وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ
Dan Kami mewasiatkan kepada manusia perihal kedua orang tuanya , ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan penyapihannya dalam dua tahun , yaitu, ‘Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu.’ Hanya kepada-Ku tempat kembali.
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِwa-washshaynaa l-insaana bi-waalidayhidan Kami mewasiatkan kepada manusia perihal kedua orang tuanya
- حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍhamalatsu ummuhu wahnan 'alaa wahninibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah
- وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِwa-fishaaluhu fii 'aamaynidan penyapihannya dalam dua tahun
- أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَani sykur lii wa-li-waalidaykabersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu
- إِلَيَّ الْمَصِيرُilayya l-mashiiruhanya kepada-Ku tempat kembali
Terjemahan per kata (17 kata)
- وَوَصَّيْنَاwa-washshaynaadan Kami mewasiatkan
- الْإِنْسَانَl-insaanamanusia
- بِوَالِدَيْهِbi-waalidayhikepada kedua orang tuanya
- حَمَلَتْهُhamalatsuia mengandungnya
- أُمُّهُummuhuibunya
- وَهْنًاwahnankelemahan
- عَلَىٰ'alaaatas
- وَهْنٍwahninkelemahan
- وَفِصَالُهُwa-fishaaluhudan menyapihnya
- فِيfiidalam
- عَامَيْنِ'aamaynidua tahun
- أَنِaniyaitu
- اشْكُرْsykurbersyukurlah
- لِيliikepada-Ku
- وَلِوَالِدَيْكَwa-li-waalidaykadan kepada kedua orang tuamu
- إِلَيَّilayyakepada-Ku
- الْمَصِيرُl-mashiirutempat kembali
Inti bacaan
Konteks penting tentang orang tua: pengorbanan ibu 'mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapih dalam dua tahun' disertai instruksi: 'Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu', pengakuan atas pengorbanan konkret sebagai dasar kewajiban berbakti. Konkretnya: memahami detail konkret pengorbanan fisik orang tua (terutama ibu selama masa mengandung dan menyusui) memberi dasar yang lebih mendalam untuk rasa syukur dan bakti, bukan sekadar kewajiban abstrak.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(agar berbuat baik)' dari sumber internal dihapus dan diverifikasi lewat morfologi: ayat sejajar 29:8 memang memuat kata 'husnan' ('kebaikan') sebagai objek eksplisit 'wassaynaa', tetapi 31:14 tidak memuat kata itu sama sekali, tambahan tampaknya disalin dari pola 29:8 tanpa memeriksa bahwa 31:14 elips di titik ini. Tambahan '(Wasiat Kami,)' dan '(kau)' juga dihapus; struktur 'yaitu,...' dan kutip tunggal dipakai untuk menandai isi wasiat tanpa kurung.
Tafsiran
Ayat ini menyisip ke luar perkataan Luqman untuk menjelaskan dasar kewajiban berbakti kepada orang tua, bukan perintah kosong, melainkan disertai penyebutan eksplisit pengorbanan fisik ibu selama mengandung dan menyusui.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menyandingkan perintah bersyukur kepada orang tua dengan rincian pengorbanan nyata sang ibu, kelemahan yang bertambah-tambah selama mengandung dan dua tahun penyapihan, menjadikan kewajiban berbakti bukan aturan abstrak, melainkan respons atas beban yang benar-benar terjadi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
waalidayKA 2MS diterjemahkan 'orang tuamu' sah; '(kamu) kembali' = interpolasi terjemahan lain (ilayya l-masiir tanpa kata ganti) diterjemahkan '(kau)'. Lem kaki 598 dibuang. Konvensi shkr: manusia diterjemahkan 'bersyukur' (tanpa penanda intensitas; contoh serupa ghaffaar), Allah diterjemahkan 'mengganjar'/'pengganjar' (6 ayat, SEMUA indefinit diterjemahkan kecil tanpa 'Maha'), masykuur diterjemahkan 'diganjar'. Pembeda: 76:22 jazaa'≠mashkuur sesisian; 'menerima' milik akar q-b-l, 'menyambut' milik akar t-w-b; antonim kufr (76:3, 14:7, 27:40). Antonim resmi kufr ('contr. of kufraan') = menutupi (nikmat).