وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ يُقْسِمُ الْمُجْرِمُونَ مَا لَبِثُوا غَيْرَ سَاعَةٍ ۚ كَذَٰلِكَ كَانُوا يُؤْفَكُونَ
Dan pada hari Saat itu terjadi, para pendosa bersumpah bahwa mereka tidak tinggal kecuali sesaat; demikianlah dahulu mereka dipalingkan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ يُقْسِمُ الْمُجْرِمُونَ مَا لَبِثُوا غَيْرَ سَاعَةٍwa-yawma taquumu s-saa'atu yuqsimu l-mujrimuuna maa labitsuu ghayra saa'atindan pada hari Saat itu terjadi, para pendosa bersumpah bahwa mereka tidak tinggal kecuali sesaat
- كَذَٰلِكَ كَانُوا يُؤْفَكُونَka-dzaalika kaanuu yu'fakuunademikianlah dahulu mereka dipalingkan
Terjemahan per kata (12 kata)
- وَيَوْمَwa-yawmadan pada hari
- تَقُومُtaquumuberdiri
- السَّاعَةُs-saa'atuhari Kiamat
- يُقْسِمُyuqsimubersumpah
- الْمُجْرِمُونَl-mujrimuunapara pendosa
- مَاmaatidaklah
- لَبِثُواlabitsuumereka tinggal
- غَيْرَghayraselain
- سَاعَةٍsaa'atinsesaat
- كَذَٰلِكَka-dzaalikademikianlah
- كَانُواkaanuumereka adalah
- يُؤْفَكُونَyu'fakuunamereka dipalingkan
Inti bacaan
Pernyataan lamanya tinggal yang ditutup dengan (غَيْرَ سَاعَةٍ, ghayra saa'atin) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 30:55, sedangkan tujuh ayat lain menutupnya dengan illaa.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ, wa-yawma taquumu s-saa'atu) yang berarti "dan pada hari Saat itu terjadi". Kata kerja (تَقُومُ, taquumu) berakar ق-و-م, dan rangkaian tiga kata ini muncul lima kali di tiga surah, yaitu 30:12, 30:14, 30:55, 40:46, dan 45:27. Tiga dari lima ada di surah ini. Pelakunya di kelima ayat itu sama, yaitu s-saa'atu, dan terjemahan memakai "terjadi". Di 30:25, (أَنْ تَقُومَ السَّمَاءُ وَالْأَرْضُ, an taquuma s-samaa'u wa-l-ardhu) memakai akar yang sama dengan langit dan bumi sebagai pelaku, dan terjemahan memakai "berdirinya", karena langit dan bumi dapat berdiri sebagai benda, sedangkan Saat berupa waktu yang tiba. Ayat 30:12 dan 30:55 sama-sama menyambung rangkaian itu dengan para pendosa. Di 30:12 bunyinya (يُبْلِسُ الْمُجْرِمُونَ, yublisu l-mujrimuuna) yang berarti "para pendosa berputus asa", dan di sini (يُقْسِمُ الْمُجْرِمُونَ, yuqsimu l-mujrimuuna).
Kata (يُقْسِمُ, yuqsimu) yang berarti "bersumpah" berakar ق-س-م, dan bentuk persis ini muncul satu kali, yaitu di 30:55. Kata kerja bersumpah dari akar ini yang berpola sama dengan yuqsimu, seperti aqsamuu dan yuqsimaani, dipakai untuk manusia di sepuluh ayat lain, yaitu 5:53, 5:106, 5:107, 6:109, 7:49, 14:44, 16:38, 24:53, 35:42, dan 68:17. Tujuh di antaranya menyebut dengan apa sumpah itu diucapkan, yaitu 5:53, 5:106, 5:107, 6:109, 16:38, 24:53, dan 35:42. Contohnya (وَأَقْسَمُوا بِاللَّهِ جَهْدَ أَيْمَانِهِمْ, wa-aqsamuu bi-llaahi jahda aymaanihim) di 16:38 yang berarti "dan mereka bersumpah dengan nama Allah, sungguh-sungguh dalam sumpah mereka". Di 30:55 sumpah itu tidak disusul (بِاللَّهِ, bi-llaahi), sehingga terjemahan tidak menambahkan "demi Allah". Teksnya tidak menyebutkan dengan apa para pendosa bersumpah.
Kata (الْمُجْرِمُونَ, l-mujrimuuna) berakar ج-ر-م dan muncul tiga belas kali di sembilan surah, yaitu 8:8, 10:17, 10:50, 10:82, 18:53, 26:99, 28:78, 30:12, 30:55, 32:12, 36:59, 55:41, dan 55:43. Jumlah surahnya lebih kecil karena surah 10 memuatnya tiga kali, sedangkan surah 30 dan surah 55 masing-masing dua kali. Di 30:12 dan 30:55 kata itu menjadi pelaku kata kerja sesudah rangkaian yang sama, sehingga satu kelompok digambarkan dua kali pada hari yang sama dengan dua kata kerja yang berbeda.
Kata kerja (لَبِثُوا, labitsuu) berakar ل-ب-ث dan berarti "mereka tinggal". Rangkaian (مَا لَبِثُوا, maa labitsuu) muncul empat kali di tiga surah, yaitu 18:12, 18:26, 30:55, dan 34:14. Pernyataan tentang lamanya tinggal ditutup dengan (إِلَّا, illaa) yang berarti "kecuali" di tujuh ayat, yaitu 10:45, 17:52, 20:103, 20:104, 23:114, 46:35, dan 79:46. Di 30:55 penutupnya (غَيْرَ سَاعَةٍ, ghayra saa'atin) yang berarti "selain sesaat", dan kata ghayra tidak muncul di ayat lain yang memuat akar ل-ب-ث. Terjemahan tetap memakai "kecuali", karena batas yang dinyatakan di kedua susunan itu sama.
Kata (سَاعَةٍ, saa'atin) berakar س-و-ع, akar yang sama dengan (السَّاعَةُ, s-saa'atu) di awal ayat. Satu ayat memakai satu kata dua kali, pertama untuk Saat yang menjadi hari itu, kedua untuk ukuran waktu yang pendek. Bentuk saa'atin muncul satu kali, di 30:55, dan bentuk (سَاعَةً, saa'atan) dipakai untuk lamanya tinggal di 10:45 dan 46:35. Terjemahan memisahkan dua pemakaian di 30:55 lewat huruf besar dan awalan, yaitu "Saat" dan "sesaat", sebab teks Arabnya tidak punya huruf besar.
Kata (يُؤْفَكُونَ, yu'fakuuna) yang berarti "dipalingkan" berakar أ-ف-ك, dan pihak yang memalingkan tidak disebut. Bentuk persis ini muncul enam kali di enam surah, yaitu 5:75, 9:30, 29:61, 30:55, 43:87, dan 63:4. Di lima ayat lainnya kata kerja itu menutup pertanyaan sesudah (أَنَّىٰ, annaa), misalnya (فَأَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ, fa-annaa yu'fakuuna) di 43:87 yang berarti "maka bagaimana mereka dipalingkan". Di 30:55 tidak ada annaa, dan kata kerjanya didahului (كَانُوا, kaanuu) yang berarti "mereka dahulu", sehingga ayat ini menyatakan keadaan yang sudah berlangsung sebelum hari itu. Susunan (كَذَٰلِكَ يُؤْفَكُ, ka-dzaalika yu'faku) yang berarti "demikianlah dipalingkan" muncul satu kali di 40:63, dengan pembuka yang sama seperti di 30:55.
Tafsiran
Ayat ini menaruh para pendosa pada hari Saat dalam keadaan mengucapkan sumpah, dan isi sumpah itu satu ukuran waktu. Pembicaranya para pendosa sendiri. Hal ini terlihat bila ayat ini dibandingkan dengan tiga ayat yang memuat ukuran serupa. Di 10:45 kalimatnya (كَأَنْ لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا سَاعَةً, ka-an lam yalbatsuu illaa saa'atan) berarti "seakan-akan mereka tidak berdiam kecuali sesaat", dan di 46:35 serta 79:46 kalimatnya juga memakai seakan-akan. Dalam kalimat seperti itu ukuran sesaat adalah gambaran dari penutur ayat. Di 30:55 ukuran yang sama berada di mulut para pendosa sebagai sumpah, sehingga ayat ini mencatat apa yang mereka katakan dan tidak menyatakan sendiri bahwa mereka tinggal sesaat.
Hari yang sama dibuka di 30:12 dan 30:14 dengan rangkaian yang sama, lalu muncul kembali di 30:55. Di 30:12 para pendosa berputus asa, di 30:14 mereka terpisah-pisah, dan di sini mereka berbicara. Ayat 30:56 membuka dengan jawaban dari orang-orang lain atas sumpah itu, dan isi jawabannya dibahas di sana.
Kalimat penutup menyambung sumpah itu dengan keadaan sebelumnya. Demikianlah merujuk ke hal yang telah disebut, dan sebelum kata itu ayat ini memuat sumpah tentang waktu. Dapat dibaca bahwa sumpah itu sendiri adalah contoh bagaimana mereka dahulu dipalingkan. Pembacaan lain menunjuk seluruh keadaan mereka, dan teks tidak memilih salah satunya. Ayat 40:63 menyusun penutup serupa, (كَذَٰلِكَ يُؤْفَكُ الَّذِينَ كَانُوا بِآيَاتِ اللَّهِ يَجْحَدُونَ, ka-dzaalika yu'faku lladziina kaanuu bi-aayaati llaahi yajhaduuna) yang berarti "demikianlah dipalingkan orang-orang yang selalu mengingkari tanda-tanda Allah". Di sana ayat menyebut perbuatan mereka, yaitu mengingkari tanda-tanda Allah, dan di 30:55 mereka tercatat bersumpah. Pelaku yang memalingkan tidak disebut di kedua ayat.
Renungan dan Hikmah
- Para pendosa di 30:55 bersumpah tentang lamanya tinggal mereka, dan ayat berikutnya mencatat jawaban dari orang lain atas ukuran itu. Sumpah memberi ucapan kesan pasti, padahal orang yang menjawab memeriksa ukurannya, dan kesungguhan pengucapnya tidak ikut diukur. Di 16:38 orang-orang bersumpah dengan nama Allah, sungguh-sungguh dalam sumpah mereka, bahwa Allah tidak membangkitkan orang yang mati, dan ayat itu langsung menjawab dengan janji yang pasti atas-Nya. Dua ayat itu berbicara tentang perkara yang berbeda, satu tentang lamanya tinggal dan satunya tentang kebangkitan, sehingga keduanya tidak disamakan. Keduanya memperlihatkan bahwa sumpah dapat menyertai isi yang kemudian dijawab. Pembaca dapat menghitung berapa banyak ucapannya sendiri yang memakai kata pasti atau sungguh untuk ukuran yang belum pernah diperiksanya. Seberapa sering kepastian nada suaranya melebihi kepastian ukurannya?
- Pertanyaan tentang lamanya tinggal dijawab dengan cara lain di ayat-ayat yang berbeda. Di 23:113 mereka menjawab, "Kami tinggal sehari atau sebagian hari; maka tanyakanlah kepada mereka yang menghitung," dan di 18:19 orang-orang yang dibangunkan berkata, "Tuhan kalian lebih mengetahui berapa lama kalian tinggal." Dua jawaban itu menyerahkan hitungan kepada pihak lain, sedangkan sumpah di 30:55 tidak menyerahkannya kepada siapa pun. Perbedaan itu berasal dari pembicara dan suasana yang berbeda, sehingga tidak dipakai untuk menilai niat mereka. Bagi pembaca, ketiga ayat memperlihatkan tiga cara menjawab perkara waktu, yaitu bersumpah, menunjuk yang menghitung, dan menunjuk Tuhan yang lebih mengetahui. Bila pembaca ditanya berapa lama pembaca telah hidup dan untuk apa, jawaban manakah yang akan keluar lebih dulu dari mulutnya?
- Di 45:32 dikatakan bahwa janji Allah itu benar dan Saat tidak ada keraguan padanya, lalu ayat itu mencatat jawaban, "Kami tidak tahu apa Saat itu; kami hanya menduga-duga, dan kami tidak yakin." Ayat sebelumnya, 45:31, menyebut kaum itu dengan akar kata pendosa yang sama seperti di 30:55. Sumpah di 30:55 diucapkan pada hari Saat itu sudah terjadi, sedangkan ucapan di 45:32 diucapkan sebelumnya. Kedua ayat tidak menyatakan bahwa pembicaranya orang yang sama. Keduanya memperlihatkan dua keadaan terhadap hal yang sama, yaitu tidak tahu apa Saat itu dan memberi ukuran waktu setelah Saat itu tiba. Pembaca dapat memeriksa jawaban apa yang disimpannya sekarang untuk pertanyaan tentang Saat, dan apakah janji Allah yang disebut benar itu sudah pernah ditimbangnya sebelum jawabannya diminta?
- Di 30:55 pihak yang memalingkan tidak disebut. Di 29:61 dan 43:87 ada orang-orang yang, ketika ditanya siapa yang menciptakan langit dan bumi atau menciptakan mereka sendiri, menjawab "Allah", lalu ayat itu langsung bertanya mengapa atau bagaimana mereka dipalingkan. Dari dua ayat itu terlihat bahwa jawaban yang benar di mulut belum menjamin arah langkah. Di 30:55 tercatat sumpah tentang waktu, sehingga kelompoknya tidak disamakan dengan mereka. Pembaca dapat meneliti hidupnya sendiri. Bila semua jawabannya tentang Allah sudah tepat, ke arah mana langkahnya sedang menuju, dan apa yang dapat memalingkannya dari arah itu?
- Di 24:53 orang-orang bersumpah dengan nama Allah, sungguh-sungguh dalam sumpah mereka, bahwa jika diperintah mereka pasti berangkat. Ayat itu mencatat jawaban, "Janganlah kalian bersumpah; ketaatan yang baik itu sudah dikenal. Sesungguhnya Allah waskita terhadap apa yang kalian kerjakan." Jawaban itu menaruh perhatian pada perbuatan, dan sumpah tidak dijadikan ukuran. Ayat 24:53 membicarakan janji untuk berangkat, sedangkan 30:55 membicarakan ukuran waktu, dan keduanya tidak disamakan. Hubungannya terletak pada hal yang sama, yaitu ucapan yang diperkeras dengan sumpah. Bila perbuatan pembaca dikumpulkan dalam satu catatan yang diketahui Allah, seberapa banyak sumpah yang masih diperlukan untuk menopangnya?
- Di 10:45 ukuran sesaat muncul pada hari Dia mengumpulkan mereka, dan di 46:35 pada hari mereka melihat apa yang dijanjikan kepada mereka. Di 30:55 ukuran itu berada di mulut para pendosa. Ayat-ayat itu tidak menyatakan bahwa sesaat itu ukuran yang benar. Hubungannya dengan pembaca terletak pada perasaan yang dapat dikenali pembaca sendiri, yaitu bahwa masa yang sudah lewat terasa pendek ketika ditoleh. Bila tahun-tahun yang telah lewat terasa seperti sesaat ketika pembaca menoleh, apa yang sudah dikerjakannya dengan masa itu, dan apa yang akan ia katakan pada hari Dia mengumpulkan semuanya?