وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan-Ku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, janganlah engkau menaati keduanya. Pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian, hanya kepada-Ku kalian kembali, lalu akan Kuberitahukan kepada kalian apa yang dahulu kalian kerjakan.

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌwa-in jaahadaaka 'alaa an tusyrika bii maa laysa laka bihi 'ilmundan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan-Ku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu
  2. فَلَا تُطِعْهُمَاfa-laa tuthi'humaamaka janganlah engkau menaati keduanya
  3. وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًاwa-shaahibhumaa fii d-dunyaa ma'ruufanpergaulilah keduanya di dunia dengan baik
  4. وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّwa-ttabi' sabiila man anaaba ilayyadan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku
  5. ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَtsumma ilayya marji'ukum fa-unabbi'ukum bi-maa kuntum ta'maluunakemudian, hanya kepada-Ku kalian kembali, lalu akan Kuberitahukan kepada kalian apa yang dahulu kalian kerjakan

Terjemahan per kata (29 kata)

  1. وَإِنْwa-indan jika
  2. جَاهَدَاكَjaahadaakakeduanya memaksamu
  3. عَلَىٰ'alaaatas
  4. أَنْanuntuk
  5. تُشْرِكَtusyrikaengkau mempersekutukan
  6. بِيbiikepadaku
  7. مَاmaaapa yang
  8. لَيْسَlaysabukanlah
  9. لَكَlakabagimu
  10. بِهِbihitentangnya
  11. عِلْمٌ'ilmunpengetahuan
  12. فَلَاfa-laamaka janganlah
  13. تُطِعْهُمَاtuthi'humaaengkau menaati keduanya
  14. وَصَاحِبْهُمَاwa-shaahibhumaadan pergaulilah keduanya
  15. فِيfiidi
  16. الدُّنْيَاd-dunyaadunia
  17. مَعْرُوفًاma'ruufanyang baik
  18. وَاتَّبِعْwa-ttabi'dan ikutilah
  19. سَبِيلَsabiilajalan
  20. مَنْmanorang yang
  21. أَنَابَanaabakembali
  22. إِلَيَّilayyakepadaku
  23. ثُمَّtsummakemudian
  24. إِلَيَّilayyakepadaku
  25. مَرْجِعُكُمْmarji'ukumtempat kembali kalian
  26. فَأُنَبِّئُكُمْfa-unabbi'ukummaka Aku beritakan kepada kalian
  27. بِمَاbi-maapada apa yang
  28. كُنْتُمْkuntumkalian selalu
  29. تَعْمَلُونَta'maluunakalian kerjakan

Inti bacaan

Susunan (وَصَاحِبْهُمَا, wa-shaahibhumaa) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 31:15.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَإِنْ جَاهَدَاكَ, wa-in jaahadaaka) yang berarti "dan jika keduanya memaksamu", tersusun dari (وَإِنْ, wa-in) yang berarti "dan jika" dan kata kerja (جَاهَدَاكَ, jaahadaaka) dari akar ج-ه-د, dengan dua pelaku pada akhiran -aa dan sasaran -ka yang berarti "-mu". Bentuk jaahadaaka muncul dua kali, yaitu di 29:8 dan 31:15. Kata kerja dari akar yang sama dengan sasaran orang langsung muncul di lima ayat, yaitu 9:73 dan 66:9, (جَاهِدِ, jaahidi) yang berarti "berjihadlah", 25:52, (وَجَاهِدْهُمْ, wa-jaahid-hum) yang berarti "dan berjihadlah melawan mereka", serta 29:8 dan 31:15. Di tiga ayat pertama sasarannya orang-orang kufur dan munafik tanpa tujuan yang disebut, dan terjemahan memakai "berjihadlah melawan". Di 29:8 dan 31:15 kata kerja itu disusul tujuan yang diinginkan pelakunya, yaitu agar sasarannya mempersekutukan, dan terjemahan memakai "memaksamu" supaya tujuan itu terbaca. Tujuan itu diperkenalkan dengan huruf li di 29:8, (لِتُشْرِكَ, li-tusyrika), dan dengan (عَلَىٰ أَنْ, 'alaa an) di 31:15, susunan yang hanya dipakai sesudah kata kerja ini di ayat ini.

Kalimat (مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ, maa laysa laka bihi 'ilmun) yang berarti "sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu" tersusun dari (مَا, maa) "apa yang", (لَيْسَ, laysa) "bukanlah", (لَكَ, laka) "bagimu", (بِهِ, bihi) "tentangnya", dan (عِلْمٌ, 'ilmun) "ilmu". Susunan itu muncul empat kali, yaitu 11:46, 17:36, 29:8, dan 31:15, dan di keempatnya susunan itu menjadi sasaran sebuah kata kerja larangan atau tujuan: (فَلَا تَسْأَلْنِ, fa-laa tas'alni) yang berarti "maka janganlah engkau menanyakan kepadaku" di 11:46, (وَلَا تَقْفُ, wa-laa taqfu) yang berarti "dan tidak pula engkau mengikuti" di 17:36, dan kata kerja mempersekutukan di 29:8 dan 31:15. Keempat ayat itu mengukur orang yang diajak bicara dengan ada tidaknya ilmu padanya.

Kata (فَلَا تُطِعْهُمَا, fa-laa tuthi'humaa) yang berarti "maka janganlah engkau menaati keduanya" berakar ط-و-ع dan memakai -humaa yang berarti "keduanya". Susunan itu muncul dua kali, yaitu 29:8 dan 31:15. Larangan menaati dengan kata kerja yang sama dan satu orang yang diajak bicara muncul sepuluh kali, yaitu 18:28, 25:52, 29:8, 31:15, 33:1, 33:48, 68:8, 68:10, 76:24, dan 96:19. Hanya tiga ayat yang memuat kata kerja ج-ه-د bentuk berpelaku dan larangan menaati sekaligus, yaitu 25:52, 29:8, dan 31:15. Di 25:52 yang diperintah berjihad melawan orang-orang kufur dan dilarang menaati mereka, sedangkan di 29:8 dan 31:15 orang tua yang memaksa dan yang tidak ditaati.

Kata (وَصَاحِبْهُمَا, wa-shaahibhumaa) yang berarti "dan pergaulilah keduanya" berakar ص-ح-ب dan merupakan kata kerja perintah yang hanya ada di 31:15. Kata kerja dari pola yang sama muncul lagi di 18:76, (فَلَا تُصَاحِبْنِي, fa-laa tushaahibnii) yang berarti "maka janganlah engkau menyertaiku". Kata (فِي الدُّنْيَا, fii d-dunyaa) yang berarti "di dunia" menempatkan pergaulan itu sebelum kata (ثُمَّ, tsumma) yang berarti "kemudian" di akhir ayat. Kata (مَعْرُوفًا, ma'ruufan) yang berarti "dengan baik" muncul enam kali, yaitu 2:235, 4:5, 4:8, 31:15, 33:6, dan 33:32. Empat di antaranya menyifati perkataan, misalnya (قَوْلًا مَعْرُوفًا, qawlan ma'ruufan) yang berarti "perkataan yang baik" di 4:5, dan dua menyifati perbuatan, yaitu (إِلَىٰ أَوْلِيَائِكُمْ مَعْرُوفًا, ilaa awliyaa'ikum ma'ruufan) yang berarti "yang baik kepada para pelindung kalian" di 33:6 dan pergaulan di 31:15. Terjemahan 31:15 memakai "dengan baik" karena sifat itu menempel pada perbuatan bergaul.

Kata (وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ, wa-ttabi' sabiila man anaaba ilayya) yang berarti "dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku" memuat kata kerja (أَنَابَ, anaaba) dari akar ن-و-ب yang berarti "kembali". Bentuk anaaba muncul empat kali, yaitu 13:27, 31:15, 38:24, dan 38:34, dan susunan (مَنْ أَنَابَ, man anaaba) muncul dua kali, yaitu 13:27 dan 31:15. Di 13:27, (وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ أَنَابَ, wa-yahdii ilayhi man anaaba) yang berarti "dan Dia memberi petunjuk kepadanya bagi orang yang kembali", tujuan kembali itu juga disebut lewat kata ganti. Orang yang kembali itu tidak diberi nama atau sifat lain di 31:15, dan terjemahan tidak menambahkan "yang bertobat" atau "yang beriman".

Kata (مَرْجِعُكُمْ, marji'ukum) yang berarti "tempat kembali kalian" berakar ر-ج-ع dan berakhiran -kum yang berarti "kalian", yang menggantikan -ka tunggal di seluruh ayat sebelumnya. Bentuk itu muncul sebelas kali, yaitu 3:55, 5:48, 5:105, 6:60, 6:164, 10:4, 10:23, 11:4, 29:8, 31:15, dan 39:7. Susunan (إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ, ilayya marji'ukum) dengan "Aku" di depannya muncul tiga kali, yaitu 3:55, 29:8, dan 31:15. Kalimat sesudahnya, (فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ, fa-unabbi'ukum bi-maa kuntum ta'maluuna) yang berarti "lalu akan Kuberitahukan kepada kalian apa yang dahulu kalian kerjakan", muncul dua kali, yaitu di 29:8 dan 31:15, dan terjemahan memakai pelaku "Aku" mengikuti kata ganti di (إِلَيَّ, ilayya) pada kalimat yang sama.

Tafsiran

Ayat ini menetapkan batas bagi manusia yang diwasiatkan di 31:14 untuk bersyukur kepada orang tuanya: bila keduanya memaksa mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang tidak diketahuinya, keduanya tidak ditaati. Kalimat itu berbentuk syarat, (وَإِنْ, wa-in), sehingga ayat tidak menyatakan bahwa orang tua melakukannya. Hal yang sama dikatakan di 29:8 dengan urutan yang hampir sama, dan 31:15 menambahkan dua perintah di antara larangan dan penutup, yaitu pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku.

Larangan menaati memakai akar ط-و-ع yang menyangkut ketaatan, sedangkan perintah bergaul memakai akar ص-ح-ب yang menyangkut kebersamaan, sehingga penolakan di satu bidang tidak ditulis sebagai pemutusan di bidang lain. Ayat tidak menyebut apa yang dilakukan bila orang tua terus memaksa, dan tidak menyebut jarak apa pun antara anak dan orang tuanya.

Dalam urutan surah, larangan mempersekutukan di 31:13 diucapkan seorang ayah kepada anaknya, dan 31:15 menyebut kemungkinan orang tua menjadi pihak yang memaksa hal yang sama. Kedua ayat memakai kata kerja yang akarnya sama, tusyrik di 31:13 dan tusyrika di 31:15. Ayat 31:15 tidak menghubungkan kedua orang tua yang dimaksud dengan Luqman.

Penutup ayat memindahkan sudut pandang dari seorang pendengar ke banyak pendengar, sebab -ka berubah menjadi -kum pada (مَرْجِعُكُمْ, marji'ukum). Kata "kalian" di situ dapat dibaca mencakup orang yang diperintah dan kedua orang tuanya, karena pembicaraan sebelumnya hanya menyebut ketiganya, tetapi ayat tidak merinci siapa saja. Ayat 31:14 ditutup dengan tempat kembali, dan 31:16 dibuka dengan perbuatan yang didatangkan Allah.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini menaruh syarat menolak ajakan orang tua pada ilmu pembaca sendiri, yaitu sesuatu yang tidak diketahuinya. Ukuran itu berada pada pihak yang diajak, tidak pada besar kecilnya kemauan orang yang mengajak, dan keempat ayat yang memuat susunan itu menaruh ukuran yang sama pada orang yang diajak bicara. Pembaca yang pernah menerima ajakan dari orang yang dihormatinya dapat bertanya apa yang sebenarnya diketahuinya tentang hal yang ditawarkan, sebelum bertanya seberapa kuat tawaran itu. Apakah pengetahuan yang dipegangnya tentang hubungannya dengan Allah sudah cukup untuk menimbang tawaran semacam itu?
  • Sesudah larangan menaati, ayat ini langsung memuat perintah bergaul dengan kedua orang tua dengan cara yang baik, dan kata yang dipakai untuk bergaul berakar lain daripada kata menaati. Pembaca yang pernah menolak sesuatu dari orang yang dikasihinya mendapati bahwa ayat ini menaruh penolakan dan pergaulan pada dua kata kerja yang berbeda. Kata "baik" di ayat ini menyifati perbuatan bergaul, sebagaimana 33:6 menyifati perbuatan kepada para pelindung, tidak seperti empat ayat lain yang menyifati perkataan. Dengan sifat itu pada perbuatan, pergaulan yang diminta dapat dinilai dari yang dikerjakan, tidak dari yang dikatakan, dan pembaca dapat menanyakan dirinya sendiri: apa yang dikerjakannya hari ini bagi orang tua yang tidak ditaatinya dalam urusan iman?
  • Ayat ini meletakkan kata "di dunia" pada pergaulan dengan orang tua dan kata "kemudian" pada kembali kepada Allah, dalam satu rangkaian kalimat. Pembaca dapat bertanya bagaimana pergaulannya dengan orang tua terbaca bila dilihat dari ujung rangkaian itu, yaitu hari ketika pembaca diberi tahu apa yang dahulu dikerjakannya. Ayat tidak mengatakan bahwa pergaulan berhenti di sana, dan hanya menaruh dua hal itu berurutan dalam satu kalimat. Pembaca yang sedang bersitegang dengan orang tuanya dapat memperhatikan bahwa ayat ini tidak menyuruhnya memilih antara kembali kepada Allah dan menjaga pergaulan, karena keduanya disebut berurutan. Bagaimana sebuah percakapan di rumah terdengar bila ujung kalimat itu ikut hadir di dalamnya?
  • Perintah mengikuti di ayat ini tidak menunjuk ke sebuah ajaran, melainkan ke jalan milik orang yang kembali kepada Allah, dan orang itu tidak diberi nama maupun sifat lain. Pembaca dapat memperhatikan bahwa yang diikuti adalah jalan seseorang yang arah kembalinya sudah jelas, sedangkan orang tuanya, yang tadi disebut tidak ditaati dalam urusan mempersekutukan, tidak digolongkan ke dalam atau ke luar kelompok itu. Pembaca yang sedang menimbang ke mana kiblatnya dapat bertanya, jalan siapa yang diikutinya sekarang, dan ke mana orang itu kembali. Siapa saja yang jalannya pernah diikutinya tanpa memeriksa ke arah mana langkah orang itu menuju?
  • Kalimat pembuka ayat ini berbentuk syarat, "jika keduanya memaksamu", dan ayat tidak menyatakan bahwa orang tua pembaca melakukannya. Ayat ini menyiapkan jawaban untuk keadaan yang mungkin tidak pernah datang, tanpa menuduh siapa pun, dan menaruh pembaca sebagai pihak yang sudah tahu sebelumnya batas mana yang tidak dilewatinya. Pembaca yang mengkhawatirkan benturan dengan orang tua dalam urusan iman kepada Allah dapat mengamati bahwa ayat ini memberi kejelasan di muka, sehingga ketegangan tidak harus dimulai dari kebingungan. Bagaimana sebuah hubungan terasa bila salah satu pihak sudah tahu apa yang tidak akan dilakukannya, tanpa pernah mengatakannya sebagai ancaman?
  • Seluruh ayat ini berbicara kepada satu orang dengan "engkau" dan "-mu", lalu pada kata tempat kembali beralih ke "kalian", sehingga keputusan yang diambil seorang diri diumumkan di depan banyak pihak. Pembaca yang menimbang sebuah keputusan di dalam hati dapat memperhatikan bahwa ayat ini tidak mengakhiri pembicaraan di dalam hati, melainkan memindahkannya ke tempat kembali kepada Allah, tempat apa yang dahulu dikerjakan diberitahukan. Ayat tidak menyebut siapa saja yang termasuk kalian, dan tidak mengatakan bahwa orang tua tidak termasuk di dalamnya. Berapa banyak keputusan yang diambilnya sendirian terasa lain bila dibayangkan akan diceritakan kepada orang-orang yang ikut terlibat di dalamnya?