وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِ آيَاتُنَا وَلَّىٰ مُسْتَكْبِرًا كَأَنْ لَمْ يَسْمَعْهَا كَأَنَّ فِي أُذُنَيْهِ وَقْرًا ۖ فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ
Apabila dibacakan kepadanya tanda-tanda Kami, dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia tidak mendengarnya, seakan-akan ada sumbatan di kedua telinganya. Maka, berilah kabar gembira kepadanya dengan azab yang pedih.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِ آيَاتُنَا وَلَّىٰ مُسْتَكْبِرًاwa-idzaa tutlaa 'alayhi aayaatunaa wallaa mustakbiranapabila dibacakan kepadanya tanda-tanda Kami, dia berpaling dengan menyombongkan diri
- كَأَنْ لَمْ يَسْمَعْهَا كَأَنَّ فِي أُذُنَيْهِ وَقْرًاka-an lam yasma'haa ka-anna fii udzunayhi waqranseolah-olah dia tidak mendengarnya, seakan-akan ada sumbatan di kedua telinganya
- فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ أَلِيمٍfa-basysyirhu bi-'adzaabin aliiminmaka, berilah kabar gembira kepadanya dengan azab yang pedih
Terjemahan per kata (16 kata)
- وَإِذَاwa-idzaadan apabila
- تُتْلَىٰtutlaadibacakan
- عَلَيْهِ'alayhiatasnya
- آيَاتُنَاaayaatunaatanda-tanda Kami
- وَلَّىٰwallaaberpaling
- مُسْتَكْبِرًاmustakbirandengan sombong
- كَأَنْka-anseakan-akan
- لَمْlamtidak
- يَسْمَعْهَاyasma'haamendengarnya
- كَأَنَّka-annaseakan-akan
- فِيfiidi
- أُذُنَيْهِudzunayhikedua telinganya
- وَقْرًاwaqransumbatan
- فَبَشِّرْهُfa-basysyirhumaka berilah dia kabar
- بِعَذَابٍbi-'adzaabindengan azab
- أَلِيمٍaliiminyang pedih
Inti bacaan
Kata (أُذُنَيْهِ, udzunayhi) yang berarti "kedua telinganya" muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 31:7.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِ آيَاتُنَا, wa-idzaa tutlaa 'alayhi aayaatunaa) yang berarti "dan apabila dibacakan kepadanya tanda-tanda Kami". Kata (آيَاتُنَا, aayaatunaa) tersusun dari "tanda-tanda" dan akhiran -naa yang berarti "Kami". Kata kerja (تُتْلَىٰ, tutlaa) berakar ت-ل-و dan berbentuk pasif, sehingga pembacanya tidak disebut, dan terjemahan memakai "dibacakan" tanpa menambahkan siapa yang membaca. Susunan (تُتْلَىٰ عَلَيْهِ آيَاتُنَا, tutlaa 'alayhi aayaatunaa) muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 31:7, 68:15, dan 83:13. Di 68:15 dan 83:13 orang itu menjawab dengan ucapan yang dikutip, yaitu (أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ, asaathiiru l-awwaliina) yang berarti "dongeng orang-orang terdahulu". Di 31:7 tidak ada ucapan yang dikutip, dan kontrasnya terlihat jelas, sebab jawabannya berupa gerak badan serta dua perumpamaan.
Kata kerja (وَلَّىٰ, wallaa) yang berarti "berpaling" berakar و-ل-ي, dan disusul keterangan keadaan (مُسْتَكْبِرًا, mustakbiran) yang berarti "dengan menyombongkan diri". Kata mustakbiran berakar ك-ب-ر dan muncul dua kali, yaitu di 31:7 dan 45:8. Di 45:8 kata itu menyertai kata kerja lain, (ثُمَّ يُصِرُّ مُسْتَكْبِرًا, tsumma yushirru mustakbiran) yang berarti "kemudian dia tetap menyombongkan diri". Di 45:8 sikap menyombongkan diri menyertai kata kerja bertahan, sedangkan di 31:7 menyertai kata kerja berpaling, dan susunan (وَلَّىٰ مُسْتَكْبِرًا, wallaa mustakbiran) hanya ada di 31:7.
Kata (كَأَنْ لَمْ يَسْمَعْهَا, ka-an lam yasma'haa) yang berarti "seolah-olah dia tidak mendengarnya" tersusun dari ka yang berarti "seperti", kata an, (لَمْ, lam) yang berarti "tidak", dan (يَسْمَعْهَا, yasma'haa) yang berarti "dia mendengarnya" dari akar س-م-ع. Susunan ini muncul dua kali, yaitu di 31:7 dan 45:8. Di 45:8 ayat lebih dulu menyatakan (يَسْمَعُ آيَاتِ اللَّهِ تُتْلَىٰ عَلَيْهِ, yasma'u aayaati llaahi tutlaa 'alayhi) yang berarti "dia mendengar tanda-tanda Allah dibacakan kepadanya", sehingga perbandingan di sana mempertemukan dua keadaan, mendengar dan tidak mendengar. Di 31:7 bentuk perbandingannya sama, yaitu ka-an, dan terjemahan memakai "seolah-olah" supaya kalimatnya tidak berbunyi "dia tidak mendengarnya" tanpa pembanding.
Perumpamaan kedua, (كَأَنَّ فِي أُذُنَيْهِ وَقْرًا, ka-anna fii udzunayhi waqran) yang berarti "seakan-akan ada sumbatan di kedua telinganya", memakai ka-anna, bentuk yang berbeda dari ka-an pada perumpamaan pertama, dan terjemahan menulisnya "seakan-akan" supaya keduanya terbaca sebagai dua perumpamaan. Kata (أُذُنَيْهِ, udzunayhi) yang berarti "kedua telinganya" berbentuk dua, dan bentuk persis itu hanya ada di 31:7.
Kata (وَقْرًا, waqran) yang berarti "sumbatan" berakar و-ق-ر. Bentuk waqran muncul empat kali di empat surah, yaitu 6:25, 17:46, 18:57, dan 31:7, sedangkan (وَقْرٌ, waqrun) muncul dua kali di satu surah, yaitu 41:5 dan 41:44. Di 6:25, 17:46, dan 18:57 kata itu berada dalam (وَفِي آذَانِهِمْ وَقْرًا, wa-fii aadzaanihim waqran) yang berarti "dan di telinga mereka sumbatan", sesudah (جَعَلْنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً, ja'alnaa 'alaa quluubihim akinnatan) yang berarti "Kami jadikan penutup-penutup di atas hati mereka". Di 41:5 sumbatan itu disebut dalam ucapan yang dikutip dari orang-orang itu sendiri, (وَفِي آذَانِنَا وَقْرٌ, wa-fii aadzaaninaa waqrun) yang berarti "dan di telinga kami ada sumbatan". Di 31:7 sumbatan itu hadir sebagai perumpamaan, tanpa kata Kami yang menjadikannya dan tanpa ucapan orang itu sendiri.
Kata (فَبَشِّرْهُ, fa-basysyirhu) yang berarti "maka berilah dia kabar gembira" tersusun dari fa yang berarti "maka", kata kerja perintah basysyir dari akar ب-ش-ر, dan akhiran -hu yang berarti "dia". Bentuk persis ini dengan bi- sesudahnya muncul tiga kali, yaitu di 31:7, 45:8, dan 36:11. Di 31:7 dan 45:8 isinya (بِعَذَابٍ أَلِيمٍ, bi-'adzaabin aliimin) yang berarti "dengan azab yang pedih", sedangkan di 36:11 isinya (بِمَغْفِرَةٍ وَأَجْرٍ كَرِيمٍ, bi-maghfiratin wa-ajrin kariimin) yang berarti "dengan ampunan dan pahala yang mulia". Karena kata kerjanya sama di ketiga ayat, terjemahan memakai "berilah kabar gembira" di semuanya dan tidak menggantinya dengan kata netral untuk 31:7. Kata (أَلِيمٍ, aliimin) yang berarti "yang pedih" berakar أ-ل-م dan menerangkan 'adzaabin.
Tafsiran
Ayat ini memuat seorang yang tidak disebut namanya dan tidak diberi kutipan ucapan, berbeda dari 68:15 dan 83:13. Kata ganti -hi pada (عَلَيْهِ, 'alayhi) berbentuk tunggal dan dapat dikaitkan dengan (مَنْ, man) di 31:6 yang berarti "orang yang", yaitu orang yang membeli tuturan melalaikan untuk menyesatkan dari jalan Allah. Dapat dibaca bahwa 31:7 melanjutkan gambaran orang itu, tetapi ayat ini sendiri tidak menyatakan bahwa keduanya satu orang, dan 31:6 ditutup dengan kata jamak (أُولَٰئِكَ, ulaa'ika) yang berarti "mereka itu".
Gerakan dalam ayat berurutan: tanda-tanda dibacakan, orang itu berpaling, lalu dua perumpamaan menerangkan keadaannya. Yang tertulis sebagai kejadian hanya apa yang tampak dari luar, yaitu punggung yang berbalik. Dua perumpamaan menggambarkan keadaan di dalam dan tidak dinyatakan sebagai fakta, sebab keduanya memakai ka-an dan ka-anna. Ayat 45:8 memperlihatkan bahwa perumpamaan pertama berpijak pada kenyataan yang disebut di sana, sedangkan 31:7 sendiri tidak memuat keterangan itu, sehingga ayat ini tidak mengajukan kesimpulan tentang isi telinga orang tersebut.
Pada ujung ayat pembicaraan berpindah. Dua bagian pertama berbentuk cerita tentang orang ketiga, lalu (فَبَشِّرْهُ, fa-basysyirhu) menyapa seorang yang diajak bicara dengan perintah tunggal, dan ayat tidak menyebut siapa yang disapa itu. Perpindahan dari cerita ke perintah menutup ayat dengan satu kalimat yang bunyinya baik dan isinya azab.
Ayat 31:6 sudah menyebut azab dengan sifat menghinakan, (أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ, ulaa'ika lahum 'adzaabun muhiinun) yang berarti "mereka itu memperoleh azab yang menghinakan", dan 31:7 menyebutnya dengan sifat pedih. Dua ayat berurutan itu memberi akibat sesudah perbuatan masing-masing, lalu 31:8 membuka kalimat baru dengan inna untuk kelompok lain yang akibatnya berlawanan. Dengan demikian ayat ini menjadi bagian tengah dari tiga ayat yang masing-masing menutup dengan sebuah nasib.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 31:7 mencatat jawaban terhadap tanda-tanda itu sebagai gerak badan, yaitu berpaling, tanpa kutipan ucapan apa pun, padahal di 68:15 dan 83:13 pemicu yang sama dijawab dengan ucapan "dongeng orang-orang terdahulu". Ucapan dapat dibantah dan dijawab, sedangkan punggung yang berbalik tidak mengajukan alasan untuk dibahas. Pembaca yang pernah menutup sebuah percakapan dengan beranjak pergi tanpa kata dapat mengenali bahwa penolakan semacam itu paling sulit disentuh. Bila pembaca pernah berpaling dari sebuah bacaan tanpa mengucapkan apa pun, apa yang dikatakannya kepada diri sendiri saat itu?
- Di 45:8 bunyi "seolah-olah dia tidak mendengarnya" didahului pernyataan bahwa orang itu mendengar tanda-tanda Allah dibacakan kepadanya, sehingga ayat itu mempertemukan dua keadaan, mendengar dan tidak mendengar, dan telinga orang itu tidak dinyatakan rusak. Pembaca yang pernah berkata "aku tidak dengar" kepada sebuah teguran dapat menimbang apakah ucapan itu laporan tentang telinga atau tentang pilihan. Bila yang dibacakan adalah tanda-tanda Allah, seperti di 45:8, apa yang berubah pada kalimat "aku tidak dengar" ketika diucapkan di hadapan-Nya?
- Perumpamaan kedua menyebut kedua telinga, dan bentuk dua itu hanya ada di 31:7. Gambarnya tidak menyisakan satu sisi yang masih terbuka. Pembaca yang menolak sebuah bacaan dengan sebagian dirinya dapat membandingkan keadaannya dengan gambar ini, yang menutup kedua sisi sekaligus. Bila di dalam dirinya ada satu sisi yang selama ini dibiarkan terbuka, sisi itu berupa apa: sebuah kalimat, sebuah ayat, atau seseorang yang pernah membacakan?
- Di 6:25, 17:46, dan 18:57 pembicara yang memakai kata Kami menyebut dirinya menjadikan penutup pada hati dan sumbatan pada telinga, sedangkan di 31:7 sumbatan itu muncul sebagai perumpamaan yang tidak disertai pelaku. Dua cara bercerita itu berdampingan dalam satu kitab, dan ayat ini tidak menyelaraskan keduanya. Pembaca yang hendak memakai ayat ini untuk menilai orang lain menemukan bahwa ayat sendiri memakai bentuk "seakan-akan", yaitu gambaran, dan tidak memberinya bahan untuk memeriksa telinga siapa pun. Bila pembaca pernah menyebut orang lain tuli terhadap sebuah nasihat, bukti apa yang dipegangnya saat itu?
- Kata kerja yang membawa azab di 31:7 dan 45:8 sama dengan yang membawa ampunan dan pahala yang mulia di 36:11, tempat kabar itu ditujukan kepada orang yang mengikuti peringatan dan takut kepada Ar-Rahman tanpa melihat-Nya. Satu kata kerja menampung dua isi yang berlawanan, dan di ketiga ayat kabar itu disebut sesudah sikap penerimanya diuraikan: mengikuti peringatan dan takut di 36:11, berpaling dengan menyombongkan diri di 31:7. Pembaca dapat membayangkan kabar apa yang akan dibawakan kepadanya bila sikapnya terhadap sebuah bacaan diumumkan lewat kata kerja yang sama. Kabar mana yang lebih dekat pada sikapnya hari ini?
- Ayat 31:6 menyebut orang yang membeli tuturan melalaikan untuk menyesatkan dari jalan Allah, dan azabnya diberi sifat menghinakan. Ayat 31:7 menyebut orang yang berpaling dari tanda-tanda Kami, dan azabnya diberi sifat pedih, tanpa keterangan tentang hubungan antara tiap perbuatan dan sifat azabnya. Perbuatan pertama dikerjakan dengan membeli sesuatu, perbuatan kedua dengan memalingkan badan. Di sekitar pembaca, gerak mana yang lebih sering terlihat: membeli tuturan yang melalaikan, atau berpaling dari sebuah bacaan?