وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا ۚ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ
Dan di antara manusia ada yang membeli tuturan yang melalaikan untuk menyesatkan dari jalan Allah tanpa ilmu, dan menjadikannya olok-olok. Mereka itu memperoleh azab yang menghinakan.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِwa-mina n-naasi man yasytarii lahwa l-hadiitsidan di antara manusia ada yang membeli tuturan yang melalaikan
- لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًاli-yudhilla 'an sabiili llaahi bi-ghayri 'ilmin wa-yattakhidzahaa huzuwanuntuk menyesatkan dari jalan Allah tanpa ilmu, dan menjadikannya olok-olok
- أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌulaa'ika lahum 'adzaabun muhiinunmereka itu memperoleh azab yang menghinakan
Terjemahan per kata (18 kata)
- وَمِنَwa-minadan dari
- النَّاسِn-naasimanusia
- مَنْmanorang yang
- يَشْتَرِيyasytariimembeli
- لَهْوَlahwasenda gurau
- الْحَدِيثِl-hadiitsituturan
- لِيُضِلَّli-yudhillaagar ia menyesatkan
- عَنْ'andari
- سَبِيلِsabiilijalan
- اللَّهِllaahiAllah
- بِغَيْرِbi-ghayritanpa
- عِلْمٍ'ilminpengetahuan
- وَيَتَّخِذَهَاwa-yattakhidzahaadan ia menjadikannya
- هُزُوًاhuzuwanejekan
- أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
- لَهُمْlahumbagi mereka
- عَذَابٌ'adzaabunazab
- مُهِينٌmuhiinunyang menghinakan
Inti bacaan
Susunan (لَهْوَ الْحَدِيثِ, lahwa l-hadiitsi) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 31:6.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَمِنَ النَّاسِ مَنْ, wa-mina n-naasi man) yang berarti "dan di antara manusia ada yang", tersusun dari wa yang berarti "dan", (مِنَ, mina) yang berarti "di antara", (النَّاسِ, n-naasi) yang berarti "manusia", dan (مَنْ, man) yang berarti "yang". Susunan itu muncul sepuluh kali di empat surah, yaitu 2:8, 2:165, 2:204, 2:207, 22:3, 22:8, 22:11, 29:10, 31:6, dan 31:20. Terjemahan menuliskan awalnya "Dan di antara manusia ada yang", seperti di 2:8 dan 22:3, tanpa menyisipkan kata "orang" sesudah "ada".
Kata kerja pertamanya, (يَشْتَرِي, yasytarii) yang berarti "membeli", berakar ش-ر-ي, dan bentuk persis itu hanya ada di ayat ini. Akar yang sama muncul sebagai (يَشْرِي, yasyrii) di 2:207, dalam kalimat yang dibuka dengan bunyi pembuka yang sama dan bermakna "menjual", yaitu (يَشْرِي نَفْسَهُ, yasyrii nafsahu) yang berarti "menjual dirinya". Dua kalimat pembuka itu memakai satu akar dengan dua arah, orang yang menjual dirinya demi rida Allah di 2:207 dan orang yang membeli tuturan di 31:6. Bila yang dibeli ditukar dengan sesuatu, bayarannya disebut dengan kata depan bi, misalnya (اشْتَرَوُا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالْآخِرَةِ, isytarawu l-hayaata d-dunyaa bi-l-aakhirati) di 2:86 yang berarti "membeli kehidupan dunia dengan akhirat". Di 31:6 bayaran itu tidak disebut, dan kata depan bi di ayat ini mengawali (بِغَيْرِ عِلْمٍ, bi-ghayri 'ilmin) yang berarti "tanpa ilmu", sehingga bagian itu tidak dapat dibaca sebagai bayaran. Terjemahan karena itu menuliskan "membeli" tanpa penukar.
Bendanya, (لَهْوَ الْحَدِيثِ, lahwa l-hadiitsi), terdiri dari (لَهْوَ, lahwa) berakar ل-ه-و dan (الْحَدِيثِ, l-hadiitsi) yang berarti "tuturan" berakar ح-د-ث. Susunan itu muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 31:6, sedangkan (الْحَدِيثِ, l-hadiitsi) muncul enam kali di enam surah, yaitu 18:6, 31:6, 39:23, 53:59, 56:81, dan 68:44, dan terjemahan memakai "tuturan" di keenamnya. Kata benda lahw di ayat lain diterjemahkan "kelengahan" di 6:70, 7:51, 47:36, dan 57:20, "permainan" di 21:17 dan 62:11, dan "senda-gurau" di 6:32 dan 29:64. Kata kerja dari akar yang sama diterjemahkan "melalaikan", misalnya (وَيُلْهِهِمُ الْأَمَلُ, wa-yulhihimu l-amalu) di 15:3 yang berarti "dan angan-angan melalaikan mereka", (لَا تُلْهِكُمْ, laa tulhikum) di 63:9 yang berarti "janganlah melalaikan kalian", dan (أَلْهَاكُمُ, alhaakumu) di 102:1 yang berarti "telah melalaikan kalian". Di 31:6 kata lahw berdiri di depan hadiits dan terbaca secara harfiah sebagai "senda gurau tuturan". Terjemahan membalik urutannya menjadi "tuturan yang melalaikan" supaya kalimat Indonesianya terbaca.
Kata (لِيُضِلَّ, li-yudhilla) yang berarti "untuk menyesatkan" tersusun dari (لِ, li) yang berarti "untuk" dan kata kerja berakar ض-ل-ل. Bunyi persis itu muncul lima kali, yaitu di 6:144, 9:115, 22:9, 31:6, dan 39:8. Di 6:144 kata kerja itu disusul (النَّاسَ, n-naasa) yang berarti "manusia", dan di 9:115 disusul (قَوْمًا, qawman) yang berarti "suatu kaum", sedangkan di 22:9, 39:8, dan 31:6 tidak ada pihak yang disebut sebagai yang disesatkan. Terjemahan karena itu menuliskan "menyesatkan dari jalan Allah" tanpa kata "manusia". Susunan (لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ, li-yudhilla 'an sabiili llaahi) muncul dua kali, yaitu di 22:9 dan 31:6. Frasa (بِغَيْرِ عِلْمٍ, bi-ghayri 'ilmin) yang berarti "tanpa ilmu" muncul dua belas kali di enam surah, yaitu 6:100, 6:108, 6:119, 6:140, 6:144, 16:25, 22:3, 22:8, 30:29, 31:6, 31:20, dan 48:25, dan di 6:144 frasa itu menyusul langsung (لِيُضِلَّ النَّاسَ بِغَيْرِ عِلْمٍ, li-yudhilla n-naasa bi-ghayri 'ilmin).
Kata (هُزُوًا, huzuwan) berakar ه-ز-أ dan muncul sebelas kali di tujuh surah, yaitu 2:67, 2:231, 5:57, 5:58, 18:56, 18:106, 21:36, 25:41, 31:6, 45:9, dan 45:35. Di kesebelasnya kata itu menyertai bentuk kata kerja dari akar أ-خ-ذ yang berarti "menjadikan", di ayat ini dalam (وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا, wa-yattakhidzahaa huzuwan) yang berarti "dan menjadikannya olok-olok". Yang dijadikan olok-olok berbeda dari ayat ke ayat, yaitu tanda-tanda Allah di 2:231 dan 45:35, pertanggungjawaban di 5:57, dan orang yang disapa di 21:36 dan 25:41. Kata ganti (هَا, -haa) pada yattakhidzahaa menunjuk satu benda yang tidak dinamai di ayat ini. Di 3:99, 7:45, 7:86, 11:19, dan 14:3 kata ganti yang sama menunjuk (سَبِيلِ اللَّهِ, sabiili llaahi), dan di 45:9 kata ganti itu bersambung dengan (مِنْ آيَاتِنَا, min aayaatinaa) yang berarti "dari tanda-tanda Kami". Di 31:6 tidak ada kata yang memutuskan mana yang dimaksud, sehingga terjemahan mempertahankan "-nya".
Bagian akhir, (أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ, ulaa'ika lahum 'adzaabun muhiinun), muncul tiga kali, yaitu di 22:57, 31:6, dan 45:9. Kata (عَذَابٌ مُهِينٌ, 'adzaabun muhiinun) yang berarti "azab yang menghinakan" muncul delapan kali di tujuh surah, yaitu 2:90, 3:178, 4:14, 22:57, 31:6, 45:9, 58:5, dan 58:16, dengan (مُهِينٌ, muhiinun) berakar ه-و-ن. Kata kerja di ayat ini, yasytarii, yudhilla, dan yattakhidza, semuanya berbentuk tunggal, sedangkan (أُولَٰئِكَ, ulaa'ika) dan (لَهُمْ, lahum) berbentuk jamak, sehingga kelompok yang diwakili man menjadi penerima azab itu. Bagian ini tidak memuat kata kerja, dan terjemahan menuliskan "memperoleh" sebagai kata kerja penyangga bagi lahum seperti di 3:199 dan 11:11, tanpa "akan".
Tafsiran
Ayat ini membuka kelompok manusia kedua di surah ini dan menyusunnya dalam tiga bagian, yaitu perbuatan membeli tuturan yang melalaikan, tujuan menyesatkan dari jalan Allah tanpa ilmu dan menjadikannya olok-olok, lalu azab yang menghinakan. Isi tuturan itu, bayarannya, dan pihak yang disesatkan tidak disebut sama sekali. Kelompok pertama di 31:3 sampai 31:5 dikenali lewat tiga ciri yang dilakukan dan berakhir dengan petunjuk dan keberuntungan, sedangkan kelompok ini dikenali lewat satu perbuatan dan dua tujuan dan berakhir dengan azab. Ayat 31:8 kembali kepada kelompok pertama dengan (إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ, inna lladziina aamanuu wa-'amiluu sh-shaalihaati) yang berarti "sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh", sehingga surah ini bergerak dari kelompok pertama ke kelompok kedua, lalu kembali ke kelompok pertama.
Pembuka yang sama dipakai lagi di 31:20 untuk (وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُجَادِلُ فِي اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ, wa-mina n-naasi man yujaadilu fii llaahi bi-ghayri 'ilmin) yang berarti "dan di antara manusia ada yang berdebat tentang Allah tanpa ilmu". Ayat 31:20 menambahkan (وَلَا كِتَابٍ مُنِيرٍ, wa-laa kitaabin muniirin) yang berarti "dan tanpa kitab yang menerangi", dan sebelumnya (وَلَا هُدًى, wa-laa hudan) yang berarti "dan tanpa petunjuk". Kitab di 31:2 dan petunjuk di 31:3 diberikan kepada pihak yang dituju, dan di 31:20 keduanya disebut sebagai hal yang tidak dimiliki pihak yang berdebat.
Unsur-unsur 31:6 dan 31:7 muncul juga di 45:8 dan 45:9 dalam urutan terbalik. Ayat 45:8 memuat (تُتْلَىٰ عَلَيْهِ, tutlaa 'alayhi) yang berarti "dibacakan kepadanya", (كَأَنْ لَمْ يَسْمَعْهَا, ka-an lam yasma'haa) yang berarti "seakan-akan dia tidak mendengarnya", dan (فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ, fa-basysyirhu bi-'adzaabin aliimin) yang berarti "maka berilah kabar gembira kepadanya dengan azab yang pedih", dan ketiganya juga ada di 31:7. Ayat 45:9 memuat (اتَّخَذَهَا هُزُوًا, ittakhadzahaa huzuwan) yang berarti "menjadikannya olok-olok" dan (أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ, ulaa'ika lahum 'adzaabun muhiinun) yang berarti "mereka itu memperoleh azab yang menghinakan", dan keduanya ada di 31:6. Di 45:9 olok-olok itu menyasar sesuatu dari tanda-tanda Kami, sedangkan di 31:6 sasarannya tidak disebut.
Ayat 31:7 meneruskan dengan kata ganti tunggal -hi pada 'alayhi, sehingga 31:6 dan 31:7 dapat dibaca sebagai satu tokoh yang mula-mula dilukiskan lewat perbuatannya dan kemudian lewat sikapnya ketika tanda-tanda Kami dibacakan kepadanya.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menyebut orang yang membeli tuturan, dan tidak menyebut apa yang dibayarkannya. Di 2:86 yang dibeli disertai bayarannya, yaitu kehidupan dunia dengan akhirat, dan di 9:111 Allah disebut membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan taman. Kata membeli dengan demikian menaruh pembaca di antara dua jenis pembeli, yang menyebut bayarannya dan yang membiarkannya tak tersebut. Pembaca yang menerima tuturan dari banyak arah dapat memeriksa apa yang diserahkannya sebagai bayaran, entah waktu, perhatian, atau kepercayaan. Bila tuturan dihitung sebagai barang dagangan, apa yang sedang dibayar pembaca hari ini, dan kepada siapa?
- Kata tuturan di 31:6 muncul enam kali di enam surah, dan di 39:23 tuturan itu disebut sebaik-baik tuturan yang diturunkan Allah sebagai Kitab. Satu kata dipakai untuk apa yang dibeli orang di 31:6 dan apa yang diturunkan Allah di 39:23, sehingga kata itu sendiri belum menentukan jenisnya. Jenisnya ditentukan oleh sifat yang menyertainya, yang melalaikan di satu tempat dan yang terbaik di tempat lain. Pembaca dapat memperhatikan bahwa kata yang sama menaungi dua jenis bahan yang masuk ke dalam harinya. Tuturan jenis apa yang paling sering masuk ke dalam hari pembaca, dan sifat mana yang pantas menyertainya?
- Pembuka yang sama dengan 31:6 hadir lagi di 31:20 untuk orang yang berdebat tentang Allah tanpa ilmu, tanpa petunjuk, dan tanpa kitab yang menerangi. Dua ayat itu menyebut ilmu yang tidak ada, dan 31:20 menambahkan dua hal lagi yang tidak ada, yaitu petunjuk dan kitab, dua hal yang di 31:3 dan 31:2 diberikan kepada pihak yang dituju. Pembaca yang menyampaikan sesuatu tentang Allah di depan orang lain dapat memeriksa ketiganya satu per satu pada ucapannya sendiri. Dari ketiga hal itu, mana yang paling sulit dibuktikan pembaca ketika berbicara tentang Allah?
- Sasaran olok-olok di 31:6 tidak disebut, sedangkan di 2:231 dan 45:35 yang dijadikan olok-olok adalah tanda-tanda Allah, di 5:57 pertanggungjawaban, dan di 21:36 serta 25:41 orang yang disapa. Daftar itu menunjukkan bahwa olok-olok dapat menyasar benda yang berbeda, dari tulisan sampai manusia. Pembaca dapat memeriksa apa yang biasa menjadi bahan senda gurau dalam percakapannya, dan apakah ada di antaranya yang termasuk daftar ayat-ayat itu. Kapan terakhir kali pembaca tertawa pada sesuatu yang tercantum dalam daftar itu?
- Azab di 31:6 dinamai dengan kata yang menghinakan, dan azab di 31:7 dinamai dengan kata yang pedih. Dua ayat berurutan memberi dua nama bagi akibat, yang satu menyangkut martabat dan yang lain menyangkut rasa sakit. Di 4:14 azab yang menghinakan dikaitkan dengan orang yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya serta melanggar batas-batas-Nya. Pembaca yang membayangkan akibat dari tindakan salah hanya sebagai rasa sakit mendapati bahwa teks juga menyebut akibat yang menyentuh kedudukan. Bila akibat bagi pihak yang menyesatkan dinamai menghinakan, apa yang dipertaruhkan pihak itu sebelum akibat itu datang?
- Di 6:144 kata kerja menyesatkan disusul manusia dan di 9:115 disusul suatu kaum, sedangkan di 31:6 pihak yang disesatkan tidak disebut, dan yang tertulis sebagai arah yang dijauhkan adalah jalan Allah. Jumlah dan identitas mereka dibiarkan kosong. Pembaca yang menyebarkan tuturan dapat memperhatikan bahwa ayat ini menyebut arah yang dijauhi dan tidak menyebut daftar orang. Bila jalan Allah menjadi arah yang dijauhi oleh pendengar sebuah tuturan, ke arah mana pembaca membawa orang-orang yang mendengar apa yang disampaikannya?