وَلَئِنْ أَرْسَلْنَا رِيحًا فَرَأَوْهُ مُصْفَرًّا لَظَلُّوا مِنْ بَعْدِهِ يَكْفُرُونَ
Dan sungguh, jika Kami mengirim angin lalu mereka melihatnya menguning, niscaya setelah itu mereka tetap kufur.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلَئِنْ أَرْسَلْنَا رِيحًا فَرَأَوْهُ مُصْفَرًّاwa-la-in arsalnaa riihan fa-ra'awhu mushfarrandan sungguh, jika Kami mengirim angin lalu mereka melihatnya menguning
- لَظَلُّوا مِنْ بَعْدِهِ يَكْفُرُونَla-Zalluu min ba'dihi yakfuruunaniscaya setelah itu mereka tetap kufur
Terjemahan per kata (9 kata)
- وَلَئِنْwa-la-indan sungguh jika
- أَرْسَلْنَاarsalnaaKami mengutus
- رِيحًاriihanangin
- فَرَأَوْهُfa-ra'awhumaka mereka melihatnya
- مُصْفَرًّاmushfarranmenguning
- لَظَلُّواla-Zalluusungguh mereka akan tetap
- مِنْmindari
- بَعْدِهِba'dihisesudahnya
- يَكْفُرُونَyakfuruunakufur
Inti bacaan
Pengamatan tentang kerentanan keimanan: bahkan setelah melihat 'angin. menguning', sebagian 'tetap kufur', bukti visual yang jelas tidak selalu cukup mengubah hati yang sudah menutup diri.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini menyeimbangkan gambaran hujan sebagai rahmat (30:46-50) dengan sisi sebaliknya: angin yang merusak tanaman, memicu kekufuran alih-alih syukur.
Tafsiran
Ayat ini menyingkap rapuhnya syukur yang bergantung pada keadaan: kegembiraan saat hujan turun (30:48) bisa segera berbalik menjadi pengingkaran saat tanaman gagal.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut syukur mereka bergantung pada cuaca. Hujan datang, gembira. Angin datang, ingkar.
- Yang berubah bukan buktinya, melainkan keadaannya. Tandanya tetap sama. Sikapnya yang berbalik.
- Kata tetap dipakai Allah untuk kekufuran itu. Bukan mulai kufur. Melanjutkan yang sudah ada.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar r-s-l, r-w-h, r-a-y, s-f-r, zh-l-l, b-'-d, k-f-r): arsalnaa riihan diterjemahkan 'mengirim angin' (akar r-s-l + akar r-w-h); musfarran diterjemahkan 'menguning' (akar s-f-r); yakfuruun diterjemahkan 'kufur' (akar k-f-r). gloss '(tumbuh-tumbuhan)/(kering dan rusak)' dibuang.