وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ ۚ وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

Dan sungguh, Kami telah memberikan hikmah kepada Luqman, yaitu, ‘Bersyukurlah kepada Allah!’ Siapa yang bersyukur, sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri. Dan siapa yang kufur, maka sesungguhnya Allah berkecukupan lagi terpuji.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَwa-la-qad aataynaa luqmaana l-hikmatadan sungguh, Kami telah memberikan hikmah kepada Luqman
  2. أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِani sykur li-llaahiyaitu, bersyukurlah kepada Allah
  3. وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِwa-man yasykur fa-innamaa yasykuru li-nafsihisiapa yang bersyukur, sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri
  4. وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌwa-man kafara fa-inna llaaha ghaniyyun hamiidundan siapa yang kufur, sesungguhnya Allah berkecukupan lagi terpuji

Terjemahan per kata (18 kata)

  1. وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
  2. آتَيْنَاaataynaaKami memberikan
  3. لُقْمَانَluqmaanaLuqman
  4. الْحِكْمَةَl-hikmatahikmah
  5. أَنِaniyaitu
  6. اشْكُرْsykurbersyukurlah
  7. لِلَّهِli-llaahibagi Allah
  8. وَمَنْwa-mandan orang yang
  9. يَشْكُرْyasykurbersyukur
  10. فَإِنَّمَاfa-innamaamaka sesungguhnya hanya
  11. يَشْكُرُyasykurubersyukur
  12. لِنَفْسِهِli-nafsihiuntuk dirinya
  13. وَمَنْwa-mandan orang yang
  14. كَفَرَkafarakufur
  15. فَإِنَّfa-innamaka sesungguhnya
  16. اللَّهَllaahaAllah
  17. غَنِيٌّghaniyyunberkecukupan
  18. حَمِيدٌhamiidunterpuji

Inti bacaan

Nama (لُقْمَانَ, luqmaana) dalam bentuk ini muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 31:12.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ, wa-la-qad aataynaa luqmaana l-hikmata) yang berarti "dan sungguh, Kami telah memberikan hikmah kepada Luqman". Kata (آتَيْنَا, aataynaa) berakar أ-ت-ي dan berbentuk "Kami memberikan". Nama (لُقْمَانَ, luqmaana) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 31:12 dan di 31:13 dengan akhiran lain, (لُقْمَانُ, luqmaanu), dan susunan (آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ, aataynaa luqmaana l-hikmata) hanya ada di 31:12.

Kata (الْحِكْمَةَ, l-hikmata) yang berarti "hikmah" berakar ح-ك-م, dan dengan bentuk persis ini muncul dua belas kali di tujuh surah, yaitu 2:129, 2:151, 2:251, 2:269, 3:48, 3:164, 4:54, 4:113, 5:110, 31:12, 38:20, dan 62:2. Di antaranya ada tiga ayat yang memakai kata kerja pemberian seperti 31:12. Di 4:54 bunyinya (آتَيْنَا آلَ إِبْرَاهِيمَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ, aataynaa aala ibraahiima l-kitaaba wa-l-hikmata) yang berarti "Kami telah menganugerahkan kitab dan hikmah kepada keluarga Ibrahim", di 38:20 (وَآتَيْنَاهُ الْحِكْمَةَ, wa-aataynaahu l-hikmata) yang berarti "dan Kami berikan kepadanya hikmah", dan di 2:269 (يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ, yu'tii l-hikmata man yasyaa'u) yang berarti "Dia menganugerahkan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki". Di 4:54 hikmah disebut bersama kitab, sedangkan di 31:12 hikmah disebut sendirian, dan isinya diperkenalkan sesudahnya.

Kata (أَنِ, ani) yang berarti "yaitu" memperkenalkan isi hikmah itu, dan (اشْكُرْ, sykur) yang berarti "bersyukurlah" berasal dari akar ش-ك-ر dan berbentuk perintah tunggal. Susunan (أَنِ اشْكُرْ, ani sykur) muncul dua kali di satu surah, yaitu 31:12 dan 31:14. Di 31:14 bunyinya (أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ, ani sykur lii wa-li-waalidayka) yang berarti "bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu". Di 31:12 sasarannya (لِلَّهِ, li-llaahi) yang berarti "kepada Allah". Huruf li- yang sama dipakai lagi pada (لِنَفْسِهِ, li-nafsihi) yang berarti "untuk dirinya sendiri", dan terjemahan memakai "kepada" untuk alamat syukur dan "untuk" untuk pihak yang beruntung.

Susunan (وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ, wa-man yasykur fa-innamaa yasykuru li-nafsihi) yang berarti "siapa yang bersyukur, sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri" hanya ada di 31:12. Bagian (فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ, fa-innamaa yasykuru li-nafsihi) muncul dua kali, yaitu di 27:40 dan 31:12, dan di 27:40 kalimat itu didahului (وَمَنْ شَكَرَ, wa-man syakara) dengan kata kerja berbentuk selesai, sedangkan di 31:12 (يَشْكُرْ, yasykur) berbentuk belum selesai. Terjemahan memakai "sesungguhnya" untuk fa-innamaa di 31:12 dan 27:40, dan juga di 10:108 dan 17:15, tempat (فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ, fa-innamaa yahtadii li-nafsihi) yang berarti "maka sesungguhnya dia mendapat petunjuk untuk dirinya sendiri".

Kata (كَفَرَ, kafara) yang berarti "kufur" berakar ك-ف-ر dan menjadi lawan syukur di ayat-ayat lain, yaitu (أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ, a-asykuru am akfuru) di 27:40 yang berarti "apakah aku bersyukur ataukah berbuat kufur", dan (إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا, immaa syaakiran wa-immaa kafuuran) di 76:3 yang berarti "ada yang bersyukur dan ada pula yang sangat kufur". Di 14:7, (وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ, wa-la-in kafartum) yang berarti "dan sungguh jika kalian kufur" disusul (إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ, inna 'adzaabii la-syadiidun) yang berarti "sesungguhnya azab-Ku benar-benar keras". Di 31:12 kufur disusul sifat Allah dan tidak disusul kalimat tentang azab.

Susunan (وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ, wa-man kafara fa-inna llaaha) muncul dua kali, yaitu di 3:97 dan 31:12. Di 3:97 sifat sesudahnya (غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ, ghaniyyun 'ani l-'aalamiina) yang berarti "berkecukupan dari seisi alam". Kata (غَنِيٌّ, ghaniyyun) berakar غ-ن-ي dan (حَمِيدٌ, hamiidun) berakar ح-م-د. Di 31:12 keduanya tanpa kata sandang, dan susunan (غَنِيٌّ حَمِيدٌ, ghaniyyun hamiidun) muncul empat kali di empat surah, yaitu 2:267, 14:8, 31:12, dan 64:6. Dengan kata sandang, (الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ, l-ghaniyyu l-hamiidu) muncul lima kali, yaitu 22:64, 31:26, 35:15, 57:24, dan 60:6. Terjemahan memakai "Sang Berkecukupan lagi Sang Terpuji" untuk bentuk dengan kata sandang, termasuk 31:26 dalam surah yang sama, dan "berkecukupan lagi terpuji" untuk bentuk tanpa kata sandang seperti 2:267 dan 64:6. Di 27:40 sifat kedua berbeda, (فَإِنَّ رَبِّي غَنِيٌّ كَرِيمٌ, fa-inna rabbii ghaniyyun kariimun) yang berarti "maka sesungguhnya Tuhanku berkecukupan lagi mulia".

Tafsiran

Ayat ini memperkenalkan Luqman lewat satu kalimat pemberian dari Kami, lalu isi hikmah itu dinyatakan sebagai satu perintah, dan ayat tidak mengutip ucapan Luqman sendiri. Ucapannya baru dikutip di 31:13 lewat (وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ, wa-idz qaala luqmaanu) yang berarti "dan ketika Luqman berkata". Perintah bersyukur di 31:12 berbentuk tunggal dan tidak menyebut siapa yang disapa.

Dua kalimat bersyarat di tengah ayat tidak setimbang. Bagi yang bersyukur, akibatnya menyangkut dirinya sendiri. Bagi yang kufur, ayat menyebut sifat Allah dan tidak menulis akibat apa pun bagi orang itu. Di 14:7 kufur disusul azab yang keras, sedangkan 31:12 menyebut bahwa Allah berkecukupan lagi terpuji.

Suara ayat berpindah di dalamnya. Ayat dibuka dengan Kami yang memberi, lalu perintah kepada seorang yang disapa, lalu pernyataan tentang orang yang bersyukur dan yang kufur dalam bentuk orang ketiga, dan ditutup dengan Allah yang disebut dengan nama tanpa kata Kami. Perpindahan itu menaruh sifat berkecukupan dan terpuji pada nama Allah. Sifat yang sama diulang di 31:26 dengan kata sandang, sesudah kalimat bahwa apa yang ada di langit dan di bumi milik Allah.

Perintah bersyukur muncul lagi di 31:14 dalam sebuah wasiat, dengan sasaran yang diperluas ke kedua orang tua, sehingga rumusan hikmah di 31:12 dan wasiat di 31:14 memakai ani sykur yang sama.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 31:12 memakai huruf li yang sama untuk dua arah, bersyukurlah kepada Allah dan bersyukur untuk dirinya sendiri. Syukur diarahkan kepada Allah, dan sekaligus disebut kembali kepada pelakunya, tanpa pernyataan bahwa Allah memperoleh sesuatu darinya. Pembaca yang membayangkan syukur sebagai sesuatu yang diserahkan kepada Allah dapat memperhatikan bahwa ayat ini menyebut juga arah sebaliknya, yaitu syukur itu untuk pelakunya. Bila pembaca mengucapkan syukur hari ini, apa yang berubah pada pembaca sendiri sesudahnya?
  • Di 14:7 kufur disusul azab yang keras, sedangkan di 31:12 kufur disusul sifat Allah, berkecukupan lagi terpuji, tanpa akibat bagi orang yang kufur itu. Pembaca yang mencari ancaman di ayat ini tidak menemukannya, dan ayat menuliskan keadaan Allah yang tidak berubah oleh kufur siapa pun. Pertanyaan tentang apa yang terjadi pada orang yang kufur dijawab ayat lain, dan ayat ini tidak memuatnya. Bila sebuah teguran menyebut keadaan pihak yang diabaikan tanpa menyebut hukuman, bagaimana pembaca menimbang bobotnya?
  • Isi hikmah yang diberikan kepada Luqman diperkenalkan dengan kata yaitu dan berbentuk satu kata kerja perintah, bersyukurlah kepada Allah, tanpa uraian tentang caranya. Pembaca yang membayangkan hikmah sebagai pengetahuan yang rumit menemukan bahwa ayat ini menyajikannya sebagai sesuatu yang dapat diucapkan dalam sekali napas. Teksnya tidak menyatakan bahwa hikmah Luqman terbatas pada itu, karena kata yaitu memperkenalkan isi yang disebut. Bila hikmah harus diringkas dalam satu kalimat pendek yang dikerjakan hari ini, kalimat apa yang akan dipilih pembaca?
  • Kalimat siapa yang bersyukur, sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri, diucapkan di 27:40 oleh orang yang baru melihat sesuatu tersedia di sisinya, dan orang itu menyebutnya karunia Tuhannya yang menguji apakah dia bersyukur atau kufur. Di sana syukur dan kufur dihadapi pada saat menerima. Pembaca yang pernah menerima sesuatu yang tidak disangka dapat memperhatikan bahwa 27:40 menaruh pilihan antara syukur dan kufur tepat pada saat itu. Ketika pembaca menerima sesuatu hari ini, kalimat mana yang pertama terlintas, sebuah syukur atau sebuah dugaan bahwa itu memang haknya?
  • Perintah bersyukurlah di ayat ini berbentuk tunggal dan tidak menyebut siapa yang disapa, sedangkan 31:13 menyebut dengan jelas bahwa Luqman berbicara kepada anaknya. Perintah tanpa alamat dapat dibaca sebagai ditujukan kepada Luqman, dan dapat pula dibaca sebagai ditujukan kepada siapa pun yang membacanya, sedangkan sasaran syukurnya, Allah, disebut dengan jelas. Bila pembaca menemukan perintah tunggal yang tidak bernama, di mana pembaca menaruh dirinya, sebagai pihak yang mengutip atau sebagai pihak yang dituju?
  • Perintah yang sama diulang di 31:14 dengan sasaran yang bertambah, bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Sasaran syukur di 31:12 hanya Allah, sedangkan di 31:14 daftarnya memuat orang tua, sehingga satu rumusan perintah dipakai untuk daftar pendek dan daftar yang lebih panjang. Pembaca yang menyusun daftar orang yang pantas disyukuri dapat membandingkan dua daftar itu dengan daftarnya sendiri. Siapa saja yang namanya ada dalam daftar syukur pembaca selain Dia, dan siapa yang belum pernah disebut?