وَمَنْ كَفَرَ فَلَا يَحْزُنْكَ كُفْرُهُ ۚ إِلَيْنَا مَرْجِعُهُمْ فَنُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ
Dan siapa yang kufur, maka janganlah kekufurannya membuatmu sedih. Kepada Kami tempat kembali mereka, lalu akan Kami beritahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah berilmu tentang apa yang tersimpan dalam dada.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَمَنْ كَفَرَ فَلَا يَحْزُنْكَ كُفْرُهُwa-man kafara fa-laa yahzunka kufruhudan siapa yang kufur, maka janganlah kekufurannya membuatmu sedih
- إِلَيْنَا مَرْجِعُهُمْ فَنُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُواilaynaa marji'uhum fa-nunabbi'uhum bi-maa 'amiluukepada Kami tempat kembali mereka, lalu akan Kami beritahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan
- إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِinna llaaha 'aliimun bi-dzaati sh-shuduurisesungguhnya Allah berilmu tentang apa yang tersimpan dalam dada
Terjemahan per kata (15 kata)
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- كَفَرَkafarakufur
- فَلَاfa-laamaka janganlah
- يَحْزُنْكَyahzunkamenyedihkanmu
- كُفْرُهُkufruhukekufurannya
- إِلَيْنَاilaynaakepada Kami
- مَرْجِعُهُمْmarji'uhumtempat kembali mereka
- فَنُنَبِّئُهُمْfa-nunabbi'uhummaka Kami memberitakan kepada mereka
- بِمَاbi-maatentang apa yang
- عَمِلُوا'amiluumereka beramal
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- عَلِيمٌ'aliimunberilmu
- بِذَاتِbi-dzaatipada isi
- الصُّدُورِsh-shuduuridada
Inti bacaan
Rangkaian (بِمَا عَمِلُوا, bi-maa 'amiluu) muncul tujuh kali di Al-Qur'an, yaitu di 24:64, 31:23, 34:37, 41:50, 53:31, 58:6, dan 58:7.
Penjelasan pilihan kata
Kalimat pertama dibuka dengan (وَمَنْ كَفَرَ, wa-man kafara) yang berarti "dan siapa yang kufur". Rangkaian ini muncul enam kali, yaitu di 2:126, 3:97, 24:55, 27:40, 31:12, dan 31:23, sehingga Surah 31 memuatnya dua kali. Di 31:12 rangkaian itu disambung (فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ, fa-inna llaaha ghaniyyun hamiidun) yang berarti "maka sesungguhnya Allah berkecukupan lagi terpuji", dan di 31:23 disambung (فَلَا يَحْزُنْكَ كُفْرُهُ, fa-laa yahzunka kufruhu) yang berarti "maka janganlah kekufurannya membuatmu sedih". Kata benda (كُفْرُهُ, kufruhu) yang berarti "kekufurannya" muncul tiga kali, yaitu di 30:44, 31:23, dan 35:39. Di 30:44 dan 35:39 kata itu didahului (فَعَلَيْهِ, fa-'alayhi) yang berarti "maka atasnyalah", sehingga kekufuran jatuh pada orang yang kufur, sedangkan di 31:23 kekufuran itu disebut sebagai penyebab kesedihan yang dilarang.
Kata kerja (يَحْزُنْكَ, yahzunka) berakar ح-ز-ن dan bersambung dengan akhiran -ka yang berarti "-mu". Bentuk ini muncul lima kali, yaitu di 3:176, 5:41, 10:65, 31:23, dan 36:76, dan rangkaian (فَلَا يَحْزُنْكَ, fa-laa yahzunka) yang berarti "maka janganlah ... membuatmu sedih" muncul dua kali, yaitu di 31:23 dan 36:76. Penyebab sedih berbeda di tiap ayat: orang-orang yang bersegera dalam kekufuran di 3:176 dan 5:41, ucapan mereka, (قَوْلُهُمْ, qawluhum), di 10:65 dan 36:76, dan kekufuran di 31:23. Di 36:76 larangan itu disusul (إِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ, innaa na'lamu maa yusirruuna wa-maa yu'linuuna) yang berarti "sesungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan", dan di 10:65 disusul (إِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا, inna l-'izzata li-llaahi jamii'an) yang berarti "sesungguhnya kedigdayaan itu seluruhnya milik Allah". Akhiran -ka menunjuk satu orang yang diajak bicara, dan ayat ini tidak menamainya.
Kalimat kedua dibuka dengan (إِلَيْنَا مَرْجِعُهُمْ, ilaynaa marji'uhum) yang berarti "kepada Kami tempat kembali mereka". Rangkaian ini muncul tiga kali, yaitu di 10:46, 10:70, dan 31:23, dan kata (مَرْجِعُهُمْ, marji'uhum) yang berakar ر-ج-ع muncul empat kali, yaitu di 6:108, 10:46, 10:70, dan 31:23. Kata yang menyusul berbeda di tiap ayat. Di 10:46 yang menyusul (ثُمَّ اللَّهُ شَهِيدٌ عَلَىٰ مَا يَفْعَلُونَ, tsumma llaahu syahiidun 'alaa maa yaf'aluuna) yang berarti "kemudian Allah menjadi saksi atas apa yang mereka lakukan". Di 10:70 yang menyusul (ثُمَّ نُذِيقُهُمُ الْعَذَابَ الشَّدِيدَ, tsumma nudziiquhumu l-'adzaaba sy-syadiida) yang berarti "kemudian Kami rasakan kepada mereka azab yang keras". Di 31:23 yang menyusul (فَنُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوا, fa-nunabbi'uhum bi-maa 'amiluu) yang berarti "lalu akan Kami beritahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan". Bentuk (فَنُنَبِّئُهُمْ, fa-nunabbi'uhum) hanya muncul di 31:23.
Susunan yang sejajar dengan orang kedua ada di 31:15, (إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ, ilayya marji'ukum fa-unabbi'ukum bi-maa kuntum ta'maluuna) yang berarti "kepada-Ku kalian kembali, lalu akan Kuberitahukan kepada kalian apa yang dahulu kalian kerjakan". Di 31:23 kata kerja perbuatannya berbentuk lampau, (عَمِلُوا, 'amiluu) yang berarti "telah mereka kerjakan", dan rangkaian (بِمَا عَمِلُوا, bi-maa 'amiluu) muncul tujuh kali, yaitu di 24:64, 31:23, 34:37, 41:50, 53:31, 58:6, dan 58:7.
Kalimat penutup (إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ, inna llaaha 'aliimun bi-dzaati sh-shuduuri) berarti "sesungguhnya Allah berilmu tentang apa yang tersimpan dalam dada". Rangkaian (عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ, 'aliimun bi-dzaati sh-shuduuri) muncul dua belas kali di sebelas surah, yaitu di 3:119, 3:154, 5:7, 8:43, 11:5, 31:23, 35:38, 39:7, 42:24, 57:6, 64:4, dan 67:13, sehingga Surah 3 memuatnya dua kali. Kata (عَلِيمٌ, 'aliimun) tanpa kata sandang al- diterjemahkan "berilmu", seperti di 35:38, sedangkan bentuk dengan al-, (الْعَلِيمِ, l-'aliimi), diterjemahkan "Sang Berilmu", seperti di 6:96, (تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ, taqdiiru l-'aziizi l-'aliimi) yang berarti "ketetapan Sang Digdaya lagi Sang Berilmu". Kata (الصُّدُورِ, sh-shuduuri) yang berarti "dada" dibedakan dari kata hati: di 3:154, (وَلِيَبْتَلِيَ اللَّهُ مَا فِي صُدُورِكُمْ وَلِيُمَحِّصَ مَا فِي قُلُوبِكُمْ, wa-li-yabtaliya llaahu maa fii shuduurikum wa-li-yumahhisha maa fii quluubikum) yang berarti "dan agar Allah menguji apa yang ada dalam dada kalian dan membersihkan apa yang ada dalam hati kalian", kedua kata itu disebut berdampingan dalam satu kalimat. Terjemahan 31:23 memakai "dada" untuk (الصُّدُورِ, sh-shuduuri), dan "tentang apa yang tersimpan" untuk (بِذَاتِ, bi-dzaati).
Tafsiran
Ayat ini memuat tiga kalimat yang bergerak dari sapaan ke janji dan ke pengetahuan. Kalimat pertama menyapa satu orang tentang kekufuran orang lain, kalimat kedua memakai "Kami" untuk tempat kembali dan pemberitahuan, dan kalimat ketiga menyebut "Allah" sebagai pihak ketiga yang berilmu tentang dada. Kalimat kedua dan ketiga dapat dibaca sebagai dasar bagi larangan di kalimat pertama, karena keduanya menyebut ke mana urusan mereka berakhir dan siapa yang mengetahui isi dada mereka.
Surah 31 memuat dua kalimat yang dibuka dengan (وَمَنْ كَفَرَ, wa-man kafara), yaitu di 31:12 dan di ayat ini, dengan nasihat Luqman dan penggambaran manusia yang berdebat berada di antaranya. Di 31:12 kalimat itu ditutup dengan pernyataan tentang kecukupan Allah, dan di 31:23 ditutup dengan pernyataan tentang ilmu Allah atas isi dada. Dua penutup itu sama-sama berbicara tentang Allah, dan tidak tentang orang yang kufur.
Di 30:44 dan 35:39 kekufuran jatuh pada pelakunya, "atasnyalah kekufurannya", sedangkan di 31:23 kekufuran orang lain dikeluarkan dari urusan kesedihan penerima sapaan. Ayat 31:24 yang menyusul tetap berbicara tentang "mereka" dengan "Kami" sebagai pembicara, sehingga pemberitahuan di 31:23 dilanjutkan oleh gambaran apa yang diberikan kepada mereka sebelum azab.
Renungan dan Hikmah
- Larangan bersedih di ayat ini diikuti alasan berupa tempat kembali kepada Kami dan ilmu Allah tentang isi dada. Di 36:76 larangan yang sama diikuti alasan lain, bahwa Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan, dan di 10:65 alasannya bahwa kedigdayaan seluruhnya milik Allah. Larangan yang sama di tiga ayat ditopang tiga alasan yang berbeda. Bila kesedihan datang karena pilihan orang lain, alasan apa yang biasanya diberikan seseorang kepada dirinya, dan apakah alasan itu sebesar alasan yang disebut ayat-ayat ini?
- Di 30:44 dan 35:39 kekufuran disebut jatuh "atasnya", yaitu pada orang yang kufur, dan 35:39 menambahkan bahwa kekufuran itu tidak menambah apa pun bagi mereka di sisi Tuhan mereka kecuali kemurkaan. Di 31:23 penerima sapaan diminta tidak membiarkan kekufuran itu menjadi kesedihannya. Ayat-ayat itu berbicara dalam konteks berbeda, sehingga keduanya tidak disamakan. Dari kedekatannya dapat dibaca bahwa beban kekufuran ditaruh pada pelakunya, dan kesedihan atas kekufuran itu diminta tidak dipikul orang lain. Beban siapa yang sedang dipikul seseorang ketika ia bersedih karena kekufuran orang lain?
- Setelah "tempat kembali mereka", 10:70 melanjutkan dengan azab yang dirasakan, dan 31:23 melanjutkan dengan pemberitahuan tentang apa yang telah mereka kerjakan. Dua ayat itu berbeda konteks, sehingga keduanya tidak disamakan, tetapi di 31:23 yang disebut lebih dulu adalah pemberitahuan. Pembaca yang membayangkan pekerjaannya diberitahukan kembali kepadanya dapat memikirkan apa yang akan terbaca di sana. Dari semua yang dikerjakannya hari ini, bagian mana yang akan sulit dibaca ketika diberitahukan kembali?
- Di 3:154 dada dan hati disebut berdampingan dalam satu kalimat, dan ayat itu ditutup dengan pernyataan bahwa Allah berilmu tentang apa yang tersimpan dalam dada, kalimat yang sama dengan penutup 31:23. Dada dan hati disebut sebagai dua tempat yang berbeda, dan ilmu Allah dalam penutup itu diarahkan ke dada. Pembaca yang menimbang dirinya sendiri dapat memisahkan apa yang diucapkannya, apa yang disimpannya dalam dada, dan apa yang dimurnikan dalam hati. Apa yang tersimpan dalam dada seseorang dan tidak pernah dikatakannya kepada siapa pun, dan bagaimana rasanya bila Allah berilmu tentang semua itu?
- Sebelum penutup yang sama di 3:154, ayat itu menyebut orang yang menyembunyikan dalam diri mereka apa yang tidak mereka tampakkan, lalu menutup dengan ilmu Allah tentang isi dada. Di 31:23 penutup itu berdiri tanpa gambaran orang yang menyembunyikan sesuatu, dan ayat ini tidak menyebut apa isi dada yang dimaksud. Kalimat yang sama muncul sesudah gambaran di 3:154 dan sesudah janji pemberitahuan di 31:23. Apakah ilmu Allah tentang isi dada lebih terasa sesudah membaca tentang orang yang menyembunyikan sesuatu, atau sesudah membaca tentang pemberitahuan yang akan datang?
- Di 31:15 orang kedua, "kalian", dikatakan kembali kepada-Ku dan diberitahu apa yang dahulu mereka kerjakan, dan di 31:23 orang ketiga, "mereka", dikatakan kembali kepada Kami dan diberitahu apa yang telah mereka kerjakan. Dua ayat itu sama-sama menyebut Allah sebagai tujuan kembali, dan perbedaan sapaannya hanya pada siapa yang dibicarakan. Pembaca yang membaca 31:15 berada di dalam "kalian", dan pembaca yang membaca 31:23 berada di luar "mereka". Ketika kedua ayat itu dibaca berurutan, di pihak mana pembaca berdiri, dan apakah tempat kembalinya berbeda?