أَلَمْ تَرَوْا أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَأَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهُ ظَاهِرَةً وَبَاطِنَةً ۗ وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُجَادِلُ فِي اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَلَا هُدًى وَلَا كِتَابٍ مُنِيرٍ

Tidakkah kalian memperhatikan bahwa Allah telah menundukkan untuk kalian apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan menyempurnakan atas kalian nikmat-nikmat-Nya, yang tampak dan yang tersembunyi? Dan di antara manusia ada yang berdebat tentang Allah tanpa ilmu, tanpa petunjuk, dan tanpa kitab yang menerangi.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. أَلَمْ تَرَوْا أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِa-lam taraw anna llaaha sakhkhara lakum maa fii s-samaawaati wa-maa fii l-ardhitidakkah kalian memperhatikan bahwa Allah telah menundukkan untuk kalian apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi
  2. وَأَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهُ ظَاهِرَةً وَبَاطِنَةًwa-asbagha 'alaykum ni'amahu zhaahiratan wa-baathinatandan menyempurnakan atas kalian nikmat-nikmat-Nya, yang tampak dan yang tersembunyi
  3. وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُجَادِلُ فِي اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَلَا هُدًى وَلَا كِتَابٍ مُنِيرٍwa-mina n-naasi man yujaadilu fii llaahi bi-ghayri 'ilmin wa-laa hudan wa-laa kitaabin muniirindan di antara manusia ada yang berdebat tentang Allah tanpa ilmu, tanpa petunjuk, dan tanpa kitab yang menerangi

Terjemahan per kata (30 kata)

  1. أَلَمْa-lamtidakkah
  2. تَرَوْاtarawkalian melihat
  3. أَنَّannabahwa
  4. اللَّهَllaahaAllah
  5. سَخَّرَsakhkharamenundukkan
  6. لَكُمْlakumbagi kalian
  7. مَاmaaapa yang
  8. فِيfiidi
  9. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  10. وَمَاwa-maadan apa yang
  11. فِيfiidi
  12. الْأَرْضِl-ardhibumi
  13. وَأَسْبَغَwa-asbaghadan Dia menyempurnakan
  14. عَلَيْكُمْ'alaykumatas kalian
  15. نِعَمَهُni'amahunikmat-nikmat-Nya
  16. ظَاهِرَةًzhaahiratanyang tampak
  17. وَبَاطِنَةًwa-baathinatandan yang tersembunyi
  18. وَمِنَwa-minadan dari
  19. النَّاسِn-naasimanusia
  20. مَنْmanorang yang
  21. يُجَادِلُyujaadiluberdebat
  22. فِيfiitentang
  23. اللَّهِllaahiAllah
  24. بِغَيْرِbi-ghayritanpa
  25. عِلْمٍ'ilminpengetahuan
  26. وَلَاwa-laadan tidak pula
  27. هُدًىhudanpetunjuk
  28. وَلَاwa-laadan tidak pula
  29. كِتَابٍkitaabinkitab
  30. مُنِيرٍmuniirinyang menerangi

Inti bacaan

Kata kerja (وَأَسْبَغَ, wa-asbagha) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 31:20, dan akar س-ب-غ hanya ada satu ayat lain, yaitu (سَابِغَاتٍ, saabighaatin) di 34:11.

Penjelasan pilihan kata

Rangkaian (أَلَمْ تَرَوْا أَنَّ اللَّهَ, a-lam taraw anna llaaha) yang berarti "tidakkah kalian memperhatikan bahwa Allah" hanya muncul di 31:20. Bentuknya tersusun dari (أَ, a), huruf tanya, (لَمْ, lam) yang berarti "tidak", dan (تَرَوْا, taraw), kata kerja berakar ر-أ-ي yang ditujukan kepada beberapa orang, sehingga terjemahan memakai "kalian". Bentuk dengan sasaran tunggal, (أَلَمْ تَرَ أَنَّ, a-lam tara anna) yang berarti "tidakkah engkau memperhatikan bahwa", muncul tiga belas kali di sembilan surah, yaitu 14:19, 19:83, 22:18, 22:63, 22:65, 24:41, 24:43, 26:225, 31:29, 31:31, 35:27, 39:21, dan 58:7. Di 22:65, (أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ, a-lam tara anna llaaha sakhkhara lakum maa fii l-ardhi) membuka kalimat dengan susunan yang sejajar dengan 31:20, tetapi sasarannya tunggal dan apa yang ditundukkan terbatas pada yang ada di bumi.

Kata kerja (سَخَّرَ, sakhkhara) yang berarti "telah menundukkan" berakar س-خ-ر. Rangkaian (سَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ, sakhkhara lakum maa fii s-samaawaati wa-maa fii l-ardhi) yang berarti "menundukkan untuk kalian apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi" muncul dua kali, yaitu di 31:20 dan 45:13. Di 45:13 rangkaian itu disambung (جَمِيعًا مِنْهُ, jamii'an minhu) yang berarti "semuanya dari-Nya", sedangkan di 31:20 disambung dengan nikmat yang disempurnakan. Kata (لَكُمْ, lakum) yang berarti "untuk kalian" menyebut penerimanya, dan terjemahan memakai "untuk" seperti di 45:13.

Kata kerja (وَأَسْبَغَ, wa-asbagha) yang berarti "dan menyempurnakan" muncul sekali, di 31:20, dan akar س-ب-غ punya satu ayat lain, yaitu (سَابِغَاتٍ, saabighaatin) di 34:11 yang berarti "baju-baju besi besar". Dua kemunculan itu belum cukup untuk menentukan arti kata kerjanya dari sebaran pemakaian, sehingga terjemahan memakai "menyempurnakan" untuk menyampaikan nikmat yang diberikan penuh, karena ayat ini langsung merinci nikmat itu pada dua sisinya. Kata (عَلَيْكُمْ, 'alaykum) diterjemahkan "atas kalian", dan (نِعَمَهُ, ni'amahu) yang berarti "nikmat-nikmat-Nya" tersusun dari bentuk jamak ni'am dan akhiran -hu yang berarti "-Nya"; bentuk gabungan ini hanya muncul di 31:20.

Pasangan (ظَاهِرَةً وَبَاطِنَةً, zhaahiratan wa-baathinatan) yang berarti "yang tampak dan yang tersembunyi" menerangkan nikmat-nikmat itu. Akar ظ-ه-ر dan ب-ط-ن bertemu dalam enam ayat, yaitu 6:120, 6:151, 7:33, 31:20, 57:3, dan 57:13. Di 6:120, (ظَاهِرَ الْإِثْمِ وَبَاطِنَهُ, zhaahira l-itsmi wa-baathinahu) menerangkan dosa, yaitu "dosa yang tampak dan yang tersembunyi". Di 6:151 dan 7:33, (مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ, maa zhahara minhaa wa-maa bathana) menerangkan perbuatan keji. Di 57:3, (وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ, wa-zh-zhaahiru wa-l-baathinu) menjadi dua sebutan bagi Allah, dan di 57:13, (بَاطِنُهُ فِيهِ الرَّحْمَةُ وَظَاهِرُهُ, baathinuhu fiihi r-rahmatu wa-zhaahiruhu) menerangkan dua sisi sebuah tembok. Hanya di 31:20 pasangan itu menerangkan nikmat.

Kalimat kedua dibuka dengan (وَمِنَ النَّاسِ مَنْ, wa-mina n-naasi man) yang berarti "dan di antara manusia ada yang". Rangkaian ini muncul sepuluh kali di empat surah, yaitu 2:8, 2:165, 2:204, 2:207, 22:3, 22:8, 22:11, 29:10, 31:6, dan 31:20. Surah 31 memuatnya dua kali: di 31:6 untuk orang yang membeli tuturan yang melalaikan, dan di 31:20 untuk orang yang berdebat. Kata kerja (يُجَادِلُ, yujaadilu) yang berarti "berdebat" berakar ج-د-ل, dan rangkaian (يُجَادِلُ فِي اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ, yujaadilu fii llaahi bi-ghayri 'ilmin) yang berarti "berdebat tentang Allah tanpa ilmu" muncul tiga kali, yaitu di 22:3, 22:8, dan 31:20, dengan "berdebat" sebagai terjemahan di ketiganya. Di 22:3 rangkaian itu disambung (وَيَتَّبِعُ كُلَّ شَيْطَانٍ مَرِيدٍ, wa-yattabi'u kulla syaythaanin mariidin) yang berarti "dan mengikuti setiap setan yang sangat jahat", sedangkan di 22:8 dan 31:20 disambung (وَلَا هُدًى وَلَا كِتَابٍ مُنِيرٍ, wa-laa hudan wa-laa kitaabin muniirin) yang berarti "tanpa petunjuk, dan tanpa kitab yang menerangi".

Kata (بِغَيْرِ, bi-ghayri) yang berarti "tanpa" dipakai sekali, lalu dua (وَلَا, wa-laa) melanjutkannya kepada petunjuk dan kitab, sehingga terjemahan mengulang "tanpa" tiga kali. Rangkaian (بِغَيْرِ عِلْمٍ, bi-ghayri 'ilmin) muncul dua belas kali di enam surah, yaitu 6:100, 6:108, 6:119, 6:140, 6:144, 16:25, 22:3, 22:8, 30:29, 31:6, 31:20, dan 48:25. Di surah yang sama, 31:6 memakainya untuk orang yang membeli tuturan agar menyesatkan dari jalan Allah. Sifat (مُنِيرٍ, muniirin) yang berarti "yang menerangi" berakar ن-و-ر dan menerangkan kitab di empat ayat, yaitu 3:184, 22:8, 31:20, dan 35:25.

Tafsiran

Ayat ini mengganti sasaran bicara. Dalam nasihat 31:16 sampai 31:19 sapaannya satu orang, dengan "engkau" dan "-mu", dan di 31:20 sapaannya menjadi (تَرَوْا, taraw) yang berarti "kalian", tanpa keterangan siapa saja yang disapa. Seruan memperhatikan yang dibuka dengan sapaan jamak ini diikuti dua seruan sejenis dengan sapaan tunggal di surah yang sama: 31:29 menyebut Allah memasukkan malam ke dalam siang dan menundukkan matahari dan bulan, dan 31:31 menyebut kapal yang berlayar di laut dengan nikmat Allah. Ketiganya memperlihatkan tanda yang berbeda, yaitu apa yang ada di langit dan di bumi di 31:20, pergantian malam dan siang di 31:29, dan kapal di 31:31.

Isi ayat terdiri dari dua bagian. Bagian pertama menyebut dua pekerjaan Allah bagi "kalian", yaitu menundukkan apa yang di langit dan di bumi, lalu menyempurnakan nikmat yang tampak dan yang tersembunyi. Bagian kedua menyebut sebagian manusia yang berdebat tentang Allah tanpa tiga bekal. Kedua bagian hanya dihubungkan oleh (وَ, wa) yang berarti "dan", dan ayat ini tidak menyatakan bahwa orang yang berdebat itu sedang menolak nikmat yang disebut di bagian pertama. Susunan itu menaruh yang diterima dan yang diperdebatkan berdampingan, dan pembaca yang menimbang keduanya melakukannya sendiri.

Surah ini memuat gambaran orang seperti itu dua kali. Di 31:6 orang yang membeli tuturan melalaikan itu bertindak "tanpa ilmu", dan di 31:20 orang yang berdebat bertindak "tanpa ilmu" pula, tetapi dengan dua kekurangan tambahan, petunjuk dan kitab. Ayat sesudahnya, 31:21, memperlihatkan apa yang dikatakan orang semacam itu ketika perintah mengikuti kitab sampai kepadanya.

Renungan dan Hikmah

  • Apa yang di langit dan di bumi ditundukkan "untuk kalian" menurut ayat ini, dan 45:13 menyambung rangkaian yang sama dengan "semuanya dari-Nya". Dua penyebutan itu menaruh penerima dan sumber pada dua sisi: manfaatnya sampai kepada kalian, dan asalnya dari Allah. Pembaca yang memakai sesuatu dari langit atau bumi, misalnya air, cahaya, atau tanah, dapat memperhatikan sisi mana yang biasanya disebut lebih dulu. Apakah sesuatu itu lebih sering disebut milik pembaca, atau disebut sesuatu yang ditundukkan baginya dan datang dari-Nya?
  • Nikmat Allah yang tersembunyi disebut sama lengkapnya dengan nikmat yang tampak. Akar yang sama menjadi dua sebutan bagi Allah di 57:3, sehingga yang tersembunyi tidak berarti tidak ada. Nikmat yang tampak dapat dihitung orang dengan mata, sedangkan nikmat yang tersembunyi hanya dapat diperhatikan lewat ayat seperti ini. Apa saja dalam hidup seseorang yang tidak pernah disebutnya nikmat karena tidak terlihat, dan siapa yang tahu bahwa semua itu disempurnakan atasnya?
  • Orang yang berdebat tentang Allah digambarkan tanpa ilmu, tanpa petunjuk, dan tanpa kitab yang menerangi, dan ketiganya dihitung satu per satu. Kekosongan ketiganya menjadi ciri orang yang digambarkan, sehingga ketiganya dapat dipakai pembaca sebagai daftar periksa untuk dirinya sendiri: ilmu, petunjuk, dan kitab. Bila pembaca berdebat tentang Allah hari ini, dari tiga bekal itu mana yang benar-benar ada di tangannya?
  • Ajakan memperhatikan apa yang telah Allah kerjakan datang lebih dulu, dan orang yang berdebat tentang-Nya baru disebut sesudahnya. Orang yang berdebat itu tidak digambarkan sedang memperhatikan apa pun. Susunan itu memperlihatkan dua kegiatan yang berbeda arah, yaitu memperhatikan yang menerima, dan berdebat yang menolak atau menguji. Bila sebuah pertanyaan tentang Allah muncul di hadapan seseorang, dari dua kegiatan itu mana yang biasanya lebih dulu dikerjakannya?
  • Frasa "tanpa ilmu" di Surah 31 menyertai dua pekerjaan yang berbeda, yaitu membeli tuturan melalaikan untuk menyesatkan dari jalan Allah di 31:6 dan berdebat tentang Allah di 31:20. Pada dua penyebutan itu, orang yang tanpa ilmu tetap berkegiatan, dalam bentuk tuturan di satu tempat dan perdebatan di tempat lain. Apakah ketiadaan ilmu pada seseorang tampak sebagai diam, atau sebagai kegiatan yang ramai?
  • Bagian pertama ayat ini memakai "kalian", sedangkan bagian kedua memakai "di antara manusia" dan tidak memakai "di antara kalian". Orang yang berdebat itu digambarkan sebagai pihak ketiga, dan ayat tidak menyebut apakah ia ikut menerima nikmat yang disebut di bagian pertama. Pembaca yang membaca "kalian" pada kalimat pertama berada di dalam sapaan itu, lalu bertemu "manusia" pada kalimat kedua. Apakah pendebat yang disebut Allah di ayat ini berada di dalam atau di luar kalian, dan dari mana pembaca mengetahuinya?