فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ ۖ وَلَا يَسْتَخِفَّنَّكَ الَّذِينَ لَا يُوقِنُونَ

Maka bersabarlah; sesungguhnya janji Allah itu benar; dan janganlah sekali-kali orang-orang yang tidak meyakini itu membuat engkau goyah.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّfa-shbir inna wa'da llaahi haqqunmaka bersabarlah; sesungguhnya janji Allah itu benar
  2. وَلَا يَسْتَخِفَّنَّكَ الَّذِينَ لَا يُوقِنُونَwa-laa yastakhiffannaka lladziina laa yuuqinuunadan janganlah sekali-kali orang-orang yang tidak meyakini itu membuat engkau goyah

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. فَاصْبِرْfa-shbirmaka bersabarlah
  2. إِنَّinnasesungguhnya
  3. وَعْدَwa'dajanji
  4. اللَّهِllaahiAllah
  5. حَقٌّhaqqunbenar
  6. وَلَاwa-laadan tidak pula
  7. يَسْتَخِفَّنَّكَyastakhiffannakamenggelisahkanmu
  8. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  9. لَاlaatidak
  10. يُوقِنُونَyuuqinuunayakin

Inti bacaan

Instruksi penutup yang menguatkan: 'bersabarlah; sesungguhnya janji Allah itu benar; janganlah sekali-kali orang-orang yang tidak meyakini itu membuat engkau goyah', ketahanan mental menghadapi tekanan dari mereka yang menolak kebenaran.

Penjelasan pilihan kata

Ayat penutup surah ini merangkum nasihat inti: kesabaran berlandaskan kepastian janji Allah, bukan reaksi terhadap penolakan.

Tafsiran

Ayat ini menutup Surah Ar-Rum dengan nasihat langsung kepada Nabi: kesabaran yang berlandaskan kepastian, bukan menunggu bukti dari penolakan orang lain reda.

Renungan dan Hikmah

  • Nasihat penutup surah menegaskan bahwa kesabaran Nabi seharusnya bersumber dari kepastian janji Allah sendiri, bukan dari menunggu reaksi atau pengakuan orang-orang yang menolak, sebuah kemandirian batin dari validasi eksternal.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar s-b-r, w-'-d, a-l-h, h-q-q, kh-f-f, y-q-n): inna wa'da llaah haqq diterjemahkan 'janji Allah benar' (akar w-'-d + akar h-q-q); laa yastakhiffannaka diterjemahkan 'jangan membuatmu goyah (tergesa)' (akar kh-f-f; terjemahan lain 'bersedih'); laa yuuqinuun diterjemahkan 'tidak meyakini' (akar y-q-n). gloss '(Nabi Muhammad)/(kebenaran ayat-ayat Allah)' dibuang.