وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ ۚ وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ
Dan sungguh, Kami telah memberikan hikmah kepada Luqman, yaitu, ‘Bersyukurlah kepada Allah!’ Siapa yang bersyukur, sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri. Dan siapa yang kufur, maka sesungguhnya Allah Sang Berkecukupan lagi Sang Terpuji.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَwa-la-qad aataynaa luqmaana l-hikmatadan sungguh, Kami telah memberikan hikmah kepada Luqman
- أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِani sykur li-llaahiyaitu, bersyukurlah kepada Allah
- وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِwa-man yasykur fa-innamaa yasykuru li-nafsihisiapa yang bersyukur, sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri
- وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌwa-man kafara fa-inna llaaha ghaniyyun hamiidundan siapa yang kufur, sesungguhnya Allah Sang Berkecukupan lagi Sang Terpuji
Terjemahan per kata (18 kata)
- وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
- آتَيْنَاaataynaaKami memberikan
- لُقْمَانَluqmaanaLuqman
- الْحِكْمَةَl-hikmatahikmah
- أَنِaniyaitu
- اشْكُرْsykurbersyukurlah
- لِلَّهِli-llaahibagi Allah
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- يَشْكُرْyasykurbersyukur
- فَإِنَّمَاfa-innamaamaka sesungguhnya hanyalah
- يَشْكُرُyasykurubersyukur
- لِنَفْسِهِli-nafsihiuntuk dirinya
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- كَفَرَkafarakufur
- فَإِنَّfa-innamaka sesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- غَنِيٌّghaniyyunMahakaya
- حَمِيدٌhamiidunMaha Terpuji
Inti bacaan
Hikmah yang dianugerahkan kepada Luqman dimulai dengan prinsip dasar: 'Bersyukurlah kepada Allah! Siapa yang bersyukur, sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri', kebijaksanaan sejati dimulai dari pengakuan bahwa syukur adalah untuk kebaikan diri sendiri.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(tidak bersyukur)' dari sumber internal dihapus: 'kafara' cukup diterjemahkan 'kufur' tanpa penjelasan tambahan. 'Ghaniyyun hamiidun' diterjemahkan 'Sang Berkecukupan lagi Sang Terpuji', konsisten dengan 22:64 dan bukan 'Mahakaya lagi Maha Terpuji': sesuai disiplin tanpa awalan Maha.
Tafsiran
Ayat ini membingkai hikmah bukan sebagai hiasan status, melainkan kesadaran bahwa syukur maupun kufur sama sekali tidak menambah atau mengurangi Allah: keduanya murni berdampak pada diri manusia sendiri.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menegaskan bahwa syukur bukan transaksi yang menguntungkan Allah, manfaatnya sepenuhnya kembali kepada pelakunya sendiri, sebuah dasar etika yang membebaskan syukur dari motif mencari pujian dari Allah.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini selaras utk sisi-hamba ('bersyukur'; profil verba terjemahan lain 42/42 seragam). Konvensi shkr: manusia diterjemahkan 'bersyukur' (tanpa penanda intensitas; contoh serupa ghaffaar), Allah diterjemahkan 'mengganjar'/'pengganjar' (6 ayat, SEMUA indefinit diterjemahkan kecil tanpa 'Maha'), masykuur diterjemahkan 'diganjar'. Pembeda: 76:22 jazaa'≠mashkuur sesisian; 'menerima' milik akar q-b-l, 'menyambut' milik akar t-w-b; antonim kufr (76:3, 14:7, 27:40). Antonim resmi kufr ('contr. of kufraan') = menutupi (nikmat).