إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ جَنَّاتُ النَّعِيمِ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, bagi mereka taman-taman kenikmatan,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ جَنَّاتُ النَّعِيمِinna lladziina aamanuu wa-'amiluu sh-shaalihaati lahum jannaatu n-na'iimisesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, bagi mereka taman-taman kenikmatan
Terjemahan per kata (8 kata)
- إِنَّinnasesungguhnya
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- وَعَمِلُواwa-'amiluudan beramal
- الصَّالِحَاتِsh-shaalihaatikebajikan
- لَهُمْlahumbagi mereka
- جَنَّاتُjannaatutaman-taman
- النَّعِيمِn-na'iimikenikmatan
Inti bacaan
Susunan (لَهُمْ جَنَّاتُ النَّعِيمِ, lahum jannaatu n-na'iimi) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 31:8.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ, inna lladziina aamanuu wa-'amiluu sh-shaalihaati) yang berarti "sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh". Dua kata kerja di dalamnya sama-sama berbentuk perbuatan yang sudah selesai, yaitu (آمَنُوا, aamanuu) dari akar أ-م-ن dan (وَعَمِلُوا, wa-'amiluu) dari akar ع-م-ل, dan keduanya dihubungkan oleh huruf wa yang berarti "dan". Susunan lengkapnya muncul sepuluh kali di sembilan surah, yaitu 2:277, 10:9, 11:23, 18:30, 18:107, 19:96, 31:8, 41:8, 85:11, dan 98:7, dengan surah 18 memuatnya dua kali. Kalimat sesudahnya berbeda di tiap ayat. Di 2:277 bunyinya (لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ, lahum ajruhum 'inda rabbihim) yang berarti "bagi mereka pahala mereka di sisi Tuhan mereka", di 19:96 (سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَٰنُ وُدًّا, sa-yaj'alu lahumu r-rahmaanu wuddan) yang berarti "Ar-Rahman akan menanamkan rasa sayang bagi mereka", dan di 98:7 (هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ, hum khayru l-bariyyati) yang berarti "mereka sebaik-baik makhluk".
Di tiga ayat, kalimat sesudah rumus itu dibuka dengan (لَهُمْ, lahum) yang berarti "bagi mereka", yaitu 31:8, 41:8, dan 85:11. Di 41:8 isinya (لَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ, lahum ajrun ghayru mamnuunin) yang berarti "bagi mereka pahala yang tidak putus-putusnya", dan di 85:11 (لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ, lahum jannaatun tajrii min tahtihaa l-anhaaru) yang berarti "bagi mereka taman-taman yang mengalir di bawahnya sungai-sungai". Di 31:8 isinya (لَهُمْ جَنَّاتُ النَّعِيمِ, lahum jannaatu n-na'iimi) yang berarti "bagi mereka taman-taman kenikmatan", dan gabungan itu hanya ada di 31:8.
Kata (جَنَّاتُ, jannaatu) yang berarti "taman-taman" berakar ج-ن-ن dan berakhiran -u. Susunan dengan akhiran -i, yaitu (جَنَّاتِ النَّعِيمِ, jannaati n-na'iimi), muncul enam kali di enam surah, yaitu 5:65, 10:9, 22:56, 37:43, 56:12, dan 68:34. Di 10:9, 22:56, 37:43, dan 56:12 susunan itu berupa (فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ, fii jannaati n-na'iimi) yang berarti "di dalam taman-taman kenikmatan", sehingga taman disebut sebagai tempat berada. Di 5:65 taman itu menjadi tujuan kata kerja masuk, dan di 68:34 taman itu disebut dalam (عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتِ النَّعِيمِ, 'inda rabbihim jannaati n-na'iimi) yang berarti "di sisi Tuhan mereka ada taman-taman kenikmatan". Di 31:8, berbeda dari pola itu, taman-taman itu tidak disebut sebagai tempat berada atau tempat masuk, melainkan sebagai milik lewat lahum. Terjemahan memakai "taman-taman kenikmatan" tanpa "yang penuh", karena tidak ada kata Arab yang melahirkan kata "penuh", dan terjemahan 5:65, 10:9, 37:43, 56:12, dan 68:34 juga memakai "taman-taman kenikmatan".
Kata (النَّعِيمِ, n-na'iimi) yang berarti "kenikmatan" berakar ن-ع-م dan memakai kata sandang al-. Bentuk ini muncul sepuluh kali di sepuluh surah, yaitu 5:65, 10:9, 22:56, 26:85, 31:8, 37:43, 56:12, 68:34, 83:24, dan 102:8. Di luar susunan "taman-taman kenikmatan", kata itu ada di (جَنَّةِ النَّعِيمِ, jannati n-na'iimi) di 26:85 yang berarti "taman kenikmatan", di (نَضْرَةَ النَّعِيمِ, nadhrata n-na'iimi) di 83:24 yang berarti "cahaya kenikmatan", dan di (عَنِ النَّعِيمِ, 'ani n-na'iimi) di 102:8 yang berarti "tentang kenikmatan", dalam kalimat (ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ, tsumma la-tus'alunna yawma'idzin) yang berarti "kemudian pasti kalian akan ditanya pada hari itu". Terjemahan memakai "kenikmatan" di ketiga ayat itu.
Kata (الصَّالِحَاتِ, sh-shaalihaati) berbentuk jamak perempuan dan memakai kata sandang, dan ayat ini tidak memuat kata benda yang diterangkannya. Terjemahan menulis "amal-amal saleh" dengan mengambil kata "amal" dari akar kata kerja sebelumnya, 'amiluu, seperti di 18:30 dan 41:8, dan tidak menambahkan daftar perbuatan apa pun.
Tafsiran
Ayat ini memindahkan pandangan dari seorang yang berpaling di 31:7 ke sekelompok orang yang disebut dengan kata jamak, dan kalimatnya dibuka dengan inna tanpa wa di depannya, sehingga terbaca sebagai kalimat baru yang berdiri sendiri. Dua ayat sebelumnya masing-masing ditutup dengan sebuah akibat, azab yang menghinakan di 31:6 dan azab yang pedih di 31:7, dan 31:8 menutup bagian itu dengan akibat yang berlawanan. Pola kalimatnya sama dengan 31:6, (أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ, ulaa'ika lahum 'adzaabun muhiinun) yang berarti "mereka itu memperoleh azab yang menghinakan": keduanya memakai lahum diikuti kata benda, sehingga dua akibat yang berlawanan diucapkan dengan susunan yang sama.
Ayat ini menyebut dua hal, iman dan amal saleh, dan menghubungkannya dengan wa saja. Teksnya tidak menyatakan urutan di antara keduanya dan tidak menyatakan apakah salah satunya cukup. Di 10:9 kalimat sesudah rumus yang sama menyebut langkah lain, (يَهْدِيهِمْ رَبُّهُمْ بِإِيمَانِهِمْ, yahdiihim rabbuhum bi-iimaanihim) yang berarti "Tuhan mereka memberi mereka petunjuk karena keimanan mereka", sedangkan 31:8 tidak memuat langkah perantara dan langsung menyebut taman-taman.
Kalimat 31:8 tidak memuat kata kerja pemberian dan tidak menyebut siapa yang memberi taman-taman itu. Pemiliknya disebut di 31:9 lewat (وَعْدَ اللَّهِ, wa'da llaahi) yang berarti "janji Allah", sehingga dua ayat itu terbaca sebagai satu kalimat panjang yang dipotong di tengah, dan terjemahan menutup 31:8 dengan koma. Ayat ini sendiri memberi isi janji, dan nama pemberinya ada di ayat sesudahnya.
Renungan dan Hikmah
- Iman dan amal saleh disebut berurutan dengan sebuah wa di antaranya, dan ayat 31:8 tidak menyatakan mana yang lebih dulu atau apakah salah satunya cukup. Susunan seperti ini membiarkan pembaca menimbang dirinya pada kedua sisi sekaligus, yaitu apa yang diyakininya dan apa yang dikerjakannya. Bila pembaca diminta menceritakan dirinya dalam dua kalimat, kalimat mana yang lebih panjang, yang berisi keyakinan atau yang berisi pekerjaan, dan apakah panjang kedua kalimat itu seimbang?
- Ayat 31:8 menulis amal-amal saleh tanpa mendaftar satu amal pun, dan kata Arabnya berbentuk jamak yang tidak diikuti kata benda. Pembaca tidak mendapat butir untuk dicentang agar merasa cukup, dan tidak mendapat butir untuk dicoret agar merasa gagal. Orang yang terbiasa mengukur dirinya dengan daftar menemukan bahwa ayat ini tidak menyediakan daftar. Bila pembaca harus menyebut satu perbuatan yang dikerjakannya minggu ini dan layak disebut saleh, tanpa menunggu orang lain menyebutnya, perbuatan apa yang akan dipilihnya?
- Kata kenikmatan di 31:8 muncul juga di 102:8, dalam kalimat yang menyatakan bahwa pada hari itu kalian pasti akan ditanya tentang kenikmatan. Di 31:8 kata itu menjadi isi taman yang disebut bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan di 102:8 menjadi bahan pertanyaan tanpa keterangan tentang jenisnya. Dua ayat itu tidak saling menjelaskan, sehingga pembaca tidak dapat memastikan bahwa yang ditanyakan di 102:8 sama dengan yang dijanjikan di 31:8. Bila pembaca menyebut kenyamanan di rumahnya sebagai kenikmatan, dengan kata apa pembaca akan menjawab bila ditanya tentangnya?
- Di 10:9 sesudah iman dan amal saleh disebut bahwa Tuhan mereka memberi mereka petunjuk karena keimanan mereka, dan taman-taman kenikmatan menyusul belakangan, sedangkan di 31:8 taman-taman itu langsung disebut. Dua ayat menyusun urutan berbeda untuk orang yang digambarkan dengan rumus yang sama. Ayat-ayat tentang balasan tidak menyajikan satu urutan baku, dan 10:9 menaruh petunjuk dari Tuhan sebagai sesuatu yang datang karena iman itu sendiri. Bila pembaca menimbang imannya sebagai sebab petunjuk yang sudah diterimanya, sambil menunggu taman yang disebut belakangan, apa yang berubah pada caranya memandang hari ini?
- Ayat 31:8 menyebut taman-taman itu tanpa pemberi, dan nama pemiliknya baru muncul di 31:9 dengan kata janji Allah. Dua ayat itu menaruh isi janji lebih dulu dan pemberinya sesudahnya. Pembaca yang pernah mendengar sebuah kabar baik sebelum tahu siapa yang mengabarkannya dapat mengenali urutan itu, tempat isi kabar datang lebih dulu dan nama menyusul belakangan. Bila pembaca mendaftar apa saja yang diterimanya dalam setahun terakhir, kepada siapa saja pembaca sudah menyebut terima kasih, dan kepada siapa belum?
- Di 68:34 taman-taman kenikmatan disebut berada di sisi Tuhan mereka, dalam kalimat tentang orang-orang yang bertakwa, sedangkan di 31:8 tidak ada keterangan letak. Keterangan sisi Tuhan itu ada pada satu ayat dan tidak pada ayat lain yang memuat susunan serupa, sehingga ayat ini membiarkan pembaca mengisi sendiri gambaran tentang taman itu. Bila pembaca membayangkan taman yang disebut "bagi mereka", apakah bayangannya memuat sungai dan buah saja, atau memuat juga kehadiran Tuhan di dalamnya?