فَإِنَّكَ لَا تُسْمِعُ الْمَوْتَىٰ وَلَا تُسْمِعُ الصُّمَّ الدُّعَاءَ إِذَا وَلَّوْا مُدْبِرِينَ
Maka, sesungguhnya engkau tidak dapat memperdengarkan orang yang mati, dan tidak dapat memperdengarkan seruan kepada orang yang tuli, apabila mereka telah berpaling membelakang.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- فَإِنَّكَ لَا تُسْمِعُ الْمَوْتَىٰfa-innaka laa tusmi'u l-mawtaamaka sesungguhnya engkau tidak dapat memperdengarkan orang yang mati
- وَلَا تُسْمِعُ الصُّمَّ الدُّعَاءَwa-laa tusmi'u sh-shumma d-du'aa'adan tidak dapat memperdengarkan seruan kepada orang yang tuli
- إِذَا وَلَّوْا مُدْبِرِينَidzaa wallaw mudbiriinaapabila mereka telah berpaling membelakang
Terjemahan per kata (11 kata)
- فَإِنَّكَfa-innakamaka sesungguhnya engkau
- لَاlaatidak
- تُسْمِعُtusmi'uengkau memperdengarkan
- الْمَوْتَىٰl-mawtaaorang-orang mati
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- تُسْمِعُtusmi'uengkau memperdengarkan
- الصُّمَّsh-shummaorang-orang tuli
- الدُّعَاءَd-du'aa'aseruan
- إِذَاidzaaapabila
- وَلَّوْاwallawmereka berpaling
- مُدْبِرِينَmudbiriinaberpaling ke belakang
Inti bacaan
Susunan (تُسْمِعُ الْمَوْتَىٰ, tusmi'u l-mawtaa) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 27:80 dan 30:52.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (فَإِنَّكَ, fa-innaka) yang berarti "maka sesungguhnya engkau". Susunannya sama dengan 27:80, yang dibuka tanpa (فَ, fa) yang berarti "maka": (إِنَّكَ لَا تُسْمِعُ الْمَوْتَىٰ, innaka laa tusmi'u l-mawtaa). Rangkaian (فَإِنَّكَ, fa-innaka) muncul di sembilan ayat, yaitu 5:118, 10:106, 14:36, 15:34, 15:37, 30:52, 38:77, 38:80, dan 52:48. Di 30:52 kata fa menyambung ayat ini dengan 30:51, tempat orang-orang tetap kufur sesudah melihat sesuatu menguning, dan terjemahan menuliskannya sebagai "maka" supaya sambungan itu terlihat.
Kata kerja (تُسْمِعُ, tusmi'u) berarti "engkau memperdengarkan" dan berakar س-م-ع. Bentuk ini muncul di enam ayat, yaitu 10:42, 27:80, 27:81, 30:52, 30:53, dan 43:40, dan di 30:52 kata kerja itu muncul dua kali. Di keenam ayat itu pelakunya "engkau", dalam pertanyaan di 10:42 dan 43:40 dan dalam penyangkalan di empat ayat lainnya. Arti "memperdengarkan" di sini ialah membuat orang lain dapat mendengar, seperti kata kerja berakar sama di 8:23, (لَأَسْمَعَهُمْ, la-asma'ahum), yang berarti "pasti Dia jadikan mereka dapat mendengar". Di 35:22 kata kerja itu dipakai dengan Allah sebagai pelaku, (إِنَّ اللَّهَ يُسْمِعُ مَنْ يَشَاءُ, inna llaaha yusmi'u man yasyaa'u) yang berarti "sesungguhnya Allah memperdengarkan siapa yang Dia kehendaki", dan dalam ayat yang sama ada (وَمَا أَنْتَ بِمُسْمِعٍ, wa-maa anta bi-musmi'in) yang berarti "dan engkau tidak dapat memperdengarkan". Dengan padanan "memperdengarkan" di semua tempat itu, terlihat bahwa kata kerjanya sama dan pelakunya yang berganti.
Kata (الْمَوْتَىٰ, l-mawtaa) berarti "orang-orang yang mati" dan berakar م-و-ت. Kata ini muncul di 17 ayat, yaitu 2:73, 2:260, 3:49, 5:110, 6:36, 6:111, 7:57, 13:31, 22:6, 27:80, 30:50, 30:52, 36:12, 41:39, 42:9, 46:33, dan 75:40. Dua di antaranya terpisah satu ayat. Di 30:50 kata itu menjadi sasaran kata menghidupkan, dan terjemahan ayat itu berbunyi "benar-benar dapat menghidupkan orang yang telah mati". Di 30:52 kata itu menjadi sasaran (تُسْمِعُ, tusmi'u), "engkau memperdengarkan". Kata yang sama menjadi sasaran dua pekerjaan: menghidupkan, yang di 30:50 dikerjakan Dia, dan memperdengarkan, yang di 30:52 disangkal dari engkau. Di 6:36 pembagian itu tertulis dalam satu ayat, (وَالْمَوْتَىٰ يَبْعَثُهُمُ اللَّهُ, wa-l-mawtaa yab'atsuhumu llaahu) yang berarti "dan orang-orang yang mati, Allah membangkitkan mereka". Rangkaian (تُسْمِعُ الْمَوْتَىٰ, tusmi'u l-mawtaa) hanya ada di 27:80 dan 30:52. Ayat 30:52 tidak memuat penanda perumpamaan, dan di 30:50 kata yang sama menjadi sasaran menghidupkan. Apakah "mati" di sini memakai arti yang sama atau arti lain, ayat ini tidak menandainya.
Kata (الصُّمَّ, sh-shumma) berarti "orang-orang yang tuli" dan berakar ص-م-م. Kata ini menjadi sasaran (تُسْمِعُ, tusmi'u) di empat ayat, yaitu 10:42, 27:80, 30:52, dan 43:40. Kata (الدُّعَاءَ, d-du'aa'a) berarti "seruan" dan berakar د-ع-و. Kata ini muncul di tiga ayat, yaitu 21:45, 27:80, dan 30:52. Di 21:45 keduanya berdampingan tanpa pelaku dari luar, (وَلَا يَسْمَعُ الصُّمُّ الدُّعَاءَ, wa-laa yasma'u sh-shummu d-du'aa'a) yang berarti "dan orang-orang tuli tidak mendengar seruan". Susunan (تُسْمِعُ الصُّمَّ الدُّعَاءَ, tusmi'u sh-shumma d-du'aa'a) hanya ada di 27:80 dan 30:52. Kata kerja ini membawa dua sasaran sekaligus, yaitu orang tuli sebagai pendengar dan seruan sebagai bunyi yang diperdengarkan, sehingga terjemahan menuliskan "memperdengarkan seruan kepada orang yang tuli".
Bagian (إِذَا وَلَّوْا مُدْبِرِينَ, idzaa wallaw mudbiriina) berarti "apabila mereka telah berpaling membelakang" dan hanya muncul di 27:80 dan 30:52. Kata (مُدْبِرِينَ, mudbiriina) berakar د-ب-ر dan muncul di enam ayat, yaitu 9:25, 21:57, 27:80, 30:52, 37:90, dan 40:33. Di keenamnya kata itu berdampingan dengan kata kerja berakar و-ل-ي, seperti (وَلَّوْا, wallaw) di 30:52 dan (فَتَوَلَّوْا عَنْهُ مُدْبِرِينَ, fa-tawallaw 'anhu mudbiriina) di 37:90, yang berarti "maka mereka berpaling darinya seraya meninggalkannya". Akar د-ب-ر yang sama dipakai untuk bagian tubuh di 8:50 dan 47:27, (وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَارَهُمْ, wujuuhahum wa-adbaarahum), yang berarti "wajah-wajah dan punggung-punggung mereka". Gerak yang dilukiskan di 30:52 karena itu gerak badan, yaitu menunjukkan punggung, dan terjemahan memakai "berpaling membelakang".
Tafsiran
Ayat ini menyambung 30:51 dengan "maka". Di 30:51 orang-orang melihat sesuatu menguning dan tetap kufur, lalu di 30:52 yang disapa "engkau" diberi tahu apa yang tidak dapat dikerjakannya terhadap mereka. Arah ayat berpindah dari "mereka" ke "engkau": sampai 30:51 kalimat berbicara tentang orang-orang itu, dan mulai 30:52 kalimat berbicara kepada penerima pesan.
Dua pekerjaan dibedakan dalam rangkaian ini, yaitu melihat dan memperdengarkan. Di 30:48 dan 30:50 "engkau" diberi pekerjaan melihat, (فَتَرَى, fa-taraa) dan (فَانْظُرْ, fa-nzhur), dan di 30:52 pekerjaan memperdengarkan disangkal darinya. Ayat tidak menyangkal adanya seruan, sebab kata (الدُّعَاءَ, d-du'aa'a) disebut sebagai sesuatu yang ada. Penyangkalannya mengenai kemampuan membuat seruan itu sampai ke pendengar yang sudah berpaling.
Kalimat yang sama tanpa fa ada di 27:80. Di sana kalimat itu didahului (فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ, fa-tawakkal 'alaa llaahi) yang berarti "maka bertawakallah kepada Allah", sedangkan di 30:52 kalimat itu didahului kufur orang-orang di 30:51 dan disusul (فَاصْبِرْ, fa-shbir) yang berarti "maka bersabarlah" di 30:60. Satu kalimat dengan dua letak, dan tiap letak menghubungkannya dengan perintah yang berbeda.
Ayat 42:48 menaruh dalam satu ayat dua unsur yang di surah ini terpisah beberapa ayat. Bagian pertamanya menyangkal satu peran dari penerima pesan, (فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا, fa-maa arsalnaaka 'alayhim hafiizhan) yang berarti "Kami tidak mengutusmu sebagai penjaga atas mereka", dan bagian terakhirnya menyatakan manusia amat ingkar ketika keburukan menimpa, (فَإِنَّ الْإِنْسَانَ كَفُورٌ, fa-inna l-insaana kafuurun). Di 30:51 sampai 30:53 kedua unsur itu ada juga, dengan urutan ingkar lebih dulu, lalu peran yang disangkal.
Renungan dan Hikmah
- Kata orang-orang mati dipakai dua kali dalam jarak satu ayat dengan dua pelaku yang berbeda. Di 30:50 Dia menghidupkan mereka, di 30:52 engkau tidak dapat memperdengarkan mereka, di 6:36 Allah membangkitkan mereka, dan di 35:22 kata kerja memperdengarkan dipakai dengan Allah sebagai pelaku. Di 42:48 tugas penerima pesan disebut menyampaikan. Dari ayat-ayat itu terbaca sebuah pembagian: sebagian pekerjaan tertulis pada Allah, dan pekerjaan penyampai berhenti di bunyi yang disampaikan. Pekerjaan apa yang selama ini dikerjakan seseorang dengan perasaan bahwa hasilnya ada di tangannya?
- Syarat di ujung ayat ini berupa gerak badan, yaitu berpaling membelakang. Orang yang menunjukkan punggungnya tidak lagi berhadapan dengan pembicara, dan ayat tidak menyebut apa yang membuatnya berpaling. Seruan yang disampaikan kepada punggung masih tetap seruan, sebab kata seruan di ayat ini ditulis sebagai sesuatu yang ada, hanya saja arah orang yang dituju sudah berbalik. Dalam percakapan yang pernah dialami seseorang, kapan terakhir kali kalimatnya terucap kepada punggung, dan apa yang dapat dinilai dari kalimat itu, kejelasan isinya atau sampainya?
- Ayat ini memuat dua penyangkalan, yaitu kepada orang mati dan kepada orang tuli, dan syarat berpaling membelakang menempel di ujung yang kedua. Orang mati tidak disertai syarat apa pun, sedangkan orang tuli dikaitkan dengan gerak mereka sendiri. Ayat tidak menandai apakah syarat itu berlaku bagi keduanya, sehingga pembacaan ini hanya salah satu cara memahami letaknya. Bila diterima, ayat ini membedakan dua keadaan orang yang tak menjawab: yang tak dapat dijangkau sama sekali, dan yang sedang membelakangi. Orang yang tak menjawab itu sedang tak mampu atau sedang membelakangi?
- Di 30:48 sampai 30:51 kata kerja melihat berulang: engkau melihat hujan keluar dari celah awan, engkau diminta memandang jejak rahmat Allah, dan mereka melihat sesuatu menguning. Di 30:52 kata kerjanya berganti menjadi memperdengarkan. Tanda yang dilihat dapat diperiksa sendiri oleh pelihatnya, sedangkan seruan sampai lewat orang lain. Pergantian itu menaruh dua jalan masuk dalam satu rangkaian: apa yang dapat dipandang sendiri, dan apa yang dibawakan oleh orang lain. Pada hal apa seseorang berpegang pada jalan melihat, dan pada hal apa ia menunggu jalan mendengar?
- Kalimat ini berdiri dua kali dalam Al-Qur'an, di 27:80 dan di 30:52, dengan selisih satu huruf di awal. Di 27:80 kalimat itu datang sesudah perintah bertawakal kepada Allah, dan di 30:52 kalimat itu datang sesudah orang-orang yang tetap kufur setelah melihat sesuatu menguning. Allah menaruh kalimat yang sama di dua letak, sehingga pembaca tidak dapat menganggap batas itu hanya berlaku untuk satu keadaan. Apakah kalimat yang sama terbaca sama ketika didahului bertawakal dan ketika didahului melihat orang yang tetap ingkar?
- Di 28:56 batas yang serupa ditulis untuk orang yang dikasihi: engkau tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Ayat 30:52 menyebut orang mati dan orang tuli tanpa menyebut hubungan mereka dengan engkau, sedangkan 28:56 menyebut kasih. Dengan menaruh kedua ayat berdampingan, batas itu terlihat berlaku, baik terhadap orang yang jauh maupun terhadap orang yang dekat. Siapa di antara orang yang dikasihi seseorang yang sekarang sedang membelakanginya, dan apa yang tersisa untuk dikerjakan selama punggung itu belum berbalik?