijaganya, dan isian itu sendiri sudah memperlihatkan sesuatu tentang dirinya. Pertanyaan tentang syukur dan kufur di ayat ini baru bisa dijawab setelah isian itu ditentukan. Apa yang akan dituliskan seseorang pada tempat kosong itu, dan seberapa jauh syukurnya bergantung pada benda yang ditulis itu tetap utuh?
- Surah ini mencatat perubahan sikap manusia di empat tempat. Di 30:33 manusia menyeru Tuhannya ketika bahaya menimpa, lalu sebagian mempersekutukan-Nya setelah rahmat dicicipkan. Di 30:36 mereka gembira karena rahmat dan berputus asa karena keburukan. Di 30:48 dan 30:49 mereka berputus asa sebelum hujan lalu bergembira sesudahnya, dan di 30:51 mereka kufur setelah melihat sesuatu menguning. Keempatnya memuat keadaan yang berubah dan sikap yang mengikutinya. Di catatan mana seseorang mengenali dirinya, dan adakah keadaan tertentu yang memicu perubahan sikapnya?