اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۖ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ
Allahlah yang menciptakan kalian dari keadaan lemah, kemudian menjadikan kekuatan setelah keadaan lemah itu. Lalu, menjadikan kelemahan setelah keadaan kuat itu, dan uban. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia Sang Berilmu lagi Sang Berkuasa.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ ضَعْفٍallaahu lladzii khalaqakum min dha'finAllahlah yang menciptakan kalian dari keadaan lemah
- ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةًtsumma ja'ala min ba'di dha'fin quwwatankemudian menjadikan kekuatan setelah keadaan lemah itu
- ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةًtsumma ja'ala min ba'di quwwatin dha'fan wa-syaybatanlalu menjadikan kelemahan setelah keadaan kuat itu, dan uban
- يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۖ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُyakhluqu maa yasyaa'u wa-huwa l-'aliimu l-qadiiruDia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia Sang Berilmu lagi Sang Berkuasa
Terjemahan per kata (24 kata)
- اللَّهُallaahuAllah
- الَّذِيlladziiyang
- خَلَقَكُمْkhalaqakummenciptakan kalian
- مِنْmindari
- ضَعْفٍdha'finlemah
- ثُمَّtsummakemudian
- جَعَلَja'alamenjadikan
- مِنْmindari
- بَعْدِba'disesudah
- ضَعْفٍdha'finlemah
- قُوَّةًquwwatankekuatan
- ثُمَّtsummakemudian
- جَعَلَja'alamenjadikan
- مِنْmindari
- بَعْدِba'disesudah
- قُوَّةٍquwwatinkekuatan
- ضَعْفًاdha'fankelemahan
- وَشَيْبَةًwa-syaybatandan uban
- يَخْلُقُyakhluqumenciptakan
- مَاmaaapa yang
- يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
- وَهُوَwa-huwadan Dialah
- الْعَلِيمُl-'aliimuSang Berilmu
- الْقَدِيرُl-qadiiruYang Mahakuasa
Inti bacaan
Rangkaian (اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ, allaahu lladzii khalaqakum) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 30:40 dan 30:54.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ, allaahu lladzii khalaqakum) yang berarti "Allah yang menciptakan kalian". Rangkaian ini muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 30:40 dan 30:54. Di 30:40 kalimatnya disusul empat kata kerja berurutan, yaitu menciptakan, memberi rezeki, mematikan, dan menghidupkan. Di 30:54 kalimatnya disusul tiga tahap keadaan tubuh. Dalam surah yang sama rangkaian "Allah yang" dipakai juga di 30:48, (اللَّهُ الَّذِي يُرْسِلُ, allaahu lladzii yursilu), yang berarti "Allah yang mengirim". Terjemahan memakai "Allahlah yang" di 30:40 dan juga di sini, karena Arab kedua ayat itu tidak memuat kata untuk "Zat" dan tidak memuat kata untuk "adalah".
Bahan awal penciptaan ditulis (مِنْ ضَعْفٍ, min dha'fin), "dari keadaan lemah". Di tempat lain Al-Qur'an menyebut bahan yang berupa benda, misalnya (خَلَقَكُمْ مِنْ تُرَابٍ, khalaqakum min turaabin) di 35:11, "menciptakan kalian dari tanah", dan (خَلَقَكُمْ مِنْ طِينٍ, khalaqakum min thiinin) di 6:2, "menciptakan kalian dari tanah liat". Di 30:54 bahannya berupa keadaan, sehingga terjemahan menuliskan "keadaan lemah", bukan "kelemahan" sebagai benda. Kata (ضَعْفًا, dha'fan) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 8:66 dan 30:54. Di 8:66, (أَنَّ فِيكُمْ ضَعْفًا, anna fiikum dha'fan) berarti "bahwa pada kalian ada kelemahan", dan di 4:28 sifat yang berkaitan ditulis (وَخُلِقَ الْإِنْسَانُ ضَعِيفًا, wa-khuliqa l-insaanu dha'iifan), "dan manusia diciptakan lemah".
Kata (قُوَّةً, quwwatan) berarti "kekuatan". Bentuk ini muncul di 11 ayat dalam delapan surah, yaitu 9:69, 11:52, 11:80, 28:78, 30:9, 30:54, 35:44, 40:21, 40:82, 41:15, dan 47:13. Dua di antaranya membandingkan kekuatan manusia dengan pihak lain. Di 30:9, (كَانُوا أَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً, kaanuu asyadda minhum quwwatan) berarti "mereka lebih kuat daripada mereka", dan di 41:15, (هُوَ أَشَدُّ مِنْهُمْ قُوَّةً, huwa asyaddu minhum quwwatan) berarti "Dia lebih hebat kekuatan-Nya daripada mereka", dengan Allah sebagai pihak yang kekuatannya lebih besar.
Dua tahap pergantian dibuka dengan (ثُمَّ جَعَلَ, tsumma ja'ala), "kemudian menjadikan". Rangkaian itu muncul di empat ayat, yaitu 30:54, 32:8, 35:11, dan 39:6. Di 30:54 kata ini muncul dua kali, sedangkan kata kerja menciptakan hanya dipakai sekali, di awal. Tahap pertama bermula dari penciptaan, sedangkan dua tahap sesudahnya diungkapkan dengan menjadikan, yaitu menaruh sesuatu setelah sesuatu yang lain. Rumusnya (مِنْ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً, min ba'di dha'fin quwwatan) berarti "setelah keadaan lemah, kekuatan", dan (مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا, min ba'di quwwatin dha'fan) berarti "setelah keadaan kuat, kelemahan". Terjemahan memakai "keadaan lemah itu" dan "keadaan kuat itu" supaya terlihat bahwa kata yang kedua menunjuk keadaan yang baru disebut.
Kata (وَشَيْبَةً, wa-syaybatan) berarti "dan uban". Kata ini muncul sekali di Al-Qur'an, yaitu di sini. Akar yang sama dipakai pada bentuk lain di 19:4, (وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا, wa-syta'ala r-ra'su syayban) yang berarti "dan kepala telah dipenuhi uban", dan di 73:17, (يَجْعَلُ الْوِلْدَانَ شِيبًا, yaj'alu l-wildaana syiiban), yang berarti "menjadikan anak-anak beruban". Di 30:54 uban ditulis sebagai tambahan pada kelemahan, dengan huruf sambung wa di depannya.
Bagian penutup memuat dua rangkaian. Rangkaian pertama, (يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ, yakhluqu maa yasyaa'u), berarti "Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki" dan muncul di enam ayat, yaitu 3:47, 5:17, 28:68, 30:54, 39:4, dan 42:49. Rangkaian kedua, (وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ, wa-huwa l-'aliimu l-qadiiru), berarti "Dia Sang Berilmu lagi Sang Berkuasa" dan hanya muncul di ayat ini. Pasangan yang serupa tetapi tanpa kata sandang ada di 16:70 dan 42:50, yaitu (عَلِيمٌ قَدِيرٌ, 'aliimun qadiirun), "berilmu lagi berkuasa". Di 16:70 pasangan itu menutup ayat yang menyebut orang yang dikembalikan ke usia paling hina sehingga tidak mengetahui lagi sesuatu setelah mengetahui.
Tafsiran
Ayat ini memuat satu perjalanan yang tiap tahapnya ditulis dengan kata menciptakan atau menjadikan. Penciptaan bermula dari keadaan lemah, kekuatan ditaruh sesudahnya, dan kelemahan ditaruh sesudah kekuatan, ditambah uban. Kekuatan karena itu berada di tengah dua kelemahan, dan pembaca dapat melihat letaknya, yaitu tidak di awal dan tidak di akhir. Ayat tidak menyebut berapa lama tiap tahap berlangsung dan tidak menandai kapan pergantian terjadi.
Surah ini sudah menyebut tiga rangkaian kejadian yang dimulai dengan "Allah yang". Di 30:40 rangkaiannya menciptakan, memberi rezeki, mematikan, dan menghidupkan. Di 30:48 rangkaiannya mengirim angin, menggerakkan awan, membentangkannya, dan menurunkan hujan. Di 30:54 rangkaiannya lemah, kuat, dan lemah lagi. Ketiganya memperlihatkan Allah sebagai pelaku yang mengatur urutan. Rangkaian ketiga berbeda dari dua yang pertama karena pembacanya dapat memeriksanya pada tubuhnya sendiri tanpa menunggu hujan atau menunggu kematian.
Kekuatan yang disebut di sini juga berkaitan dengan 30:9. Di sana orang-orang yang lebih kuat daripada pendengar surah ini telah lewat, dan mereka disebut mengolah bumi serta meramaikannya melebihi apa yang telah dilakukan pendengar itu. Ayat 30:54 menambahkan bahwa kekuatan itu sendiri telah diletakkan di antara dua kelemahan oleh Allah yang menciptakan mereka. Ayat 41:15 menyatakan hal yang serupa tentang Allah dan orang-orang yang kuat, dengan Allah sebagai pihak yang lebih hebat kekuatan-Nya.
Ayat ini ditutup dengan kehendak dan ilmu. Setelah tiga tahap tubuh, kalimat berbalik kepada pelakunya: Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, dan Dia Sang Berilmu lagi Sang Berkuasa. Pembaca yang membaca tiga tahap itu sebagai ketentuan yang berjalan sendiri diingatkan bahwa tiap tahap ditulis dengan kata kerja yang pelakunya Allah.
Renungan dan Hikmah
- Kekuatan di ayat ini ditulis sebagai sesuatu yang dijadikan Allah sesudah keadaan lemah, dan ayat tidak menyebutnya sebagai bawaan sejak awal. Orang yang sedang kuat mudah membaca kekuatannya sebagai miliknya yang sah, padahal ayat menaruhnya sebagai bagian tengah dari sebuah urutan. Kekuatan yang diletakkan di tengah dapat berpindah tempat tanpa meminta izin pemiliknya. Apa yang diperbuat seseorang dengan kekuatannya hari ini bila seseorang itu menganggap kekuatan tersebut masih akan dijadikan lemah kembali oleh Dia yang menjadikannya kuat?
- Bahan penciptaan kita ditulis sebagai keadaan lemah, dan ayat tidak menyebutkan keadaan lain sebelumnya. Allah menciptakan seseorang dari keadaan itu, lalu mengangkatnya ke keadaan yang membuatnya merasa mandiri. Orang yang merasa tidak lagi membutuhkan siapa pun dapat bertanya kapan terakhir kali mengingat awal hidupnya, dan siapa yang menjaganya sebelum mampu menjaga dirinya sendiri?
- Dari tiga tahap itu, uban menjadi bagian yang terlihat dari luar. Di 19:4 seorang yang berdoa menyebut tulangnya lemah dan kepalanya dipenuhi uban, lalu tetap menyebut dirinya tidak pernah kecewa dalam berdoa kepada Tuhannya. Di ayat itu uban dan doa ditaruh dalam satu napas. Ayat 19:4 menaruh keduanya berdampingan dan tidak menyatakan hubungan di antaranya.
- Di 30:9 ada kaum yang lebih kuat daripada pendengar surah ini dan telah mengolah bumi melebihi mereka, lalu kesudahan mereka disebut bagi yang bepergian dan memperhatikan. Di 41:15 orang yang berkata siapa yang lebih hebat kekuatannya daripada kami diingatkan bahwa Allah yang menciptakan mereka lebih hebat kekuatan-Nya. Ayat 30:54 menambahkan satu lapis: kekuatan manusia sendiri dijadikan dalam sebuah urutan yang berakhir pada kelemahan. Seseorang yang membandingkan kekuatannya dengan orang lain dapat bertanya kepada dirinya, sedang menilai siapa, dan memakai ukuran dari tahap mana?
- Penutup ayat ini menyebut Dia sebagai Sang Berilmu lagi Sang Berkuasa, sesudah tahap yang berakhir pada kelemahan dan uban. Di 16:70 pasangan yang serupa menutup ayat tentang orang yang dikembalikan ke usia paling hina sehingga tidak mengetahui lagi sesuatu setelah mengetahui. Pengetahuan manusia bisa surut bersama tubuhnya, sedangkan ilmu Allah tidak ditulis surut di ayat mana pun dalam rangkaian itu. Seseorang yang sekarang bangga dengan apa yang diketahuinya dapat membayangkan hari ketika pengetahuan itu mulai menipis, dan bertanya kepada siapa dirinya akan bersandar saat itu.
- Kalimat Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki berdiri sesudah semua tahap, dan rangkaian itu muncul di enam ayat dengan konteks yang berbeda. Di sini kehendak itu dipasang sesudah gambaran tubuh yang berubah, sehingga perubahan itu terbaca sebagai bagian dari kehendak Allah, bukan kejadian yang lepas dari-Nya. Bagi pembaca yang menghadapi perubahan pada dirinya, ayat ini tidak menjelaskan sebab-sebabnya satu per satu dan tidak memerintahkan apa pun. Ayat ini menaruh kehendak dan ilmu di tempat terakhir, lalu membiarkan pembaca memikirkan apa yang berubah dalam caranya menerima perubahan, ketika nama yang disebut di ujung adalah nama Dia yang menjadikannya?