الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ بِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ

Yaitu orang-orang yang menegakkan salat, memberikan zakat, dan yakin akan akhirat.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَalladziina yuqiimuuna sh-shalaata wa-yu'tuuna z-zakaatayaitu orang-orang yang menegakkan salat, memberikan zakat
  2. وَهُمْ بِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَwa-hum bi-l-aakhirati hum yuuqinuunadan yakin akan akhirat

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. الَّذِينَalladziinaorang-orang yang
  2. يُقِيمُونَyuqiimuunamenegakkan
  3. الصَّلَاةَsh-shalaatasalat
  4. وَيُؤْتُونَwa-yu'tuunadan memberikan
  5. الزَّكَاةَz-zakaatazakat
  6. وَهُمْwa-humdan mereka
  7. بِالْآخِرَةِbi-l-aakhiratidengan akhirat
  8. هُمْhummereka
  9. يُوقِنُونَyuuqinuunayakin

Inti bacaan

Susunan (وَهُمْ بِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ, wa-hum bi-l-aakhirati hum yuuqinuuna) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 27:3 dan 31:4.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (الَّذِينَ, alladziina) yang berarti "orang-orang yang", kata penghubung yang membawa pembaca kembali ke (لِلْمُحْسِنِينَ, li-l-muhsiniina) di 31:3 dan merinci siapa mereka. Kata kerja pertamanya, (يُقِيمُونَ, yuqiimuuna) yang berarti "menegakkan", berakar ق-و-م, dan bendanya, (الصَّلَاةَ, sh-shalaata) yang berarti "salat", berakar ص-ل-و. Susunan (يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ, yuqiimuuna sh-shalaata) muncul enam kali, yaitu di 2:3, 5:55, 8:3, 9:71, 27:3, dan 31:4. Kata kerja yang sama dipakai untuk benda yang tidak dapat didirikan seperti bangunan, misalnya (أَقِيمُوا الدِّينَ, aqiimuu d-diina) di 42:13 yang berarti "tegakkanlah pertanggungjawaban", dan (تُقِيمُوا التَّوْرَاةَ, tuqiimuu t-tawraata) di 5:68 yang berarti "kalian menegakkan Taurat". Ayat 55:9 memuat (وَأَقِيمُوا الْوَزْنَ, wa-aqiimuu l-wazna) yang berarti "dan tegakkanlah penimbangan", dan 5:66 memuat bentuk lampaunya untuk Taurat dan Injil. Karena kata kerja itu menjangkau agama, timbangan, dan kitab, terjemahan memakai "menegakkan" di semua tempat itu dan tidak memakai "mendirikan" atau "menunaikan".

Kata kerja kedua, (يُؤْتُونَ, yu'tuuna) yang berarti "memberikan", dan bendanya, (الزَّكَاةَ, z-zakaata) yang berarti "zakat", berakar ز-ك-و. Bunyi (وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ, wa-yu'tuuna z-zakaata) muncul lima kali, yaitu di 5:55, 7:156, 9:71, 27:3, dan 31:4, dan tanpa awalan wa muncul sekali lagi di 41:7 dalam bentuk penolakan, (لَا يُؤْتُونَ الزَّكَاةَ, laa yu'tuuna z-zakaata) yang berarti "tidak memberikan zakat". Kata kerja yu'tuuna berakar sama dengan (وَآتَى, wa-aataa) di 2:177 yang berarti "dan memberikan" harta, sehingga "memberikan" adalah padanan yang dipakai juga pada benda selain zakat. Bentuk bersandang (الزَّكَاةَ, z-zakaata) muncul dua puluh empat kali di empat belas surah, yaitu di 2:43, 2:83, 2:110, 2:177, 2:277, 4:77, 4:162, 5:12, 5:55, 7:156, 9:5, 9:11, 9:18, 9:71, 22:41, 22:78, 24:56, 27:3, 31:4, 33:33, 41:7, 58:13, 73:20, dan 98:5. Angka surahnya lebih kecil karena beberapa surah memuatnya lebih dari sekali. Bentuk tanpa kata sandang, (زَكَاةً, zakaatan), muncul dua kali di 18:81 dan 19:13, dan di sana terjemahan memakai "kesucian". Terjemahan 31:4 mempertahankan kata "zakat", karena kata itu bersandang dan menjadi benda yang diberikan.

Bagian terakhir, (وَهُمْ بِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ, wa-hum bi-l-aakhirati hum yuuqinuuna), muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 27:3 dan 31:4. Kata (يُوقِنُونَ, yuuqinuuna) yang berarti "yakin" berakar ي-ق-ن dan muncul sebelas kali di delapan surah, yaitu di 2:4, 2:118, 5:50, 27:3, 27:82, 30:60, 31:4, 32:24, 45:4, 45:20, dan 52:36. Tiga di antaranya, 27:82, 30:60, dan 52:36, memakai penolakan, misalnya (لَا يُوقِنُونَ, laa yuuqinuuna) di 30:60 yang berarti "tidak yakin". Sasaran keyakinannya berbeda-beda, yaitu akhirat di 2:4, 27:3, dan 31:4, serta tanda-tanda di 27:82 dan 32:24. Kerangka (وَهُمْ بِالْآخِرَةِ هُمْ, wa-hum bi-l-aakhirati hum) dipakai lima kali, yaitu di 11:19, 12:37, 27:3, 31:4, dan 41:7, dan di 11:19, 12:37, dan 41:7 disambung dengan (كَافِرُونَ, kaafiruuna) yang berarti "kufur", misalnya (وَهُمْ بِالْآخِرَةِ هُمْ كَافِرُونَ, wa-hum bi-l-aakhirati hum kaafiruuna) di 41:7, sedangkan di 27:3 dan 31:4 disambung dengan yuuqinuuna. Di 31:4 dan 27:3 kata ganti (هُمْ, hum) muncul dua kali, dan terjemahan meleburkan keduanya menjadi satu "dan yakin", seperti di 27:3. Terjemahan tidak menambahkan "adanya" sebelum "akhirat", sebab (بِالْآخِرَةِ, bi-l-aakhirati) hanya memuat awalan bi, kata sandang, dan kata akhirat, dan bunyi yang sama di 27:3 diterjemahkan "yakin akan akhirat".

Titik di ujung terjemahan menandai bahwa kalimat selesai di sini, dan 31:5 membuka kalimat baru dengan (أُولَٰئِكَ, ulaa'ika) yang berarti "mereka itu".

Tafsiran

Ayat ini merinci orang-orang yang berbuat kebaikan di 31:3 lewat tiga ciri, dua berupa perbuatan dan satu berupa keyakinan. Urutannya menegakkan salat, memberikan zakat, lalu yakin akan akhirat, dan keyakinan itu ditaruh paling akhir sebagai ujung kalimat. Ayat ini tidak memuat kata yang menyebut siapa yang menilai ketiganya, berapa banyak, atau seberapa sering, dan daftarnya berhenti pada tiga ciri.

Rincian yang berbunyi sama dipakai untuk nama penerima yang lain. Di 27:2 penerimanya orang-orang beriman, dan 27:3 merincinya dengan bunyi yang sama dengan 31:4, sedangkan di 31:3 penerimanya orang-orang yang berbuat kebaikan. Satu rincian dengan demikian melayani dua nama penerima. Di 5:55 dua ciri pertama sama, tetapi ciri ketiganya diganti, sebab ayat itu berakhir dengan (وَهُمْ رَاكِعُونَ, wa-hum raaki'uuna) yang berarti "seraya merendah" dan tidak dengan keyakinan akan akhirat. Ayat 5:55 itu juga memuat (إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ, innamaa waliyyukumu llaahu) yang berarti "pelindung kalian adalah Allah", sehingga ciri-ciri itu disebut dalam kalimat tentang siapa yang menjadi pelindung.

Ayat 41:7 memakai kerangka yang sama untuk pihak yang berlawanan, yaitu (الَّذِينَ لَا يُؤْتُونَ الزَّكَاةَ, alladziina laa yu'tuuna z-zakaata) yang berarti "orang-orang yang tidak memberikan zakat" dan kufur terhadap akhirat. Pihak itu tidak diberi ciri menegakkan salat di ayat itu. Di 12:37 dan 11:19 kerangka yang sama menyebut kufur terhadap akhirat bagi orang yang tidak beriman kepada Allah dan orang yang menghalangi dari jalan Allah. Dengan demikian akhir kalimat yang sama dapat berupa yakin di 27:3 dan 31:4, dan kufur di 11:19, 12:37, dan 41:7.

Surah sebelumnya ditutup di 30:60 dengan (الَّذِينَ لَا يُوقِنُونَ, lladziina laa yuuqinuuna) yang berarti "orang-orang yang tidak yakin", yaitu pihak yang tidak boleh menggoyahkan orang yang bersabar. Kata yang sama kembali di 31:4 sebagai ciri orang yang berbuat kebaikan, sehingga yakin muncul di ujung surah 30 sebagai sesuatu yang tidak dimiliki sekelompok orang dan di ayat ini sebagai sesuatu yang dimiliki kelompok lain. Sesudah 31:4 kata itu tidak muncul lagi di surah ini.

Renungan dan Hikmah

  • Orang yang berbuat kebaikan di ayat ini dirinci menjadi tiga hal, yaitu menegakkan salat, memberikan zakat, dan yakin akan akhirat, dan ketiganya dapat ditanyakan satu per satu. Dua yang pertama berupa perbuatan yang dapat ditunjuk dan satu yang terakhir berupa keyakinan. Pembaca yang menimbang dirinya dengan perasaan umum, seperti merasa baik atau merasa tulus, mendapati ayat ini menawarkan daftar yang lebih sempit dan lebih terukur. Bila daftar ini ditempelkan ke kehidupan seminggu terakhir, pada ciri mana pembaca dapat menunjuk bukti, dan pada ciri mana yang dapat ditunjuk hanya niatnya?
  • Uraian di 31:4 sama dengan 27:3, padahal 27:2 menamai penerimanya orang-orang beriman dan 31:3 menamainya orang-orang yang berbuat kebaikan. Pembaca yang membedakan keduanya sebagai dua kelompok yang bersebelahan mendapati bahwa uraian yang sama dipakai untuk kedua nama itu. Pembaca dapat memeriksa apakah garis yang ditariknya antara beriman dan berbuat kebaikan sama tebalnya dengan garis yang ditarik teks. Bila dua nama dilayani satu uraian, apa yang akan berubah pada cara pembaca membagi orang-orang di sekitarnya menjadi dua golongan?
  • Surah sebelumnya ditutup dengan perintah bersabar, pernyataan bahwa janji Allah itu benar, dan larangan bagi orang-orang yang tidak yakin untuk menggoyahkan, dan surah ini membuka kembali kata yakin sebagai ciri orang yang berbuat kebaikan. Kata itu berpindah dari sesuatu yang kurang pada orang lain menjadi sesuatu yang dimiliki pihak yang disebut di sini. Pembaca yang pernah digoyahkan oleh orang-orang yang tidak yakin mendapati bahwa yakin juga tertulis sebagai ciri sebuah golongan, selain menjadi urusan dirinya sendiri. Ketika janji Allah disebut benar dan orang-orang yang yakin disebut berbuat kebaikan, apa yang dipegang pembaca di tengah orang yang tidak yakin?
  • Satu kerangka kalimat yang menyebut akhirat berakhir pada yakin di 27:3 dan 31:4, dan berakhir pada kufur di 11:19, 12:37, dan 41:7. Di 12:37 kufur terhadap akhirat itu menyertai kaum yang tidak beriman kepada Allah, sedangkan di 41:7 menyertai orang yang tidak memberikan zakat. Pembaca melihat satu kerangka yang dapat ditutup dengan dua kata yang berlawanan, dan pilihan kata penutup itu tertulis pada tiap pelaku. Pembaca dapat membayangkan kalimat itu ditulis tentang dirinya sendiri, lalu menimbang kata mana yang akan menutupnya hari ini. Apa dalam hidup pembaca yang akan menjadi alasan bagi kata penutup itu?
  • Menegakkan menahan sesuatu tetap berdiri di tempatnya, sedangkan memberikan memindahkan sesuatu ke tangan pihak lain, dan kedua kata kerja itu menjadi dua perbuatan di ayat ini. Salat dan zakat disebut berdampingan di 5:55, 9:71, 27:3, dan 31:4, sehingga dua gerak itu diminta bersama di empat tempat. Pembaca dapat memperhatikan bahwa salah satu gerak itu menjaga apa yang sudah ada, dan yang lain melepaskannya. Mana yang lebih mudah bagi pembaca, menjaga sesuatu tetap tegak di tempatnya atau memindahkannya ke tangan orang lain, dan apa yang dikatakan jawaban itu tentang keadaan pembaca saat ini?
  • Di 5:55 Allah disebut sebagai pelindung bersama orang-orang yang menegakkan salat dan memberikan zakat, dan ayat itu berakhir dengan merendah. Di 27:3 dan 31:4 dua ciri yang sama berakhir dengan yakin akan akhirat. Ciri ketiga dengan demikian tidak tetap, sedangkan dua ciri pertama sama di ketiga ayat. Pembaca yang mencari satu rumus pasti tentang gambaran orang beriman mendapati bahwa teks mengulang dua ciri dan mengganti yang ketiga sesuai ayatnya. Bila ciri ketiga berganti dari merendah ke yakin, ciri mana yang paling sering diminta dari pembaca pada saat ini?