نُمَتِّعُهُمْ قَلِيلًا ثُمَّ نَضْطَرُّهُمْ إِلَىٰ عَذَابٍ غَلِيظٍ
Kami beri mereka kesenangan sedikit, kemudian Kami paksa mereka masuk ke dalam azab yang keras.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- نُمَتِّعُهُمْ قَلِيلًاnumatti'uhum qaliilanKami beri mereka kesenangan sedikit
- ثُمَّ نَضْطَرُّهُمْ إِلَىٰ عَذَابٍ غَلِيظٍtsumma nadhtharruhum ilaa 'adzaabin ghaliizhinkemudian Kami paksa mereka masuk ke dalam azab yang keras
Terjemahan per kata (7 kata)
- نُمَتِّعُهُمْnumatti'uhumKami memberi mereka kesenangan
- قَلِيلًاqaliilansedikit
- ثُمَّtsummakemudian
- نَضْطَرُّهُمْnadhtharruhumKami memaksa mereka
- إِلَىٰilaakepada
- عَذَابٍ'adzaabinazab
- غَلِيظٍghaliizhinyang keras
Inti bacaan
Kontras tegas: 'kesenangan sebentar, kemudian Kami paksa mereka ke dalam azab yang keras', perbandingan nilai antara kepuasan sesaat dan konsekuensi jangka panjang yang jauh lebih berat.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini melanjutkan 31:23 tanpa tambahan: kesenangan dunia digambarkan terbatas ('qaliilan'), berlawanan dengan azab yang mengikutinya.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan bahwa kesenangan yang diberikan kepada orang yang kufur bersifat sementara dan terbatas, bukan tanda kelalaian Allah: justru pendahulu bagi konsekuensi yang jauh lebih berat.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut kesenangan mereka sedikit, bukan tidak ada. Ia memang diberikan. Ukurannya yang dikecilkan.
- Sambungannya cuma satu kata: kemudian. Senang lalu terpaksa. Tak ada peringatan di antaranya.
- Kata dipaksa dipakai Allah, bukan kata digiring. Tak seorang pun berjalan sendiri ke sana. Semuanya didorong.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar m-t-', q-l-l, d-r-r, '-dz-b, gh-l-zh): numatti'uhum diterjemahkan 'memberi kesenangan' (akar m-t-'); nadtarruhum diterjemahkan 'memaksa mereka' (akar d-r-r); ghaliizh diterjemahkan 'keras (berat)' (akar gh-l-zh). Selaras.