وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
Dan ketika Luqman berkata kepada anaknya, saat dia menasihatinya, “Wahai anakku, janganlah engkau mempersekutukan Allah! Sesungguhnya mempersekutukan itu benar-benar kezaliman yang besar.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُwa-idz qaala luqmaanu li-bnihi wa-huwa ya'izhuhudan ketika Luqman berkata kepada anaknya, saat dia menasihatinya
- يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِyaa bunayya laa tushrik billaahiwahai anakku, janganlah engkau mempersekutukan Allah
- إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌinna sh-shirka la-zhulmun azhiimunsesungguhnya, mempersekutukan itu benar-benar kezaliman yang besar
Catatan pilihan kata (ringkas)
azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama passthrough. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. Lih.. sebagian penerjemah: 'And when Luqmaan said to his son, while he exhorted him: “O my son: ascribe thou not a partnership1 to God; ascribing partnership2 is a tremendous injustice.”' Akar akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.
Aplikasi
Nasihat pertama Luqman kepada anaknya: 'janganlah mempersekutukan Allah! Sesungguhnya mempersekutukan itu benar-benar kezaliman yang agung', pesan yang disampaikan dengan kelembutan personal ('wahai anakku') namun tegas dalam substansi.