أُولَٰئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Mereka itu berada di atas petunjuk dari Tuhan mereka, dan mereka itu orang-orang yang beruntung.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أُولَٰئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِنْ رَبِّهِمْulaa'ika 'alaa hudan min rabbihimmereka itu berada di atas petunjuk dari Tuhan mereka
- وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَwa-ulaa'ika humu l-muflihuunadan mereka itu orang-orang yang beruntung
Terjemahan per kata (8 kata)
- أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
- عَلَىٰ'alaaatas
- هُدًىhudanpetunjuk
- مِنْmindari
- رَبِّهِمْrabbihimTuhan mereka
- وَأُولَٰئِكَwa-ulaa'ikadan mereka itu
- هُمُhumumerekalah
- الْمُفْلِحُونَl-muflihuunaorang-orang yang beruntung
Inti bacaan
Susunan (أُولَٰئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ, ulaa'ika 'alaa hudan min rabbihim) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:5 dan 31:5.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini memuat dua bagian yang bentuknya serupa, dan keduanya dibuka dengan (أُولَٰئِكَ, ulaa'ika) yang berarti "mereka itu". Kata tunjuk jamak itu menoleh ke (الَّذِينَ, alladziina) di 31:4, dan akhiran (هِمْ, -him) pada (رَبِّهِمْ, rabbihim) menunjuk kelompok yang sama. Kata ganti yang berdiri sendiri, (هُمُ, humu), menyusul kata tunjuk kedua, dan terjemahan memberi penegas -lah pada "mereka itu" di bagian kedua.
Susunan (عَلَىٰ هُدًى, 'alaa hudan) yang berarti "di atas petunjuk" tersusun dari (عَلَىٰ, 'alaa) yang berarti "di atas" dan (هُدًى, hudan) yang berarti "petunjuk", dan muncul empat kali, yaitu di 2:5, 22:67, 31:5, dan 34:24. Pelakunya berganti. Di 2:5 dan 31:5 pelakunya kelompok yang disebut dengan ulaa'ika, di 22:67 pihak yang disapa, dalam (لَعَلَىٰ هُدًى مُسْتَقِيمٍ, la-'alaa hudan mustaqiimin) yang berarti "benar-benar berada di atas petunjuk yang lurus", dan di 34:24 salah satu dari dua pihak, dalam (لَعَلَىٰ هُدًى أَوْ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ, la-'alaa hudan aw fii dhalaalin mubiinin) yang berarti "benar-benar berada di atas petunjuk atau dalam kesesatan yang nyata". Di 34:24 kata depan untuk petunjuk, 'alaa, berbeda dari kata depan untuk kesesatan, fii, dan terjemahan mempertahankan perbedaan itu dengan "di atas" dan "dalam". Bagian pertama ayat ini tidak memuat kata kerja, sehingga "berada" hadir sebagai kata kerja penyangga bagi "di atas", dan tidak ada kata Arab yang melahirkannya.
Kata (مِنْ رَبِّهِمْ, min rabbihim) yang berarti "dari Tuhan mereka" memuat (رَبِّ, rabbi) yang berarti "Tuhan", berakar ر-ب-ب, dan akhiran -him yang berarti "mereka". Susunan (هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ, hudan min rabbihim) hanya ada di 2:5 dan 31:5, dan seluruh bagian pertama ayat ini, (أُولَٰئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ, ulaa'ika 'alaa hudan min rabbihim), muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:5 dan 31:5.
Bagian kedua memuat (الْمُفْلِحُونَ, l-muflihuuna) yang berarti "orang-orang yang beruntung", berakar ف-ل-ح. Bunyi (هُمُ الْمُفْلِحُونَ, humu l-muflihuuna) muncul dua belas kali di sebelas surah, yaitu di 2:5, 3:104, 7:8, 7:157, 9:88, 23:102, 24:51, 30:38, 31:5, 58:22, 59:9, dan 64:16. Angka surahnya lebih kecil karena surah 7 memuatnya dua kali. Dengan awalan wa dan kata tunjuk, (وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ, wa-ulaa'ika humu l-muflihuuna) muncul enam kali, yaitu di 2:5, 3:104, 9:88, 24:51, 30:38, dan 31:5. Terjemahan memakai "beruntung" untuk akar ini, baik pada bentuk pelaku seperti di sini maupun pada bentuk kata kerja, misalnya (تُفْلِحُونَ, tuflihuuna) di 3:130 yang berarti "kalian beruntung" dan (أَفْلَحَ, aflaha) di 23:1 yang berarti "telah beruntung".
Hal yang disebut tepat sebelum sebutan itu berbeda dari ayat ke ayat. Di 7:8 dan 23:102 yang mendahuluinya (فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ, fa-man tsaqulat mawaaziinuhu) yang berarti "maka siapa yang berat timbangannya", di 24:51 (سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا, sami'naa wa-atha'naa) yang berarti "kami mendengar dan kami taat", dan di 30:38 (يُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ, yuriiduuna wajha llaahi) yang berarti "menghendaki wajah Allah". Di ayat ini yang mendahuluinya adalah petunjuk dari Tuhan mereka.
Titik di ujung terjemahan menandai bahwa kalimat selesai, dan 31:6 membuka kalimat baru dengan (وَمِنَ النَّاسِ مَنْ, wa-mina n-naasi man) yang berarti "dan di antara manusia ada yang".
Tafsiran
Ayat ini mengatakan dua hal tentang orang-orang yang dirinci di 31:4, yaitu mereka berada di atas petunjuk dari Tuhan mereka dan mereka orang-orang yang beruntung. Kedua pernyataan disambung dengan wa yang berarti "dan", tidak dengan kata sebab, sehingga ayat ini tidak menyatakan apakah keberuntungan itu berasal dari petunjuk atau berdiri sendiri di samping petunjuk.
Urutan 31:2 sampai 31:5 berjalan dari Kitab ke petunjuk dan rahmat, ke ciri penerimanya, lalu ke keadaan mereka. Di 31:3 petunjuk disebut tanpa asal, dan di 31:5 asalnya disebut lewat dari Tuhan mereka, sedangkan rahmat tidak disebut lagi dan keberuntungan ditambahkan. Kata Tuhan baru muncul di surah ini pada 31:5, dan sesudahnya baru muncul lagi di 31:33. Petunjuk di 31:3 dan petunjuk di 31:5 dapat dibaca sebagai petunjuk yang sama atau sebagai dua keadaan yang berurutan.
Rangkaian yang sama muncul di awal surah 2. Ayat 2:2 menyebut Kitab dan petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa, 2:3 dan 2:4 merincinya, dan 2:5 berbunyi sama dengan 31:5. Di 27:2 dan 27:3 rangkaian itu berhenti di rincian, dan 27:4 langsung membuka pihak yang berlawanan dengan (إِنَّ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ, inna lladziina laa yu'minuuna bi-l-aakhirati) yang berarti "sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat". Surah 2 dan surah 31 dengan demikian menyelesaikan rincian dengan pernyataan tentang keadaan, sedangkan surah 27 tidak.
Ayat 30:38 memuat bagian kedua ayat ini sesudah kalimat tentang orang-orang yang menghendaki wajah Allah, dan surah 31 memuatnya sesudah kalimat tentang petunjuk dari Tuhan mereka. Satu sebutan yang sama berdiri sesudah dua jenis keterangan yang berbeda. Ayat 31:6 membuka pihak lain tanpa kata tunjuk atau kata ganti yang menoleh ke 31:5, sehingga hubungan kedua kelompok itu tidak dinyatakan.
Renungan dan Hikmah
- Kelompok di ayat ini disebut berada di atas petunjuk, sedangkan di 34:24 kesesatan disebut sebagai sesuatu yang dimasuki. Dua kata depan itu memberi dua gambar yang berbeda, yang satu seperti berdiri di atas pijakan dan yang lain seperti berada di dalam sebuah ruang. Pembaca yang menyebut dirinya mencari petunjuk dapat memperhatikan apakah dirinya sedang menginjak sesuatu yang tegak atau masih berputar di dalam ruang yang gelap. Di 34:24 pembicara menyebut Allah sebagai jawaban atas pertanyaan tentang siapa yang memberi rezeki dari langit dan bumi, lalu menaruh dua keadaan itu berdampingan. Seberapa mantap pijakan yang sedang ditempati pembaca, dan kapan terakhir kali pijakan itu diperiksa?
- Petunjuk di ayat ini disebut berasal dari Tuhan mereka, dan akhiran pada kata Tuhan mengikat pihak yang diberi petunjuk dengan pihak yang memberi. Pembaca yang biasa menganggap arah hidupnya sebagai hasil pertimbangan sendiri dapat bertanya apakah sebagian dari arah itu datang dari luar dirinya. Kata Tuhan hanya tertulis dua kali di surah ini, yaitu di 31:5 dan di 31:33, sehingga di antara keduanya terbentang dua puluh tujuh ayat tentang Allah, langit, bumi, dan manusia tanpa kata itu. Dari mana pembaca merasa mendapat arah hidupnya, dan apakah asal itu pernah disebutnya sebagai pemberian?
- Petunjuk dan keberuntungan disambung dengan kata dan, tidak dengan kata sebab, sehingga salah satunya tidak tertulis sebagai asal bagi yang lain. Pembaca yang terbiasa membaca urutan semacam ini sebagai sebab dan akibat mendapati bahwa teks membiarkan dua pernyataan itu berdampingan. Pembaca dapat memperhatikan seberapa cepat garis sebab ditariknya di antara dua hal yang hanya diletakkan bersebelahan, dan apa yang hilang bila garis itu ditahan. Apa yang akan tampak jika pembaca hanya mencatat bahwa dua hal itu disebut bersama, tanpa menentukan mana yang lebih dulu?
- Sebutan orang-orang yang beruntung dipasang pada gambaran yang berlainan, yaitu orang yang berat timbangannya di 7:8 dan 23:102, orang-orang mukmin yang berkata kami mendengar dan kami taat di 24:51, orang-orang yang menghendaki wajah Allah di 30:38, dan kelompok yang berada di atas petunjuk dari Tuhan mereka di 31:5. Pembaca yang mencari satu jalan menuju keberuntungan mendapati bahwa teks menyebut beberapa gambaran dengan sebutan yang sama. Di 30:38 gambaran itu menyebut Allah sebagai pihak yang wajah-Nya dikehendaki. Gambaran mana dari keempat itu yang paling dekat dengan hidup pembaca hari ini, dan mana yang paling jauh?
- Ayat 31:2 sampai 31:5 berbicara tentang tanda-tanda, petunjuk, rahmat, dan kelompok yang disebut dengan kata mereka, dan tidak ada satu kata pun di sana yang menyapa pembaca langsung. Tidak ada kalian atau engkau di keempat ayat itu. Pembaca membaca keadaan sebuah kelompok dari luar, dan tempat berdirinya, di dalam kelompok itu atau di sampingnya, tidak ditentukan oleh kalimat mana pun di sana. Pembaca dapat memperhatikan di mana dirinya ditaruh begitu ayat-ayat itu selesai dibaca. Apakah pembaca yang menyebut dirinya penerima petunjuk pernah memeriksa ciri-ciri di 31:4 sebelum menaruh dirinya di sana?
- Sesudah kalimat tentang kelompok yang berada di atas petunjuk dan beruntung, 31:6 langsung membuka manusia lain dengan kalimat tentang orang yang menyesatkan dari jalan Allah. Tidak ada ayat penyela di antara keduanya yang menjelaskan hubungan dua kelompok itu. Pembaca yang baru saja membaca gambaran yang menenangkan mendapati bahwa gambaran berikutnya datang dengan nada yang berbeda, dan teks tidak memberi jeda di antaranya. Dalam hidup pembaca, adakah jeda antara kabar yang menenangkan dan kabar yang menggelisahkan, dan apa yang mengisinya?