وَمَنْ يُسْلِمْ وَجْهَهُ إِلَى اللَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ ۗ وَإِلَى اللَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ

Dan siapa yang menyerahkan wajahnya kepada Allah, sedangkan dia seorang muhsin, maka sungguh, dia telah berpegang teguh pada buhul yang kukuh. Dan hanya kepada Allah kesudahan segala urusan.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَمَنْ يُسْلِمْ وَجْهَهُ إِلَى اللَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌwa-man yuslim wajhahu ila llaahi wa-huwa muhsinundan siapa yang menyerahkan wajahnya kepada Allah, sedangkan dia seorang muhsin
  2. فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰfa-qadi stamsaka bi-l-'urwati l-wutsqaamaka sungguh, dia telah berpegang teguh pada buhul yang kukuh
  3. وَإِلَى اللَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِwa-ila llaahi 'aaqibatu l-umuuridan hanya kepada Allah kesudahan segala urusan

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. وَمَنْwa-mandan orang yang
  2. يُسْلِمْyuslimberserah diri
  3. وَجْهَهُwajhahuwajah-Nya
  4. إِلَىilakepada
  5. اللَّهِllaahiAllah
  6. وَهُوَwa-huwasedangkan ia
  7. مُحْسِنٌmuhsinunyang berbuat baik
  8. فَقَدِfa-qadimaka sungguh
  9. اسْتَمْسَكَstamsakaberpegang
  10. بِالْعُرْوَةِbi-l-'urwatipada buhul
  11. الْوُثْقَىٰl-wutsqaayang kukuh
  12. وَإِلَىwa-iladan kepada
  13. اللَّهِllaahiAllah
  14. عَاقِبَةُ'aaqibatukesudahan
  15. الْأُمُورِl-umuurisegala urusan

Inti bacaan

Metafora yang kuat: berserah diri kepada Allah sambil berbuat baik seperti 'berpegang teguh pada buhul yang kukuh', fondasi kepercayaan yang stabil dan tidak mudah goyah.

Penjelasan pilihan kata

'Wajhahu' (akar wjh) dipertahankan literal 'wajahnya', bukan didomestikasi jadi 'diri' atau 'berserah diri', konsisten dengan disiplin presisi teologis 28:88. 'Muhsinun' dipertahankan sebagai istilah, konsisten dengan 22:37. Tambahan '(tali)' dihapus: 'buhul' sudah mengandung makna tali dalam kata itu sendiri, redundan.

Tafsiran

Ayat ini menggambarkan penyerahan diri sejati bukan sebagai kepasrahan pasif, melainkan disertai kualitas 'muhsin' (berbuat baik secara aktif), sebuah pegangan yang digambarkan sekukuh buhul tali yang tak mungkin lepas.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut menyerahkan wajah kepada-Nya sedangkan dia seorang muhsin. Dua-duanya. Penyerahan diri disertai mutu perbuatan, bukan sendirian.
  • Gambaran yang Allah pakai berpegang pada buhul yang kukuh. Tangan yang memegang tali. Yang menyelamatkan bukan kekuatan yang memegang, melainkan kekuatan yang dipegang.
  • Allah menutup dengan menyebut kepada-Nya kesudahan segala urusan. Sesudah bicara pegangan. Yang dipegang itu terikat pada tempat yang menjadi ujung semua perjalanan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain menerjemahkan s-l-m di sini via 'berserah'. terjemahan ini menyeragamkan DALAM cabang keberserahan; sisi-keadaan (salaam/saliim) = 'keselamatan/damai', TIDAK diseragamkan lintas cabang. Rollout cabang keberserahan akar s-l-m. 'muslim' diterjemahkan 'orang yang berserah diri' meng-universalkan istilah (bdk QS 3:83: seluruh ciptaan 'aslama'), konsisten dgn sikap keberserahan=orientasi hati, bukan keanggotaan institusi (FDI_FRAMEWORK_DIIN). akar s-l-m (slm), cabang KEBERSERAHAN (aslama/islaam/muslim/mustaslim). Diverifikasi corpus Leeds (127 ayat slm; cabang keberserahan 66). Konvensi terjemahan ini: islaam diterjemahkan 'keberserahan(-diri)', aslama diterjemahkan 'berserah diri', muslim diterjemahkan 'orang yang berserah diri'.