فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ ۖ وَلَا يَسْتَخِفَّنَّكَ الَّذِينَ لَا يُوقِنُونَ

Maka bersabarlah; sesungguhnya janji Allah itu benar; dan janganlah sekali-kali orang-orang yang tidak yakin itu membuat engkau goyah.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّfa-shbir inna wa'da llaahi haqqunmaka bersabarlah; sesungguhnya janji Allah itu benar
  2. وَلَا يَسْتَخِفَّنَّكَ الَّذِينَ لَا يُوقِنُونَwa-laa yastakhiffannaka lladziina laa yuuqinuunadan janganlah sekali-kali orang-orang yang tidak yakin itu membuat engkau goyah

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. فَاصْبِرْfa-shbirmaka bersabarlah
  2. إِنَّinnasesungguhnya
  3. وَعْدَwa'dajanji
  4. اللَّهِllaahiAllah
  5. حَقٌّhaqqunbenar
  6. وَلَاwa-laadan tidak pula
  7. يَسْتَخِفَّنَّكَyastakhiffannakamenggelisahkanmu
  8. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  9. لَاlaatidak
  10. يُوقِنُونَyuuqinuunayakin

Inti bacaan

Rangkaian (فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ, fa-shbir inna wa'da llaahi haqqun) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 30:60, 40:55, dan 40:77.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (فَاصْبِرْ, fa-shbir) yang berarti "maka bersabarlah". Kata kerja ini berakar ص-ب-ر, berbentuk perintah untuk satu orang, dan didahului fa yang menyambungnya dengan 30:59. Bentuk persis ini muncul sebelas kali di sepuluh surah, yaitu 11:49, 20:130, 30:60, 40:55, 40:77, 46:35, 50:39, 68:48, 70:5, 74:7, dan 76:24. Jumlah surahnya lebih kecil karena surah 40 memuatnya dua kali. Terjemahan memakai "bersabarlah" di kesebelas ayat itu. Rangkaian (فَاصْبِرْ إِنَّ, fa-shbir inna) yang berarti "maka bersabarlah, sesungguhnya" muncul empat kali di tiga surah, yaitu 11:49, 30:60, 40:55, dan 40:77. Di 11:49 alasan sesudah inna menyangkut kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa, sedangkan di tiga ayat lainnya alasannya (إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ, inna wa'da llaahi haqqun) yang berarti "sesungguhnya janji Allah itu benar". Rangkaian lengkap (فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ, fa-shbir inna wa'da llaahi haqqun) muncul tiga kali, yaitu di 30:60, 40:55, dan 40:77.

Frasa (وَعْدَ اللَّهِ, wa'da llaahi) yang berarti "janji Allah" berakar و-ع-د dan muncul lima belas kali di sebelas surah, yaitu 4:122, 10:4, 10:55, 18:21, 28:13, 30:6, 30:60, 31:9, 31:33, 35:5, 39:20, 40:55, 40:77, 45:32, dan 46:17. Jumlah surahnya lebih kecil karena surah 10, 30, 31, dan 40 masing-masing memuatnya dua kali. Rangkaian (إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ, inna wa'da llaahi haqqun) muncul delapan kali di tujuh surah, yaitu 10:55, 30:60, 31:33, 35:5, 40:55, 40:77, 45:32, dan 46:17, dengan surah 40 dua kali. Kata (حَقٌّ, haqqun) berakhiran tanwin dan dibaca sebagai pernyataan lengkap, sehingga terjemahan memakai "janji Allah itu benar" dengan "itu" untuk menyambung bagian pertama kalimat. Ayat ini tidak menyebut janji yang mana, dan terjemahan tidak menambahkan isinya.

Kata (يَسْتَخِفَّنَّكَ, yastakhiffannaka) berakar خ-ف-ف dan tersusun dari kata kerja yastakhiffa, penegas -nna yang diterjemahkan "sekali-kali", dan -ka yang berarti "engkau". Bentuk persis ini muncul satu kali, di 30:60. Kata kerja dari pola yang sama muncul di dua ayat lain, jadi tiga ayat seluruhnya, yaitu 16:80, 30:60, dan 43:54. Di 16:80 bunyinya (تَسْتَخِفُّونَهَا, tastakhiffuunahaa) yang berarti "kalian rasa ringan", dan di 43:54 bunyinya (فَاسْتَخَفَّ قَوْمَهُ, fa-stakhaffa qawmahu) yang berarti "maka dia memperdaya kaumnya". Di 43:54 kata kerja itu disusul (فَأَطَاعُوهُ, fa-athaa'uuhu) yang berarti "lalu mereka menaatinya", sehingga akibatnya terlihat pada orang yang dibuat ringan. Terjemahan 30:60 memakai "membuat engkau goyah" sebagai lawan keteguhan yang diminta oleh perintah bersabar di awal ayat.

Kata (يُوقِنُونَ, yuuqinuuna) berakar ي-ق-ن, dan terjemahan memakai "yakin" di semua kemunculannya. Bentuk ini muncul sebelas kali di delapan surah, yaitu 2:4, 2:118, 5:50, 27:3, 27:82, 30:60, 31:4, 32:24, 45:4, 45:20, dan 52:36. Di 2:4 bunyinya (وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ, wa-bi-l-aakhirati hum yuuqinuuna) yang berarti "dan terhadap akhirat, merekalah yang yakin". Rangkaian (لَا يُوقِنُونَ, laa yuuqinuuna) yang berarti "tidak yakin" muncul tiga kali, yaitu di 27:82, 30:60, dan 52:36. Di 27:82 objeknya (بِآيَاتِنَا, bi-aayaatinaa) yang berarti "pada tanda-tanda Kami", dan di 52:36 kalimat itu menjawab pertanyaan tentang penciptaan langit dan bumi. Di 30:60 objek keyakinan tidak disebut, dan terjemahan tidak menambahkannya. Di ayat ini rangkaian itu menjadi sebutan bagi pelaku kata kerja berikutnya, yaitu (الَّذِينَ لَا يُوقِنُونَ, lladziina laa yuuqinuuna) yang berarti "orang-orang yang tidak yakin".

Tafsiran

Ayat ini menutup surah dengan tiga bagian yang berurutan, yaitu perintah, alasan, dan larangan. Perintahnya bersabar, alasannya janji Allah itu benar, dan larangannya agar orang-orang yang tidak yakin tidak membuat yang disapa goyah. Alasan diletakkan di tengah, sehingga ia menopang perintah di depannya dan larangan di belakangnya. Urutan perintah lalu alasan juga ada di 40:55 dan 40:77, tetapi sesudah alasan itu 40:55 menyebut permohonan ampun dan tasbih, dan 40:77 menyebut pengandaian tentang janji yang diperlihatkan atau tentang kematian yang disapa. Di 30:60 sesudah alasan datang larangan.

Larangan sesudah kalimat janji Allah itu benar juga ada di 31:33 dan 35:5, tempat larangannya (فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا, fa-laa taghurrannakumu l-hayaatu d-dunyaa) yang berarti "maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdaya kalian". Tiga ayat itu, 30:60, 31:33, dan 35:5, menaruh larangan dengan penegas -nna sesudah janji dinyatakan benar. Pihak yang dilarang memengaruhi berbeda, yaitu kehidupan dunia dan si penipu di dua ayat itu, dan orang-orang yang tidak yakin di ayat ini.

Ayat 30:59 menyebut kelompok yang hatinya dikunci dengan sebutan orang-orang yang tidak mengetahui, dan 30:60 menyebut pihak yang dapat menggoyahkan dengan sebutan orang-orang yang tidak yakin. Dua sebutan berurutan itu memakai pola yang sama, laa dengan sebuah kata kerja, tetapi kata kerjanya berbeda, yang satu tentang pengetahuan dan yang lain tentang keyakinan. Ayat ini tidak menyatakan bahwa kedua sebutan itu menunjuk kelompok yang sama. Dua ayat lain, 10:55 dan 28:13, menaruh kalimat janji dan sebutan tidak mengetahui dalam satu ayat, yaitu (وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ, wa'da llaahi haqqun wa-laakinna aktsarahum laa ya'lamuuna) yang berarti "janji Allah itu benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui". Di 30:59 dan 30:60 kedua bagian itu terpisah di dua ayat berurutan, dalam urutan yang terbalik.

Janji Allah disebut dua kali dalam surah ini, di 30:6 dan 30:60. Di 30:6 bunyinya (لَا يُخْلِفُ اللَّهُ وَعْدَهُ, laa yukhlifu llaahu wa'dahu) yang berarti "Allah tidak menyalahi janji-Nya", dan ayat itu ditutup dengan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Ayat 30:60 adalah ayat terakhir surah dan menaruh janji itu pada ujung perintah bersabar. Ayat-ayat sekitar 30:6, yaitu 30:3 sampai 30:5, menyebut peristiwa yang akan terjadi dalam beberapa tahun dan pertolongan Allah, sehingga janji di 30:6 dapat dibaca menunjuk ke sana, tetapi ayat itu sendiri tidak merincinya.

Renungan dan Hikmah

  • Perintah bersabar di 30:60 langsung disertai alasan, sesungguhnya janji Allah itu benar. Di 40:55 perintah dan alasan yang sama disusul permohonan ampun dan tasbih, sedangkan di 40:77 disusul pengandaian bahwa sebagian dari apa yang dijanjikan diperlihatkan atau yang disapa diwafatkan lebih dulu. Di 30:60 alasan itu disusul larangan. Kesabaran yang disertai alasan berbeda dari menahan diri tanpa tahu mengapa, dan perbedaan itu terasa pada beratnya. Pembaca dapat memperhatikan kesabarannya sendiri yang paling berat, dan menanyakan apakah alasan penahanannya pernah dinyatakan kepada dirinya. Apa alasan yang dikatakannya kepada diri sendiri ketika memilih bersabar, dan seberapa dekat alasan itu dengan janji Allah yang disebut ayat ini?
  • Kalimat sesungguhnya janji Allah itu benar disusul larangan di tiga ayat. Di 31:33 dan 35:5 larangannya agar kehidupan dunia dan si penipu tidak memperdaya kalian tentang Allah, dan di 30:60 agar orang-orang yang tidak yakin tidak membuat engkau goyah. Ayat 31:33 dan 35:5 menyapa manusia dan 30:60 menyapa satu orang, sehingga larangannya tidak disamakan, tetapi letaknya sama, yaitu sesudah janji dinyatakan benar, dan jenis hal yang dilarang sama, yaitu tergoyah oleh sesuatu di luar janji itu. Pembaca dapat mendaftar apa saja yang menggoyahkan pegangannya pada janji Allah dalam sehari, apakah dunia yang memikat, penipu yang meyakinkan, atau orang di sekitarnya yang ragu. Dari ketiganya, mana yang paling sering menang?
  • Ayat 30:60 menyebut pihak yang dapat menggoyahkan lewat sifatnya, yaitu tidak yakin, dan tidak lewat bantahan yang mereka ajukan. Di 52:36 sifat yang sama menjadi jawaban atas pertanyaan ataukah mereka menciptakan langit dan bumi, yaitu bahwa mereka tidak yakin. Di 27:82 sifat itu dikaitkan dengan tanda-tanda Kami. Ketiga ayat berbicara tentang keadaan yang berbeda dan tidak disamakan. Dari ketiganya terlihat bahwa ketidakyakinan disebut sebagai ciri sebuah kelompok, dan di 30:60 kelompok itu dapat membuat orang lain goyah. Pembaca dapat memperhatikan orang yang suaranya paling sering menggeser keputusannya, apakah ia membawa alasan atau membawa keraguan. Seberapa sering pergeseran itu diuji pada alasannya?
  • Janji Allah disebut dua kali dalam surah ini, di 30:6 dan di 30:60. Ayat 30:3 sampai 30:5 menyebut peristiwa yang akan terjadi dalam beberapa tahun dan pertolongan Allah, lalu 30:6 menyatakan bahwa Allah tidak menyalahi janji-Nya. Di 30:60 janji itu dinyatakan benar dan yang disapa diminta bersabar. Jarak antara dua penyebutan itu membuat kesabaran terbaca sebagai masa antara janji yang diucapkan dan janji yang terbukti. Pembaca dapat menghitung janji apa dalam hidupnya yang masih berada di masa antara itu, dan bagaimana masa itu dihabiskannya, dengan menunggu, menggerutu, atau melanjutkan pekerjaan yang diminta. Janji mana yang sedang menunggu dalam bentuk kesabarannya?
  • Surah ini memuat adegan hari Saat di 30:12 sampai 30:14 dan di 30:55 sampai 30:57, lalu ditutup dengan perintah yang berlaku sebelum hari itu, yaitu bersabar. Ayat 30:57 menutup dalih dan kesempatan pada hari itu, dan ayat 30:60 memberi tugas yang masih dapat dikerjakan sekarang. Urutan itu membuat adegan hari itu berakhir pada sebuah tugas, dan tidak berhenti sebagai gambaran. Pembaca yang selesai membaca gambaran hari itu dapat bertanya apa yang ditinggalkan gambaran itu sebagai pekerjaan hari ini. Bila janji Allah benar, pekerjaan apa dalam hari ini yang layak dilanjutkan karena janji itu?
  • Perintah bersabar di ayat-ayat lain disertai pasangan yang berbeda. Di 20:130 dan 50:39 sabar atas apa yang mereka katakan disertai tasbih dengan memuji Tuhanmu, di 40:55 disertai permohonan ampun dan tasbih, dan di 46:35 disertai larangan meminta agar disegerakan untuk mereka. Di 30:60 pasangannya larangan agar tidak goyah karena orang-orang yang tidak yakin. Dari daftar itu terlihat bahwa kesabaran disebut berdampingan dengan sesuatu yang dikerjakan atau dihindari, sehingga tidak berdiri sebagai keadaan kosong. Pembaca dapat memeriksa kesabarannya yang paling sering diucapkan, apakah berdampingan dengan tasbih, permohonan ampun, atau larangan terhadap dirinya sendiri, atau berdampingan dengan diam menunggu. Apa pendamping kesabarannya?