يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ
“Wahai anakku, sesungguhnya jika ada sesuatu seberat biji sawi, lalu ia berada dalam batu besar, atau di langit, atau di bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya. Sesungguhnya Allah Sang Lembut lagi Sang Teliti.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍyaa bunayya innahaa in taku mitsqaala habbatin min khardalinwahai anakku, sesungguhnya jika ada sesuatu seberat biji sawi
- فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِfa-takun fii shakhratin aw fii s-samaawaati aw fii l-ardhilalu ia berada dalam batu besar, atau di langit, atau di bumi
- يَأْتِ بِهَا اللَّهُya'ti bihaa llaahuniscaya Allah akan mendatangkannya
- إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌinna llaaha lathiifun khabiirunsesungguhnya Allah Sang Lembut lagi Sang Teliti
Terjemahan per kata (25 kata)
- يَاyaawahai
- بُنَيَّbunayyaanakku
- إِنَّهَاinnahaasesungguhnya ia
- إِنْinjika
- تَكُtakuadalah
- مِثْقَالَmitsqaalaseberat
- حَبَّةٍhabbatinbiji
- مِنْmindari
- خَرْدَلٍkhardalinsawi
- فَتَكُنْfa-takunmaka jadilah engkau
- فِيfiidalam
- صَخْرَةٍshakhratinbatu
- أَوْawatau
- فِيfiidi
- السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
- أَوْawatau
- فِيfiidi
- الْأَرْضِl-ardhibumi
- يَأْتِya'timendatangkan
- بِهَاbihaadengannya
- اللَّهُllaahuAllah
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- لَطِيفٌlathiifunMahalembut
- خَبِيرٌkhabiirunmengetahui
Inti bacaan
Susunan (مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ, mitsqaala habbatin min khardalin) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 21:47 dan 31:16.
Penjelasan pilihan kata
Kata (إِنَّهَا, innahaa) yang berarti "sesungguhnya ia" tersusun dari (إِنَّ, inna) yang berarti "sesungguhnya" dan -haa, kata ganti perempuan tunggal. Ayat ini tidak menyebut apa yang ditunjuk -haa, dan terjemahan memakai "sesuatu" untuk membiarkannya terbuka. Kata kerja (تَكُ, taku) dari akar ك-و-ن berbentuk perempuan, sesuai dengan -haa. Di 21:47, (وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ, wa-in kaana mitsqaala habbatin min khardalin) yang berarti "sekalipun hanya seberat biji sawi" memakai (كَانَ, kaana) berbentuk laki-laki karena tidak ada kata ganti -haa di depannya. Susunan (إِنْ تَكُ, in taku) sebagai kata yang berdiri sendiri muncul dua kali, yaitu 4:40 dan 31:16. Di 4:40 sambungannya (وَإِنْ تَكُ حَسَنَةً, wa-in taku hasanatan) yang berarti "dan jika itu berupa kebaikan", sedangkan di 31:16 sambungannya ukuran sebuah biji.
Kata (مِثْقَالَ, mitsqaala) yang berarti "seberat" berakar ث-ق-ل, dan bentuk itu muncul enam kali, yaitu 4:40, 21:47, 31:16, 34:22, 99:7, dan 99:8. Empat di antaranya, yaitu 4:40, 34:22, 99:7, dan 99:8, disusul (ذَرَّةٍ, dzarratin) yang berarti "zarah", misalnya (مِثْقَالَ ذَرَّةٍ, mitsqaala dzarratin) di 34:22. Susunan (مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ, mitsqaala habbatin min khardalin) yang berarti "seberat biji sawi" muncul dua kali, yaitu 21:47 dan 31:16, dan kata (خَرْدَلٍ, khardalin) yang berarti "sawi" tidak ada di ayat lain. Di 21:47 ukuran sawi itu berada di antara (الْمَوَازِينَ, l-mawaaziina) yang berarti "timbangan" dan (حَاسِبِينَ, haasibiina) yang berarti "para pembuat perhitungan". Di 31:16 tidak ada kata timbangan atau perhitungan, dan terjemahan tidak menambahkan "ditimbang".
Kata (صَخْرَةٍ, shakhratin) yang berarti "batu besar" berakar ص-خ-ر, dan akar itu muncul tiga kali, yaitu 18:63, 31:16, dan 89:9. Di 18:63, (إِلَى الصَّخْرَةِ, ilaa sh-shakhrati) menjadi tempat berlindung, dan di 89:9, (جَابُوا الصَّخْرَ, jaabuu sh-shakhra) yang berarti "mereka memahat batu-batu besar", menjadi bahan yang dipahat. Di 31:16, (فِي صَخْرَةٍ, fii shakhratin) yang berarti "dalam batu besar" menjadi tempat sesuatu berada di dalamnya. Terjemahan memakai "batu besar" untuk akar ini di 31:16 dan 89:9.
Kata (فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ, fii s-samaawaati aw fii l-ardhi) yang berarti "di langit, atau di bumi" memakai (أَوْ, aw) yang berarti "atau" dua kali di ayat ini, sehingga batu, langit, dan bumi disebut sebagai tiga kemungkinan yang berdiri sendiri. Susunan dua tempat itu dengan aw hanya ada di 31:16. Di 34:22, (فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ, fii s-samaawaati wa-laa fii l-ardhi) yang berarti "di langit dan tidak pula di bumi" menghubungkan dua tempat itu dalam kalimat yang menyangkal, bukan dalam kalimat syarat.
Kata (يَأْتِ بِهَا اللَّهُ, ya'ti bihaa llaahu) yang berarti "Allah akan mendatangkannya" tersusun dari kata kerja (يَأْتِ, ya'ti) dari akar أ-ت-ي, huruf (بِ, bi-) yang berarti "dengan", dan kata ganti -haa yang kembali kepada sesuatu tadi. Susunan itu hanya ada di 31:16. Padanannya di 21:47 adalah (أَتَيْنَا بِهَا, ataynaa bihaa) yang berarti "Kami mendatangkannya", dengan "Kami" sebagai pelaku dan huruf bi serta -haa yang sama. Di 31:16 pelakunya disebut dengan nama, Allah, dan terjemahan memakai "mendatangkan" di keduanya.
Kata (لَطِيفٌ خَبِيرٌ, lathiifun khabiirun) yang berarti "Sang Lembut lagi Sang Teliti" tersusun dari (لَطِيفٌ, lathiifun), dari akar ل-ط-ف, dan (خَبِيرٌ, khabiirun), dari akar خ-ب-ر. Pasangan itu dalam bentuk ini muncul dua kali, yaitu 22:63 dan 31:16. Di 22:63, (إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ, inna llaaha lathiifun) menutup ayat tentang air yang turun dan bumi yang menjadi hijau, dan di 31:16 pasangan itu menutup ayat tentang biji sawi. Akar ل-ط-ف dipakai untuk Allah di tujuh ayat, yaitu 6:103, 12:100, 22:63, 31:16, 33:34, 42:19, dan 67:14, dan satu kali untuk selainnya di 18:19. Terjemahan memakai "Sang" pada kedua sebutan, seperti pada (غَنِيٌّ, ghaniyyun) di 31:12 yang diterjemahkan "Sang Berkecukupan".
Tafsiran
Ayat ini membuka kembali ucapan Luqman sesudah dua ayat selingan, dan isinya tidak berupa perintah maupun larangan. Dari seluruh ucapan Luqman yang dikutip, 31:16 tidak memuat kata kerja perintah, sedangkan empat ayat lain memuatnya: 31:13 melarang mempersekutukan, 31:17 memerintahkan menegakkan salat, 31:18 melarang memalingkan pipi dan berjalan dengan angkuh, dan 31:19 memerintahkan menyederhanakan cara berjalan. Ayat 31:16 menggambarkan sesuatu yang kecil, tiga tempat, dan pihak yang mendatangkannya, yaitu Allah.
Ayat sebelumnya, 31:15, ditutup dengan kalimat bahwa apa yang dahulu dikerjakan akan diberitahukan. Pembaca dapat membaca 31:16 sebagai kelanjutan gambaran itu, karena ukuran terkecil dipasang tepat sesudah pemberitahuan atas apa yang dikerjakan, tetapi jenis sesuatu yang ditunjuk -haa dan tujuan Allah mendatangkannya sama-sama tidak tertulis. Di 21:47 ukuran yang sama berada di antara timbangan dan perhitungan, dan 31:16 tidak memuat keduanya, sehingga hubungan dengan timbangan tidak dapat dibawa ke ayat ini.
Tiga tempat yang disebut, batu besar, langit, dan bumi, masing-masing disambung dengan huruf yang sama, "dalam" atau "di", dan masing-masing berdiri sebagai kemungkinan sendiri. Kemungkinan keempat tidak ada, dan seberapa dalam atau seberapa jauh juga tidak dirinci. Pada ketiganya, ayat menyatakan, sebuah benda sekecil biji sawi tetap dapat didatangkan.
Penutupnya memasangkan dua sebutan Allah tanpa menjelaskan hubungan keduanya. Ayat 22:63 memakai pasangan yang sama sesudah air yang menghijaukan bumi, dan 31:16 memakainya sesudah biji sawi, dua ayat yang sama-sama menyebut sesuatu yang kecil atau tersembunyi sebelum pasangan itu muncul. Ayat 31:17 kemudian kembali ke perintah dengan sapaan yang sama, "wahai anakku".
Renungan dan Hikmah
- Kata ganti perempuan tunggal di awal ayat ini menunjuk sesuatu yang seberat biji sawi tanpa memberinya nama, dan terjemahan membiarkannya dengan kata "sesuatu". Pembaca dapat mengisinya dengan hal kecil yang disimpannya, misalnya sebuah niat, sebuah utang, atau sebuah kebaikan yang tidak pernah diceritakannya, tetapi isian itu pembacaannya sendiri dan tidak berasal dari ayat. Ayat menyatakan bahwa sesuatu sekecil itu, di tempat sedalam apa pun yang dapat disebut, didatangkan Allah. Hal kecil apa yang pembaca tahu ada pada dirinya, dan belum pernah diperhitungkannya sebagai sesuatu yang berada dalam jangkauan Allah?
- Ayat ini menyebut tiga tempat dengan kata "atau": dalam batu besar, di langit, atau di bumi. Tiga tempat itu mewakili sesuatu yang tertutup, sesuatu yang tinggi, dan sesuatu yang luas, dan ayat tidak menyebut kemungkinan keempat. Pembaca yang menyimpan sesuatu di tempat yang menurutnya paling sulit dijangkau dapat memperhatikan bahwa daftar tiga tempat itu tidak menyisakan sudut yang bisa ia tambahkan sendiri. Ayat sendiri tidak berbicara tentang apa yang disimpan pembaca, dan menyatakan bahwa Allah mendatangkannya dari tempat mana pun. Di tempat mana pembaca biasa menaruh hal yang tidak ingin dilihat, dan apakah tempat itu termasuk di antara tiga yang disebut?
- Dalam satu ayat ini Luqman menyebut nama Allah dua kali kepada anaknya, sekali sebagai pelaku yang mendatangkan dan sekali sebagai pemilik dua sebutan di ujung ayat, dan tidak memakai kata ganti sama sekali untuk-Nya. Orang tua yang berbicara tentang Allah kepada anaknya dapat memperhatikan bahwa percakapan semacam ini memuat nama itu secara langsung, bukan lewat kata ganti yang menyiratkan. Seberapa sering nama Allah itu sendiri, dan bukan kata ganti untuk-Nya, terdengar dalam percakapan seorang anak dengan orang tuanya?
- Ayat ini ditutup dengan dua sebutan Allah yang berdampingan, Sang Lembut dan Sang Teliti, tanpa menyatakan mana yang lebih dahulu atau mana yang lebih penting. Pembaca yang mengenal salah satunya lebih dalam daripada yang lain dapat memperhatikan bahwa ayat ini menyebut keduanya sekaligus, tepat sesudah gambaran tentang sesuatu sekecil biji. Di 22:63 pasangan yang sama berdiri sesudah air yang menghijaukan bumi, jadi pasangan itu muncul dua kali dengan latar yang kecil atau tersembunyi. Apakah pembaca lebih sering membayangkan Allah yang teliti terhadap hal kecil daripada Allah yang lembut terhadapnya, dan apa yang berubah bila keduanya dibayangkan bersamaan?
- Ayat ini tidak memuat kata kerja perintah atau larangan, berbeda dari empat ayat lain yang mengutip Luqman. Ucapan di sekitarnya memerintah atau melarang, sedangkan 31:16 melukiskan sesuatu yang kecil, tiga tempat, dan Allah yang mendatangkannya. Orang tua yang menasihati anaknya dapat menengok komposisi nasihatnya sendiri, berapa bagian yang berupa perintah dan berapa bagian yang berupa gambaran. Anak yang hanya diberi perintah dan anak yang juga diberi gambaran tentang Allah bisa membawa ke dalam hidupnya hal yang berbeda. Apa yang tersisa di dalam diri seorang anak dari sebuah gambaran, ketika perintah di sekitarnya sudah lama terlupa?
- Untuk apa Allah mendatangkan sesuatu seberat biji sawi itu tidak tertulis di ayat ini, sedangkan di 21:47 hal yang sama berada di antara timbangan dan perhitungan. Pembaca yang membacanya sendirian tidak diberi tahu tujuannya, dan hanya diberi tahu bahwa didatangkan. Pembaca dapat menahan diri untuk tidak mengisi tujuan itu dengan yang ia anggap biasa, dan memperhatikan bahwa ayat membiarkannya kosong. Ketika sesuatu yang kecil disebut didatangkan Allah tanpa tujuan yang tertulis, apa yang terasa berbeda pada cara pembaca mendengar kata itu, dibandingkan bila tujuannya sudah dituliskan?