هُدًى وَرَحْمَةً لِلْمُحْسِنِينَ
Sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- هُدًى وَرَحْمَةً لِلْمُحْسِنِينَhudan wa-rahmatan li-l-muhsiniinasebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan
Terjemahan per kata (3 kata)
- هُدًىhudanpetunjuk
- وَرَحْمَةًwa-rahmatandan rahmat
- لِلْمُحْسِنِينَli-l-muhsiniinabagi orang-orang yang berbuat kebaikan
Inti bacaan
Susunan (لِلْمُحْسِنِينَ, li-l-muhsiniina) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 31:3 dan 46:12.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (هُدًى, hudan) yang berarti "petunjuk", berakar ه-د-ي dan tanpa kata sandang. Di surah ini kata itu muncul tiga kali, yaitu di 31:3, 31:5, dan 31:20. Kata (وَرَحْمَةً, wa-rahmatan) yang berarti "dan rahmat" berakar ر-ح-م dan juga tanpa kata sandang, sehingga keduanya berdiri sebagai dua benda tak tentu yang disandingkan. Susunan (هُدًى وَرَحْمَةً, hudan wa-rahmatan) muncul tujuh kali di enam surah, yaitu 6:154, 7:52, 12:111, 16:64, 16:89, 28:43, dan 31:3. Angka surahnya lebih kecil karena surah 16 memuatnya dua kali. Kata "sebagai" di awal terjemahan tidak berasal dari kata Arab tersendiri, dan dipilih untuk menyampaikan bahwa petunjuk dan rahmat ini menerangkan keadaan tanda-tanda Kitab yang disebut di 31:2.
Kata penyerta dan penerimanya berganti dari ayat ke ayat. Di tiga dari tujuh tempat itu susunan tersebut disambung dengan (لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ, li-qawmin yu'minuuna) yang berarti "bagi kaum yang beriman", yaitu di 7:52, 12:111, dan 16:64. Di dua tempat disambung dengan (لَعَلَّهُمْ, la'allahum) yang berarti "agar mereka", yaitu di 6:154 dan 28:43. Di 16:89 disambung dengan (وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ, wa-busyraa li-l-muslimiina) yang berarti "dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri". Hanya 31:3 yang menyambungnya langsung dengan (لِلْمُحْسِنِينَ, li-l-muhsiniina). Pasangan kata "petunjuk" juga berganti di (هُدًى وَبُشْرَىٰ, hudan wa-busyraa) yang berarti "petunjuk dan kabar gembira", yaitu di 2:97, 16:102, dan 27:2, tempat "kabar gembira" menggantikan "rahmat".
Kata (لِلْمُحْسِنِينَ, li-l-muhsiniina) yang berarti "bagi orang-orang yang berbuat kebaikan" tersusun dari (لِ, li) yang berarti "bagi", kata sandang al-, dan (مُحْسِنِينَ, muhsiniina) yang berarti "orang-orang yang berbuat kebaikan", berbentuk jamak, berjenis laki-laki, dan berakar ح-س-ن. Bunyi persisnya muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 31:3 dan 46:12. Akar yang sama memberi kata benda (الْإِحْسَانِ, l-ihsaani) di 55:60, (هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ, hal jazaa'u l-ihsaani illaa l-ihsaanu) yang diterjemahkan "Adakah balasan kebaikan selain kebaikan?", sehingga "kebaikan" menjadi padanan kata bendanya dan pelakunya menjadi "orang yang berbuat kebaikan". Pelaku tunggalnya, (مُحْسِنٌ, muhsinun), muncul empat kali, yaitu di 2:112, 4:125, 31:22, dan 37:113, dan di 2:112 serta 4:125 terjemahan memakai "berbuat kebaikan" juga. Pelaku jamaknya, dengan kata sandang, diterjemahkan "orang-orang yang berbuat kebaikan" di 3:134, 5:13, 7:56, dan 29:69, sehingga 31:3 memakai padanan yang sama.
Terjemahan tidak menambahkan keterangan tentang jenis kebaikannya, misalnya kata "yang beriman" atau "yang taat", karena tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya. Koma di ujung terjemahan menandai bahwa kalimat berlanjut ke 31:4, yang dibuka dengan (الَّذِينَ, alladziina) yang berarti "orang-orang yang".
Tafsiran
Ayat ini menyelesaikan kalimat 31:2 dengan menyebut apa yang dibawa tanda-tanda Kitab, yaitu petunjuk dan rahmat, lalu menyebut siapa penerimanya, yaitu orang-orang yang berbuat kebaikan. Penerima disebut sesudah pemberiannya, dan ayat ini tidak menyebut pihak lain sebagai penerima maupun bukan penerima, sehingga apakah petunjuk dan rahmat itu juga sampai kepada pihak lain tidak dijawab di sini. Isi pemberian dan nama penerima tersusun dalam satu kalimat, dan kalimat itu belum berhenti, sebab 31:4 merinci penerima itu.
Tiga ayat berbeda memakai kerangka yang sama: pemberian disebut, penerima diberi satu nama, lalu ayat berikutnya merinci siapa mereka dengan (الَّذِينَ, alladziina). Di 2:2 pemberiannya (هُدًى لِلْمُتَّقِينَ, hudan li-l-muttaqiina) yang berarti "petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa", dan 2:3 merincinya dengan (الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ, alladziina yu'minuuna bi-l-ghaybi) yang berarti "orang-orang yang beriman pada yang gaib". Di 27:2 pemberiannya (هُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ, hudan wa-busyraa li-l-mu'miniina) yang berarti "petunjuk dan kabar gembira bagi orang-orang beriman", dan 27:3 merincinya. Di 31:3 pemberiannya petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan, dan 31:4 merincinya. Kerangka yang satu menghasilkan tiga nama penerima, dan di surah ini nama yang dipilih menunjuk pada perbuatan.
Kata yang sama kembali di surah ini di 31:22, dalam (وَهُوَ مُحْسِنٌ, wa-huwa muhsinun), sesudah kalimat tentang orang yang menyerahkan wajahnya kepada Allah. Bunyi itu juga ada di 2:112 dan 4:125 sesudah kalimat yang serupa. Di 46:12 penerima kabar gembira disebut dengan bunyi yang sama dengan 31:3, dan bagian ayat sebelumnya menyebut peringatan bagi (الَّذِينَ ظَلَمُوا, lladziina zhalamuu) yang berarti "orang-orang yang zalim". Di 46:12 orang yang berbuat kebaikan dan orang yang zalim disebut sebagai dua penerima yang berbeda, yang satu menerima peringatan dan yang lain menerima kabar gembira.
Sesudah 31:3 surah ini tidak kembali menyebut nama itu sampai 31:22. Ayat 31:6 membuka kelompok manusia yang lain, dan petunjuk dan rahmat tidak disebut sebagai milik mereka di ayat itu.
Renungan dan Hikmah
- Petunjuk dan rahmat disebut berdampingan di ayat ini, dan di 7:56 rahmat Allah disebut dekat dari orang-orang yang berbuat kebaikan, penerima yang sama dengan 31:3. Pembaca yang membuka bacaan ini untuk mencari petunjuk mendapati bahwa pemberian yang disebut bersamanya adalah rahmat, dan keduanya dialamatkan kepada golongan yang sama. Dua pemberian itu tidak sama jenisnya, dan ayat tidak mengatakan salah satunya dapat diterima tanpa yang lain. Apa yang berubah pada pembaca yang selama ini hanya meminta petunjuk, bila ayat menyebut rahmat Allah sebagai sesuatu yang dekat dari orang yang berbuat kebaikan?
- Tawaran yang sama diberi tiga nama penerima, yaitu orang-orang yang bertakwa di 2:2, orang-orang beriman di 27:2, dan orang-orang yang berbuat kebaikan di 31:3. Pembaca yang menempuh tiga surah itu melihat satu pintu dengan tiga papan nama, dan ketiga nama itu menunjuk pada hal yang tidak sama. Pembaca dapat bertanya nama mana yang paling cocok dengan keadaannya hari ini. Mungkin ada pembaca yang yakin dirinya termasuk yang beriman tetapi ragu apakah dirinya termasuk yang berbuat kebaikan, dan ayat ini memberi keraguan itu tempat untuk dibicarakan. Nama mana dari ketiganya yang paling sulit dipakai pembaca untuk dirinya sendiri, dan kenapa?
- Lima ayat menyebut bahwa Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan, yaitu 2:195, 3:134, 3:148, 5:13, dan 5:93, dan kelima kalimat itu memuat kata yang sama dengan penerima di 31:3. Pembaca yang memandang petunjuk dan rahmat sebagai urusan antara bacaan dan dirinya mendapati bahwa penerima itu di ayat-ayat lain disebut berada dalam hubungan dengan Allah yang mencintai. Pembaca yang pernah berbuat kebaikan tanpa memikirkan apakah itu termasuk urusannya dengan Allah dapat bertanya apakah perbuatannya sudah masuk hitungan yang dimaksud ayat-ayat itu. Apakah pembaca sendiri mau menyebut perbuatannya dengan nama itu?
- Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan, demikian bunyi 9:120, 11:115, dan 12:90, sedangkan 12:56 memuat bunyi yang sama dengan kata Kami. Kalimat-kalimat itu menyebut pahala yang tidak dibiarkan hilang, dan tidak menyebut bahwa manusia lain melihat atau mengetahuinya. Pembaca yang pernah merasa kebaikannya tidak diperhatikan siapa pun mendapati bahwa ayat-ayat itu menaruh perhatian pada Allah dan tidak pada penonton. Ketika pembaca berbuat kebaikan tanpa saksi manusia, di mana harapan bahwa kebaikan itu tidak hilang diletakkan?
- Penerima di 31:3 disebut dengan kata yang berasal dari perbuatan berbuat kebaikan. Bunyi (وَهُوَ مُحْسِنٌ, wa-huwa muhsinun) di 2:112, 4:125, dan 31:22 menempatkan perbuatan itu sesudah kalimat tentang orang yang menyerahkan wajahnya kepada Allah. Pembaca yang biasa menamai dirinya lewat keyakinan dapat mencoba menamai dirinya lewat tindakan yang nyata dalam seminggu terakhir, dan membandingkan kedua nama itu. Dua nama itu belum tentu berbunyi sama, dan ayat tidak mengatakan salah satunya cukup. Bila pembaca menuliskan satu kalimat tentang dirinya yang hanya memuat perbuatan, apakah kalimat itu akan terdengar seperti kalimat tentang penerima petunjuk dan rahmat?
- Kata petunjuk muncul tiga kali di surah ini. Di 31:3 petunjuk diberikan kepada orang yang berbuat kebaikan, sedangkan di 31:20 tertulis (وَلَا هُدًى, wa-laa hudan) yang berarti "tanpa petunjuk" bagi orang yang berdebat tentang Allah dengan tanpa ilmu dan tanpa kitab yang menerangi. Satu kata yang sama dipakai untuk apa yang diberikan di awal dan apa yang tidak dimiliki di tengah surah. Pembaca dapat memeriksa bagian hidupnya yang sedang membicarakan sesuatu tentang Allah sambil memegang petunjuk, dan bagian yang hanya memegang pendapat. Apakah keduanya dapat dibedakan pada saat pembaca sedang berbicara?