وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ ۚ إِنَّ أَنْكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ
Dan sederhanakanlah caramu berjalan, dan rendahkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara benar-benar suara keledai.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَwa-qshid fii masyyika wa-ghdhudh min shawtikadan sederhanakanlah caramu berjalan, dan rendahkanlah suaramu
- إِنَّ أَنْكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِinna ankara l-ashwaati la-shawtu l-hamiirisesungguhnya seburuk-buruk suara benar-benar suara keledai
Terjemahan per kata (11 kata)
- وَاقْصِدْwa-qshiddan sederhanalah
- فِيfiidalam
- مَشْيِكَmasyyikajalanmu
- وَاغْضُضْwa-ghdhudhdan rendahkanlah
- مِنْmindari
- صَوْتِكَshawtikasuaramu
- إِنَّinnasesungguhnya
- أَنْكَرَankarapaling buruk
- الْأَصْوَاتِl-ashwaatisuara
- لَصَوْتُla-shawtusungguh suara
- الْحَمِيرِl-hamiirikeledai
Inti bacaan
Kata (الْحَمِيرِ, l-hamiiri) dalam bentuk jamak muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 16:8 dan 31:19, dan di 16:8 keledai disebut bersama kuda dan bagal.
Penjelasan pilihan kata
Kata kerja perintah (وَاقْصِدْ, wa-qshid) yang berarti "dan sederhanakanlah" berakar ق-ص-د. Akar ini muncul di enam ayat, yaitu 5:66, 9:42, 16:9, 31:19, 31:32, dan 35:32. Di 16:9, (قَصْدُ السَّبِيلِ, qashdu s-sabiili) berarti "arah jalan yang lurus", dan di 9:42, (سَفَرًا قَاصِدًا, safaran qaashidan) berarti "perjalanan yang tidak seberapa jauh". Di tiga ayat sisanya akar itu menandai satu golongan yang berada di antara golongan lain: (أُمَّةٌ مُقْتَصِدَةٌ, ummatun muqtashidatun) di 5:66 berarti "umat yang pertengahan", dan (مُقْتَصِدٌ, muqtashidun) di 31:32 dan 35:32 berarti "yang pertengahan". Di 35:32 golongan itu disebut di tengah dua golongan lain, yaitu orang yang menzalimi diri sendiri dan orang yang lebih dahulu berbuat kebaikan. Terjemahan 31:19 memakai "sederhanakanlah" dalam arti sedang dan tidak berlebihan ke satu sisi, sejalan dengan "pertengahan" di tiga ayat itu, dan tidak dalam arti hidup bersahaja.
Kata benda (مَشْيِكَ, masyyika) yang berarti "caramu berjalan" tersusun dari masyy, "berjalan", dan akhiran -ka yang berarti "-mu". Sebagai kata benda, bentuk ini hanya muncul di 31:19. Akar م-ش-ي di ayat lain berupa kata kerja, kecuali satu sifat di 68:11, dan salah satu kata kerjanya ada di ayat sebelumnya, (وَلَا تَمْشِ, wa-laa tamsyi) yang berarti "dan janganlah engkau berjalan" di 31:18. Dengan begitu cara berjalan disebut dua kali berurutan dalam bentuk yang berbeda, yaitu larangan yang memakai kata kerja di 31:18 dan perintah yang memakai kata benda di 31:19.
Kata kerja perintah (وَاغْضُضْ, wa-ghdhudh) yang berarti "dan rendahkanlah" berakar غ-ض-ض, dan akar ini hanya muncul di empat ayat, yaitu 24:30, 24:31, 31:19, dan 49:3. Di 49:3, (يَغُضُّونَ أَصْوَاتَهُمْ, yaghudhdhuuna ashwaatahum) berarti "mereka merendahkan suara mereka", dengan suara sebagai objek langsung seperti di 31:19. Di 24:30, (يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ, yaghudhdhuu min abshaarihim), dan di 24:31, (يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ, yaghdhudhna min abshaarihinna), objeknya pandangan dan didahului kata (مِنْ, min) yang berarti "dari". Kata yang sama berdiri sebelum suara di 31:19, (مِنْ صَوْتِكَ, min shawtika) yang berarti "dari suaramu", sehingga tiga dari empat ayat itu memakai min sebelum objeknya. Terjemahan "rendahkanlah suaramu" tidak menyalin min, karena "merendahkan" sudah menyatakan menurunkan, bukan menghilangkan.
Tiga kata dari akar ص-و-ت muncul sekaligus di ayat ini, yaitu (صَوْتِكَ, shawtika) yang berarti "suaramu", (الْأَصْوَاتِ, l-ashwaati) yang berarti "suara-suara", dan (لَصَوْتُ, la-shawtu) yang berarti "suara". Akar itu muncul di lima ayat, yaitu 17:64, 20:108, 31:19, 49:2, dan 49:3, dan tidak ada ayat lain yang memuat lebih dari dua kata darinya, karena 49:2 memuat dua. Huruf (لَ, la) yang menempel pada (لَصَوْتُ, la-shawtu) menegaskan kalimat, dan terjemahan memakai "benar-benar" seperti untuk (لَظُلْمٌ, la-zhulmun) di 31:13 yang berarti "benar-benar kezaliman" dan (لَكَاذِبُونَ, la-kaadzibuuna) di 9:42 yang berarti "benar-benar para pembohong".
Kata (أَنْكَرَ, ankara) yang berarti "seburuk-buruk" berakar ن-ك-ر, dan bentuk ini hanya muncul di 31:19. Akar yang sama ada juga di 31:17 dalam nasihat yang sama, yaitu (الْمُنْكَرِ, l-munkari) yang berarti "yang mungkar". Di ayat lain akar itu dipakai untuk orang yang tidak dikenal, seperti (قَوْمٌ مُنْكَرُونَ, qawmun munkaruuna) di 51:25 yang berarti "kaum yang belum dikenal" dan di 15:62 yang berarti "orang-orang yang tidak dikenal". Terjemahan 31:19 memakai "seburuk-buruk" untuk tingkat yang paling tinggi, dan tidak memakai "semungkar-mungkarnya", sebab kata mungkar di 31:17 menyebut perbuatan yang dicegah, sedangkan di 31:19 penilaian jatuh pada suara.
Kata (الْحَمِيرِ, l-hamiiri) yang berarti "keledai" berakar ح-م-ر dan berbentuk jamak. Kata ini muncul dua kali, yaitu di 16:8 dan 31:19. Di 16:8, (وَالْحَمِيرَ, wa-l-hamiira) disebut sesudah kuda dan bagal, dalam ayat yang menyebutnya "untuk kalian tunggangi dan sebagai perhiasan". Hewan yang sama disebut dalam bentuk lain di 2:259, (حِمَارِكَ, himaarika) yang berarti "keledaimu", di 62:5, (كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَارًا, ka-matsali l-himaari yahmilu asfaaran) yang berarti "seperti keledai yang membawa kitab-kitab", dan di 74:50, (كَأَنَّهُمْ حُمُرٌ, ka-annahum humurun) yang berarti "seakan-akan mereka keledai". Di 62:5 dan 74:50 keledai menjadi pembanding bagi manusia, sedangkan di 31:19 suara dibandingkan dengan suara.
Tafsiran
Ayat ini memberi dua perintah dan satu alasan. Perintah pertama mengatur cara berjalan, perintah kedua mengatur suara, dan alasannya berupa peringkat: di antara semua suara, yang terburuk adalah suara keledai. Alasan itu tidak menyebut Allah, berbeda dari 31:18 yang menutup larangannya dengan (إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ, inna llaaha laa yuhibbu kulla mukhtaalin fakhuurin) yang berarti "sesungguhnya Allah tidak mencintai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri".
Berjalan dibicarakan dua kali berturut-turut. Di 31:18 berjalan dengan angkuh dilarang, dan di 31:19 berjalan dengan sedang diminta, sehingga satu gerakan mendapat batas dari dua sisi: yang ditinggalkan dan yang dituju.
Kutipan nasihat ini berakhir di 31:19. Nasihat itu dibuka di 31:13 dengan larangan mempersekutukan Allah, dilanjutkan di 31:16 dengan Allah yang mendatangkan sesuatu seberat biji sawi, lalu di 31:17 dengan salat, kebaikan, kemungkaran, dan kesabaran, di 31:18 dengan pipi dan langkah, dan ditutup di 31:19 dengan langkah dan suara. Ayat ini tidak memberi tanda bahwa bagian terakhir lebih ringan daripada bagian sebelumnya, dan ayat ini tidak menyatakan ciri suara keledai yang membuatnya terburuk, sehingga ukuran yang diberikan berupa peringkat dan bukan uraian sifat.
Sesudahnya 31:20 membuka dengan (أَلَمْ تَرَوْا, a-lam taraw) yang berarti "tidakkah kalian memperhatikan", sapaan kepada beberapa orang, sehingga ucapan kepada satu anak berhenti di 31:19.
Renungan dan Hikmah
- Langkah kaki mendapat dua ayat berturut-turut dalam nasihat Luqman. Di 31:18 berjalan dengan angkuh dilarang, dan larangan itu ditutup dengan pernyataan bahwa Allah tidak mencintai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri. Di 31:19 berjalan dengan sedang diminta, dan permintaan itu tidak ditutup dengan pernyataan serupa. Pembaca dapat memeriksa langkahnya dari kedua sisi sekaligus: adakah yang angkuh seperti yang dilarang, dan adakah yang sedang seperti yang diminta. Apakah langkah yang tidak angkuh dengan sendirinya sudah langkah yang sedang?
- Alasan di 31:18 menyangkut apa yang tidak dicintai Allah, sedangkan alasan di 31:19 menyangkut peringkat bunyi. Alasan kedua dapat diperiksa dengan telinga, tanpa lebih dulu mempercayai sesuatu yang tidak terlihat. Ayat ini tidak mengaitkan suara keledai dengan hukuman, dan tidak menyebut Allah sama sekali, sedangkan ayat sebelumnya menyebut-Nya. Pembaca yang menerima nasihat ini mendapat ukuran yang dapat dibawanya ke ruang mana pun tempat ia berbicara. Suara apa yang menurut telinganya paling dekat ke ujung peringkat itu, dan pernahkah suaranya sendiri sampai ke sana?
- Akar kata yang dipakai untuk "sederhanakanlah" di 31:19 dipakai di 35:32 untuk golongan yang berada di antara orang yang menzalimi diri sendiri dan orang yang lebih dahulu berbuat kebaikan. Kedua ayat berbicara tentang hal yang berbeda, yaitu pewaris Kitab yang dipilih Allah di 35:32 dan langkah kaki di 31:19, sehingga keduanya tidak disamakan. Dari kedekatan kata itu dapat dibaca bahwa nasihat tentang langkah meminta langkah yang sedang, dan tidak meminta langkah yang paling cepat atau paling depan. Mengapa nasihat ini memilih ukuran tengah dan tidak memilih ukuran yang paling tinggi?
- Kata kerja yang sama dipakai untuk pandangan di 24:30 dan 24:31, dan untuk suara di 49:3 dan 31:19. Di 24:30 ayat itu ditutup dengan pernyataan bahwa Allah waskita terhadap apa yang mereka perbuat. Pandangan dan suara berbeda jenisnya, tetapi dua-duanya mengarah kepada orang lain, dan ayat-ayat itu tidak menyebut alasan kedua hal itu memperoleh kata kerja yang sama. Seseorang yang menurunkan suaranya dan menahan pandangannya sedang mengerjakan satu kata kerja di dua tempat. Apakah ia mengenali kedua pekerjaan itu sebagai satu pekerjaan, atau hanya mengenali salah satunya?
- Di 20:108 suara-suara tunduk merendah kepada Ar-Rahman pada hari itu, sehingga yang terdengar hanya bisik-bisik. Di 31:19 perintah merendahkan suara datang kepada satu orang sebelum hari itu. Kedua ayat tidak saling menjelaskan, dan ayat 31:19 tidak menyebut Ar-Rahman. Pembaca dapat meletakkan dua keadaan suara berdampingan: suara yang direndahkan karena nasihat Luqman, dan suara yang merendah di hadapan-Nya karena hadir-Nya sendiri. Apakah suara yang direndahkan sekarang dan suara yang merendah pada hari itu bertumpu pada sebab yang sama?
- Perintah di 31:19 menyebut "suaramu", sedangkan perbandingannya menyebut "suara-suara" dari semua pemilik suara. Ukuran yang dipakai berlaku untuk banyak suara, tetapi yang diminta direndahkan hanya satu, yaitu suara orang yang sedang diajak bicara. Ayat ini tidak menyebut siapa yang menilai peringkat itu. Seseorang yang membaca ayat ini dengan suaranya sendiri berada di dalam peringkat yang disebutnya. Bila suaranya dimasukkan ke dalam peringkat itu, di sebelah mana letaknya menurut orang yang mendengarkannya?