فَيَوْمَئِذٍ لَا يَنْفَعُ الَّذِينَ ظَلَمُوا مَعْذِرَتُهُمْ وَلَا هُمْ يُسْتَعْتَبُونَ

Maka pada hari itu tidak berguna bagi orang-orang yang zalim dalih mereka, dan mereka tidak diberi kesempatan untuk bertobat.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَيَوْمَئِذٍ لَا يَنْفَعُ الَّذِينَ ظَلَمُوا مَعْذِرَتُهُمْfa-yawma'idzin laa yanfa'u lladziina zhalamuu ma'dziratuhummaka pada hari itu tidak berguna bagi orang-orang yang zalim dalih mereka
  2. وَلَا هُمْ يُسْتَعْتَبُونَwa-laa hum yusta'tabuunadan mereka tidak diberi kesempatan untuk bertobat

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. فَيَوْمَئِذٍfa-yawma'idzinmaka pada hari itu
  2. لَاlaatidak
  3. يَنْفَعُyanfa'ubermanfaat bagi
  4. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  5. ظَلَمُواzhalamuuberbuat zalim
  6. مَعْذِرَتُهُمْma'dziratuhumalasan mereka
  7. وَلَاwa-laadan tidak pula
  8. هُمْhummereka
  9. يُسْتَعْتَبُونَyusta'tabuunamereka diberi kesempatan bertobat

Inti bacaan

Penunjuk (فَيَوْمَئِذٍ, fa-yawma'idzin) muncul empat kali di Al-Qur'an: 30:57, 55:39, 69:15, 89:25.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (فَيَوْمَئِذٍ, fa-yawma'idzin) yang berarti "maka pada hari itu". Awalan fa menyambungnya dengan 30:56, sehingga ayat ini membicarakan hari yang baru ditunjuk di ayat sebelumnya. Kata ini muncul empat kali di empat surah, yaitu 30:57, 55:39, 69:15, dan 89:25. Di tiga dari empat ayat itu kata laa menyusul langsung, yaitu di 30:57, di 55:39 dalam (فَيَوْمَئِذٍ لَا يُسْأَلُ, fa-yawma'idzin laa yus'alu) yang berarti "maka pada hari itu tidak ditanya", dan di 89:25. Hari yang dibuka dengan kata ini di ketiga ayat itu dikenal lewat sesuatu yang tidak terjadi.

Kata kerja (يَنْفَعُ, yanfa'u) berakar ن-ف-ع dan bersama laa berarti "tidak berguna". Rangkaian (يَوْمَ لَا يَنْفَعُ, yawma laa yanfa'u) yang berarti "pada hari tidak berguna" muncul dua kali, yaitu di 26:88 dan 40:52. Rangkaian (لَا يَنْفَعُ الَّذِينَ, laa yanfa'u lladziina) yang berarti "tidak berguna bagi orang-orang yang" juga muncul dua kali, yaitu di 30:57 dan 32:29. Di 32:29 kata kerja itu bersambung dengan (إِيمَانُهُمْ, iimaanuhum) yang berarti "keimanan mereka", dan di 30:57 dengan dalih. Di kedua ayat itu kalimat berlanjut dengan wa-laa hum dan kata kerja yang tidak menyebut pelakunya, yaitu (وَلَا هُمْ يُنْظَرُونَ, wa-laa hum yunzharuuna) di 32:29 yang berarti "dan mereka tidak diberi penangguhan".

Kata (الَّذِينَ ظَلَمُوا, lladziina zhalamuu) berakar ظ-ل-م dan memakai kata kerja lampau, sehingga artinya "orang-orang yang telah berbuat zalim". Kelompok ini dikenal lewat perbuatan yang sudah terjadi, sedangkan di 40:52 padanannya (الظَّالِمِينَ, zh-zhaalimiina) dikenal lewat sebutan pelakunya. Terjemahan memakai "orang-orang yang zalim" di 30:57 dan "orang-orang zalim" di 40:52. Ayat 30:55 memakai sebutan lain untuk adegan yang sama, yaitu al-mujrimuuna, dan 30:57 tidak menyatakan bahwa kedua sebutan itu menunjuk kelompok yang sama.

Kata (مَعْذِرَتُهُمْ, ma'dziratuhum) berakar ع-ذ-ر dan berarti "dalih mereka". Bentuk persis ini muncul dua kali, yaitu di 30:57 dan 40:52, dan di 40:52 bunyinya (يَوْمَ لَا يَنْفَعُ الظَّالِمِينَ مَعْذِرَتُهُمْ, yawma laa yanfa'u zh-zhaalimiina ma'dziratuhum) yang berarti "pada hari dalih orang-orang zalim tidak berguna bagi mereka". Kata ma'dzirah dalam bentuk lain muncul sekali lagi, yaitu (مَعْذِرَةً, ma'dziratan) di 7:164, jadi tiga kali di tiga surah. Di 7:164 terjemahan memakai "alasan", karena kata itu berada dalam jawaban (مَعْذِرَةً إِلَىٰ رَبِّكُمْ, ma'dziratan ilaa rabbikum) yang berarti "sebagai alasan kepada Tuhan kalian", yang disusul harapan agar mereka bertakwa. Di 30:57 dan 40:52 kata itu dinyatakan tidak berguna, dan terjemahan memakai "dalih" untuk menunjuk alasan yang dibawa oleh pihak yang menghindari tanggung jawab.

Kata (يُسْتَعْتَبُونَ, yusta'tabuuna) berakar ع-ت-ب dan pelaku yang memberi kesempatan tidak disebut. Rangkaian (وَلَا هُمْ يُسْتَعْتَبُونَ, wa-laa hum yusta'tabuuna) muncul tiga kali, yaitu di 16:84, 30:57, dan 45:35, dan akar yang sama muncul sekali lagi di 41:24, jadi empat ayat. Terjemahan memakai "diberi kesempatan untuk bertobat". Kata tobat adalah padanan terjemahan dan tidak berasal dari akar ع-ت-ب, karena akar kata tobat tidak ada di ayat ini. Dengan begitu ayat ini memuat dua penolakan yang berbeda arah: kata kerja pertama menyatakan tidak ada yang berguna bagi orang-orang itu, dan kata kerja kedua menyatakan tidak ada pihak yang memberi.

Tafsiran

Ayat ini menjatuhkan akibat pada hari yang baru ditunjuk di 30:56. Kata fa menyambungnya, sehingga hari yang dijadikan batas oleh orang-orang berilmu itu juga hari ketika dua hal tertutup bagi orang-orang yang zalim, yaitu dalih dan kesempatan. Sebutan kelompoknya berganti dari al-mujrimuuna di 30:55 menjadi orang-orang yang zalim, dan ayat tidak menyatakan keduanya kelompok yang sama. Urutan tiga ayat itu terbaca sebagai sumpah, jawaban, lalu akibat. Dapat dibaca bahwa sumpah di 30:55 dan keadaan tidak mengetahui di 30:56 termasuk bahan dalih yang disebut tidak berguna, tetapi ayat ini tidak menyebut dalih yang mana.

Ayat 32:29 menyusun kalimat dengan kerangka yang sama, tetapi yang tidak berguna di sana keimanan orang-orang yang kufur pada hari kemenangan. Dua ayat itu menyebut dua benda yang berbeda, dalih dan keimanan, dengan penutup yang sama berupa penolakan yang tidak menyebut pelakunya. Dari sana terlihat bahwa daftar hal yang tidak berguna pada hari itu lebih panjang daripada satu benda. Di 26:88 daftar itu memuat harta dan anak-anak. Sebaliknya, di 5:119 hari yang ditunjuk dengan kata yang sama seperti di 30:56, (هَٰذَا يَوْمُ يَنْفَعُ الصَّادِقِينَ صِدْقُهُمْ, haadzaa yawmu yanfa'u sh-shaadiqiina shidquhum), berarti "ini hari yang kebenaran orang-orang yang benar bermanfaat bagi mereka". Kata kerja yang sama, yanfa'u, memuat kebalikannya.

Sebutan orang-orang yang zalim juga ada di 30:29, dalam (بَلِ اتَّبَعَ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَهْوَاءَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ, bali ttaba'a lladziina zhalamuu ahwaa'ahum bi-ghayri 'ilmin) yang berarti "akan tetapi, orang-orang yang zalim mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu". Di surah ini sebutan itu menyertai ketiadaan ilmu di 30:29, dan di 30:57 sebutan itu menyusul pernyataan dahulu tidak mengetahui di 30:56. Ayat 30:58 sampai 30:60 kemudian membawa pembaca kembali ke keadaan sebelum hari itu.

Renungan dan Hikmah

  • Kata dalih di 30:57 terdapat juga di 7:164, dalam jawaban orang-orang yang ditanya mengapa mereka menasihati kaum yang Allah akan membinasakan atau mengazab mereka, "Sebagai alasan kepada Tuhan kalian, dan agar mereka bertakwa." Alasan di sana dibawa dengan harapan memperbaiki orang lain, sedangkan dalih di 30:57 dinyatakan tidak berguna, dan suasana kedua ayat berbeda sehingga keduanya tidak disamakan. Dari keduanya terlihat bahwa sebuah alasan tidak memiliki nilai sendiri, sebab nilainya bergantung pada arah dan waktu pengucapannya. Ke arah mana alasan yang sering dibawa pembaca kepada Tuhan bergerak, memperbaiki sesuatu atau menahan diri dari memperbaikinya?
  • Pada hari yang sama beberapa ayat menyebut hal-hal yang tidak berguna. Di 26:88 itu harta dan anak-anak, di 32:29 keimanan orang-orang yang kufur pada hari kemenangan, dan di 30:57 dalih. Di 5:119 Allah berfirman tentang hari ketika kebenaran orang-orang yang benar bermanfaat bagi mereka, dan Allah rida kepada mereka dan mereka rida kepada-Nya. Keempat ayat itu berbicara tentang keadaan yang berbeda dan tidak disamakan. Perbandingannya memperlihatkan bahwa bekal yang dibicarakan ayat-ayat itu berbeda jenis, ada yang dapat dikumpulkan dan ada yang dapat disiapkan dalam bentuk ucapan. Pembaca dapat memeriksa bekal yang kini dianggapnya berguna kelak, apakah harta, kalimat pembelaan, atau kebenaran yang sudah dijalaninya?
  • Kata kerja penutup 30:57 tidak menyebut siapa yang memberi kesempatan, dan bentuknya menaruh kesempatan sebagai sesuatu yang diberikan, bukan sesuatu yang dihasilkan sendiri oleh orang yang memerlukannya. Hal ini terlihat pada kata kerja pasifnya. Ayat itu hanya menyatakan bahwa pada hari itu kesempatan tidak diberikan. Dari bentuk itu pembaca dapat bertanya tentang kesempatan memperbaiki yang pernah diterimanya dari orang lain dalam bentuk waktu, maaf, atau tangguh. Berapa banyak dari kesempatan itu yang pernah dihitungnya sebagai sesuatu yang diterimanya, dan bukan sesuatu yang memang menjadi haknya?
  • Ayat 30:57 mengikat penutupan itu pada hari itu lewat kata di awalnya, dan ayat 6:158 melakukan hal serupa dengan hari yang disebutnya lain. Di 6:158, pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu, iman tidak bermanfaat lagi bagi jiwa yang belum beriman sebelum itu. Hari di 6:158 disebut dengan ungkapan yang berbeda, dan ayat tidak menyatakan apakah kedua hari itu sama, tetapi cara menaruh batasnya serupa, yaitu lewat sebuah hari, sehingga kalimatnya menyiratkan sebuah waktu yang lebih awal ketika hal yang sama masih berlaku. Pembaca dapat memperhatikan hal apa yang ditundanya dengan alasan masih ada waktu. Hal apa yang akan disebutnya dalih bila harinya tiba?
  • Di 32:12 para pendosa tertunduk di hadapan Tuhan mereka dan berkata, "Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar. Maka, kembalikanlah kami, niscaya kami akan beramal saleh." Permintaan itu memuat janji beramal. Ayat 30:57 menyebut kesempatan tidak diberikan pada hari itu, dan ayat 32:12 tidak menyebut jawaban atas permintaan itu. Dua ayat tidak dinyatakan sebagai satu adegan. Hubungannya terletak pada hal yang sama, yaitu kalimat yang berisi janji untuk berubah setelah melihat. Pembaca dapat mencatat janji untuk berubah yang pernah diucapkannya dalam keadaan terdesak. Berapa banyak dari janji itu yang bertahan ketika desakannya hilang?
  • Ayat 30:56 menyebut ketiadaan pengetahuan sebagai keadaan, dahulu kalian tidak mengetahui, dan 30:57 menyebut dalih tidak berguna. Ayat tidak menghubungkan keduanya secara tegas. Pembaca yang terbiasa berkata saya tidak tahu dapat memeriksa kalimat itu, apakah ia pakai untuk menerangkan keadaan atau untuk membela diri. Kalimat yang sama bisa menjadi pengakuan pada satu waktu dan dalih pada waktu lain, dan perbedaannya terletak pada apa yang sesudahnya dilakukan oleh yang mengucapkan. Setelah mengatakan tidak tahu, apa yang ia kerjakan kepada pengetahuan yang kini sudah ada di hadapannya?