وَمَنْ يُسْلِمْ وَجْهَهُ إِلَى اللَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ ۗ وَإِلَى اللَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ
Dan siapa yang menyerahkan wajahnya kepada Allah, sedangkan dia berbuat kebaikan, maka sungguh, dia telah berpegang teguh pada tali yang sangat kukuh. Dan kepada Allah kesudahan segala urusan.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَمَنْ يُسْلِمْ وَجْهَهُ إِلَى اللَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌwa-man yuslim wajhahu ila llaahi wa-huwa muhsinundan siapa yang menyerahkan wajahnya kepada Allah, sedangkan dia berbuat kebaikan
- فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰfa-qadi stamsaka bi-l-'urwati l-wutsqaamaka sungguh, dia telah berpegang teguh pada tali yang sangat kukuh
- وَإِلَى اللَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِwa-ila llaahi 'aaqibatu l-umuuridan kepada Allah kesudahan segala urusan
Terjemahan per kata (15 kata)
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- يُسْلِمْyuslimmenyerahkan
- وَجْهَهُwajhahuwajahnya
- إِلَىilakepada
- اللَّهِllaahiAllah
- وَهُوَwa-huwasedangkan ia
- مُحْسِنٌmuhsinunyang berbuat baik
- فَقَدِfa-qadimaka sungguh
- اسْتَمْسَكَstamsakaberpegang
- بِالْعُرْوَةِbi-l-'urwatipada tali
- الْوُثْقَىٰl-wutsqaayang sangat kukuh
- وَإِلَىwa-iladan kepada
- اللَّهِllaahiAllah
- عَاقِبَةُ'aaqibatukesudahan
- الْأُمُورِl-umuurisegala urusan
Inti bacaan
Rangkaian (بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ, bi-l-'urwati l-wutsqaa) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:256 dan 31:22.
Penjelasan pilihan kata
Kalimat syarat dibuka dengan (وَمَنْ يُسْلِمْ وَجْهَهُ, wa-man yuslim wajhahu) yang berarti "dan siapa yang menyerahkan wajahnya". Susunan menyerahkan wajah dengan kata kerja lampau, (أَسْلَمَ وَجْهَهُ, aslama wajhahu), dipakai di 2:112 dan 4:125, dan dengan orang pertama, (أَسْلَمْتُ وَجْهِيَ, aslamtu wajhiya), di 3:20. Ayat 31:22 memakai kata kerja yang sedang berlangsung, dan bentuk (يُسْلِمْ وَجْهَهُ, yuslim wajhahu) hanya muncul di sini. Terjemahan memakai "wajahnya", dan tidak "dirinya" atau "berserah diri", karena kata (وَجْهَهُ, wajhahu) diterjemahkan "wajah" juga di 2:112, 3:20, dan 4:125. Kata depan di 31:22 adalah (إِلَى, ila) yang menyatakan arah, sedangkan di tiga ayat lain (لِلَّهِ, li-llaahi) yang menyatakan penerima atau pemilik, dan terjemahan memakai "kepada Allah" di keempatnya.
Kata (وَهُوَ مُحْسِنٌ, wa-huwa muhsinun) yang berarti "sedangkan dia berbuat kebaikan" muncul tiga kali, yaitu di 2:112, 4:125, dan 31:22. Huruf (وَ, wa) di sini menyatakan keadaan yang menyertai penyerahan itu, sehingga terjemahan memakai "sedangkan". Kata (مُحْسِنٌ, muhsinun) berakar ح-س-ن, dan sebagai kata tunggal muncul di empat ayat, yaitu 2:112, 4:125, 31:22, dan 37:113. Di 37:113, (مُحْسِنٌ وَظَالِمٌ لِنَفْسِهِ, muhsinun wa-zhaalimun li-nafsihi) berarti "ada yang berbuat baik, dan ada yang menzalimi diri sendiri", sehingga kata itu berhadapan dengan zalim. Terjemahan 31:22 memakai "berbuat kebaikan" seperti di 2:112 dan 4:125.
Kata kerja (اسْتَمْسَكَ, stamsaka) yang berarti "berpegang teguh" berakar م-س-ك, dan rangkaian (فَقَدِ اسْتَمْسَكَ, fa-qadi stamsaka) muncul dua kali, yaitu di 2:256 dan 31:22. Akar yang sama dengan bentuk serupa ada di 43:21, (مُسْتَمْسِكُونَ, mustamsikuuna) yang berarti "berpegang teguh", dan di 43:43, (فَاسْتَمْسِكْ, fa-stamsik) yang berarti "maka berpegang teguhlah". Benda yang dipegang berbeda di keempat ayat itu: tali di 2:256 dan 31:22, kitab di 43:21, dan apa yang diwahyukan di 43:43. Bagian (فَقَدِ, fa-qadi) terdiri dari (فَ, fa) yang berarti "maka" dan (قَدِ, qadi) yang berarti "sungguh", dan kata kerja sesudahnya berbentuk lampau, sehingga terjemahan memakai "maka sungguh, dia telah berpegang teguh".
Rangkaian (بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ, bi-l-'urwati l-wutsqaa) yang berarti "pada tali yang sangat kukuh" muncul dua kali, yaitu di 2:256 dan 31:22. Kata (الْعُرْوَةِ, l-'urwati) dan sifatnya (الْوُثْقَىٰ, l-wutsqaa) berdampingan hanya di dua ayat itu. Terjemahan 31:22 memakai "tali yang sangat kukuh" seperti di 2:256, sehingga rangkaian yang sama terbaca sama di kedua tempat.
Kalimat penutup (وَإِلَى اللَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ, wa-ila llaahi 'aaqibatu l-umuuri) berarti "dan kepada Allah kesudahan segala urusan". Rangkaian (وَإِلَى اللَّهِ, wa-ila llaahi) yang berarti "dan kepada Allah" muncul sepuluh kali di delapan surah, yaitu 2:210, 3:28, 3:109, 8:44, 22:76, 24:42, 31:22, 35:4, 35:18, dan 57:5. Di enam ayat di antaranya kata sesudahnya (تُرْجَعُ الْأُمُورُ, turja'u l-umuuru) yang berarti "dikembalikan segala urusan", yaitu di 2:210, 3:109, 8:44, 22:76, 35:4, dan 57:5, dan di tiga ayat lain (الْمَصِيرُ, l-mashiiru) yang berarti "tempat kembali", yaitu di 3:28, 24:42, dan 35:18. Di 31:22 kata sesudahnya (عَاقِبَةُ, 'aaqibatu) yang berarti "kesudahan". Rangkaian (عَاقِبَةُ الْأُمُورِ, 'aaqibatu l-umuuri) muncul dua kali, yaitu di 22:41 dan 31:22, dan terjemahan memakai "kesudahan segala urusan" di keduanya. Kata (الْأُمُورِ, l-umuuri) muncul lima kali di empat surah, yaitu 3:186, 22:41, 31:17, 31:22, dan 42:43, sehingga Surah 31 memuatnya dua kali, di nasihat Luqman dan di ayat ini.
Tafsiran
Ayat ini menaruh orang yang menyerahkan wajahnya di seberang orang yang digambarkan di 31:20 dan 31:21. Orang di sana berdebat tentang Allah tanpa bekal dan memegang apa yang didapatinya dari nenek moyang, sedangkan orang di sini menyerahkan wajahnya kepada Allah sambil berbuat baik dan memegang tali yang sangat kukuh. Kedua gambaran memakai kegiatan memegang, yaitu mengikuti apa yang didapati dan berpegang teguh pada tali, dengan benda yang berbeda.
Ayat ini terdiri dari syarat, hasil, dan penutup. Syaratnya memuat dua keadaan sekaligus, penyerahan wajah dan perbuatan baik, dalam satu kalimat yang dihubungkan dengan kata yang menyatakan keadaan penyerta. Hasilnya berbentuk lampau, "dia telah berpegang teguh", sehingga orang yang memenuhi syarat itu digambarkan sudah berada dalam keadaan berpegang.
Gambaran berpegang pada tali yang sangat kukuh juga ada di 2:256, tetapi syaratnya diucapkan lain. Di 2:256 syaratnya kufur terhadap tagut dan beriman kepada Allah, dan di 31:22 syaratnya menyerahkan wajah kepada Allah sambil berbuat baik. Syarat yang diucapkan dengan bunyi berbeda bermuara pada gambaran hasil yang sama.
Penutup memperluas pembicaraan dari satu orang ke segala urusan. Kata depan yang dipakai di penutup, (إِلَى, ila) dalam (وَإِلَى اللَّهِ, wa-ila llaahi) yang berarti "dan kepada Allah", sama dengan kata depan di awal syarat, (إِلَى اللَّهِ, ila llaahi) yang berarti "kepada Allah". Arah wajah yang diserahkan dan arah kesudahan segala urusan disebut dengan kata yang sama dalam satu ayat. Ayat 31:23 yang menyusul beralih ke orang yang kufur dan menyapa satu orang dengan "engkau".
Renungan dan Hikmah
- Penyerahan wajah kepada Allah dan perbuatan baik disebut bersama dalam satu syarat, dan kata penghubungnya menyatakan keadaan yang menyertai, sehingga keduanya berjalan dalam waktu yang sama. Penyerahan dan perbuatan baik berdampingan di dalam satu syarat. Pembaca dapat memeriksa keyakinannya tentang penyerahan diri dengan menanyakan apa yang menyertainya dalam perbuatan sehari-hari. Apakah penyerahan kepada Allah yang diyakini seseorang disertai sesuatu yang dapat dilihat dari perbuatannya?
- Kata sifat kukuh dilekatkan pada tali dan tidak pada orang yang memegangnya. Orang itu digambarkan telah berpegang teguh, tetapi kekuatan genggamannya tidak disebut, sedangkan talinya disebut sangat kukuh. Dari susunan itu dapat dibaca bahwa yang ditonjolkan ayat adalah mutu apa yang dipegang, dan bukan mutu pemegangnya. Bila pembaca menimbang apa yang sedang digenggamnya, mana yang lebih dulu diperiksanya: kekuatan genggamannya, atau kekukuhan tali yang digenggam?
- Gambaran tali yang sangat kukuh muncul di dua ayat dengan dua syarat yang berbeda. Di 2:256 syaratnya kufur terhadap tagut dan beriman kepada Allah, dan di 31:22 syaratnya menyerahkan wajah kepada Allah sambil berbuat baik. Dua ayat itu berbicara dalam konteks yang berbeda, sehingga keduanya tidak disamakan, tetapi hasilnya diucapkan dengan kata yang sama. Syarat yang satu memakai bahasa menolak dan percaya, dan syarat yang lain memakai bahasa menyerahkan dan berbuat. Bagi pembaca, rumusan mana yang lebih mudah dikenali pada dirinya sendiri?
- Wajah diserahkan kepada Allah di awal ayat, dan segala urusan berakhir kepada Allah di akhir ayat, dengan kata depan yang sama di kedua tempat. Orang yang menyerahkan wajahnya menghadap ke arah yang menurut penutup ayat juga menjadi arah kesudahan semua urusan. Apakah arah yang dituju wajah seseorang hari ini sama dengan arah yang disebut ayat ini sebagai kesudahan segala urusan?
- Ayat ini dibuka dengan "siapa yang", tanpa nama, kelompok, atau waktu. Syaratnya berupa dua keadaan, penyerahan wajah dan perbuatan baik, dan tidak ada keterangan lain yang membatasi siapa yang boleh masuk ke dalamnya. Pembaca yang membaca "siapa yang" berada di dalam kalimat itu sejauh syaratnya terpenuhi. Bila ayat ini tidak menyebut nama, kelompok, atau waktu, apa lagi yang masih menghalangi pembaca membaca dirinya di dalamnya, selain syarat menyerahkan wajah kepada Allah dan berbuat baik?
- Kata muhsin di 37:113 berhadapan dengan orang yang menzalimi diri sendiri, dan di 31:22 kata yang sama menjadi bagian dari syarat bagi orang yang berpegang pada tali. Dua penyebutan itu berbicara tentang keturunan dua orang yang disebut di 37:113 dan tentang siapa saja di 31:22, sehingga keduanya tidak disamakan. Dari kedekatan kata itu dapat dibaca bahwa berbuat baik dalam ayat ini berlawanan dengan menzalimi diri sendiri. Dalam perbuatan seseorang pada satu hari, berapa banyak yang termasuk berbuat baik, dan berapa banyak yang termasuk menzalimi diri sendiri?