خَلَقَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا وَأَلْقَىٰ فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِكُمْ وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ ۚ وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ كَرِيمٍ

Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kalian lihat, dan memancangkan di bumi gunung-gunung yang kukuh, agar ia tidak berguncang bersama kalian, serta menyebarkan padanya segala jenis makhluk bergerak. Kami menurunkan air dari langit, lalu Kami menumbuhkan padanya segala pasangan yang mulia.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. خَلَقَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَاkhalaqa s-samaawaati bi-ghayri 'amadin tarawnahaaDia menciptakan langit tanpa tiang yang kalian lihat
  2. وَأَلْقَىٰ فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِكُمْwa-alqaa fii l-ardhi rawaasiya an tamiida bikumdan memancangkan di bumi gunung-gunung yang kukuh, agar ia tidak berguncang bersama kalian
  3. وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍwa-batstsa fiihaa min kulli daabbatinserta menyebarkan padanya segala jenis makhluk bergerak
  4. وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ كَرِيمٍwa-anzalnaa mina s-samaa'i maa'an fa-anbatnaa fiihaa min kulli zawjin kariiminKami menurunkan air dari langit, lalu Kami menumbuhkan padanya segala pasangan yang mulia

Terjemahan per kata (27 kata)

  1. خَلَقَkhalaqamenciptakan
  2. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  3. بِغَيْرِbi-ghayritanpa
  4. عَمَدٍ'amadintiang
  5. تَرَوْنَهَاtarawnahaakalian melihatnya
  6. وَأَلْقَىٰwa-alqaadan memancangkan
  7. فِيfiidi
  8. الْأَرْضِl-ardhibumi
  9. رَوَاسِيَrawaasiyagunung-gunung
  10. أَنْanagar tidak
  11. تَمِيدَtamiidaberguncang
  12. بِكُمْbikumbersama kalian
  13. وَبَثَّwa-batstsadan Dia menyebarkan
  14. فِيهَاfiihaapadanya
  15. مِنْmindari
  16. كُلِّkullisegala
  17. دَابَّةٍdaabbatinmakhluk bergerak
  18. وَأَنْزَلْنَاwa-anzalnaadan Kami menurunkan
  19. مِنَminadari
  20. السَّمَاءِs-samaa'ilangit
  21. مَاءًmaa'anair
  22. فَأَنْبَتْنَاfa-anbatnaamaka Kami menumbuhkan
  23. فِيهَاfiihaapadanya
  24. مِنْmindari
  25. كُلِّkullisegala
  26. زَوْجٍzawjinpasangan
  27. كَرِيمٍkariiminyang mulia

Inti bacaan

Susunan (وَأَلْقَىٰ فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ, wa-alqaa fii l-ardhi rawaasiya) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 16:15 dan 31:10.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (خَلَقَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا, khalaqa s-samaawaati bi-ghayri 'amadin tarawnahaa) yang berarti "Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kalian lihat". Kata kerja (خَلَقَ, khalaqa) berbentuk tunggal laki-laki dan ayat ini tidak menyebut pelakunya, sehingga terjemahan memakai "Dia". Susunan (بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا, bi-ghayri 'amadin tarawnahaa) muncul dua kali di dua surah, yaitu 13:2 dan 31:10. Di 13:2 kata kerja untuk langit adalah (رَفَعَ, rafa'a) yang berarti "meninggikan", sedangkan di 31:10 kata kerjanya "menciptakan", kontras yang tidak mengubah bunyi frasa tanpa tiang itu. Kata (عَمَدٍ, 'amadin) berakar ع-م-د dan muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 13:2, 31:10, dan 104:9, yang terakhir dalam (فِي عَمَدٍ مُمَدَّدَةٍ, fii 'amadin mumaddadatin) yang berarti "pada tiang-tiang yang terjulur panjang". Kata (تَرَوْنَهَا, tarawnahaa) berakar ر-أ-ي dan muncul tiga kali, yaitu 13:2, 22:2, dan 31:10. Kata ganti -haa di dalamnya berbentuk perempuan tunggal, dan ayat tidak menyatakan apakah kata ganti itu kembali ke 'amadin atau ke (السَّمَاوَاتِ, s-samaawaati), sehingga terjemahan memakai susunan yang sama dengan 13:2, "tanpa tiang yang kalian lihat".

Kata (وَأَلْقَىٰ, wa-alqaa) berarti "dan memancangkan". Susunan (وَأَلْقَىٰ فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ, wa-alqaa fii l-ardhi rawaasiya) muncul dua kali, yaitu di 16:15 dan 31:10, dan terjemahan memakai "memancangkan" di keduanya. Kata (رَوَاسِيَ, rawaasiya) berakar ر-س-و dan muncul sembilan kali di sembilan surah, yaitu 13:3, 15:19, 16:15, 21:31, 27:61, 31:10, 41:10, 50:7, dan 77:27. Kata kerja yang menyertainya berbeda-beda. Di 15:19 dan 50:7 bunyinya (وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ, wa-alqaynaa fiihaa rawaasiya) yang berarti "dan Kami pancangkan padanya gunung-gunung", dan di 13:3 (وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ, wa-ja'ala fiihaa rawaasiya) yang berarti "dan menjadikan padanya gunung-gunung". Terjemahan memakai "gunung-gunung yang kukuh" untuk rawaasiya di 13:3, 21:31, dan 31:10.

Kata (تَمِيدَ, tamiida) berakar م-ي-د dan muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 16:15, 21:31, dan 31:10. Susunan (أَنْ تَمِيدَ بِكُمْ, an tamiida bikum) muncul dua kali, yaitu di 16:15 dan 31:10, sedangkan di 21:31 bunyinya (أَنْ تَمِيدَ بِهِمْ, an tamiida bihim) yang berarti "agar tidak berguncang bersama mereka". Kata kerja tamiida berbentuk dasar dan berbentuk perempuan tunggal, sejalan dengan kata bumi, (الْأَرْضِ, l-ardhi), dan orang yang ikut berguncang disebut lewat (بِكُمْ, bikum) yang berarti "bersama kalian". Karena itu terjemahan memakai "berguncang bersama kalian", sama dengan 16:15 dan 21:31, dan tidak memakai "mengguncangkan kalian", sebab kata kerjanya tidak memuat orang yang diguncang sebagai objek.

Susunan (وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ, wa-batstsa fiihaa min kulli daabbatin) yang berarti "serta menyebarkan padanya segala jenis makhluk bergerak" muncul dua kali, yaitu di 2:164 dan 31:10. Kata kerja (بَثَّ, batstsa) berakar ب-ث-ث dan muncul empat kali di empat surah, yaitu 2:164, 4:1, 31:10, dan 42:29. Kata (دَابَّةٍ, daabbatin) berakar د-ب-ب, dan kata yang sama dengan akhiran berbeda muncul empat belas kali di dua belas surah, yaitu 2:164, 6:38, 11:6, 11:56, 16:49, 16:61, 24:45, 27:82, 29:60, 31:10, 34:14, 35:45, 42:29, dan 45:4. Terjemahan memakai "makhluk bergerak" di 2:164, 42:29, dan 45:4, dan memakai "segala jenis" untuk min kulli di 2:164 dan 31:10. Kata ganti -haa pada fiihaa kembali ke bumi yang disebut lebih dulu di ayat ini.

Susunan (وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً, wa-anzalnaa mina s-samaa'i maa'an) yang berarti "dan Kami menurunkan air dari langit" muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 23:18, 25:48, dan 31:10, dan tanpa wa di awalnya muncul juga di 15:22. Kata (مَاءً, maa'an) berarti "air", dan terjemahan memakai "air" di keempat ayat itu tanpa menambahkan "hujan", sebab tidak ada kata Arab untuk hujan di ayat-ayat tersebut. Kata kerja yang menyusul, (فَأَنْبَتْنَا فِيهَا, fa-anbatnaa fiihaa) yang berarti "lalu Kami menumbuhkan padanya", muncul dua kali, yaitu di 31:10 dan 80:27. Di 80:27 Kami menumbuhkan (حَبًّا, habban) yang berarti "biji-bijian", sedangkan di 31:10 Kami menumbuhkan (مِنْ كُلِّ زَوْجٍ كَرِيمٍ, min kulli zawjin kariimin) yang berarti "segala pasangan yang mulia". Susunan terakhir itu muncul dua kali, yaitu di 26:7 dan 31:10. Kata (زَوْجٍ, zawjin) berakar ز-و-ج dan (كَرِيمٍ, kariimin) berakar ك-ر-م, dan terjemahan memakai "mulia" untuk kariimin, sama dengan 26:7.

Tiga kata kerja pertama, (خَلَقَ, khalaqa), (أَلْقَىٰ, alqaa), dan (بَثَّ, batstsa), berbentuk tunggal laki-laki, sedangkan (أَنْزَلْنَا, anzalnaa) dan (أَنْبَتْنَا, anbatnaa) berbentuk "Kami". Terjemahan menulis "Dia" untuk kelompok pertama dan "Kami" untuk kelompok kedua, dan ayat ini tidak memberi keterangan tentang pergantian itu.

Tafsiran

Ayat ini mengganti pokok pembicaraan: 31:6 sampai 31:9 membicarakan manusia dan balasannya, lalu 31:10 membicarakan langit, bumi, dan isinya tanpa kata penghubung yang menyatakan hubungan keduanya. Kata kerja pertama berbentuk tunggal laki-laki dan 31:9 ditutup dengan kata ganti Dia, sehingga dapat dibaca bahwa penciptaan di 31:10 dikaitkan dengan pihak yang sama dengan pemilik janji di ayat itu, meskipun 31:10 tidak menyebut namanya. Nama itu baru muncul di 31:11, dalam (هَٰذَا خَلْقُ اللَّهِ, haadzaa khalqu llaahi) yang berarti "ini ciptaan Allah", dan kata penunjuk dekat di sana dapat dibaca menunjuk isi 31:10.

Isi ayat bergerak dari yang jauh ke yang dekat, lalu kembali ke yang jauh: langit, bumi dengan gunung-gunungnya, makhluk yang bergerak di bumi, air yang turun dari langit, lalu tumbuhan di bumi. Langit disebut dua kali, dengan (السَّمَاوَاتِ, s-samaawaati) di awal ayat dan dengan (السَّمَاءِ, s-samaa'i) di bagian akhir, sehingga ayat ini terbaca melingkar dan berakhir pada tumbuhan.

Pendengar ayat disapa dua kali dengan kata kalian, pertama sebagai saksi yang melihat langit tanpa tiang, kedua sebagai pihak yang ikut berada di atas bumi dan dapat ikut berguncang. Dua kedudukan itu menaruh pendengar di dalam gambaran, dan sapaan itu berhenti sesudah gunung-gunung, karena makhluk bergerak, air, dan tumbuhan disebut tanpa kata kalian.

Ayat 13:2 dan 13:3 memuat unsur yang serupa, yaitu langit tanpa tiang yang kalian lihat, gunung-gunung, dan pasangan-pasangan dari buah-buahan, tetapi memakai kata kerja yang berbeda dan memuat kalimat tentang Allah yang bersemayam di atas Arasy. Di 31:10 unsur-unsur itu tampil tanpa kalimat tentang Arasy dan tanpa urusan yang diatur, dan daftar itu berhenti pada tumbuhan yang disebut mulia.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini membuka dengan sesuatu yang dapat dilihat siapa pun yang menengadah, yaitu langit tanpa tiang yang kalian lihat, dan menyebutnya sebagai ciptaan Dia. Kata kalian menjadikan mata pembaca bagian dari kalimat, sebab sesuatu yang diminta untuk dilihat sudah terbuka di atas kepala, dan ayat tidak menunjuk benda yang tersembunyi. Bila pembaca menengadah hari ini, apa yang lebih dulu dicari matanya, penopang atau langitnya?
  • Gunung-gunung disebut dipancangkan Dia agar bumi tidak berguncang bersama kalian, sehingga pembaca disebut sebagai pihak yang ikut terguncang bila bumi berguncang. Fungsi gunung diberikan lewat kata agar, dan fungsi itu hanya terlihat dari akibatnya yang tidak terjadi. Orang yang berdiri di tanah yang diam tidak melihat gunung bekerja, dan ayat ini menyebut pekerjaan itu. Bila tanah di bawah kaki pembaca hari ini diam, kepada pekerjaan siapa pembaca berutang diamnya?
  • Langit tanpa tiang yang kalian lihat disebut dengan kata kerja meninggikan di 13:2, dalam kalimat tentang Allah yang kemudian bersemayam di atas Arasy, dan dengan kata kerja menciptakan di 31:10. Pemandangan yang sama dapat dibaca sebagai ketinggian dan dapat dibaca sebagai buatan, dan dua ayat itu tidak saling menggantikan. Pembaca yang menengadah memperoleh dua bahan untuk memandang: jarak ke atas, dan sesuatu yang dibuat. Ketika pembaca menatap langit, apa yang lebih sering dilihatnya, ketinggian atau buatan?
  • Makhluk bergerak disebut sebagai bagian dari tanda-tanda di 2:164, 42:29, dan 45:4, sedangkan di 31:10 mereka disebut tanpa label itu, dalam daftar yang Dia ciptakan bersama langit, gunung, dan air, tanpa membedakan ukuran. Pembaca yang melihat seekor serangga atau burung di dekatnya dapat memperhatikan bahwa ayat ini menyebut kehadiran makhluk sekecil itu dalam kalimat yang sama dengan langit. Bila pembaca diminta menyebut satu makhluk bergerak di dekatnya sebagai tanda, makhluk mana yang dipilihnya, dan apa alasannya?
  • Air yang diturunkan dari langit di 15:22 disusul kegunaan minum, di 23:18 disusul penempatannya di bumi, di 25:48 disebut sangat suci, dan di 31:10 disusul penumbuhan pasangan-pasangan yang mulia. Satu benda yang sama diberi kelanjutan berbeda di tiap ayat, sesuai hal yang sedang diperlihatkan ayat itu. Pembaca yang melihat air turun dari langit dapat memperhatikan bahwa satu kejadian dapat dibaca dari beberapa sisi, sesuai ayat yang dipegangnya. Dari sisi mana pembaca biasanya melihat air yang turun, dan sisi mana yang jarang dilihatnya?
  • Tumbuhan di ayat ini disebut pasangan yang mulia, dan 26:7 memakai susunan yang sama, sedangkan di 80:27 yang ditumbuhkan disebut biji-bijian. Kata mulia diberikan kepada tumbuhan yang tumbuh di bumi tanpa keterangan tentang jenisnya. Pembaca yang makan nasi atau sayur setiap hari dapat menimbang kata apa yang selama ini dipakainya untuk menyebut makanan itu, dan apakah kata mulia pernah termasuk di antaranya. Bila kata mulia ikut dipertimbangkan, kata apa yang akan dipilih pembaca untuk menyebut tumbuhan di piringnya hari ini?