وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ
Dan Kami mewasiatkan kepada manusia perihal kedua orang tuanya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan penyapihannya dalam dua tahun, yaitu, ‘Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu.’ Hanya kepada-Ku tempat kembali.
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِwa-washshaynaa l-insaana bi-waalidayhidan Kami mewasiatkan kepada manusia perihal kedua orang tuanya
- حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍhamalat-hu ummuhu wahnan 'alaa wahninibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah
- وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِwa-fishaaluhu fii 'aamaynidan penyapihannya dalam dua tahun
- أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَani sykur lii wa-li-waalidaykabersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu
- إِلَيَّ الْمَصِيرُilayya l-mashiiruhanya kepada-Ku tempat kembali
Terjemahan per kata (17 kata)
- وَوَصَّيْنَاwa-washshaynaadan Kami mewasiatkan
- الْإِنْسَانَl-insaanamanusia
- بِوَالِدَيْهِbi-waalidayhikepada kedua orang tuanya
- حَمَلَتْهُhamalat-huia mengandungnya
- أُمُّهُummuhuibunya
- وَهْنًاwahnankelemahan
- عَلَىٰ'alaaatas
- وَهْنٍwahninkelemahan
- وَفِصَالُهُwa-fishaaluhudan menyapihnya
- فِيfiidalam
- عَامَيْنِ'aamaynidua tahun
- أَنِaniyaitu
- اشْكُرْsykurbersyukurlah
- لِيliikepada-Ku
- وَلِوَالِدَيْكَwa-li-waalidaykadan kepada kedua orang tuamu
- إِلَيَّilayyakepada-Ku
- الْمَصِيرُl-mashiirutempat kembali
Inti bacaan
Bentuk (عَامَيْنِ, 'aamayni) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 31:14.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَوَصَّيْنَا, wa-washshaynaa) yang berarti "dan Kami mewasiatkan", kata kerja dari akar و-ص-ي dengan "Kami" sebagai pelaku. Bentuk (وَصَّيْنَا, washshaynaa) muncul lima kali, yaitu 4:131, 29:8, 31:14, 42:13, dan 46:15. Susunan (وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ, wa-washshaynaa l-insaana bi-waalidayhi) yang berarti "dan Kami mewasiatkan kepada manusia perihal kedua orang tuanya" muncul tiga kali, yaitu 29:8, 31:14, dan 46:15. Di 29:8 sesudahnya ada (حُسْنًا, husnan) dan di 46:15 ada (إِحْسَانًا, ihsaanan), dua kata yang diterjemahkan sebagai isi wasiat "berbuat baik". Di 31:14 tidak ada kata semacam itu, sehingga terjemahan memakai "perihal" untuk huruf bi dan tidak menambahkan "agar berbuat baik". Isi wasiat di 31:14 diperkenalkan dengan (أَنِ اشْكُرْ, ani sykur) yang berarti "yaitu, bersyukurlah", sebagaimana isi wasiat di 4:131 diperkenalkan dengan (أَنِ اتَّقُوا, ani ttaquu) yang berarti "agar bertakwa", dan di 42:13 dengan (أَنْ أَقِيمُوا, an aqiimuu) yang berarti "yaitu, tegakkanlah".
Kata (حَمَلَتْهُ أُمُّهُ, hamalat-hu ummuhu) yang berarti "ibunya telah mengandungnya" tersusun dari kata kerja (حَمَلَتْهُ, hamalat-hu) yang berarti "ia mengandungnya", dari akar ح-م-ل, dan (أُمُّهُ, ummuhu) yang berarti "ibunya". Susunan itu muncul dua kali, yaitu di 31:14 dan 46:15. Bentuk (حَمَلَتْهُ, hamalat-hu) sendiri muncul tiga kali, yaitu 19:22, 31:14, dan 46:15, dan di 19:22 kata kerja itu diterjemahkan sama, "mengandungnya", dengan pelaku perempuan yang tidak disebut ibunya. Sesudah ummuhu, 46:15 menambahkan (كُرْهًا, kurhan) yang berarti "dengan susah payah", sedangkan 31:14 memakai (وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ, wahnan 'alaa wahnin) yang berarti "dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah". Kedua ayat menyebut keadaan ibu dengan kata yang berbeda.
Kata (وَهْنًا, wahnan) dan (وَهْنٍ, wahnin) berakar و-ه-ن dan diterjemahkan "lemah". Kata benda wahn hanya ada di 31:14, dua kali. Akar yang sama muncul sebagai kata kerja di 3:139, (وَلَا تَهِنُوا, wa-laa tahinuu) yang berarti "dan janganlah kalian lemah", di 3:146, (فَمَا وَهَنُوا, fa-maa wahanuu) yang berarti "maka mereka tidak lemah", dan di 29:41, (أَوْهَنَ, awhana) yang berarti "paling lemah", sebagai sifat rumah laba-laba. Terjemahan memakai "lemah" di semua tempat itu. Susunan serupa, satu kata diulang dengan (عَلَىٰ, 'alaa) di antaranya, ada di 24:35, (نُورٌ عَلَىٰ نُورٍ, nuurun 'alaa nuurin) yang berarti "cahaya di atas cahaya". Arti harfiah (وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ, wahnan 'alaa wahnin) karena itu "lemah di atas lemah", dan terjemahan 31:14 memakai "dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah" agar tumpukan itu terbaca sebagai kelemahan yang membesar.
Kata (وَفِصَالُهُ, wa-fishaaluhu) yang berarti "dan penyapihannya" berakar ف-ص-ل, dan kata benda fishaal muncul tiga kali, yaitu 2:233, 31:14, dan 46:15. Di 46:15 kata itu digandengkan dengan hamluhu, (وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا, wa-hamluhu wa-fishaaluhu tsalaatsuuna syahran) yang berarti "mengandungnya dan menyapihnya selama tiga puluh bulan", satu hitungan untuk dua hal. Ayat 31:14 menghitung penyapihan saja, (فِي عَامَيْنِ, fii 'aamayni) yang berarti "dalam dua tahun". Hubungan kedua angka itu tidak diterangkan oleh ayat mana pun, dan terjemahan tidak menambahkan hitungan di luar keduanya. Kata dasar (عَامٌ, 'aamun) dengan berbagai akhiran muncul sembilan kali di tujuh ayat, yaitu 2:259, 9:28, 9:37, 9:126, 12:49, 29:14, dan 31:14, dan bentuk dua (عَامَيْنِ, 'aamayni) hanya ada di 31:14. Di 2:233, dua tahun penyusuan disebut dengan kata lain, (حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ, hawlayni kaamilayni) yang berarti "dua tahun penuh", dan terjemahan memakai "tahun" untuk 'aam maupun hawl.
Kata (أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ, ani sykur lii wa-li-waalidayka) yang berarti "yaitu, bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu" memuat kata kerja perintah (اشْكُرْ, sykur) dari akar ش-ك-ر untuk satu orang. Perintah bersyukur untuk satu orang itu muncul dua kali, yaitu 31:12 dan 31:14, dan di 31:12 penerimanya Allah, (أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ, ani sykur li-llaahi) yang berarti "yaitu, bersyukurlah kepada Allah". Karena kalimat yang sama di 31:12 menyebut Allah sebagai penerima, kata ganti -ii pada (لِي, lii) dibaca merujuk kepada Allah. Perintah bersyukur untuk banyak orang muncul lima kali, yaitu 2:152, 2:172, 16:114, 29:17, dan 34:15, dan penerimanya di kelimanya Allah, nikmat-Nya, atau kata ganti yang kembali kepada-Nya. Dengan demikian 31:14 memuat perintah bersyukur yang menyebut penerima kedua, yaitu (وَلِوَالِدَيْكَ, wa-li-waalidayka) yang berarti "dan kepada kedua orang tuamu", sedangkan keenam perintah bersyukur lainnya hanya menyebut satu penerima. Kedua penerima disebut dengan huruf li yang sama, dan kata waalidayka memakai -ka yang berarti "-mu", berbeda dari (بِوَالِدَيْهِ, bi-waalidayhi) di awal ayat yang memakai -hi yang berarti "-nya".
Kata (إِلَيَّ الْمَصِيرُ, ilayya l-mashiiru) yang berarti "hanya kepada-Ku tempat kembali" menaruh (إِلَيَّ, ilayya) yang berarti "kepada-Ku" di depan (الْمَصِيرُ, l-mashiiru) yang berarti "tempat kembali", dari akar ص-ي-ر. Susunan itu muncul dua kali, yaitu 22:48 dan 31:14, dan keduanya diucapkan dengan kata ganti "Aku". Di ayat lain, kata al-mashiir didahului nama Allah, misalnya (وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ, wa-ilaa llaahi l-mashiiru) yang berarti "dan kepada Allah tempat kembali" di 3:28 dan 24:42. Terjemahan 31:14 menandai penempatan tujuan di depan itu dengan "hanya", dan terjemahan 22:48 menandainya dengan akhiran -lah pada "kepada-Kulah".
Tafsiran
Ayat ini memutus rangkaian ucapan Luqman dengan suara "Kami", dan isinya wasiat kepada manusia tentang kedua orang tuanya. Ayat 31:13 ditutup dengan larangan mempersekutukan Allah, dan 31:15 membuka dengan paksaan kedua orang tua untuk mempersekutukan. Ayat 31:14 berada di antara keduanya dan memuat perintah yang sama dengan 31:12, (أَنِ اشْكُرْ, ani sykur), sehingga urutan ayatnya menjadi perintah bersyukur di 31:12, larangan mempersekutukan di 31:13, lalu perintah bersyukur lagi di 31:14. Hubungan ketiganya hanya terbaca dari urutan ayat, dan tidak ada kata yang menyatakan bahwa ketiganya disusun sebagai satu bangunan.
Wasiat ini menggambarkan keadaan ibu saja, yaitu mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapih dalam dua tahun, sedangkan ayah tidak digambarkan. Pola yang sama ada di 46:15, yang menggambarkan keadaan ibu saja dengan kata (كُرْهًا, kurhan). Sebab rincian berhenti pada ibu tidak ditulis di kedua ayat, dan penjelasan apa pun tentangnya adalah dugaan pembaca.
Perintah bersyukur kepada Allah dan kepada kedua orang tua diucapkan dalam satu kalimat, tetapi tempat kembali disebut satu, (إِلَيَّ الْمَصِيرُ, ilayya l-mashiiru). Kalimat penutup itu menyebut dua penerima syukur tanpa mengurutkan keduanya: keduanya memakai huruf li, dan hanya kepada Allah tempat kembali. Ayat 31:15 mengulang kata ganti yang sama dua kali lagi, (إِلَيَّ, ilayya), dan 31:16 menyebut Allah sebagai pihak yang mendatangkan perbuatan. Dengan demikian rangkaian 31:14 sampai 31:16 bergerak dari tempat kembali, ke pemberitahuan atas apa yang dikerjakan, ke perbuatan yang didatangkan.
Renungan dan Hikmah
- Wasiat tentang kedua orang tua di 31:14 hanya merinci keadaan ibu: mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, lalu menyapih dalam dua tahun. Tentang ayah ayat ini tidak memuat rincian apa pun, dan 46:15 mengulang pola itu dengan kata susah payah untuk ibu. Perintah bersyukur kepada Allah dan kepada kedua orang tua datang bersama rincian itu, sehingga syukur yang diminta berpijak pada keadaan yang dapat dibayangkan, tidak pada pernyataan umum. Pembaca dapat bertanya apakah rasa terima kasihnya kepada orang tua sudah berpijak pada rincian semacam itu, atau masih berupa kata-kata umum.
- Perintah di 31:14 menyebut dua penerima syukur dengan huruf li yang sama, yaitu Allah dan kedua orang tua, tetapi tempat kembali disebut satu: hanya kepada Allah. Ayat ini tidak menaruh keduanya pada tingkat yang sama dan tidak pula membuang salah satunya. Pembaca yang merasa harus memilih antara terima kasih kepada orang tua dan pengabdian kepada Allah dapat memperhatikan bahwa kalimat ini menyebut keduanya sekaligus, lalu menutup dengan satu tujuan. Apa yang terasa berbeda dalam sebuah rasa terima kasih bila ujung perjalanannya sudah diketahui, yaitu kembali kepada Allah?
- Wasiat ini ditujukan kepada manusia, kata yang tidak menyebut anak maupun ayah tertentu, dan kata ganti beralih dari "-nya" menjadi "-mu" ketika perintah bersyukur diucapkan. Pembaca yang membaca nasihat Luqman sebagai urusan antara dua orang mendapati bahwa ayat di tengahnya berbicara dengan kata yang lebih luas. Ayat yang menyuruh bersyukur kepada Allah itu tidak menitipkan wasiat tentang orang tua kepada seorang ayah untuk disampaikan, karena suara "Kami" masuk sendiri ke dalam rangkaian. Siapa yang diajak bicara ketika ayat ini dibaca oleh orang yang kini sudah menjadi orang tua?
- Ayat 31:14 menghitung penyapihan dalam dua tahun, sedangkan 46:15 menghitung mengandung dan menyapih bersama selama tiga puluh bulan. Kedua ayat memakai angka yang berbeda untuk hal yang berbeda, dan keduanya menyebut waktu yang dijalani seorang ibu bagi anaknya. Pembaca yang jarang menghitung berapa lama orang tuanya merawatnya dapat membayangkan neraca yang dipakai ayat ini, yaitu neraca yang menghitung waktu dan tidak menghitung hadiah. Apakah rasa terima kasih kepada orang tua lebih mudah tumbuh bila yang diingat lamanya waktu, bukan besarnya pemberian?
- Rangkaian ucapan Luqman terputus di 31:14 oleh suara "Kami", kata yang dipakai juga di 31:12 untuk pemberian hikmah kepada Luqman, dalam ayat yang menyebut Allah sebagai penerima syukur. Urutan itu memperlihatkan bahwa nasihat seorang ayah di surah ini disela oleh wasiat tentang orang tua yang berasal dari Allah. Seorang ayah yang membaca ayat ini mendapati bahwa orang tua yang diberi syukur oleh anak, sebagaimana disebut wasiat itu, mencakup dirinya. Apakah sebuah nasihat terdengar lain di telinga orang tua yang tahu dirinya sedang disebut dalam wasiat Allah?
- Dua keadaan yang dirinci ayat ini, mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapih dalam dua tahun, ditulis dengan kata kerja lampau: ibunya telah mengandungnya. Ayat tidak mengatakan bahwa pembaca mengingat masa itu. Pembaca dapat memeriksa sendiri bagian mana dari masa itu yang diingatnya dan bagian mana yang diketahuinya dari cerita orang lain. Ayat yang menyebut Allah sebagai tempat kembali menyandingkan tempat kembali itu dengan sebuah awal yang dirinci dari luar ingatan pembaca. Dari siapa saja keterangan tentang awal itu sampai kepadanya?