يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ
“Wahai anakku, sesungguhnya jika ada sesuatu seberat biji sawi, lalu ia berada dalam batu besar, atau di langit, atau di bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya. Sesungguhnya Allah Sang Lembut lagi Sang Teliti.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍyaa bunayya innahaa in taku mitsqaala habbatin min khardalinwahai anakku, sesungguhnya jika ada sesuatu seberat biji sawi
- فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِfa-takun fii shakhratin aw fii s-samaawaati aw fii l-ardhilalu ia berada dalam batu besar, atau di langit, atau di bumi
- يَأْتِ بِهَا اللَّهُya'ti bihaa llaahuniscaya Allah akan mendatangkannya
- إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌinna llaaha lathiifun khabiirunsesungguhnya Allah Sang Lembut lagi Sang Teliti
Terjemahan per kata (25 kata)
- يَاyaawahai
- بُنَيَّbunayyaanakku
- إِنَّهَاinnahaasesungguhnya ia
- إِنْinjika
- تَكُtakuadalah
- مِثْقَالَmitsqaalaseberat
- حَبَّةٍhabbatinbiji
- مِنْmindari
- خَرْدَلٍkhardalinsawi
- فَتَكُنْfa-takunmaka jadilah engkau
- فِيfiidalam
- صَخْرَةٍshakhratinbatu
- أَوْawatau
- فِيfiidi
- السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
- أَوْawatau
- فِيfiidi
- الْأَرْضِl-ardhibumi
- يَأْتِya'timendatangkan
- بِهَاbihaadengannya
- اللَّهُllaahuAllah
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- لَطِيفٌlathiifunMahalembut
- خَبِيرٌkhabiirunmengetahui
Inti bacaan
Nasihat tentang akuntabilitas menyeluruh: 'jika ada perbuatan seberat biji sawi. niscaya Allah akan menghadirkannya', pengingat bahwa tidak ada tindakan, betapapun kecilnya, yang luput dari pertanggungjawaban.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(Luqman berkata,)' dihapus: kutip dibuka kembali di ayat ini karena vokatif 'yaa bunayya' sendiri sudah menandai kembalinya suara Luqman, tanpa perlu label narator tambahan. Tambahan '(suatu perbuatan)' dan '(untuk diberi balasan)' juga dihapus: kata ganti '-haa' dibiarkan terbuka/umum sesuai elipsis dalam teks Arab sendiri, tidak dipersempit maknanya. 'Latiifun khabiirun' diterjemahkan 'Sang Lembut lagi Sang Teliti', bukan 'Maha Lembut lagi Maha Teliti': sesuai disiplin tanpa awalan Maha.
Tafsiran
Ayat ini melanjutkan nasihat Luqman dengan perumpamaan biji sawi: ukuran sekecil apa pun dan lokasi setersembunyi apa pun tidak luput dari jangkauan Allah, menegaskan bahwa perhitungan-Nya tidak mengenal batas skala maupun ruang.
Renungan dan Hikmah
- Yang disebut bukan satu tempat, melainkan tiga: dalam batu besar, di langit, di bumi. Sekecil biji sawi di tempat sepekat itu pun didatangkan Allah. Daftar tiga tempat itu menutup setiap arah yang bisa dibayangkan seseorang sebagai tempat menyimpan.
- Ayat tentang biji sawi ditutup dengan Allah Sang Lembut lagi Sang Teliti. Nama pertama yang tak diduga di sana. Ketelitian tanpa kelembutan akan menakutkan; keduanya disebut bersama, dan itu mengubah cara seluruh ayat ini terdengar.
- Kalimat sebesar itu diucapkan dalam sapaan 'wahai anakku'. Perkara tentang jangkauan Allah atas segala sesuatu disampaikan bukan dari mimbar, melainkan dari seorang ayah kepada anaknya. Yang paling besar memang paling sering diwariskan lewat percakapan yang paling kecil.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
khabiir diterjemahkan 'waskita' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); pasangan sebutan belum ditelaah (latiif/basiir) dipertahankan sementara. Konvensi xbr: khabiir diterjemahkan 'waskita' (45 ayat, SEMUA utk Allah; 39 indefinit diterjemahkan kecil tanpa Maha, 6 takrif diterjemahkan 'Sang Waskita'); khabar/akhbaar diterjemahkan 'kabar/berita' (kata serapan akar); khubr pemakaian diteruskan+catatan. Pembeda: aliim diterjemahkan 'berilmu' (formula aliimun khabiir 4× kini 'berilmu lagi waskita'); terjemahan lain MEMBELAH lema (Teliti 36 / Mengetahui-Mengenal 9). Kolisi mati terdokumentasi: batin (b-t-n 57:3), mengenal (-r-f), duga (=zhann!). makna kedua 'TRIED, TESTED, proved by EXPERIENCE'; khabiir = 'pengetahuan luas atas perkara batin, seperti shahiid atas perkara lahir'; Jangkar: khabiir = petani penggarap.