وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا ۚ أَوَلَوْ كَانَ الشَّيْطَانُ يَدْعُوهُمْ إِلَىٰ عَذَابِ السَّعِيرِ
Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Ikutilah apa yang diturunkan Allah,” mereka berkata, “Tidak, kami mengikuti apa yang kami dapati nenek moyang kami menganutnya.” Apakah begitu, walaupun setan menyeru mereka ke azab yang menyala-nyala?
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُwa-idzaa qiila lahumu ttabi'uu maa anzala llaahudan apabila dikatakan kepada mereka, ikutilah apa yang diturunkan Allah
- قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَاqaaluu bal nattabi'u maa wajadnaa 'alayhi aabaa'anaamereka berkata, tidak, kami mengikuti apa yang kami dapati nenek moyang kami menganutnya
- أَوَلَوْ كَانَ الشَّيْطَانُ يَدْعُوهُمْ إِلَىٰ عَذَابِ السَّعِيرِa-wa-law kaana sy-syaythaanu yad'uuhum ilaa 'adzaabi s-sa'iiriapakah begitu, walaupun setan menyeru mereka ke azab yang menyala-nyala
Terjemahan per kata (21 kata)
- وَإِذَاwa-idzaadan apabila
- قِيلَqiiladikatakan
- لَهُمُlahumubagi mereka
- اتَّبِعُواttabi'uuikutilah kalian
- مَاmaaapa yang
- أَنْزَلَanzalamenurunkan
- اللَّهُllaahuAllah
- قَالُواqaaluumereka berkata
- بَلْbalbahkan
- نَتَّبِعُnattabi'ukami mengikuti
- مَاmaaapa yang
- وَجَدْنَاwajadnaakami mendapati
- عَلَيْهِ'alayhiatasnya
- آبَاءَنَاaabaa'anaaleluhur kami
- أَوَلَوْa-wa-lawapakah walaupun
- كَانَkaanaadalah
- الشَّيْطَانُsy-syaythaanusetan
- يَدْعُوهُمْyad'uuhummenyeru mereka
- إِلَىٰilaakepada
- عَذَابِ'adzaabiazab
- السَّعِيرِs-sa'iiriapi yang menyala
Inti bacaan
Dalih tradisi yang berulang: 'kami mengikuti apa yang kami dapati pada nenek moyang kami' bahkan jika 'setan menyeru mereka ke azab', kekerasan hati mengikuti kebiasaan lama meski konsekuensinya jelas merugikan.
Penjelasan pilihan kata
Bagian terakhir memuat pertanyaan retoris yang elips dalam teks Arab sendiri (lanjutan 'akan tetap mengikuti' tidak dinyatakan eksplisit): diterjemahkan apa adanya tanpa menambah kata di luar yang tersirat lewat struktur pertanyaan itu sendiri.
Tafsiran
Ayat ini membuka rangkaian kedua nasihat dengan kontras: mengikuti wahyu versus mengikuti kebiasaan nenek moyang secara membabi buta, bahkan ketika yang menyeru ke kebiasaan itu adalah setan menuju azab.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menyoroti bahaya mengikuti kebiasaan warisan tanpa memeriksa sumbernya, kesetiaan pada 'apa yang didapati dari nenek moyang' bisa menjadi jalan menuju kehancuran jika sumber sesungguhnya adalah bisikan yang menyesatkan, bukan wahyu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, t-b-', n-z-l, a-l-h, w-j-d, a-b-w, k-w-n, sh-t-n, d-'-w, '-dz-b, s-'-r): nattabi'u maa wajadnaa alayhi aabaa'anaa diterjemahkan 'kami mengikuti apa yang kami dapati pada nenek moyang kami' (akar t-b-' + akar w-j-d + akar '-b-w, dalih taklid, cf. 2:170, 26:74); yad'uuhum ilaa adhaab diterjemahkan 'setan menyeru mereka ke azab' (akar d-'-w, da'aa negatif, cf. 28:41 a'immah yad'uuna ilaa n-naar). gloss '(hanya)/(kebiasaan)/(mereka akan mengikuti…)/(neraka)' dibuang.