وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ
Dan janganlah engkau memalingkan pipimu dari manusia, dan janganlah engkau berjalan di bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak mencintai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِwa-laa tusha'ir khaddaka li-n-naasidan janganlah engkau memalingkan pipimu dari manusia
- وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًاwa-laa tamsyi fii l-ardhi marahandan janganlah engkau berjalan di bumi dengan angkuh
- إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍinna llaaha laa yuhibbu kulla mukhtaalin fakhuurinsesungguhnya Allah tidak mencintai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri
Terjemahan per kata (16 kata)
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- تُصَعِّرْtusha'irengkau memalingkan
- خَدَّكَkhaddakapipimu
- لِلنَّاسِli-n-naasikepada manusia
- وَلَاwa-laadan janganlah
- تَمْشِtamsyiengkau berjalan
- فِيfiidi
- الْأَرْضِl-ardhibumi
- مَرَحًاmarahandengan sombong
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- لَاlaatidak
- يُحِبُّyuhibbumencintai
- كُلَّkullasetiap
- مُخْتَالٍmukhtaalinyang sombong
- فَخُورٍfakhuurinyang membanggakan diri
Inti bacaan
Nasihat tentang rendah hati sosial: 'janganlah memalingkan wajahmu dari manusia karena sombong dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh', kesombongan fisik dan sosial dikritik tegas sebagai sifat yang tidak dicintai Allah.
Penjelasan pilihan kata
'Khaddaka' diterjemahkan literal 'pipimu' (bukan 'wajahmu') sesuai akar kh-d-d. Tambahan '(karena sombong)' dihapus: makna angkuh sudah tersampaikan lewat idiom itu sendiri dan bagian berikutnya. 'Di bumi ini' dari sumber internal dikoreksi menjadi 'di bumi': diverifikasi lewat morfologi, tidak ada token demonstrativa yang melekat pada 'al-ardi' di ayat ini; 'ini' adalah tambahan yang tidak berdasar teks Arab.
Tafsiran
Ayat ini menerjemahkan larangan sombong ke dalam bahasa tubuh yang konkret: cara memalingkan pipi dan cara berjalan menjadi tanda lahiriah dari sikap batin yang ditolak Allah.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menunjukkan bahwa kesombongan tidak hanya soal sikap hati tersembunyi, cara memalingkan wajah dan cara melangkah menjadi wujud nyata yang terlihat orang lain, sehingga menjadi ukuran praktis untuk introspeksi sehari-hari.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Hbb per konvensi ('mencintai' seragam; negasi tegas); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi Hbb: 'mencintai/cinta' seragam termasuk NEGASI (laa yuhibbu diterjemahkan 'tidak mencintai', pelunakan 'tidak menyukai' terjemahan lain dibongkar); biji pemakaian diteruskan. h-b-b: verba habba/ahabba = mencintai; hubb/mahabbah = cinta; cabang kedua habb/habbah = biji (per corpus).