وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَالْإِيمَانَ لَقَدْ لَبِثْتُمْ فِي كِتَابِ اللَّهِ إِلَىٰ يَوْمِ الْبَعْثِ ۖ فَهَٰذَا يَوْمُ الْبَعْثِ وَلَٰكِنَّكُمْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Orang-orang yang diberi ilmu dan iman berkata, "Sungguh, kalian benar-benar telah tinggal menurut Kitab Allah sampai hari Kebangkitan. Maka, ini hari Kebangkitan itu, tetapi dahulu kalian tidak mengetahui."

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَالْإِيمَانَ لَقَدْ لَبِثْتُمْ فِي كِتَابِ اللَّهِ إِلَىٰ يَوْمِ الْبَعْثِwa-qaala lladziina uutuu l-'ilma wa-l-iimaana la-qad labitstum fii kitaabi llaahi ilaa yawmi l-ba'tsiorang-orang yang diberi ilmu dan iman berkata, sungguh, kalian benar-benar telah tinggal menurut Kitab Allah sampai hari Kebangkitan
  2. فَهَٰذَا يَوْمُ الْبَعْثِ وَلَٰكِنَّكُمْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَfa-haadzaa yawmu l-ba'tsi wa-laakinnakum kuntum laa ta'lamuunamaka, ini hari Kebangkitan itu, tetapi dahulu kalian tidak mengetahui

Terjemahan per kata (20 kata)

  1. وَقَالَwa-qaaladan berkata
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. أُوتُواuutuudiberi
  4. الْعِلْمَl-'ilmapengetahuan
  5. وَالْإِيمَانَwa-l-iimaanadan keimanan
  6. لَقَدْla-qadsungguh
  7. لَبِثْتُمْlabitstumkalian tinggal
  8. فِيfiidalam
  9. كِتَابِkitaabikitab
  10. اللَّهِllaahiAllah
  11. إِلَىٰilaasampai
  12. يَوْمِyawmiHari
  13. الْبَعْثِl-ba'tsikebangkitan
  14. فَهَٰذَاfa-haadzaamaka ini
  15. يَوْمُyawmuhari
  16. الْبَعْثِl-ba'tsikebangkitan
  17. وَلَٰكِنَّكُمْwa-laakinnakumtetapi kalian
  18. كُنْتُمْkuntumkalian selalu
  19. لَاlaatidak
  20. تَعْلَمُونَta'lamuunakalian mengetahui

Inti bacaan

Rangkaian (الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ, lladziina uutuu l-'ilma) muncul delapan kali di Al-Qur'an, yaitu di 16:27, 17:107, 22:54, 28:80, 29:49, 30:56, 34:6, dan 58:11.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَالْإِيمَانَ, wa-qaala lladziina uutuu l-'ilma wa-l-iimaana) yang berarti "dan orang-orang yang diberi ilmu dan iman berkata". Kata kerja (أُوتُوا, uutuu) berbentuk pasif dan berarti "mereka diberi", sehingga pemberinya tidak disebut. Rangkaian (الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ, lladziina uutuu l-'ilma) muncul delapan kali di delapan surah, yaitu 16:27, 17:107, 22:54, 28:80, 29:49, 30:56, 34:6, dan 58:11. Di 16:27, 28:80, dan 30:56 kelompok itu menjadi pelaku (قَالَ, qaala) yang berarti "berkata". Pasangan (الْعِلْمَ وَالْإِيمَانَ, l-'ilma wa-l-iimaana) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di ayat ini, sehingga di tujuh ayat lain kelompok itu disebut lewat ilmunya saja.

Kata (لَقَدْ, la-qad) memuat dua penegas, yaitu awalan la- dan kata qad, dan terjemahan menyampaikannya sebagai "sungguh" dan "benar-benar". Kata (لَبِثْتُمْ, labitstum) berakar ل-ب-ث dan berarti "kalian tinggal". Bentuk ini muncul di tujuh ayat, yaitu 17:52, 18:19, 20:103, 20:104, 23:112, 23:114, dan 30:56. Di 18:19 dan 23:112 bentuk itu berada dalam pertanyaan (كَمْ لَبِثْتُمْ, kam labitstum) yang berarti "berapa lama kalian tinggal". Di 17:52, 20:103, 20:104, dan 23:114 bentuk itu berada dalam kalimat pembatas dengan in dan illaa, misalnya (إِنْ لَبِثْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا, in labitstum illaa qaliilan) di 23:114 yang berarti "kalian tinggal hanya sebentar". Di 30:56 bentuk itu berada dalam pernyataan yang ditegaskan dengan la-qad dan diberi batas akhir berupa hari, sedangkan keenam ayat lain tidak memuat batas akhir berupa hari.

Frasa (فِي كِتَابِ اللَّهِ, fii kitaabi llaahi) muncul empat kali di empat surah, yaitu 8:75, 9:36, 30:56, dan 33:6. Terjemahan memakai "Kitab Allah" di keempatnya, dengan "menurut" untuk fii di 8:75 dan di ayat ini. Ayat ini menyatakan bahwa lamanya tinggal sampai hari Kebangkitan berada dalam kitab itu, tetapi tidak menyebut kitab yang mana dan tidak merinci isinya.

Kata (الْبَعْثِ, l-ba'tsi) yang berarti "Kebangkitan" muncul di dua ayat, yaitu 22:5 dan 30:56, dan di 30:56 kata itu muncul dua kali dalam satu ayat, yaitu (إِلَىٰ يَوْمِ الْبَعْثِ, ilaa yawmi l-ba'tsi) yang berarti "sampai hari Kebangkitan" dan (يَوْمُ الْبَعْثِ, yawmu l-ba'tsi). Susunan yawmi l-ba'tsi tidak muncul di ayat lain. Di 22:5 kata itu berada dalam (فِي رَيْبٍ مِنَ الْبَعْثِ, fii raybin mina l-ba'tsi) yang berarti "dalam keraguan tentang kebangkitan". Terjemahan memakai "sampai" untuk ilaa dan tidak menambahkan tempat seperti "di dalam kubur", karena ayat tidak menyebutkan lokasinya.

Rangkaian (هَٰذَا يَوْمُ, haadzaa yawmu) yang berarti "ini hari" muncul tujuh kali di lima surah, yaitu 5:119, 21:103, 30:56, 37:20, 37:21, 77:35, dan 77:38. Jumlah surahnya lebih kecil karena surah 37 dan surah 77 masing-masing memuatnya dua kali. Di 21:103 rangkaian itu bersambung dengan akhiran -kum menjadi yawmukumu. Di 30:56 rangkaian itu didahului fa, yaitu (فَهَٰذَا, fa-haadzaa) yang berarti "maka ini", dan awalan itu tidak ada di ayat lain. Kata tunjuk haadzaa menunjuk sesuatu yang dekat, sehingga hari yang sebelumnya diberi batas dengan "sampai" kini ditunjuk sebagai hari yang sedang berlangsung. Terjemahan menambahkan "itu" di ujung agar kalimat ini tersambung dengan hari Kebangkitan yang baru disebut.

Kata (وَلَٰكِنَّكُمْ, wa-laakinnakum) yang berarti "tetapi kalian" muncul dua kali, yaitu di 30:56 dan 57:14. Di 57:14 kata itu menyusul jawaban (بَلَىٰ, balaa) dan disusul beberapa perbuatan, antara lain (فَتَنْتُمْ أَنْفُسَكُمْ, fatantum anfusakum) yang berarti "kalian mencelakakan diri kalian sendiri". Di 30:56 kata itu disusul satu keadaan saja. Rangkaian (كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ, kuntum laa ta'lamuuna) yang berarti "kalian tidak mengetahui" muncul tiga kali, yaitu di 16:43, 21:7, dan 30:56. Di 16:43 dan 21:7 rangkaian itu berada dalam syarat (إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ, in kuntum laa ta'lamuuna) yang berarti "jika kalian tidak mengetahui", dan syarat itu didahului perintah (فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ, fa-s'aluu ahla dz-dzikri) yang berarti "maka bertanyalah kepada orang-orang yang memiliki peringatan". Di 30:56 syarat dan perintah itu tidak ada, dan yang tertulis adalah keadaan yang sudah lewat, yaitu "dahulu kalian tidak mengetahui". Objek kata kerja ta'lamuuna tidak disebut, dan terjemahan tidak menambahkan "bahwa itu benar adanya". Akar ع-ل-م pada kata ini sama dengan akar (الْعِلْمَ, l-'ilma) di awal ayat, sehingga ayat dibuka dengan ilmu yang diberikan dan ditutup dengan ilmu yang tidak dimiliki.

Tafsiran

Ayat ini menjawab sumpah di 30:55 dengan tiga langkah dari orang-orang yang diberi ilmu dan iman. Langkah pertama menyebut batas akhir. Para pendosa menyebut satu ukuran lama, yaitu sesaat, dan jawabannya tidak membalas dengan ukuran lama yang lain. Jawaban itu menunjuk titik akhir, yaitu hari Kebangkitan, dan tidak mencantumkan angka. Sumpah menjawab pertanyaan berapa lama, sedangkan jawaban orang-orang berilmu menjawab pertanyaan sampai kapan.

Langkah kedua menunjuk hari itu sebagai hari yang sedang berlangsung. Hari yang dipakai sebagai batas ternyata sudah tiba, sehingga perselisihan tentang lamanya berakhir di titik yang disebut orang-orang berilmu itu sendiri. Di 22:5 keraguan tentang kebangkitan dihadapi dengan penyebutan penciptaan manusia dari tanah, dan di 30:56 dengan satu penunjukan hari.

Langkah ketiga menamai keadaan mereka, yaitu dahulu tidak mengetahui. Kalimat ini tidak menuduh mereka berdusta dan tidak menyebut apa yang tidak mereka ketahui. Surah ini memuat pola serupa di empat ayat, yaitu 30:6, 30:30, 30:56, dan 30:59, yang semuanya memuat laa dengan akar ع-ل-م. Di 30:6 dan 30:30 yang dibicarakan (أَكْثَرَ النَّاسِ, aktsara n-naasi) yang berarti "kebanyakan manusia", di 30:56 yang dibicarakan "kalian" pada hari itu, dan di 30:59 (الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ, lladziina laa ya'lamuuna) yang berarti "orang-orang yang tidak mengetahui".

Orang-orang yang berbicara di sini juga berbicara pada hari Kiamat di 16:27, dan di sana mereka memakai kata hari ini untuk menunjuk hari itu, yaitu (إِنَّ الْخِزْيَ الْيَوْمَ, inna l-khizya l-yawma) yang berarti "sesungguhnya kehinaan pada hari ini". Di kedua ayat orang-orang berilmu menyebut hari itu dengan penunjuk waktu yang dekat. Isi ucapannya berbeda, karena di 16:27 mereka menyebut keadaan orang-orang kafir dan di 30:56 mereka menjawab sumpah para pendosa.

Renungan dan Hikmah

  • Orang-orang yang menjawab di 30:56 disebut sebagai yang diberi ilmu dan iman, dan ayat tidak menyebut siapa pemberinya. Di 16:27 kelompok yang disebut dengan cara yang sama berbicara ketika Dia menanyakan sekutu-sekutu-Ku kepada mereka, dan di 28:80 mereka berbicara kepada orang-orang yang menginginkan kehidupan dunia. Sebutan diberi menaruh ilmu sebagai sesuatu yang diterima lebih dulu sebelum dipakai. Pembaca dapat menghitung apa saja yang telah diterimanya dalam bentuk pengetahuan, dan apakah pengetahuan itu pernah dipakainya untuk meluruskan orang yang salah menaksir. Bila ilmu dan iman sama-sama diberi, jawaban apa yang menunggu untuk dipikulnya ketika orang lain bertanya?
  • Para pendosa di 30:55 menyebut berapa lama, dan orang-orang berilmu di 30:56 menyebut sampai kapan. Batas akhirnya hari Kebangkitan, dan lamanya tinggal itu berada dalam Kitab Allah. Di 9:36 bilangan bulan juga berada dalam Kitab Allah, di ayat yang berbicara tentang hitungan waktu pada saat Dia menciptakan langit dan bumi. Perkaranya berbeda dari 30:56, dan kesamaannya terletak pada penyebutan Kitab Allah ketika waktu dihitung. Pembaca yang menghitung umurnya dalam tahun dapat bertanya, catatan siapa yang akan dipakai bila ukurannya dibandingkan, dan seberapa besar hitungannya sendiri akan dipegang pada hari itu?
  • Sesudah mengoreksi ukuran, orang-orang berilmu di 30:56 menunjuk hari itu sebagai hari yang sedang berlangsung. Ayat 22:5 menyapa manusia yang masih ragu tentang kebangkitan dan menjawabnya dengan kalimat bahwa Kami telah menciptakan manusia dari tanah, sedangkan 30:56 berbicara kepada mereka yang sudah berada di hari itu dan menjawab dengan satu penunjukan. Dari dua cara itu terlihat dua tahap keraguan, satu yang masih dapat dijawab dengan uraian dan satu yang dijawab oleh hari itu sendiri. Pembaca dapat bertanya pertanyaan mana tentang Allah yang ditundanya sampai jawabannya cukup berupa satu penunjukan.
  • Kalimat penutup 30:56 menyebut sebuah keadaan, yaitu dahulu kalian tidak mengetahui, dan tidak menyebut dusta. Di 16:43 dan 21:7 kalimat dengan kata-kata yang hampir sama berisi syarat, jika kalian tidak mengetahui, dan syarat itu didahului perintah bertanya kepada orang yang memiliki peringatan. Di 30:56 perintah itu tidak muncul lagi dan syaratnya sudah menjadi keadaan yang lewat. Dari perbandingan itu terlihat bahwa jalan keluar dari tidak tahu tertulis pada ayat yang berbicara sebelum hari itu, dan tidak pada ayat yang berbicara di hari itu. Pembaca dapat memeriksa dirinya sendiri. Pertanyaan apa yang sekarang disimpannya karena malu terlihat tidak tahu?
  • Di 30:56 orang-orang berilmu menutup jawabannya dengan satu celah, yaitu dahulu kalian tidak mengetahui. Ayat 57:14 menyapa pihak yang berbeda, dan di sana kata tetapi kalian membuka daftar yang lebih panjang, yaitu mencelakakan diri sendiri, menunggu-nunggu, meragukan, dan diperdaya angan-angan sampai datang ketetapan Allah. Dari dua ayat itu terlihat dua cara menyampaikan kekeliruan kepada orang lain, satu dengan menyebut celah pengetahuan dan satu dengan merinci perbuatan. Pembaca dapat memperhatikan cara yang dipakainya ketika meluruskan orang. Apakah ia lebih sering menyebut celah pengetahuan atau menyusun daftar kesalahan?
  • Di 28:80 orang-orang yang disebut dengan sebutan yang sama sudah berbicara di dunia, dan isinya tentang pahala Allah yang lebih baik bagi orang yang beriman dan beramal saleh. Di 30:56 mereka berbicara pada hari Kebangkitan. Ayat-ayat itu tidak menyatakan bahwa pembicaranya orang yang sama, tetapi sebutannya sama. Dari sana terlihat satu ukuran bagi pembaca, yaitu apakah kalimat yang diucapkannya hari ini masih akan layak diucapkan pada hari itu. Apa yang dikatakannya tentang Allah hari ini, dan apakah kalimat itu akan tetap sama di hadapan hari yang ditunjuk dengan kata ini?